Dampak MEA Bagi UMKM di Indonesia

sacsacscsa

Sejak bulan Januari 2016 lalu ASEAN resmi membuka pasar bebas yang dikenal dengan sebutan MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) atau ASEAN Economic Community. Pembukaan pasar bebas ini berarti bahwa setiap barang dan jasa nantinya akan bebas keluar masuk antar negara di ASEAN. Terutama pembangunan integrasi ekonomi agar bisa mengurangi biaya transaksi perdagangan dan peningkatan fasilitas binis serta daya saing ekonomi UMKM.

Tentu perubahan kebijakan antar negara-negara ASEAN yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja sangat membantu peningkatan kualitas ekonomi masing-masing negara. Meski demikian beberapa pasar seperti China yang mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas tentu menjadi salah satu pesaing yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Berdasarkan kebijakan ASEAN, Pasar bebas kali ini terfokus pada 12 sektor yang menjadi prioritas yaitu berupa 7 sektor barang meliputi industri pertanian, peralatan elektonik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, industri berbasis kayu, dan tekstil. Serta sektor jasa meliputi pariwisata, teknologi informasi, logistik, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya.

Tujuan utamanya tentu untuk menciptakan pasar tunggal berbasis produksi berdaya saing tinggi, makmur dan lebih stabil dengan integritas regulasi perdagangan. Hal ini juga mengindikasikan kebebasan pelaku usaha untuk melakukan investasi, penambahan fasilitas serta bersaing lebih luas lagi.

Bagi UMKM di Indonesia, keberadaan MEA tentu menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kualitas barang dan pelayanan jasa yang diberikan. Karena secara langsung akan dihadapkan dengan pasar yang lebih luas dari sebelumnya. Tentunya dengan pemangkasan anggaran distribusi yang sangat membantu delivery barang lebih cepat dan murah.

Dampak Positif MEA Bagi UMKM di Indonesia

Jika ditanggapi dengan benar dan langkah yang tepat, tentu bisa menjadi loncatan baik untuk perekonomian di Indonesia. Berikut ini berbagai dampak positif MEA bagi UMKM di Indonesia :

  1. Tenaga ahli terampil bisa terserap lebih baik di pasar luar negeri
  2. Ketersediaan barang dan jasa lebih murah karena ada pemangkasan biaya import barang jadi atau barang baku sebelum diolah di dalam negeri.
  3. Proses produksi lebih murah karena bahan baku dan mesin produksi lebih mudah didapatkan.
  4. Peluang wirausaha baru sangat tinggi karena pasar bebas memberikan jangkauan produk lebih luas, relasi bisnis lebih luas dan pengembangannya yang semakin mudah dilakukan.

Dampak Negatif MEA Bagi UMKM di Indonesia

Namun jika UMKM Indonesia tidak melakukan persiapan sejak dini dan tidak tepat dalam melakukan penanganan bisa jadi justru memperburuk ekonomi Indonesia Itu sendiri. Meski kecil kemungkinannya berikut ini dampak negatif MEA yang mungkin terjadi pada UMKM Indonesia.

  1. Tentu ada bangsa yang diuntungkan karena pasar bebas ini. Sebagai contoh, kebutuhan tenaga trampil industri perminyakan di Indonesia sangat besar, namun SDM negeri ini yang menguasai minyak cukup terbatas. Alhasil bangsa asing akan masuk ke Indonesia untuk memenuhi kekosongan lapangan pekerjaan itu. Hukum rimba akan bersaing, siapa yang berkompeten, dialah yang akan diambil.
  2. Industri kecil yang memiliki daya saing lemah akan semakin tergeser karena semakin banyak produk dengan jenis sama yang lebih murah. Contoh kasus produk mainan dari China yang dijual sangat murah di Indonesia.
  3. Sektor perdagangan akan langsung head to head baik yang besar dan yang kecil secara langsung. Alhasil mereka yang memiliki modal terbatas, sumberdaya terbatas tidak bisa langsung bersaing jika tidak dibarengi kreatifitas yang lebih baik.

