UKM Hadapi Pasar Bebas dengan Branding

sacsacscsa

Jakarta, 30 Januari 2014 – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS),  jumlah unit usaha Kecil menengah (UKM) saat ini ada lebih dari 56,5 juta unit usaha yang mampu menyokong kontribusi terhadap GDP sebesar 56% dan 97% kontribusi terhadap tenaga kerja.
Berkaitan dengan akan berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN di 2015 maka akan terjadi ancaman yang bisa melemahkan usaha UKM dan menyebabkan kita menjadi penonton di negeri sendiri,
Setidaknya ada empat hal yang akan  terjadi dengan berlakunya pasar bebas ASEAN, yakni Bebas Aliran Jasa,  Bebas Investasi, Bebas Aliran Modal dan Bebas Aliran Tenaga Kerja Terampil. Hal ini  dipaparkan  oleh Bonar Hutauruk, Asisten Deputi bidang ekspor dan Impor Kementerian Koperasi dan UKM.
Bonar mengatakan, kita harus bangkit menghadapi risiko daya saing, kuncinya adalah bersinergi untuk penguatan branding, inovasi dan aspek legal, terutama peran UKM yang berorientasi ekspor. “Pelaku usaha UKM harus berorientasi pada produk yang dapat berkembang, tidak pada produk atau jasa yang sulit dikemmbangkan,” sarannya.
Namun, lanjut bonar, untuk go international UKM perlu memiliki kemampuan manajemen dan kemampuan investasi.
Data UKM berpotensi ekspor ada sebanyak 678 ribuan unit usaha  atau 1,2% dari total UKM yang tercatat 56,5 juta  unit usaha yang berkecimpungan dalam usaha Furniture, kerajinan dan assesoris, usaha makan dan minuman serta usaha herbal dan kosmetik juga komoditi agrobisnis.

QH.

Produk UKM Masih Kalah Bersaing

sacsacscsa

Jakarta, 13 Januari 2014 – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia masih kalah bersaing dengan produk UKM negara lain. Kemasan yang tidak menarik menjadi salah satu alasan mendasar.
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Iskandarsyah Ramadhan Datau mengatakan, pihaknya perlu mendorong tumbuhnya para pengusaha UKM di Indonesia. Salah satunya melalui pelatihan dan pendidikan termasuk soal kemasan produk.
“Banyak produk makanan kita yang nggak bersaing. Kita punya kopi luwak tapi kemasan biasa saja tapi kopi luwak dari luar lebih bagus packaging-nya. Kue semprong di Jepang packaging-nya bagus jadi nilai jual tinggi tapi di kita nggak, itu contoh kecil dari makanan,” terang Rama.
Selain itu, ia menjelaskan, saat ini dari sedikitnya 55 juta jumlah UKM yang ada di Indonesia, masih banyak yang belum berbadan hukum sehingga kesulitan dalam memperoleh modal.
“Salah satu kendala UKM kan pendanaan. Banyak UKM yang secara legalitas belum berbadan hukum, misalnya tukang lontong sayur, itu usahanya sudah besar secara legal belum terbentuk. Kalau di luar negeri, pedagang es krim jalanan saja punya badan hukum jadi bisa masuk perbankan,” kata Rama.
Ia menambahkan pelaku UKM perlu didorong untuk bisa berbadan hukum agar bisa berkembang. Melalui Bank HIPMI, pihaknya bersedia memberikan kredit kepada para pelaku UKM yang sudah tergabung menjadi anggota HIPMI. Dengan itu, akses pinjaman melalui perbankan bisa mudah dicapai.
“Syarat ke bank mesti punya legality, itu kita coba kasih pendidikan dan seminar ke pelaku UKM. Bank HIPMI bisa memberikan kredit fokusnya ke para pengusaha kecil menengah dengan syarat punya usaha, berbadan hukum, pembukuan harus benar,” cetusnya.

QH.

