Kemudahan Perijinan Dongkrak Investasi

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar global saat ini, bangsa Indonesia menghadapi tantangan untuk membawa perubahan ekonomi menjadi kuat secara finansial, berkelanjutan, dan berkeadilan sosial.

Karena itu, Top Coach Indonesia selaku lembaga pelatihan bisnis atau business coach yang selalu mendorong hadirnya pelaku-pelaku bisnis baru mengatakan, perbaikan kebijakan izin bisnis akan mendorong investasi.

Top Coach Indonesia berkeyakinan, Indonesia memang perlu menciptakan iklim investasi yang kompetitif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, pemerintah juga perlu memperbaiki kebijakan struktural perekonomian untuk mendorong perekonomian stabil beberapa tahun ke depan.

Kemudahan dalam perijinan ini dijanjikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil. Menurutnya, pemerintah berencana mempermudah pengurusan izin bisnis satu pintu untuk meningkatkan investasi terutama sekror usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Usaha kecil cukup dengan satu izin, dari camat atau lurah,” katanya kepada sejumlah media massa, termasuk pada Top Coach Innesia yang hadir dalam seminar tahunan DBS Asian Insights yang bertajuk “Gamechanger: Championing a Better Indonesia” di Jakarta.

Sofyan Djalil mengatakan pihaknya berencana memberikan pengurusan izin bisnis satu pintu atau one stop service itu secara menyeluruh baik izin bisnis tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten. Pengurusan izin bisnis itu dilakukan untuk memberikan potensi dinamis bangsa dalam menciptakan lapangan kerja sendiri dengan mengembangkan usaha mandiri.

Sebagai business coach yang berobsesi melahirkan sejuta miliarder baru, Top Coach Indonesia menilai bahwa dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan merupakan momentum emas bagi Indonesia untuk melakukan reformasi kebijakan struktural ekonomi. Reformasi kebijakan ini, diharapkan dapat membawa perubahan positif secara jangka panjang bagi dunia usaha.

QH.

Related Articles :
Pelatihan SDM Mutlak untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa
Indonesia Perlu Tingkatkan Kualitas SDM Hadapi MEA 2015
Produk Indonesia Harus Berstandard Global
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA

Pelatihan SDM Mutlak untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach terpercaya, Top Coach Indonesia, memandang perlunya dilakukan pendidikan dan latihan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) guna menghadapi ketatnya persaingan.

Seperti yang dilakukan Kementerian Perindustrian yang menggelar Pelatihan sumber daya manusia (SDM) Industri Garmen dengan sistem Three in One (3 in 1) pada Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Semarang, Jawa Tengah. Hal ini untuk mendorong pengembangan industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

“Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka peningkatan daya saing merupakan kata kunci yang harus diperhatikan agar industri tekstil nasional dapat terus meningkatkan eksistensi baik di pasar domestik maupun internasional,” kata Menperin Saleh Husin pada media termasuk Top Coach Indonesia.

Top Coach Indonesia menilai, industri TPT merupakan salah satu komoditi andalan industri manufaktur dan salah satu penggerak pembangunan ekonomi nasional. Hal ini disebabkan karena kontribusinya sangat signifikan dalam perolehan devisa ekspor dan penyerapan tenaga kerja, serta pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri.

Menurut Menperin, industri TPT memberikan surplus pada neraca perdagangan dan memiliki peranan strategis dalam proses industrialisasi, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku (serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi) mempunyai keterkaitan antar industri maupun sektor ekonomi lainnya.

Selama periode tahun 2013, lanjut Menperin, produk TPT memberikan kontribusi nilai ekspor sebesar 12,67 milyar dolar AS atau meningkat 1,77 persen dibanding tahun sebelumnya, di mana total ekspor setara dengan 11,21 persen dari total ekspor non migas.

