Workshop Business Mastery “Batch 12” 31 Maret – 01 April ’14

sacsacscsa

Workshop Business Mastery Coach Tom sangat BAGUS karena as a leader saya bisa mempelajari hal-hal yang harus saya pelajari atau saya ketahui, karena Coach Tom mengajarkan dengan sangat detail sehingga mudah untuk saya fahami.

Nadia Ambadar – Owner of Ambadar & Partners Jakarta

Saya banyak belajar dalam Workshop Coach Tom Business Mastery ini mulai dari pengetahuan dari Marketing, HRD, Finance, Sales dan Marketing Departement. Coach Tom membuka mata saya, bahwa bisnis itu harusnya tersistemasi!

Joeneza Bachtiar – Owner of PT Agung Multi Berjaya

Banyak sekali yang saya pelajari mulai dari basic dalam bisnis yaitu fondasi bisnis sampai dengan cara mensistemasi bisnis. Ternyata mensistemasi bisnis itu tidak lah sulit asalkan kita focus dan pastinya dipandu oleh Coach KELAS DUNIA seperti Coach Tom! Thanks Coach Tom, You are the best!!

Boy Fuad – Owner of Mandalay Garment

Workshop Business Mastery materinya sangat INOVATIF, KRITIS, RAPID MOVED dan yang saya senang dari Coach Tom, beliau memberikan contoh-contoh dengan sangat simple tapi benar-benar menjawab solusi atau permasalahan dari Peserta yang ada. Benar-Benar BUKAN TEORI SEMATA sangat APLIKATIF!! Untuk pengusaha yang ingin mensistemasi bisnis WAJIB IKUT WORKSHOP COACH TOM BUSINESS MASTERY INI.

Dwi Marini – Owner of Mandalay Group

Lebih bisa terarah dalam menjalankan usaha saya, hal yang tidak pernah terpikirkan menjadi terpikirkan, saya menjadi mengerti tentang value, visi dan misi dalam membangun bisnis. Coach Tom membawakan workshop Business Mastery ini dengan “sangat menarik” serta pastinya gampang di mengerti, dan pastinya exercise-exercise dalam business mastery workshop sangat membantu didalam menjalankan bisnis saya. BRAVO COACH TOM!

Riedsky Amelia – Owner of PT Rezky Energi Abadi

Workshop Business Mastery ini sangat bagus untuk para owner dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya, dan tak kalah penting untuk mengelola SDM dalam bisnis. Thanks Coach Tom J

Pudjianti – Owner of PT Wigati Teknikindo

Dari Workshop Business Mastery by Coach Tom, saya menjadi semangat dan FOCUS dalam menjalankan tugas saya. Coach Tom mengajarkan ILMU BISNIS dari A sampai dengan Z dari yang saya tidak tahu menjadi tahu sekarang. You Are The Best Coach Tom !

HIGHLY RECOMMENDED FOR BUSNIESS OWNERS BECAUSE EASY TO UNDERSTAND

Abdullah Umar – Semen Bossowa Makassar

Menambah wawasan saya tentang bisnis yang banyak saya pelajari dari 2 hari workshop business mastery bersama Coach Tom.  Saya belajar business structure dengan secara detail bersama Coach Tom.

Willy – Intertec

Dua hari workshop bersama Coach Tom, saya banyak belajar mulai dari System, Coaching, Sales-Marketing, Controling, Blue Print Bisnis, Recruitment dsb, Workshop Business Mastery ini sangat comprehensive dan bermanfaat untuk pebisnis yang ingin mendirikan perusahaan.

Akhmad Syarifuddin – PT Merck Sharp & Dohme

Saya belajar cara membuat blue print bisnis, SOP, Job desk, System, KPI dan masih banyak lagi yang saya pelajari. Pokoknya Business Mastery Workshop nya Coach Tom itu BAGUS, BERMANFAAT.. MANTABZ  dan terima kasih untuk ilmu nya.

Drg. Lenie Dahliana, CHt – HappyTooth Dental Care

Thanks Coach Tom, saya mendapatkan banyak strategy dan mengetahui cara mensistemasi bisnis dengan cara yang sangat mudah dalam dua hari workshop Business Mastery ini. Coach Tom, You Are FANTASTIC !

