10 Pelajaran Hidup Bill Gates yang harus kamu ikuti

sacsacscsa

Jika mendengar nama Bill Gates, maka pikiran Anda akan langsung tertuju pada Microsoft. Ya, beliau adalah founder Microsoft, tepatnya pada tahun 2015. Selain itu, namanya juga tercantum dalam daftar nama orang terkaya di dunia serta pembuat Xbox. Kesuksesannya hingga sekarang ini tidak terjadi begitu saja, perlu adanya usaha keras dan beberapa kegiatan lainnya. Jika Anda ingin meraih kesuksesan seperti Bill Gates, maka penting untuk mempelajari 10 hal yang dia lakukan untuk sukses.

  • Mulai Sedini Mungkin

Perlu Anda ketahui bahwa seorang Bill Gates memulai berinovasi dengan komputer sejak usia 13 tahun. Dia sangat senang menjalankan isi komputer mulai dari software hingga hardware. Hal ini menjadi bekal baginya ketika sudah menginjak usia dewasa hingga bisa membangun Microsoft. Jika Anda ingin menjalankan sebuah bisnis, maka cobalah untuk menggelutinya sejak masih muda.

  • Bangun Kemitraan

Bill Gates menyadari bahwa memiliki link merupakan kebutuhan untuk membangun sebuah bisnis. Sebab, dia akan termotivasi dan selalu dituntun untuk belajar sehingga berhasil dalam menjalankan usahanya nanti. Anda juga bisa memulai membangun kemitraan dengan rekan, misalnya. Selain memiliki hubungan yang bermanfaat, Ada bisa saling bertukar pikiran untuk menjalankan bisnis ke arah yang lebih baik.

  1. Anda Tidak Akan Menghasilkan Uang Ratusan Juta Setahun Setelah Keluar dari Sekolah Tinggi Saja

Mungkin Anda adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi, seperti Sarjana atau bahwa Magister. Akan tetapi, Anda tidak bisa secara langsung menjadi sebuah pimpinan dalam perusahaan setelah dinyatakan lulus kuliah. Untuk memiliki jabatan tinggi atau menghasilkan banyak uang, Anda harus memiliki banyak pengalaman. Hal tersebut didapat tidak hanya dalam waktu satu tahun, tetapi proses yang cukup lama.

  • Jadi Bos Untuk Dirimu Sendiri Sesegera Mungkin

Usia bukanlah hambatan bagi diri Anda untuk menjadi seorang pemimpin, minimal untuk diri sendiri. Anda bisa belajar dari Bill Gates yang bisa mengatur dirinya di usia yang sangat belia. Dia menunjukkan kualitas terhadap pekerjaan dan hobi yang ditekuni. Untuk menjadi bos terhadap diri sendiri poin pentingnya adalah pengendalian diri.

  • Jangan Mengeluh tentang Kesalahanmu, Belajarlah dari Kesalahan.

Hindari sikap mengeluh terhadap kesalahan yang Anda perbuat. Sebaliknya Anda bisa menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran di masa depan. Yakinlah bahwa kesalahan yang Anda perbuat merupakan sebuah kesempatan yang langka untuk mengembangkan bisnis ke depannya.

  • Berkomitmen dan Minat yang Besar

Memang lebih mudah meraih daripada mempertahankan, sama hal nya dengan mimpi. Ketika Anda membuat mimpi yang besar, cobalah untuk berkomitmen atasnya. Selain itu, tanamkan minat terhadap usaha yang sedang Anda geluti. Jika tidak, maka Anda akn kesulitan dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan yang besar dari usaha tersebut.

  • Hidup Adalah Sekolah Terbaik, Bukan Universitas atau Perguruan Tinggi

Anggapan yang salah terletak pada pola pikir Anda tentang kehidupan perkuliahan. Meskipun memang merupakan perguruan terakhir dalam pendidikan, tetapi sekolah yang paling baik terletak pada kehidupan Anda setelahnya. Banyak pelajaran yang perlu Anda perhatikan dalam kehidupan nyata. Misalnya memecahkan masalah, bagaimana cara mencapai target, dan memiliki sikap table manner yang baik bagi seorang pebisnis.

