Testimoni from Value Alignment X8 ( PT GFC Terpadu )

sacsacscsa

“I thank you very much for your time and advice for X8. The values we update together will be very useful for the people when they go back to their various stations. I believe this strongly. The second day’s coaching about sales skills, I believe can give the supervisor tools to improve their sales. All in all, these two days have been an encouragement and enlightening experience” -Wiwin Ghobind-

The past two days weren’t any other ordinary days, but a turning point for my life. It made me realise how thankful I should be for the things that turned from impossible to posside. And even more for the opportunity for me to learn to focus an my future impossible to posside.Thank you for the many lessons I have learn” -Natascha Ghobind-

“Saya tidak menyesal mengikuti value alignment ini, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan baik untuk pribadi dan tim. Materi yang diberikan pada hari ini membawa perubahan yang sangat besar untuk saya dan tim” –Yosef-

“Dengan waktu yang singkat ini saya mendapatkan banyak informasi, cara, petunjuk mengenai sales, terlebih detailnya. Motivasi dan kebulatan tekad untuk mencapai hasil maksimal, Terima kasih Top Coach Indoensia” –Lesman-

saya banyak belajar dalam hal maping produksi, dimana saya bisa mencoba untuk lean mapping agar bisa lebih cepat dalam proses produksi, efisien waktu, efisien biaya dan tenaga kerja, serta penghematan raw material.Menjadi leader yang lebih baik untuk dapat bekerjasama, lebih baik sesuai dengan nilai-nilai dari X8”  -Fandy-

Sangat banyak ilmu yang saya dapat dari pelatihan 2 hari ini, saya sangat senang bisa dan bertukar pikiran, dan saya harap acara seperti ini bisa diadakan secara rutin agar bisa merefresh dan menambah pengetahuan untuk menjadi lebih baik” –Suci Hartini-

Banyak ilmu dari Coach Tom yang tadinya saya tidak tahu sama sekali jadi tahu bahkan banyak tahu. Saya bisa mengambil ilmunya untuk di terapkan pada usaha saya. Saya mau berusaha untuk membenahi kekurangan yang ada pada diri saya dan team saya. Selain itu saya menjadi disadarkan untuk  membuka wawasan saya tentang dunia persaingan marketing/sales” –Nina-

Saya merasa sangat senang setelah mengikuti pelatihan dan arahan yang telah diberikan oleh Coach Tom MC Ifle, dan saya senang karena saya mendapatkan suntikan yang berharga dalam pekerjaan saya, dimana saya menjadi  tahu cara bersaing dengan sebuah kompetitor, dan memiliki tekad dan keyakinan bahwa saya bisa jauh lebih baik dari sebelumnya” –Kiky-

“Sangat bermanfaat! Saya menjadi lebih mengerti tentang konsep sales dan segala kesalahan yang harus dihindari.Memberikan masukkan dan saran yang membuat kita harus berpikiran positif untuk menarik atau menghasilkan sesuatu yang baik dan positif” – Andy-

Perasaan yang saya rasakan setelah mengikuti Value Alignment  X8 selama 2 hari ini, saya sangat senang karena mendapatkan begitu banyak pelajaran yang sangat berharga, saya menjadi termotivasi dan lebih punya rasa percaya diri, keyakinan, semangat untuk berkembang lebih baik, terutama dalam mencapai sesuatu” –Teguh Priyatmaji-

saya menjadi lebih optimis, lebih bersemangat, dan mempunyai tekad yang bulat untuk mencapai target penjualan yang di berikan oleh perusahaan.Dengan komunikasi team yang lebih baik dan menerapkan nilai-nilai, semua tidak ada yang mustahil, semua pasti mudah. Terima Kasih Management X8 dan Coach Tom MC Ifle” –Setiady-

“Siapa takut meninggalkan zona nyaman? saya merasa semua energi positif dalam diri saya keluar dan saya bersedia meninggalkan zona nyaman yang menghambat energi positif saya” –Tami-

Saya merasa tercerahkan mempunyai ilmu baru lagi…Dahsyat…..dan ilmu yang diberikan oleh Coach Tom akan saya pakai di kehidupan saya selanjutnya. Terima kasih Coach Tom. Ilmu yang sangat bermanfaat” –Indra Kusuma-

“Termotivasi dengan ilmu yang berikan serta saya lebih mengetahui cara-cara untuk mencapai sebuah target, Lebih terbuka lagi wawasan tentang bagaimana cara mengetahui karakter-karakter customer yang ada di lapangan, dan lebih giat lagi dan selalu mau belajar dan menerima masukan-masukan dari rekan sesama team/rekan-rekan supervisor lain” –Shella-