22 Juta UKM Sulit Dapat Suntikan Modal dari Bank

sacsacscsa

Jakarta, 3 Januari 2014 – Lebih dari 22 juta usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia ternyata masih sulit mengakses pendanaan, khususnya dari lembaga pembiayaan perbankan. Banyak sebab yang membuat puluhan juta UKM bernasib seperti ini. Selain karena masih tingginya suku bunga, kualitas sumber daya UKM yang masih rendah juga menjadi persoalan tersendiri.
Hal ini dinyatakan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan. Karena itu, ia memastikan bahwa suku bunga bank tidak akan turun pada 2014, yakni di kisaran 10 hingga 15 persen. “Kami berharap semua pihak melakukan upaya agar suku bunga turun. Kepada para UKM kami harap melakukan langkah-langkah inovatif agar tetap bertahan,” katanya.

Sementara itu, kepada pemerintah dan masyarakat, Gita meminta lebih intensif lagi melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok UKM. Hal ini dimaksudkan agar mereka makin terbiasa untuk melakukan akses pendanaan ke lembaga-lembaga pembiayaan maupun permodalan modern.
Peserta Konvensi calon presiden Partai Demokrat ini melanjutkan, para pelaku UKM juga harus terbiasa dengan administrasi pinjaman dan teknologi informasi. Sebab, ke depan, akan lebih banyak lagi program-program pendanaan usaha yang dikucurkan pemerintah kepada usaha kecil. “Jika tidak, para usaha kecil dipastikan akan tertinggal jauh,” tambahnya.

QH

Teknologi Sejuta UKM dari Telkom

sacsacscsa

Jakarta, 19 Desember 2013 – Telkom bersiap untuk menyongsong 2014. BUMN telekomunikasi ini kembali berencana untuk menggenjot pasar teknologi informasi dari segmen usaha kecil menengah (UKM) karena secara skala ekonomi dinilai lumayan menjanjikan. Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin, menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 50 juta UKM. “Tahun ini kita optimistis dapatkan 150 ribu UKM, tahun depan 500 ribu UKM, dan 2015 itu sejuta UKM menggunakan solusi dari Telkom,” katanya.

Awaluddin menjelaskan, salah satu solusi andalan yang ditawarkan Telkom untuk menggarap pasar UKM adalah solusi aplikasi bisnis terpadu Enterprise Resource Planning (ERP) dengan nama Bostoko–kepanjangan dari ‘Bisa Online untuk Semua Toko’. “Saat ini ada sekitar tujuh ribuan toko yang menggunakan BosToko. Tahun 2014 kita bidik 20 ribu UKM yang bergabung dengan omzet hanya dari BosToko sekitar Rp 20 miliar. Kita alokasikan biaya pemasaran untuk program ini sekitar Rp 2 miliar,” jelasnya lebih lanjut.

Selain menggarap pasar UKM, Telkom juga sudah ancang-ancang pasang strategi untuk segmen enterprise. Dari pasar korporasi ini, pendapatan yang dibidik pada 2014 sebesar Rp 10 triliun atau sekitar 8% dari total proyeksi pendapatan keseluruhan perusahaan.

Menurut Awaluddin, target ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan perolehan enterprise Telkom di 2013 yang sejauh ini bisa berkisar Rp9,25 triliun. “Persentase pertumbuhan kami lebih besar dari industri yang cuma 5%. Telkom itu untuk pasar teknologi informasi di korporasi adalah jangkar, kita ini jadi acuan pesaing. Karena itu kita patok pertumbuhan di atas rata-rata industri,” jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkan, saat ini jumlah pelanggan enterprise Telkom tercatat 1.200 perusahaan, dan pelanggan UKM 150 ribu usaha. Segmen enterprise diprediksi bisa menghasilkan pendapatan Rp 7,5 triliun, sedangkan di segmen UKM Rp 2,5 triliun. “Kalau bicara tahun ini saya optimistis angka Rp 9,25 triliun itu bisa terlewati. Nanti diumumkan bersamaan angka resminya dengan kinerja 2013 Telkom,” ujarnya.