Prospek pertumbuhan Industri TPT dinilai semakin baik pada masa mendatang dikarenakan permintaan pasar di dalam negeri yang terus meningkat serta meningkatnya konsumsi dunia dan pangsa pasar industri tekstil Indonesia saat ini hanya 2 persen dari pasar tekstil dunia.

“Kemenperin telah melakukan beberapa upaya dalam pengembangan industri TPT hulu maupun hilir. Upaya yang telah dilakukan adalah Program Restrukturisasi Permesinan Industri Tekstil dan Produk Tekstil yang telah berjalan sejak 2007,” ujar Menperin.

Karena itu, Top Coach Indonesia menyambut baik program pelatihan SDM Industri garmen berbasis three in one ini. Program-program pendidikan vokasi berbasis kompetensi untuk menyiapkan tenaga kerja ahli bidang industri TPT juga patut diapresiasi.

Selama ini, Top Coach Indonesia sendiri secara konsisten menyelenggarakan program pembinaan, pendampingan, maupun pelatihan terhadap SDM, baik profesional maupun pemilik bisnis agar mampu meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun global.

QH.

Related Articles :
Indonesia Perlu Tingkatkan Kualitas SDM Hadapi MEA 2015
Produk Indonesia Harus Berstandard Global
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?

Indonesia Perlu Tingkatkan Kualitas SDM Hadapi MEA 2015

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach, Top Coach Indonesia, berpendapat bahwa Indonesia perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 agar mampu bersaing.

Pendapat ini ternyata tak disuarakan oleh Top Coach Indonesia saja. Sejumlah pengusaha, pejabat, maupun akademisi turut serta mengumandangkan perlunya kita meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing dan tak ketinggalan dengan SDM dari Negara lain.

Salah satu akademisi yang juga berpendapat sama adalah ekonom Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Edy Suandi Hamid. “Dikutip dari data Bappenas 2013, kesiapan tenaga kerja Indonesia menurut Asian Productivity Organization (APO) menunjukkan dari setiap 1.000 tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 4,3 persen yang terampil, sedangkan Filipina 8,3 persen, Malaysia (32,6), dan Singapura (34,7),” katanya.

Ia mengatakan kesepakatan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) akan mulai diberlakukan pada 2015. Meskipun sudah dekat, persiapan masyarakat Indonesia menghadapi MEA masih minim. “Indonesia layak khawatir mengingat belum adanya tindakan antisipatif atau langkah-langkah yang memadai karena terbatasnya sosialisasi dan pemahaman mengenai MEA di kalangan masyarakat,” katanya.

Top Coach Indonesia juga menemukan fakta yang tak kalah mengerikan. Survei Litbang Kompas pada awal 2014 di 10 kota besar menunjukkan hasil yang mengejutkan. Survey tersebut menemukan, hanya 42,5 persen masyarakat yang pernah mendengar apa itu MEA.

Karena itu, Top Coach Indonesia berpendapat, ada lima elemen inti pasar tunggal dan berbasis produksi yakni pergerakan arus barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja. Melalui kegiatan seminar, pelatihan, maupun edukasi bisnis yang dikembangkan, Top Coach Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus mengingatkan kita semua tentang pentingnya mengembangkan dan memperbaharui wawasan dan pengetahuan kita dalam menjalankan usaha maupun pekerjaan profesional lainnya.

QH.

Related Articles :
Produk Indonesia Harus Berstandard Global
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia

Produk Indonesia Harus Berstandard Global

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach terpercaya, Top Coach Indonesia, berpendapat, produk-produk yang dihasilkan oleh para produsen di Indonesia sudah seharusnya memiliki standard internasional. Hal ini dimaksudkan agar produk dalam negeri mampu bersaing di kancah global.

Pendapat senada disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia mengatakan produk Indonesia harus berstandar global sehingga dapat menembus pasar dunia. “Salah satu produk Indonesia yang saat ini bisa menembus pasar dunia adalah industri fashion (mode),” katanya kepada wartawan dan Top Coach Indonesia.