  • Bersikap Baiklah pada Kutu Buku

Jangan pernah anggap remeh seorang kutu buku, culun, atau orang yang selalu terlihat belajar. Bahkan kehidupan dia biasanya jauh lebih baik dibanding dengan orang yang membuang waktu untuk bermain. Mereka sudah mempunyai pola pikir bagaimana meraih dan mencapai masa depan dibanding yang lainnya. Biasanya kutu buku juga akan berhasil menduduki tingkat yang lebih tinggi dalam pekerjaan. Oleh karena itu, lebih baik Anda bersikap baik dan belajar dari mereka.

  • TV Bukan Kehidupan Nyata

Tidak hanya kedua orang tua kita, Bill Gates juga mengakui bahwa TV bukan kehidupan nyata. Maka jangan terlalu lama terbuai di dalam kehidupan TV. Mungkin Anda bisa menikmati kehidupan glamour, tetapi hidup Anda tidak akan semulus di acara TV. Berusahalah dengan keras jika Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik.

  • Hidup itu Tidak Adil

Bill Gates juga menyadari bahwa kehidupan tidak adil. Terbukti bahwa orang yang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Cara yang terbaik dilakukan oleh para pelaku bisnis adalah merubah nasib dan tidak terbuai dengan keuntungan yang mereka miliki sekarang.

Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.

