Semen Indonesia Siap Ekspansi ke Afrika

sacsacscsa

Jakarta,10 Juni 2014 – Badan Usaha Milik Negara, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, bukan saja menjadi perusahaan semen terbesar di Indonesia, tetapi telah merajai pasar ASEAN dan bersiap memperluas ekspansi ke kawasan Asia bahkan Afrika.

Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dr Ir Dwi Soetjipto MM di Jakarta, Senin menyebutkan perusahaan BUMN yang dipimpinnya terus meningkatkan kapasitas produksi, melakukan efisiensi pembiayaan, memperluas distribusi, dan mempertahankan citra perusahaan.

Ia menjelaskan, memasuki pasar bebas ASEAN pada 2015, dari kapasitas produksi, perusahaannya menargetkan produksi semen sebanyak 31,8 juta ton pada 2014 dan menjadi 37,8 juta ton pada 2016 dengan penambahan produksi dari pabrik di Sumbar dan Jateng.

Selain itu akan ada peningkatan produksi sebesar dua juta ton dari berbagai pabrik yang ada. Ditambah 1,2 juta ton dari pabrik yang akan dibangun di Myanmar. “Jadi bisa berproduksi 41 juta ton pada 2017,” kata pemimpin perusahaan yang memiliki hobi silat dan memetik gitar itu.

Ia mengatakan bahwa Semen Indonesia telah mengalahkan kompetitornya, The Siam Cement Group asal Thailand, sejak awal 2013 dalam kapasitas produksinya. Perusahaan pesaing itu memiliki produksi sebanyak 27 juta ton.

Mengenai ekspansi ke pasar internasional atau global, Dwi Soetjipto menjelaskan perusahaannya melakukan berbagai langkah peningkatan terus menerus dalam produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan sisi finansial.

QH.

Related Articles :
–  “Indofood Terus Kembangkan Pasar Luar Negeri”
“Kiprah Produksi Tuna Indonesia di Kancah Global”

 

Hentikan Impor Beras!

sacsacscsa

Jakarta, 29 Januari 2014 – “Kita semua harusnya malu menjadi negara agraris tetapi selama ini masih saja mengimpor beras dari Thailand,” kata Menneg BUMN Dahlan Iskan.
Tak sekadar wacana, Dahlan menggerakkan “gerbong” perusahaan pupuk di bawah Kementerian BUMN. Dahlan juga terus mendorong optimalisasi peran Perum Bulog.
Pada tahun awal kepempinannya di Kementrian BUMN tahun 2012, Dahlan mengklaim telah berhasil melecut Bulog untuk penyediaan beras nasional hingga mendekati angka 2,1 juta ton per tahun atau sedikit di bawah target swasembada beras.
Namun pada tahun berikutnya (2013), Dahlan menyebut swasembada beras berhasil dicapai berkat kemampuan Bulog dalam melakukan pengadaan ketersediaan beras hingga 2,5 juta ton lebih per tahun.
Kementerian BUMN mewajibkan Perum Bulog melakukan pengadaan beras secara besar-besaran dengan menyerap semaksimal mungkin hasil produksi petani lokal, termasuk pada tahun 2014 ini maupun di tahun-tahun selanjutnya.
“Kami berharap tahun ini prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu ditingkatkan. Biar pemerintah Thailand yang selama ini mengekspor beras ke Indonesia kecele,” selorohnya.
Dahlan Iskan menambahkan, dalam program gerakan peningkatan produktivitas pangan berbasis korporasi tersebut pihaknya juga membentuk brigade anti hama yang dikendalikan langsung oleh masing-masing perusahaan pupuk.
Selain mempertahankan kemampuan swasembada beras, Kementrian Pertanian RI tahun ini mematok target surplus beras sebesar 10 juta ton hingga akhir 2014.
Optimisme ini mengacu pada kebutuhan beras untuk konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia yang mencapai 33 juta ton per tahun, sementara produktivitas padi/beras per tahun lebih dari 34 juta ton.

QH.