Susanto Ali – Owner of PT. Eramart

Marketing Tips – Cara Memberi Insentif Penjualan

sacsacscsa

Marketing tips kali ini akan membahas secara singkat bagaimana cara memberikan insentif bagi tim penjualan anda. Tidak ada orang malas, hanya orang yang tidak punya tujuan. Insentif bisa diartikan sebagai intermediate goal antara goal perusahaan dengan goal pribadi karyawan anda. Mengapa ada bisnis yang berisi orang-orang yang kurang produktif bisa jadi disebabkan oleh hilangnya tujuan jangka pendek.

 

Mungkin anda pernah mendengar Marketing Tips dari banyak buku, pembicara, seminar, radio dan sebagainya, rata-rata mungkin 80% focus strategi pada media. Kali ini saya mengajak anda memusatkan perhatian anda pada emosi karyawan anda.

 

Dua sumber motivasi seorang karyawan, sebagian dari mereka focus untuk menghindari sengsara sebagian lainnya ingin mengejar kenikmatan. Insentif, bisa disebut sebagai hadiah untuk karyawan yang lebih focus mengejar kenikmatan, khususnya dalam konteks tim penjualan. Jika Anda menawarkan sesuatu yang benar-benar menarik, tim penjualan Anda akan berusaha lebih giat.

 

Bentuk Insentif

Bentuk hadiah tidak perlu selalu berupa uang. Bisa jadi hadiahnya hanya dengan mengizinkan mereka pulang lebih cepat. Ketika system ini dilakukan oleh sebuah lembaga keuangan yang saya latih, produktifitas mereka mendadak naik. Biasanya untuk mengejar target mereka harus lembur. Sejak insentif “siapa capai target harian lebih cepat, boleh pulang lebih awal” diterapkan, mereka berlomba-lomba pulang lebih awal.

 

Bentuk lain dari insentif adalah dengan memberikan FREE LUNCH! Masih banyak lagi yang bisa anda lakukan seperti:

  • Boleh pulang lebih awal jika mencapai target
  • Boleh libur di hari kerja
  • Mendapat hotel voucher menginap untuk keluarga
  • Tiket pesawat pp ke Bali
  • Menginap di villa bersama team
  • Voucher belanja

 

Jadikan insentif tersebut menantang untuk dimenangkan, namun dapat dilakukan semua orang. Jika ada satu orang saja yang selalu menang, yang lain perlahan-lahan akan menimbulkan perasaan demotivasi dan akhirnya malas berusaha.

 

Apa yang harus anda reward?

  • Perilaku terbaik
  • Disiplin terbaik
  • Absensi paling bersih
  • Best growth
  • Best results
  • Best achievement antara target dan actual
  • orang yang paling proaktif
  • Best service champion
  • Dan masih banyak lagi

 

Tips memberikan insentif tim:

  • Hadiah harus kreatif dan menarik
  • Sebaiknya minta usulan dari tim, apa yang paling seru menurut mereka
  • Pastikan ada seremonia saat hadiah di berikan, perbesar momentum kemenangan ini seolah hadiah yang di terima adalah sesuatu yang sangat istimewa
  • Buat plakat, piagam, sertifikat agar mereka merasa special
  • Cara bermain harus jelas aturannya
  • Buat time frame jangka waktu
  • Hubungkan antara goal perusahaan dan gairah pribadi

 

Didalam menerapkan marketing yang efektif, tips ini akan sangat membantu anda dalam menggali potensi team dengan memberikan mereka kesempatan untuk menang. Semua orang suka permainan, setiap melakukan permainan yang menyenangkan, sifat kita berubah drastis. Semakin menyenangkan, semakin seru sebuah permainan.

 

Bayangkan jika bisnis anda adalah permainan yang seru, menyenangkan dan menantang bagi setiap orang yang bekerja di perusahaan anda, apa hasilnya?

 

Jadikan bisnis seperti permainan dengan menerapkan marketing tips ini. Reward, hadiah, games yakin akan membantu team anda menciptakan asosiasi menyenangkan saat mengejar target.

 

Untuk mendapatkan tips lebih dalam mengenai cara mensistemasi bisnis, ikuti Workshop Business Mastery untuk memperkuat kerajaan bisnis anda.

Ekspansi Bisnis – Kiat Ekpansi Bisnis Agar Bisnis Anda Bertumbuh !

sacsacscsa

Illya Pregogene, seorang scientist yang memenangkan hadiah Nobel ditahun 70an mengatakan bahwa semua benda di alam semesta harus bertumbuh, jika berhenti bertumbuh artinya sedang menuju kematian.

Demikian pula dengan kiat ekspansi bisnis, apabila bisnis berhenti bertumbuh, artinya sedang gugur. Untuk bertumbuh selalu harus ada ekspansi. Sayangnya tidak semua bisnis yang melakukan ekspansi memikirkan matang-matang serta mempersiapkan dengan serius; akibatnya banyak bisnis yang melakukan overexpansion akhirnya tutup.

Cash adalah Fondasi Pertama

Apakah anda memantau laporan cash statement? Syarat pertama kiat ekspansi bisnis yang sehat adalah apabila Cash flow bisnis berputar secara sehat. Anda pasti sadar akan kesehatan Cash Flow anda jika Cash flow statements dilaporkan secara mingguan. Semakin konsisten, semakin fantastik hasilnya.

Ada cara sederhana melihat kebocoran cash flow ada empat tes:

1.    Apakah operating cash Anda positif, artinya Anda tidak perlu suntik modal untuk kegiatan operasional Anda?
2.    Apakah operating cash lebih besar dari profit Anda?
3.    Apakah operating cash lebih besar dari investasi fixed asset?
4.    Apakah operating cash sejalan kenaikan net income?

Jika Anda tidak tahu apa yang terjadi di bisnis Anda, maka saatnya mencari tahu dari accountant Anda. Jika Anda belum memiliki accountant, cari akuntan publik.

Setelah cashflow terkendali berikutnya adalah menentukan breakeven revenue yang Anda butuhkan untuk menutupi biaya operasional dan cash reserve Anda.

Investasi waktu di area yang tepat
Investasi pertama adalah alokasi waktu Anda.Pastikan anda mempersiapkan 80% waktu untuk memperkenalkan bisnis. Menjual, marketing, produksi adalah tempat uang Anda berada. Maka duduk-duduk di balik meja akan membunuh bisnis Anda perlahan-lahan.

Ini saya tujukan juga untuk semua staf dan karyawan Anda! Semua harus fokuskan 80% untuk mencetak skor yang fantastik. Siapa di bisnis Anda yang paling produktif? Siapa yang paling tidak produktif? Siapa yang paling Anda Andalkan? Siapa yang paling tidak Anda Andalkan? Siapa yang telah berubah, siapa yang belum?

Jika Anda berani melihat kembali di kaca, apakah semua orang di perusahaan saya produktif memanfaatkan waktu?

Disiplin dengan program marketing yang menghasilkan
Hati-hati! Jangan terjebak dengan aktivitas yang tidak memberi Anda hasil. Apakah yellow pages ads. Anda memberikan hasil yang Anda inginkan? Apakah brosur Anda semua memberi hasil yang Anda harapkan? Apakah cara salesman Anda menawarkan produk benar-benar efektif?

Ketahui semua ukuran kesuksesan dari setiap kegiatan Anda. Ukurlah semua strategi pemasaran Anda, salesman Anda, iklan, brosur, promosi, program Anda. Stop yang tidak menghasilkan, tingkatkan apa yang sudah berhasil. Jika Anda tidak mencatat skor setiap aktifitas, Anda tidak bisa membedakan apakah Anda menang atau kalah.

Investigasi pelayanan prima
Customer service. Jangan jadikan ini menjadi sebuah departemen! Semua karyawan Anda adalah customer service representative, semua benda mati dan benda hidup di perusahaan Anda adalah customer service. Customer service is in the detail!
Anda pasti akan kecewa jika di makanan favorit Anda terselip rambut, kutu beras, kadang batu kecil tanpa sengaja. Customer service tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan kata “maaf”. Perhatikan bisnis Anda dan tanyakan secara jujur, apakah ini bisnis yang memberikan pelayanan customer yang terbaik?

Fokus pada team yang produktif
Ini saat paling mengasyikkan! Cari karyawan yang ideal. Jangan menyerah, memang Anda harus mengeluarkan biaya kompensasi lebih besar, tapi it’s worth it! Jangan berusaha berhemat dengan mengerjakan semua aktifitas Anda seorang diri. Waktu Anda lebih berharga untuk mencetak cash dan profit.  Sebelum ekspansi terjadi, pastikan anda tahu cara memilih, memelihara, melatih orang terbaik.
Fokus pada kualitas bukan kuantitas

Awas ada jebakan, Big is Beautiful! Kiat ekspansi bisnis, tidak semua big is beautiful. Saya berani tunjukkan kepada Anda, bahwa meningkatkan penjualan dua kali lipat belum tentu membuat cash flow Anda tambah positif. Kuantitas banyak belum tentu mencetak kualitas profit yang positif. Pilih mana melayani 100 customers yg menghasilkan 10juta atau 10.000 customer yang masing-masing memberi 1 juta ? Saya pilih 100 customer berkualitas.

Ini rahasianya, kiat ekspansi bisnis ini adalah kunci dalam menciptakan momentum di dalam membangun ekspansi bisnis Anda. Berpikirlah sederhana, jadikan setiap informasi menjadi pengetahuan yang diterapkan. Momentum ini memang berat pada awalnya namun setelah berjalan saya yakin Anda akan sangat menikmati perjalanan ini.

Jika Anda ingin belajar lebih lanjut, saya rekomendasikan Anda mengikuti workshop Business Mastery, bagaimana cara memulai, membangun dan mem-franchise-kan bisnis Anda,  kunjungi Workshop Business Mastery

Klik Disini Untuk Mengikuti Workshop “Business Mastery”

Kompetisi Bisnis – Strategy Gila Mengalahkan Kompetitor

sacsacscsa

Kompetisi bisnis memang sangat ketat dimana-mana. Kompetisi bisnis juga terjadi di Amerika, negara yang terkenal dengan pizza shop kecil. Jika anda pergi ke pojok-pojok kota anda pasti akan menemui toko yang menjual pizza meskipun tidak terkenal seperti Pizza Hut atau Domino Pizza.

Ada sebuah kasus menarik yang saya baca di sebuah artikel tentang persaingan ketat bisnis pizza ketika Domino Pizza melakukan ekspansi besar-besaran, menghabiskan jutaan dollar untuk iklan. Ekspansi ini menyebabkan toko-toko pizza ini tergeser. Khususnya pizza yang juga melayani delivery order dari rumah ke rumah.

Perilaku konsumen untuk pizza delivery biasanya mencari nomor telepon dari Yellow Pages. Bisa dibayangkan ketika Domino Pizza memasang iklan satu halaman penuh di Yellow Pages yang membuat iklan pizza lainnya tergeser beberapa halaman ke belakang.

Ada sebuah toko pizza di Denver Colorado yang menurut saya berani, smart dan cepat menangkap peluang. Apa kompetisi bisnis yang berani dilakukan:

Ia membuat poster, pin, fliers dengan tulisan:

“Bawa iklan Yellow Pages DOMINO PIZZA dan tukarkan Dengan POTONGAN HARGA KHUSUS!”

Apa yang terjadi?

Serentak iklan-iklan Domino Pizza di Yellow pages menjadi sasaran vandalisme, mereka menyobek iklan ini dan menukarkannya dengan potongan harga khusus.

Pesan moral dari cerita diatas, pandai-pandai menangkap peluang, jangan terpaku dengan strategi konvensional. Kompetisi bisnis manapun akan lebih menarik jika anda mau coba hal-hal baru yang mungkin lebih heboh dan berani. Biasanya semakin heboh akan semakin diingat.

Ingin belajar mengatasi kompetisi bisnis? Ikuti Workshop Business Mastery sekarang juga !

Klik Disini Untuk Mengikuti Workshop “Business Mastery”