QH

Pekan Wirausaha Makassar 2013 Digelar

sacsacscsa

Jakarta, 16 Desember 2013 – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama sejumlah pengusaha Sulawesi Selatan dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara Pesta Wirausaha Makassar 2013 bertemakan “Passion Of Celebes” di Celebes Convention Centre (CCC), 28–29 Desember 2013.
Ketua pelaksana Rahmat Al Muarif, di Makassar, mengatakan beberapa nama pengusaha sukses yang juga direncakanan hadir seperti Aksa Mahmud, Alwi Hamu, Mubyl Handaling, Fauzy Rachmanto, M Fitriady Zainal Abidin, Teguh “Hidro” Wibawanto, serta Handoko “BrandGardener”, Hendroyono.
“Para pemateri akan memberaikan sejumlah tips dan ilmu soal wirausaha. Kami juga sengaja memilih nama tersebut karena merupakan pengusaha sukses baik tingkat nasional hingga kancah internasional,” jelasnya, seperti dikutip Antara.
Selain agenda seminar, Pesta Wirausaha Makassar 2013 juga akan menggelar sejumlah kegiatan termasuk pelatihan UKM serta expo atau pameran untuk beberapa produk seperti kuliner, fashion, kanvas, dan sebagainya.
Untuk peserta UKM yang akan melibatkan diri dalam kegiatan pertama kali di Makassar tersebut, panitia menargetkan bisa diikuti hingga 50 UKM se Sulsel. Para pelaku UKM ini pada umumnya merupakan pengusaha muda yang juga berstatus mahasiswa.
“Untuk peserta kita targetkan bisa mencapai 5 ribu peserta. Untuk tiket masuk ada tiga jenis yakni kategori silver Rp 150.000, kategori gold Rp 200.000, serta untuk platinum dengan berbagai kelebihan kita tawarkan Rp 1,2 juta,” jelasnya.
Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Makassar Muhammad Fitriady menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama TDA Makassar dan Bank BNI. Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan dibeberapa daerah serta luar negeri.
Mengenai keputusan menggelar di Makassar, menurut dia, karena Makassar merupakan salah satu kota yang tingkat pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia. Pelaksanaan ini sekaligus untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Makassar itu bukan hanya terkenal dengan demonstrasinya namun memiliki banyak kelebihan.
Komunitas TDA terbentuk di Jakarta pada 2006. Untuk saat ini, TDA sudah memiliki puluhan pengurus dari berbagai kota di Indonesia. Selain Indonesia, TDA juga sudah terbentuk di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong serta Mesir yang baru saja terbentuk.
“Sebelum di Makassar, kita juga telah melaksanakan kegiatan serupa di Hongkong beberapa waktu lalu. TDA sendiri terbentuk dengan tujuan memberikan pengetahuan terhadap kaum muda dalam berwirausaha. Misi kita yakni menyebar virus berwirausaha untuk masyarakat,” ujarnya.
Wakil Penanggungjawab Wilayah BNI Riswan Nasaruddin, mengakui keputusan melakukan kerjasama dengan TDA karena memiliki kemiripan visi khususnya terkait UMKM.
“Pertumbuhan ekonomi Makassar yang mencapai 9,6 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi selama ini kegiatan sepert itu hanya melulu digelar di Pulau Jawa sehingga tidak ada salahnya jika kita laksanakan di Makassar,” ujarnya.

 QH.

UKM Dapat Dukungan dari Indosat

sacsacscsa

Jakarta, 11 Desember 2013 –  Aktivitas bisnis yang dilakukan usaha kecil dan menengah (UKM) kita dapat melaju kencang berkat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu bentuk dukungan dating dari perusahaan telekomunikasi Indosat yang meluncurkan layanan Indosat Business yang menyatukan dua layanan sebelumnya yakni Indosat Corporate Solution dan Indosat Solusi UKM.
“Karena tahun ini Indosat masuk ke UKM, jadi daripada membesarkan dua brand, maka lebih baik digabungkan saja menjadi satu yakni Indosat Business. Tentunya ini untuk mendukung dunia bisnis di Indonesia,” kata Director & Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat, Fadzri Sentosa.