sacsacscsa
Dunia tampak begitu heboh menanggapi dua berita besar seputar akuisisi dua pelaku industri animasi dunia, Dreamworks SKG dan Pixar, beberapa waktu lalu. Bukan semata karena peralihan atas kepemilikan, tapi pada perputaran uang yang melibatkan ratusan juta dollar. Untuk mendapat sebagian saham Dreamworks SKG milik Steven Spielberg, George Soros harus merogoh duit hingga US$1,6 miliar. Sedang Walt Disney harus mengelontorkan dana senilai US$7,4 miliar untuk mengakusisi Pixar milik mendiang Steve Jobs.
Sekadar diketahui, Dreamworks SKG adalah pembuat film animasi Antz, Shrek, dan Shrek II yang mampu menyedot jutaan penonton dunia. Sedangkan Pixar memproduksi Toy Story, Finding Nemo, dan The Incredibles yang juga menuai sukses besar. Karya-karya inilah yang menambang pundi US$230 juta hingga US$921 juta.
Memang, uang yang berputar di industri ini cukup mencengangkan. Sebagai contoh, film animasi buatan Disney tahun 1937, White Snow and Seven Dwarfs dengan modal US$1,5 juta bisa meraup untung sampai US$186 juta. Ini belum termasuk kekuatan lain seperti Warner Bros dengan Pokemon, Fox dengan Ice Age, dan kekuatan tradisional di luar AS seperti Eropa dan Jepang. Belakangan, Cina, Korea, dan India muncul sebagai kekuatan baru.
Bagaimana dengan Indonesia? Perkembangan industri animasi sebetulnya telah meluas di Indonesia, bahkan menjadi pusat produksi industri film animasi Jepang dan Amerika. Sejumlah studio maupun penggiat animasi telah dikenal sebagai kreator animasi dengan lisensi luar.
Data Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) menunjukkan, terdapat nama-nama studio animasi Indonesia yang diakui karya-karya, baik di tingkat lokal maupun global. Antara lain Frozzty Entertainment, Tunas Pakar Integraha, Castle Production,CAM Solution, Mirage, Pustaka Lebah, Jogjakartun, Mrico, Animad Studio, Jelly Fish, Bulakartun, Griya Studio, Bening Studio, Studio Kasatmata, Asiana Wang Animation, Bintang Jenaka Cartoon Film, Red Rocket, hingga Infinite Frameworks Studios Batam.
Bahkan, menjamurnya karya-karya ini beriringan dengan lahirnya sekolah animasi di tanah air. Sebutlah misalnya Hello Motion School of Animation and Cinema, yang dirintis Wahyu Aditya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Di sanalah Aditya mendidik murid-muridnya guna menyongsong cita-cita besar untuk menciptakan taman bermain seperti Walt Disney.
Melihat reputasinya, cita-cita ini bukanlah mimpi di siang bolong. Di kalangan perfilman, nama Aditya telah dikenal menghasilkan karya animasi pendek. Dapupu Project (3 menit) dan Stop Human Cloning (4 menit, 26 detik) merupakan karyanya yang sering beredar di festival lokal dan dunia. Pada Jiffest 2004 lalu, Stop Human Cloning dinobatkan sebagai film pendek terbaik.
Pada awalnya, Hello Motion ia dirikan hanya sebagai rumah produksi khusus animasi. Namun kemudian ia gelisah. Banyak orang mengeluh betapa susahnya membikin animasi. “Terus saya berpikir, kenapa nggak bikin sekolah?” katanya. Sejak berdiri, sekolah ini telah sudah meluluskan ratusan siswa. Mereka berasal dari banyak latar belakang, dari karyawan TV hingga pegawai bank.
Tak hanya di Jakarta, industri animasi juga berkembang pesat di daerah. Sebut saja PT Marsha Juwita dan PT Atelier Karo di Bali, yang sejak lama mengerjakan gambar antara (in between) dan gambar latar (back ground) film Doraemon dan Candy-Candy. Ada juga Red Rocket Animation, Bandung, yang sempat memproduksi serial film fabel Cerita Aku dan Kau hasil kerjasama dengan PT Nestle Indonesia. Selain film, mereka juga memproduksi banyak iklan animasi hingga filler pergantian acara di sejumlah stasiun TV nasional.
Sayangnya, meski diakui produk animasi lokal mengagumkan, namun nasib produksi sebagian besar berakhir tragis di tangan penonton. Pasalnya, hasil karya lokal tak dihargai dengan layak. Lebih-lebih, orang kita masih belum berpikir kalau produk animasi sebagai paduan seni dan teknologi. Ada proses kreatif yang harus dihargai dengan wajar.
Di samping itu, perilaku konsumen maupun penonton Indonesia juga tak berubah. Mereka lebih percaya untuk membayar lebih mahal pada perusahaan luar negeri dibanding ke perusahaan lokal. Para penonton pun, misalnya, lebih memilih untuk menggandrungi Upin Ipin karya Negeri Jiran, daripada Si Kabayan, karya anak negeri sendiri.
Meski demikian, menurut kami, tetap ada ceruk yang bisa diisi untuk membangkitkan kembali industri animasi lokal. Bahkan, industri animasi Indoensia tetap akan mendapat tempat di masa mendatang. Salah satu faktor pendorong meningkatnya industri animasi adalah harga hardware yang semakin turun serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Hal ini akan memudahkan seorang animator untuk membuat karya-karya animasi. Selain soal kebijakan pemerintah yang merangsang dan menjamin kreativitas terus berlangsung, sumber daya manusia acap kali menjadi faktor kendala dalam pertumbuhan industri animasi. Karena itu, sudah saatnya animator kita diberi pembobotan pengetahuan mengenai IT.

Memang, untuk mendukung industrri animasi, dibutuhkan pengetahuan dan skill terutama untuk bisa menghasilkan dan memanfaatkan tools animasi. Animator juga harus menguasai konsep-konsep teori, apalagi di era perdagangan bebas seperti ini. Jika demikian, kemajuan industri animasi yang selama ini terasakan di bidang periklanan juga dapat berbicara banyak di bidang perfilman.
Mengapa Penting Bagi Anda?
Dunia animasi, bisnis, entertainment, distribusi sedang berubah. Tidak ada yang statis, bisa jadi pasar baru akan bertumbuh, yaitu pasar industri kreatif. Bukan hanya industri harus lebih kreatif tetapi anda sebagai pengusaha wajib memikirkan sesuatu yang out of the box untuk menjadi pemain yang handal.
Kedua, sehebat-hebatnya animator Indonesia jika tidak dihargai oleh bangsa sendiri, tetaplah kita terbelakang. Begitu pula dengan bisnis anda, sehebat-hebatnya inovasi Anda, jika Anda gagal meraih hati team Anda, maka inovasi ini tidak ada hasilnya.