Setelah mengikuti pelatihan selama 2 hari ini saya merasa lebih bersemangat dan punya keyakinan bahwa saya bisa melakukan apa yang menurut saya selama ini tidak bisa atau tidak mungkin dilakukan dalam pekerjaan saya” –Mardiansyah-

 

 

Rasio NPL Bank Mandiri Naik

sacsacscsa

Jakarta, 13 Februari 2014 – Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan Bank Mandiri naik 0,12 persen menjadi 0,58 persen pada 2013. Kenaikan rasio kredit bermasalah tersebut disebabkan karena kondisi makro ekonomi pada tahun itu tidak sebaik 2012.

“Kondisi ekonomi tersebut menyebabkan kenaikan laba perseroan pada 2013 tidak sebesar tahun sebelumnya. Pada 2012 pertumbuhan laba perseroan mencapai 20 persen, sedangkan pada 2013 hanya 17 persen,” kata Budi.

Namun, Budi mengatakan, kredit Bank Mandiri ke sektor produktif tumbuh 23,3 persen. Sehingga, tahun lalu Mandiri mengucurkan Rp 360,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi 17 persen dan kredit modal kerja 27,4 persen. Sektor listrik gas dan air mencatat akselerasi pertumbuhan 22,6 peren, sementara sektor perdagangan, restoran, dan hotel tumbuh 26,8 persen.

Menurutnya, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 42,3 persen atau senilai Rp 27 triliun. Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat dari 315,4 ribu orang pada 2012 menjadi 349,6 ribu nasabah pada tahun lalu. “Kredit yang tersalurkan untuk segmen UMKM tumbuh 18,2 persen menjadi Rp 64,6 triliun,” ujar Budi.

Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jumlah nasabah KUR pada 2013 meningkat 40,4 persen menjadi lebih dari 295 ribu peminjam senilai Rp 14,45 triliun.

QH.

Telkom Terus Kembangkan Kompetensi SDM

sacsacscsa

Jakarta, 12 Februari 2014 – PT Telekomunikasi IndonesiaTbk (TLKM) kembali menyelenggarakan Sidang Senat IV Telkom Corporate University (Telkom CorpU) sebagai berkomitmen terhadap pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Direktur Utama TLKM, Arief Yahya selaku Principal Telkom CorpU, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/2), mengatakan Sidang Senat IV yang dilaksanakan di Bandung ini merupakan wujud konsistensi dari Telkom CorpU memastikan peningkatan performansi bisnis dengan sistem pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan di Telkom.

“Sidang ini mengangkat tema besar tentang bagaimana Telkom membangun International Capability Center (ICC) dan membentuk kompetensi melalui kursus pimpinan baru dengan sebutan ‘International Suspim’, di mana pengajar dan siswa harus menggunakan Bahasa Inggris dan akan digabungkan dengan karyawan Singtel yang berkomitmen untuk belajar di Telkom CorpU,” katanya.

Dalam pelaksanaan International Suspim, Telkom bermitra dengan INSEAD, Melbourne Business School, NUS Singapore, Thunderbird USA dan Orange France.

Sementara itu, Telkom membentuk ICC yang sejajar dengan program utama perseroan, yaitu ekspansi internasional. Hal tersebut telah dibuktikan melalui susunan bisnis-bisnis baru di kancah internasional pada 2013, antara lain berhasil mendirikan Telkomsel di Timor Leste, meluncurkan Kartu As 2in1 di Hong Kong, dan Document Management Service di Australia.

Fokus yang tidak kalah penting pada Sidang Senat IV kali ini, lanjut Arief, adalah penyerahan dokumen perencanaan pengembangan sumber daya manusia Telkom dari SGM Telkom CorpU.

QH.