Jauh dari pada itu, ada peluang yang sebenarnya sangat besar dan bisa dimanfaatkan oleh UMKM di Indonesia. Pertama, sektor perdagangan E-Commerse atau bisnis online sangat terbuka luas. Kedua, sektor jasa sangat mungkin berkembang dengan adanya kebutuhan industri semakin tinggi. Misalnya jasa pengiriman barang, jasa antar jemput dan lain sebagainya. Ketiga, hal yang tidak boleh terlupakan adalah bahwa Indonesia adalah negera kepulauan yang memiliki jutaan tempat wisata menarik yang bisa dieksplorasi.

Jika UMKM bisa terus menempa dirinya menjadi lebih baik dalam hal kapasitas dan strategi bisnis, tentu keberhasilan bisa diraih lebih mudah. Ingatlah bahwa UMKM adalah salah satu bibit terbaik yang akan menumbuhkan ekonomi Indonesia dengan cara lebih stabil.

Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Top Coach Indonesia yang selama ini melakukan pendampingan sekaligus memberikan edukasi bisnis kepada para pelaku UKM menyadari bahwa pada praktiknya selama ini anggaran pemberdayaan koperasi dan UMKM masih minim. Di samping juga peran pemerintah daerah sebagai obyek kegiatan juga belum pula optimal.

Hal ini juga diakui Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabinet Kerja AAGN Puspayoga. Karena itu, ia berupaya untuk membuat kebijakan yang lebih memihak UMKM. “Arah kebijakan kemudian terus diarahkan pada peningkatan daya saing koperasi dan UMKM untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik dan membangun keunggulan global,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan beberapa wartawan di Jakarta.

Top Coach Indonesia berpandangan, strategi yang tepat diterapkan Kementerian Koperasi dan UKM yakni meningkatkan kompetensi SDM Koperasi dan UMKM melalui program kewirausahaan, kompetensi teknis dan manajemen, hingga penyediaan layanan usaha terpadu. “Jadi, pemerintah tak usah memberikan uang pada UMKM, tapi peningkatkan kompetensi pelaku UMKM agar lebih terdidik,” kata CEO dan pendiri Top Coach Indonesia, Tom MC Ifle.

Seiring dengan itu, menurut Top Coach Indonesia, pemerintah juga perlu mengembangkan perluasan akses pada pembiayaan melalui inovasi skema, penguatan koperasi simpan pinjam dan keuangan mikro, penjaminan usaha, clearing house, credit scoring, dan pengembangan linkage.

Di sisi lain peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran produk UMKM terus dilakukan disertai dengan penguatan kelembagaan usaha dan koperasi. “Hingga kemudian terjadi peningkatan iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang sudah lebih tertata dengan registrasi dan perlindungan usaha yang lebih baik,” kata Coach Tom.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?

TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM

sacsacscsa

TOPCOAHINDONESIA.COM – Pelantikan Kabinet Kerja menjadi pertanda telah terbentuknya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla periode 2014-2019. Sejumlah harapan baru bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kembali disandangkan pada para pemimpin bangsa ini.

Menurut lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka di Indonesia, Top Coach Indonesia, para pengusaha kecil berharap agar para pemimpin nasional untuk lima tahun mendatang bisa lebih memperhatikan UMKM serta tidak memarjinalkan sehingga mereka bisa berusaha dengan baik.

Apalagi, Top Coach Indonesia menilai, terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 merupakan sesatu yang harus dihadapi dengan persiapan, sehingga bantuan dan dorongan finansial bagi pengusaha kecil sangat dibutuhkan.

Pelaku UMKM mengharapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat meningkatkan daya saing pasar nasional. Apalagi, kesulitan masyarakat khususnya pelaku UMKM adalah memasarkan hasil produksinya, dan ini lebih karena minim pengetahuan pasar terkait hasil usaha.

