Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga kepelatihan bisnis atau business coach terpercaya di Indonesia, Top Coach Indonesia mengharapkan agar para pengusaha nasional mampu berperan aktif dalam membangun daerah. Hal ini dimaksudkan agar terjadi pemerataan pembangunan dan membuat daerah lebih memiliki daya saing.

Harapan ini juga disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang meminta agar pengusaha lebih berperan membangun daerah untuk siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Daerah harus mempunyai daya saing yang kuat dalam menghadapi MEA mendatang,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media massa nasional.

Menurutnya, sudah saatnya pengusaha muda mengupayakan koordinasi dan konsolidasi organisasi dalam rangka pembangunan bangsa untuk kepentingan pembangunan ekonomi dari hulu sampai hilir. Dengan begitu, lanjutnya, peran pengusaha akan menjadi lebih baik dan optimal bagi pemerintah daerah.

Dalam upaya mengoptimalkan peran pengusaha bagi lingkungan sekitar, Top Coach Indonesia juga merintis dan mengelola berbagai komunitas dan pertemuan bisnis antara para pengusaha. Salah satu komunitas yang dikelola Top Coach Indonesia adalah Top Coach Indonesia Business Community, yang secara rutin menggelar pertemuan antara para pengusaha dan pemilik usaha.

Salah satu organisasi pengusaha adalah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Hipmi yang merupakan organisasi besar diharapkan berperan aktif dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan industri. “Untuk itu, saya minta peran aktif agar Hipmi selalu memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Hidayat.

Hipmi di masa yang akan datang harus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi agar mempunyai daya saing yang kuat khususnya dalam MEA yang akan segera berlangsung. “Hipmi diharapkan bisa meningkatkan kemitraan dengan pemerintah provinsi, kota/kabupaten,” katanya.

Top Coach Indonesia juga mendorong para pengusaha berperan besar khususnya di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Persaingan ekonomi semakin ketat, tetapi para pengusaha ini masih memiliki peluang besar dalam memajukan ekonomi Indonesia sehingga peluang-peluang bisnis ini harus mampu dimanfaatkan oleh para pengusaha.

QH.

Related Articles :
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara

Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA

sacsacscsa

Jakarta, 17 September 2014 –  Sektor industri dinilai belum siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan hanya 30 persen sektor industri yang siap bersaing menyongsong era pasar bebas ASEAN ini.

“Hanya 30 persen yang mampu bersaing di pasar bebas ASEAN, sisanya belum sanggup,” kata Sekretaris Direktorat Jendral Berbasis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Setio Hadi. Menurutnya, kinerja sektor industri melambat sebab sebagian besar bahan baku bergantung impor.

Ketergantungan impor inilah yang dianggap membuat kinerja ekonomi sulit dipacu. Karena itu, lanjutnya, pemerintahan mendatang diharapkan meningkatkan pembangunan industri dulu di dalam negeri. “Seperti bahan baku besi baja untuk industri logam masih bergantung dari impor, begitu juga dengan bahan baku Petrokimia dan permesinan untuk tekstil,” katanya.

Impor bahan baku yang tinggi menjadi salah satu penyebab defisit perdagangan yang semakin bertambah. Pemerintahan mendatang menurutnya harus memperkuat pembangunan industri dasar di dalam negeri, terutama sektor petrokimia dan logam dasar.

Ia mengatakan tren sumbangan industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terus menurun sejak 2004. Pada 2013 sektor industri menyumbang 23 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Tahun ini diharapkan tumbuh 6 hingga 8 persen dengan meningkatkan kinerja industri,” tambahnya.

Untuk menjadi negara dengan industri maju, kesiapan sumberdaya manusia juga mutlak diperlukan. Sumberdaya manusia handal diyakini akan memperkuat daya saing sektor ini di kancah regional.

Guna menyiapkan sumberdaya manusia berkualitas dan berdaya saing, Top Coach Indonesia (TCI) selaku lembaga business coach atau pelatihan bisnis terkemuka di Indonesia, senantiasa menggelar berbagai kegiatan pelatihan, workshop, maupun seminar bisnis. Diharapkan, kegiatan ini juga mampu menyiapkan sumberdaya manusia handal di sektor industri.

QH.

Related Articles :
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru