Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi

sacsacscsa

Jakarta, 15 Juli 2014 – Investasi langsung ke Indonesia masih berjalan sesuai rencana, dan tidak terpengaruh suasana politik yang diakibatkan pemilu presiden. Hal ini disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar. “Saya tidak mendengar investor mengambil posisi wait and see, karena mereka lebih melihat apakah fundamental baik dan pertumbuhan ekonomi jalan terus,” katanya.

Mahendra mengatakan para investor melihat prospek investasi di Indonesia sangat baik, dan pergantian pemerintahan bukan hal yang menakutkan, asalkan dalam jangka menengah panjang, fundamental ekonomi masih terjaga. “Selama jawabannya membaik, bagi mereka akan tetap jalan terus. Masalah pemerintahan berganti, itu wajar-wajar saja. Dinamika ini saya rasa tidak terlalu luar biasa.” ujarnya.

Mahendra menambahkan para investor tetap memantau perkembangan politik di Indonesia, termasuk hasil penghitungan cepat dari pemilu presiden, namun hal tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan dalam jangka panjang.

“Mereka melihat perkembangan yang terjadi, tapi keputusan resmi ada di KPU. Komitmen tetap jalan terus, kalau investasi langsung tergantung kapan dia dapat dukungan perbankan, tidak melihat kalender politik,” katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) optimistis bisa menyampaikan pengumuman penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 tepat waktu sesuai jadwal pada 22 Juli. “Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dalam proses rekapitulasi suara,” kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Proses rekapitulasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di desa/kelurahan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), di KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, hingga KPU RI.

Ferry mengimbau masyarakat termasuk saksi-saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk mengawasi proses rekapitulasi suara dan tidak terpengaruh oleh hasil penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei.

Related Articles :
BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR 
  “Membangun Jiwa Kewirausahaan”
Tak Ada Lagi Suntikan Bagi BUMN Sakit
Ekspor Naik 3,73 Persen pada Mei 2014