Memang, Top Coach Indonesia menemukan sejumlah kendala pemasaran yang masih minim inilah yang terkadang membuat pelaku usaha kecil harus gulung tikar atau bangkrut akibat hal tersebut. Selain itu, perizinan usaha semakin mudah, sehingga akan bertambah pesat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Mereka juga berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh fasilitas kredit usaha yang saat ini masih sangat sulit didapatkan. Harapan para pedagang kecil memang bisa mendapatkan kemudahan dalam proses dan pengambilan kredit usaha di bank, agar dapat memperluas usaha dagangannya.

Top Coach Indonesia juga berharap, berbagai kebijakan maupun regulasi pemerintahan baru lebih berpihak pada UMKM. Sebab, merekalah tulang punggung sekaligus ujung tombang laju perekenomian nasional. “Jangan berikan mereka uang, tapi pendidikan agar mereka bisa dan survive dalam mengelola usahanya,” kata CEO dan pendidi Top Coach Indonesia, Tom MC Ifle.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015

Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka di Indonesia, Top Coach Indonesia menilai bahwa kebijakan suku bunga di Indonesia masih tergolong tinggi, sehingga belum berpihak pada pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Minimnya keberpihakan dalam kebijakan suku bunga ini membuat UMKM semakin sulit bersaing.

Terlebih, pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam mengakses modal dalam meningkatkan produksi maupun kualitas produknya. Hal ini juga disampaikan Ketua Koalisi Anti Hutang Dani Setiawan. Menurutnya, kebijakan fiskal UMKM masih tinggi, misalnya untuk pembayaran hutang dan gaji pegawai yang rendah tidak sebanding dengan belanja modal yang tinggi, sehingga pelaku usaha kerakyatan ini semakin sulit bersaing.

“Perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM masih kurang, pada hal usaha ini merupakan penggerak perekonomian Indonesia,” ujarnya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media di Jakarta. Padahal, lanjutnya, pelaku UMKM ini 99 persen penggerak perekonomian Indonesia, sementara 10 persen industri skala besar yang juga tidak mengalami kemajuan, malah terus mengalami kemunduran akibat kebijakan suku bunga, fiskal, moneter yang belum berpihak terhadap perkembangan industri nasional.

Berdasarkan data BPS jumlah UMKM di Indonesia pada 2012 mencapai 56.534.592 unit dengan jumlah tenaga kerja 107.657.509 orang, atau mengalami peningkatan dibandingkan 2011 sebanyak 55.206.444 unit dengan jumlah tenaga kerja 101.722.458 orang. Karena itu, Top Coach Indonesia juga berpendapat bahwa industri nasional sesungguhnya UMKM dan koperasi, namun disayangkan pelaku UMKM ini kurang mendapatkan perhatian.

Pelaku usaha kecil menengah ini menjadi anak tiri, padahal mereka penggerak utama pertumbuhan ekonomi bangsa ini. Kebijakan ini dipastikan tak akan menguntungkan pelaku ekonomi. Karena itu, harus dicarikan solusi agar UMKM mampu bersaing di pasar global nanti.

Selama ini, Top Coach Indonesia berupaya menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku UMKM. Melalui berbagai pelatihan bisnis, Top Coach Indonesia berupaya membangun sistemasi bisnis bagi para UMKM, sembari membuka akses permodalan bagi mereka.

Top Coach Indonesia berharap, pemerintahan baru Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi), mampu merevisi aturan-aturan yang merugikan pelaku usaha kecil menengah ini. Dengan begitu, pelaku UMKM ini mampu bersaing di kancah global.

QH.

Related Articles :
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak

Wirausaha BANK INDONESIA SULUT bersama TOP COACH INDONESIA

sacsacscsa

Acara ini dimaksudkan untuk menciptakan wirausaha-wirausaha kelas dunia dan mampu bersaing di dunia International.

Dan menurut Bpk. Wannie Singal, yang berperan sebagai Small Medium enterprise consultant Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, “UMKM merupakan fondasi ekonomi, merupakan fondasi pertumbuhan baik secara nasional maupun di tingkat daerah”.

LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha

sacsacscsa

Jakarta, 18 Agustus 2014 – Kabar baik ini datang dari Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemas Danial. Menurutnya, pihaknya akan memfasilitasi generasi muda untuk menjadi pengusaha waralaba (franchise) dengan bantuan LPDB. “LPDB membuka peluang kepada generasi muda untuk bisnis waralaba. Kami memiliki 2.000 waralaba dengan dukungan dana dari LPDB. Siapa yang setelah lulus sekolah atau ingin menjadi pengusaha muda berbisnis waralaba dengan dukungan LPDB, kami akan memberikan modal dengan hanya bunga tiga persen,” katanya, Jumat (16/8).

Kemas mengatakan, bila kaum muda menjadi entrepreneur maka ada banyak keuntungan untuk Indonesia di usia Kemerdekaan Ke-69 tersebut. Pertama, perekonomian Indonesia akan terus meningkat dengan munculnya pengusaha-pengusaha muda. Kedua, meningkatnya produktivitas dan penggunaan produk nasional, sehingga bisa bersaing dengan produk nasional menjelang diberlakukannya ASEAN Community pada 2015 nanti.

“2.000 waralaba yang permodalannya dibiaya LPDB adalah murni produk Indonesia. Kami ingin produk Indonesia juga dikonsumsi oleh orang Indonesia. Kita semua ingin produk Indonesia berdaulat di negeri sendiri. Ini komitmen kami,” tegas Kemas.

Dukungan penuh kepada kaum muda ditunjukkan Kemal, dengan berani memberikan garansi bunga satu persen. Kemas menegaskan pemerintah sudah menetapkan membantu koperasi dan UMKM dengan biaya kecil sebesar tiga persen. Untuk anak SMA yang sudah membuka usaha, “saya berani untuk memberikan bungan sebesar satu persen. Tapi proposalnya harus cepat,” jawab Kemas.

Selain itu, bagi kaum muda yang ingin mendapatkan bantuan modal dari LPDB, Kemas menjelaskan, prosedurnya bisa dilihat di laman resmi website LPDB. Dan tentunya, bila yang mengajukan para kaum muda maka LPDB akan membantu mengurus prosesnya.

QH.

Related Articles :
Kemendag Kembali Gelar Trade Expo Indonesia 2014
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.

Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM

sacsacscsa

Jakarta, 13 Agustus 2014 – Penerapan bunga rendah dinilai merupakan salah satu hal penting dalam mengawali upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tentu, penerapan ini juga harus diikuti dengan pengembangan dari sisi masyarakat dan infrastruktur. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. Menurutnya, upaya peningkatan akses masyarakat ke sektor keuangan akan percuma kalau bunga untuk microfinance mahal sehingga bunga murah untuk UMKM menjadi penting untuk diperhatikan.

Muliawan mencontohkan, pengembangan inklusi keuangan dilakukan Tiongkok dan Vietnam dan fokus pada kesejahteraan UMKM dengan penyediaan kredit. “Baik Tiongkok dan Vietnam itu tantangannya serupa dengan yang terjadi pada sektor keuangan kita. Tetapi, mereka memiliki tujuan akhir menyejahterakan UMKM,” ujarnya. Menurutnya, upaya pengembangan keuangan mikro tidak hanya mengedepankan pengembangan sisi penawaran (supply side), namun juga dari sisi permintaan atau kemampuan masyarakat (demand side). “Tanpa adanya peningkatan demand side maka sektor keuangan sulit untuk berkembang,” tuturnya.

QH.

Related Articles :
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.
Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi
BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR 
  “Membangun Jiwa Kewirausahaan”

Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM

sacsacscsa

Jakarta, 11 Agustus 2014 –  Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyalurkan dana bergulir sekitar Rp 20 triliun kepada koperasi dan UMKM untuk semester I-2014.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, penyaluran dana bergulir sebesar Rp  20 triliun ini sudah melewati 50 persen dari target tahun ini yang mencapai Rp 37 triliun. Realisasi dana bergulir secara nasional sudah Rp 160 triliun secara kumulatif sejak pertama kali dicairkan.