BTN Anggarkan Rp 100 Triliun untuk KPR

sacsacscsa

Jakarta, 10 Februari 2014 – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membukukan portofolio kredit mayoritas untuk segmen perumahan. Lebih dari 86 persen komposisi kredit BTN disalurkan untuk segmen ini. Sementara sisanya sebesar 13 persen disalurkan untuk segmen di luar perumahan.
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, untuk kredit dan pembiayaan yang disalurkan juga mengalami pertumbuhan, yakni naik 23,41 persen menjadi Rp100,46 triliun jika dibanding kuartal keempat 2012 sebesar Rp81,41 triliun.
“BTN akan terus berupaya bagaimana dapat berperan lebih besar pada industri rumah rakyat ini. Sejauh ini perseroan masih melihat program pemerintah dengan skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan),” jelasnya dalam paparan kinerja kuartal IV-2013 di Kantor Pusat Bank BTN, Senin (10/2).
Dari keseluruhan kredit yang disalurkan per 31 Desember 2013, sebesar Rp87 triliun disalurkan untuk mendukung pembiayaan perumahan yang terdiri dari perumahan subsidi sebesar Rp28,42 triliun, perumahan nonsubsidi sebesar Rp39,54 triliun.
Selain itu, untuk konstruksi sebesar Rp11,82 triliun, kredit terkait perumahan sebesar Rp7,19 triliun dan segmen non-perumahan disalurkan sebesar Rp 13,46 triliun.

QH.

Ekspor Perdana Mobil Hemat Energi Diresmikan

sacsacscsa

Jakarta, 4 Februari 2014 – Menteri Perindustrian (Menperin) Mohamad S Hidayat meresmikan ekspor perdana mobil hemat energi yang dinamakan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) ke Filipina. “Dilakukannya penetrasi pasar ke Filipina menunjukkan kendaraan bermotor yang diproduksi Indonesia memiliki kualitas yang dapat diandalkan sehingga mampu direspon dengan baik, tidak hanya oleh pasar dalam negeri tetapi juga oleh pasar ekspor,” kata Menperin.

Menurut MS Hidayat, setelah berhasil melakukan penetrasi ke Filipina maka akan ditargetkan kepada pasar ekspor yang lebih luas lagi yakni ke negara-negara regional ASEAN, Amerika Latin, Asia Tengah, dan Timur tengah. ang dicapai oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) melalui peresmian ekspor perdana produk KBH2 tersebut telah membuktikan dan memperkuat keyakinan bahwa program Pengembangan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau yang dilaksanakan oleh pemerintah sudah tepat.
Selain itu, lanjutnya, program KBH2 itu dinilai juga sudah berhasil mendatangkan investasi untuk pendirian empat pabrik baru mobil dan lebih dari 100 pabrik baru komponen otomotif dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 80.000 orang. Hidayat mengimbau PT ADM secara terus-menerus menjaga bahkan meningkatkan kualitas produk dan tingkat kandungan lokal dalam negeri, serta menepati jadwal komitmen manufaktur dan penggunaan komponen dalam negeri yang telah dicanangkan.
Dengan demikian, ujar dia, produk kendaraan bermotor yang dihasilkan semakin berdaya saing baik di pasar dalam maupun luar negeri. Menperin juga mengutarakan harapannya agar capaian yang dilakukan PT ADM tersebut dapat diikuti oleh produsen KBH2 lainnya. Hal tersebut, lanjutnya, untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif di kawasan regional dan internasional.

QH.

Pelaku Usaha Mandiri adalah Wirausahawan

sacsacscsa

Jakarta, 3 Februari 2014 – Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo berpendapat, pelaku usaha mandiri yang menjalankan usahanya sendiri meskipun belum mempekerjakan orang lain sudah layak disebut wirausahawan.
“Kalau selama ini berkembang paradigma yang menganggap wirausaha hanya mereka yang mampu mempekerjakan orang lain sementara mereka yang sudah menjalankan usaha tapi belum mempekerjakan orang lain belum dikatakan wirausaha, saya tidak sependapat,” katanya.
Ia mengatakan, siapapun mereka yang telah menjalankan usaha secara mandiri meskipun belum mampu mempekerjakan orang lain sudah sangat layak disebut wirausaha.
Sebab, mereka sudah berkontribusi secara langsung bagi pergerakan sektor riil dan tidak membebani siapapun.
“Mereka mandiri dan bisa menghidupi usaha mereka sendiri,” katanya. Ia mencontohkan, seorang ibu yang berjualan makanan kecil-kecilan sudah layak dikatakan wirausaha.
“Selain itu, misalnya ibu yang menyulam dan menjual hasil sulamannya, itu layak dikatakan wirausaha. Mereka memang belum mempekerjakan orang lain bisa jadi karena memang belum memerlukannya,” katanya.
Selama ini berkembang paradigma bahwa seseorang layak menyandang predikat wirausaha jika sudah berhasil mempekerjakan orang lain dan bukan menjalankan usaha secara sendiri-sendiri.
Pihaknya mencatat sampai saat ini jumlah wirausaha di Indonesia sudah mencapai 1,65 persen dari seluruh populasi penduduk.
Sampai tutup tahun ini, melalui berbagai rangkaian program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ditargetkan jumlah wirausaha akan mencapai sedikitnya dua persen.

QH