Salam Pencerahan,

Tom MC Ifle

Related Articles :
Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?
Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?
Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.
Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit

Kesalahan Fatal #3 Fokus pada fitur bukan pada benefit

sacsacscsa

Beberapa waktu lalu saya membeli dua buah earphone, yang satu earphone buatan China, yang satu lagi earphone dari Jerman. Saya membeli untuk dua kebutuhan yang berbeda-beda. Namun, ada satu hal yang menarik dari earphone ini. Earphone dari Jerman, dia memberikan gambaran di headline produk atau di cover produknya, katakan merknya ABC. Kemudian, ada tertulis:

 

“frequency range 20-20.000 Hz,” lalu,

 

“Sensitivity -40db sampai +- 3 db.” Lalu, dia mengatakan, “Impadance ‘32 Ohm,”
Maximum power input, “100 mili watt.”

 

Dan memang kualitasnya luar biasa bagus sekali, suaranya oke, dan sangat-sangat menarik. Akan tetapi, yang produk china ternyata lebih laku, bukan karena harganya lebih murah,malah sesunggunya harganya tidak jauh berbeda. Produk ini juga luar biasa. Kalau saya sebut mereknya, saya yakin anda pasti tahu. Walaupun ada fiturnya, namun dia menjelaskan “benefit.”

 

Benefitnya mengatakan,

  • Reat stereo sound,
  • Clear voice, perfect fit,
  • Noise cancelling microphone,
  • Eliminates unwanted background noise,
  • Powerful speakers, deliver quality sound,
  • Enjoyable for chatting, dan
  • Optimal experience for daily use.

 

So, apa yang membedakan headphone yang pertama dan headphone yang kedua? Headphone yang pertama menunjukan fitur. Yang saya sebut fitur adalah, “Fakta komponen dari produk atau pelayanan anda.” Sementara, yang kedua menunjukkan benefit atau, manfaat emosionil yang diberikan oleh produk yang kedua.

 

Fitur boleh, jika …

Andai kata anda menuliskan fitur, memang sangat baik. Namun, apabila anda bisa menuliskan benefit, akan jauh lebih mengena didalam kehidupan, atau didalam posisi prospek. Karena, prospek bisa langsung merasakan manfaat sebelum membeli.

 

Fitur sangat bermanfaat jika Anda bisa menjual produk yang bersifat teknis seperti LCD,TV,Mesin dan seterusnya. Kalau anda coba mengatakan “ini adalah televisi LCD tahan banting,” sementara, ada satu lagi yang mengatakan, benefit LCD membuat mata anda menjadi lebih relax.

 

Benefit yang “mata anda menjadi relax,” dengan “LCD tahan banting,” itu dua hal yang berbeda. Karena, “tahan banting” adalah bicara produk. Lalu, “mata anda menjadi lebih relax,” itu keuntungan untuk prospek.

 

Contoh, mana yang lebih nyaman untuk anda:

 

“Dapatkan mobil dengan warna terbaru, biru tua”. Bandingkan dengan, “Dapatkan, mobil terbaru berwarna biru yang terbukti lebih sehat bagi kulit anda”. Pastinya penawaran kedua lebih mengena karena langsung berdampak kepada anda.

 

Pertanyaan penting sebelum beriklan

Saat anda membuat iklan pastikan anda mengajukan pertanyaan, bagaimana prospek saya mendapatkan manfaat dari produk ini? Apakah uang yang saya keluarkan sesuai dengan manfaat yang saya dapatkan? Pertanyaan ketiga adalah, apakah manfaat ini menyelesaikan masalah yang saya miliki sekarang?

 

Tips yang ketiga ini, pastikan anda meyakinkan prospek anda bahwa ketika mereka memiliki, atau bahkan sebelum mereka memiliki produk tersebut, mereka sudah bisa merasakan benefitnya. Jika anda ingin menekankan pada fitur, pastikan benefit ditampilkan yang mengena secara emosi.