Ia mencontohkan tentang program Indonesia Fashion Foward yang digagas oleh Jakarta Fashion Week 2015 bekerja sama dengan British Council dan Kementerian Pariwisata serta Center for Fashion Enterprise. Karena itu, ia mengharapkan program itu dapat membuktikan kreativitas desainer Indonesia di hadapan para pecinta mode Indonesia.

“Melalui program ini diharapkan para desainer lebih siap menembus pasar global sekaligus memperkuat industri fashion Indonesia,” ujarnya. Para desainer dibimbing oleh para pakar fashion kelas dunia untuk mempertajam kreativitas, mengidentifikasi masalah dan solusi masalah yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis serta jurus menembus pasar global.

Keberadaan pembimbing, konsultan, atau pelatih tak hanya dibutuhkan oleh para desainer, tapi juga para pelaku bisnis maupun industri. Pemilik usaha atau pengusaha pun perlu keberadaan seorang mentor atau business coach yang mampu memberikan arahan, panduan, maupun konsultasi bisnis agar bisnis mereka memiliki sistemasi yang modern dan terencana.

Inilah  yang selama ini diperankan oleh Top Coach Indonesia. Melalui lembaga pelatihan bisnis yang diselenggarakan, Top Coach Indonesia berkomitmen untuk memberikan edukasi bisnis pada pemilik usaha serta bertekad untuk mencetak satu juta miliarder baru di Indonesia.

QH.

Related Articles :
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?

Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Top Coach Indonesia yang selama ini melakukan pendampingan sekaligus memberikan edukasi bisnis kepada para pelaku UKM menyadari bahwa pada praktiknya selama ini anggaran pemberdayaan koperasi dan UMKM masih minim. Di samping juga peran pemerintah daerah sebagai obyek kegiatan juga belum pula optimal.

Hal ini juga diakui Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabinet Kerja AAGN Puspayoga. Karena itu, ia berupaya untuk membuat kebijakan yang lebih memihak UMKM. “Arah kebijakan kemudian terus diarahkan pada peningkatan daya saing koperasi dan UMKM untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik dan membangun keunggulan global,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan beberapa wartawan di Jakarta.

Top Coach Indonesia berpandangan, strategi yang tepat diterapkan Kementerian Koperasi dan UKM yakni meningkatkan kompetensi SDM Koperasi dan UMKM melalui program kewirausahaan, kompetensi teknis dan manajemen, hingga penyediaan layanan usaha terpadu. “Jadi, pemerintah tak usah memberikan uang pada UMKM, tapi peningkatkan kompetensi pelaku UMKM agar lebih terdidik,” kata CEO dan pendiri Top Coach Indonesia, Tom MC Ifle.

Seiring dengan itu, menurut Top Coach Indonesia, pemerintah juga perlu mengembangkan perluasan akses pada pembiayaan melalui inovasi skema, penguatan koperasi simpan pinjam dan keuangan mikro, penjaminan usaha, clearing house, credit scoring, dan pengembangan linkage.

Di sisi lain peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran produk UMKM terus dilakukan disertai dengan penguatan kelembagaan usaha dan koperasi. “Hingga kemudian terjadi peningkatan iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang sudah lebih tertata dengan registrasi dan perlindungan usaha yang lebih baik,” kata Coach Tom.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?

Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga business coach yang secara konsisten memberikan edukasi pada para pemilik usaha mengatakan, pemilik serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tengah menanti program konkret pemerintah dalam memberdayakan UMKM di Indonesia.

Sejumlah program pemberdayaan itu antara lain peningkatan iklim usaha yang kondusif, peningkatan akses sumber daya produktif, pengembangan produk dan pemasaran, peningkatan daya saing sumberdaya manusia koperasi dan UMKM, serta penguatan kelembagaan koperasi.

Sebelumnya, Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabinet Kerja AAGN Puspayoga mengaku mulai menyusun langkah konkret untuk memberdayakan koperasi dan UMKM. “Langkah konkret itu akan direalisasikan dengan serangkaian program,” kata Puspayoga kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah wartawan di Jakarta.