Dengan tagline Connecting Opportunities, pihaknya berkomitmen untuk mendukung operasional para pelanggan bisnis korporasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) melalui layanan Indosat Business. Menurut dia, layanan ini menghadirkan tiga layanan utama yakni solusi bisnis yang lengkap, dukungan layanan yang baik dan memberikan penawaran dengan fasilitas yang kualitas.

Dalam solusi bisnis terpusat, Fadzri menjelaskan Indosat Business akan menyediakan solusi ICT bagi bisnis mulai dari fasilitas seluler, konektivitas/ sirkuit-sewa, komunikasi antarperangkat dan solusi IT seperti data center, disaster recovery center dan cloud. Menurut dia, hadirnya layanan Indosat Business disebabkan oleh kebutuhan konektivitas yang semakin beragam seiring dengan berkembangnya perusahaan.

“Semakin besar skala perusahaan, konektivitas yang dibutuhkan akan semakin beragam seperti konektivitas dengan para karyawan dan mitra, konektivitas ke internet, ke seluruh kantor cabang, pabrik, armada dan ke infrastruktur IT. Untuk itu kami menyediakan semua konektivitas yang diperlukan pelanggan bisnis,” katanya.

QH

Kemudahan akan Pacu Wirausaha

sacsacscsa

Jakarta, 4 November 2013 – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) merasa optimistis dengan adanya kemudahan berusaha yang diberikan pemerintah akan memacu para wirausahawan. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang, dengan adanya paket kebijakan kemudahan berusaha akan mendorong munculnya semangat berusaha.

Kadin menyambut baik bila kebijakan kemudahan berusaha yang akan diberlakukan pada 2014. Menurut dia, hal tersebut dapat mengakomodir keinginan masyarakat yang akan berusaha, sehingga usaha kecil dan menengah (UKM) semakin bertambah serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal ini karena UKM mampu berkontribusi secara positif dalam perekonomian Indonesia, terutama saat menghadapi tantangan seperti krisis pada 2008. Dia berpendapat, perekonomian dunia masih akan menghadapi tantangan yang berat dan akan berlanjut hingga 2014.

Kondisi global tersebut dapat menjadikan pondasi ekonomi di Indonesia juga akan berpengaruh. Namun, walaupun demikian, Indonesia masih merupakan negara yang menarik untuk berinvestasi.

Penanaman modal dalam negeri masih menunjukan peningkatan, namun daya saing masih menjadi permasalahan bagi pengusaha sehingga mutunya perlu terus ditingkatkan. Sehubungan itu dengan adanya kemudahan berusaha diharapkan perekonomian di Indonesia semakin berkembang, tambah dia.

QH.

 

Tom MC Ifle @Motivatalk Eps 10-2 “Musuh Besar Perusahaan Manufaktur”

sacsacscsa

Setiap bisnis manufaktur baik UKM atau bisnis menengah memiliki 7 Musuh yang mematikan.

7 PEMBUNUH PROFIT,

Lean Manufacturing sangat sukses menghilangkan 7 hal yang menghambat terciptakan profit, efektifitas, produktifitas dan pertumbuhan bisnis. Mari kita lihat satu persatu, apa saja yang bisa dihilangkan dengan metode Lean Manufacturing.

DEFECT,

Segala kegiatan yang menyebabkan cacat dalam sebuah proses. Contoh Error yang disebabkan oleh kesalahan ketik, salah cetak, reject, rework, lupa dan lain-lain. Ini merupakan profit yang hilang tanpa bisa di deteksi.

WAITING,

Semua pekerjaan yang tertunda, menunggu data, kurang informasi, menunggu persetujuan, menunggu konfirmasi dan seterusnya adalah pemborosan waktu dan uang.