Salah satu provinsi yang kecipratan dana bergulir ini adalah Provinsi Riau. Syarief Hasan mengatakan Provinsi Riau termasuk daerah yang cukup besar dalam penyaluran dana bergulir, yakni sekitar Rp 2 triliun yang telah disalurkan kepada ribuan koperasi dan UMKM.

Menurut dia, perkembangan koperasi di Riau sangat bagus karena didukung pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi melebihi rata-rata nasional. Karena itu, Kemenkop dan UKM akan terus menggulirkan program untuk mengembangkan sektor riil, mulai dari bantuan dana bergulir, bantuan pelatihan usaha terpadu, dan program kewirausahaan.

QH.

Related Articles :
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.
Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi
BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR 
  “Membangun Jiwa Kewirausahaan”

Kelola Toko UKM dengan Bos Toko

sacsacscsa

Jakarta, 13 Maret 2014 – PT Telkom menawarkan aplikasi Bos Toko, suatu aplikasi yang dirancang untuk membantu kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mengelola usaha mereka. Program yang baru dimulai Desember 2013, sudah diikuti 8.000 anggota.
“Yang mendaftar sudah 8.000 pengusaha, sedangkan yang aktif baru 1.000-an,” kata EGM Divisi Business Service Telkom, Yusron Hariadi.
Bos Toko merupakan aplikasi manajemen pengelolaan toko, yang servernya disediakan PT Telkom. Layanan aplikasi yang diberikan mulai stok gudang, catatan pengadaan dan distribusi, kegiatan pencatatan transaksi dan promosi.
Anggota Bos Toko dikenakan biaya Rp 100,- untuk setiap transaksi.
Yusron mengatakan, selain program Bos Toko, Telkom juga menyediakan layanan directory untuk UMKM. Dengan layanan itu, UMKM bisa berpromosi seluruh dunia melalaui jaringan online secara geratis. Untuk layanan ini, sudah tercatat 167.000 anggota, dari yang ditargetkan 500 ribu pada 2014. “Tahun depan kita targetkan satu juta anggota,” kata Yusron.
Sementara itu Gatra–seorang pengusaha, mengatakan dengan menggunakan aplikasi Bos Toko, dia bisa memantau kegiatan bisnisnya dari luar kantor. Bahkan kata pengusaha spa itu, dia bisa mengetahui stok lulur yang ada dan memantau berapa orang tamu yang terlayani.
“Dengan menggunakan aplikasi Bos Toko, kami tidak perlu membeli server sendiri dan tidak perlu mempekerjakan petugas khusus. Jadi bisa lebih hemat,” katanya.

QH.

Rasio NPL Bank Mandiri Naik

sacsacscsa

Jakarta, 13 Februari 2014 – Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan Bank Mandiri naik 0,12 persen menjadi 0,58 persen pada 2013. Kenaikan rasio kredit bermasalah tersebut disebabkan karena kondisi makro ekonomi pada tahun itu tidak sebaik 2012.

“Kondisi ekonomi tersebut menyebabkan kenaikan laba perseroan pada 2013 tidak sebesar tahun sebelumnya. Pada 2012 pertumbuhan laba perseroan mencapai 20 persen, sedangkan pada 2013 hanya 17 persen,” kata Budi.

Namun, Budi mengatakan, kredit Bank Mandiri ke sektor produktif tumbuh 23,3 persen. Sehingga, tahun lalu Mandiri mengucurkan Rp 360,4 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi 17 persen dan kredit modal kerja 27,4 persen. Sektor listrik gas dan air mencatat akselerasi pertumbuhan 22,6 peren, sementara sektor perdagangan, restoran, dan hotel tumbuh 26,8 persen.

Menurutnya, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 42,3 persen atau senilai Rp 27 triliun. Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat dari 315,4 ribu orang pada 2012 menjadi 349,6 ribu nasabah pada tahun lalu. “Kredit yang tersalurkan untuk segmen UMKM tumbuh 18,2 persen menjadi Rp 64,6 triliun,” ujar Budi.

Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jumlah nasabah KUR pada 2013 meningkat 40,4 persen menjadi lebih dari 295 ribu peminjam senilai Rp 14,45 triliun.

QH.