Untuk melaksanakannya, katanya, perlu dilakukan penataan peraturan perundang-undangan, peningkatan kapasitas SDM koperasi dan UMKM, kemitraan, program bantuan sosial ekonomi bagi KUMKM, dana dekonstrasi, tugas pembantuan, dana alokasi khusus, dana bergulir LPDB-KUMKM, dan kredit dengan pola penjamin seperti kredit usaha rakyat (KUR).

CEO dan pendiri Top Coach Indonesia Tom MC Ifle menilai, langkah-langkah itu diharapkan produktivitas dan daya saing UMKM terdongkrak, iklim usaha semakin kondusif, SDM UMKM semakin kompatibel, dan berkembang keuangan inklusif. Pelayanan koperasi pun akan kian prima dan peran pemerintah daerah dan masyarakat semakin besar dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM.

Disadari, hingga sekarang masih tersebar berbagai kendala yang menghadang perkembangan UMKM di antaranya masih tumpang tindihnya tugas dan kewenangan yang terkait koperasi dan UMKM di setidaknya 23 kementerian/lembaga. Selain itu belum ada arah fokus prioritas kebijakan dan diharmonisasi koordinasi dan monitor evaluasi program.

“Di sisi lain kelembagaan UMKM dituntut untuk semakin sehat, kuat, tangguh, dan mandiri dengan produk yang berdaya saing dan jaringan pasar yang luas,” kata Coach Tom. Karena itu, Top Coach Indonesia memiliki komitmen kuat untuk memberikan edukasi pada para pemilik usaha atau penggerak UMKM agar mereka lebih berdaya dengan soft/hard skill yang dimiliki.

QH.

Related Articles :
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015

TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM

sacsacscsa

TOPCOAHINDONESIA.COM – Pelantikan Kabinet Kerja menjadi pertanda telah terbentuknya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla periode 2014-2019. Sejumlah harapan baru bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kembali disandangkan pada para pemimpin bangsa ini.

Menurut lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka di Indonesia, Top Coach Indonesia, para pengusaha kecil berharap agar para pemimpin nasional untuk lima tahun mendatang bisa lebih memperhatikan UMKM serta tidak memarjinalkan sehingga mereka bisa berusaha dengan baik.

Apalagi, Top Coach Indonesia menilai, terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 merupakan sesatu yang harus dihadapi dengan persiapan, sehingga bantuan dan dorongan finansial bagi pengusaha kecil sangat dibutuhkan.

Pelaku UMKM mengharapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat meningkatkan daya saing pasar nasional. Apalagi, kesulitan masyarakat khususnya pelaku UMKM adalah memasarkan hasil produksinya, dan ini lebih karena minim pengetahuan pasar terkait hasil usaha.

Memang, Top Coach Indonesia menemukan sejumlah kendala pemasaran yang masih minim inilah yang terkadang membuat pelaku usaha kecil harus gulung tikar atau bangkrut akibat hal tersebut. Selain itu, perizinan usaha semakin mudah, sehingga akan bertambah pesat peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Mereka juga berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat memberikan kemudahan dalam memperoleh fasilitas kredit usaha yang saat ini masih sangat sulit didapatkan. Harapan para pedagang kecil memang bisa mendapatkan kemudahan dalam proses dan pengambilan kredit usaha di bank, agar dapat memperluas usaha dagangannya.

Top Coach Indonesia juga berharap, berbagai kebijakan maupun regulasi pemerintahan baru lebih berpihak pada UMKM. Sebab, merekalah tulang punggung sekaligus ujung tombang laju perekenomian nasional. “Jangan berikan mereka uang, tapi pendidikan agar mereka bisa dan survive dalam mengelola usahanya,” kata CEO dan pendidi Top Coach Indonesia, Tom MC Ifle.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015