Two Days Workshop Menyusun Struktur Gaji dan Grading System

sacsacscsa

Karyawan adalah manusia yang memiliki perasaan dan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk dapat hidup secara layak. Hal ini menimbulkan suatu pendekatan yang berdasarkan pada kesejahteraan karyawan dalam manajemen Sumber Daya Manusia. Jika kesejahteraan karyawan dapat terpenuhi maka hubungan antara karyawan dengan pimpinan akan berjalan baik sehingga akan memberikan dampak positif terhadap tercapainya tujuan perusahaan.

Dalam prosesnya  antara karyawan dan perusahaan memiliki tujuan yang harus dapat dintergrasikan dalam suatu hubungan timbal balik, hubungan yang saling membutuhkan dan menguntungkan akan memberikan komitmen dari masing-masing pihak untuk mencapai tujuan dalam perusahaan dalam jangka waktu lama.

Agar kerjasama yang baik dapat tercipta antara karyawan dan perusahaan maka perusahaan harus menetapkan manajemen imbalan (reward management) yang adil bagi kedua pihak. Manajemen imbalan merupakan proses pengembangan dan implementasi strategi, kebijakan dan sistem yang membantu organisasi mencapai tujuannya dengan mendapatkan dan mempertahankan orang-orang yang diperlukan dan dengan meningkatkan motivasi dan komitmennya, oleh karena itu kontrak psikologis sangat penting untuk mempertemukan antara tujuan dan kebutuhan masing-masing pihak.

Manajemen imbalan mencakup finansial dan nonfinansial, finansial meliputi gaji/ upah, tunjangan bonus dan juga kepemilikan saham dan imbalan non finansial meliputi kesehatan dan keselamatan karyawan. Pelatihan ini akan memberikan gambaran dan metode efektif untuk menentukan manajemen imbalan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai tujuan perusahaan.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Melalui pelatihan ini akan membantu perusahaan/ pimpinan dan para manajer SDM untuk mengembangkan model manajemen reward yang efektif untuk diterapkan diperusahaan, memberi pemahaman dan bagaimana pentingnya usaha mempertahankan karyawan yang kompeten untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan keterampilan dalam menetapkan cara pemberian imbalan melalui penggajian variabel serta proses manajemen kinerja.

 

Materi

  1. Desain Struktur Organisasi
  2. Analisis Jabatan
  3. Uraian Jabatan
  4. Spesifikasi jabatan
  5. Evaluasi Jabatan
  6. Metode Evaluasi Jabatan
  7. Menyusun Faktor Jabatan
  8. Menyusun Poin Jabatan
  9. Menyusun Grading System
  10. Menyusun Struktur Gaji dengan berbagai pendekatan

 

Metode Pelatihan

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
  5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                     – 25%

– Kiat/Tips Praktis                                                  – 25%

– Studi Kasus                                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 10%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner.

 

Fasilitator

Eko Supriyatno SE, MM.

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini beliau sebagai konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Tabloid Wanita Indonesia.

Bagaimana Cara Melahirkan inovator yang berani terhadap eksistensi pasar di dalam Bisnis Anda ?

sacsacscsa

Beberapa hari yang lalu saya ketemu dengan petinggi sebuah perusahaan patungan (Joint Venture) antara Korea Selatan dan Jepang yang memproduksi plat baja. Dia memanggil saya untuk sharing mengenai sebuah pelatihan management skill for managers. Sebagai Continue reading

Pemerintah-Pengusaha Siap-siap Hadapi AEC

sacsacscsa

Jakarta, 6 Desember 2013 – ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN tidak bisa mundur lagi. Karena itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengajak pengusaha membuat program bersama menghadapi persaingan yang semakin ketat di kawasan Asia Tenggara pada 2015. “Sekarang saya lebih proaktif mengajak pengusaha untuk bekerja sama meningkatkan daya saing hadapi AEC,” katanya pada forum komunikasi dengan dunia usaha dan instansi terkait, di Kuta, Bali, kemarin.

Pada forum bertajuk “Kesiapan Sektor Industri Menghadapi ASEAN Economic Community 2015” itu, Hidayat mengatakan pihaknya tidak ingin terulang lagi kejadian ketidaksiapan pengusaha Indonesia menghadapi pasar bebas ASEAN – China (CAFTA) 2009. Ia menceritakan ketika ia baru menjadi Menteri Perindustrian pada 2009 langsung dihadapi masalah ada 220 jenis produk industri yang tidak siap bersaing di CAFTA.

“Menghadapi AEC ini, saya mengajak dunia usaha mempersiapkan program bersama guna meningkatkan daya saing, lebih efisien, membuat produk yang unggul, dan memberantas penyelundupan,” ujar Hidayat. Dengan sisa waktu sekitar dua tahun ini, diakuinya banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah dan dunia usaha agar siap hadapi AEC.

Hidayat melanjutkan, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi sektor industri jelang AEC antara lain kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang tidak sebanding dengan kenaikan produktivitas, kurangnya pasokan gas untuk industri, belum terjaminnya pasokan bahan baku dari dalam negeri, serta rendahnya kualitas SDM di bidang industri.

Di tengah tantangan yang tidak mudah dilalui itu, Hidayat mengarahkan berbagai kebijakan di perindustrian menuju Indonesia sebagai basis produksi dan mendapatkan keuntungan yang maksimal dari AEC 2015. “Dalam integrasi ASEAN production chain itu, Indonesia diharapkan mendapatkan peran bukan sebagai pemasok bahan mentah dan pasar hasil produk ASEAN tapi juga menjadi basis produksi,” katanya.

Program Kemenperin untuk mencapai target tersebut antara lain penerapan bea keluar bahan mentah seperti CPO, karet, dan kakao, kemudian pengurangan/penghapusan PPnBM dalam pengembangan low cost & green car (LCGC), pengembangan industri komponen dan aksesoris kendaraan, dan peningkatan kompetensi SDM di bidang industri.

QH

Kemenperin: Indonesia Jadi Pusat Mode pada 2025

sacsacscsa

Jakarta, 29 November 2013 – Kementerian Perindustrian optimistis Indonesia mampu menjadi pusat mode dunia pada 2025 dengan mengoptimalkan kekayaan lokal. “Positioning Indonesia itu SDM yang melimpah. Selain itu kita juga harus menyadari bahwa kita punya kekayaan lokal,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah.

Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki 200 warna alam yang perlu dieksplorasi. Namun demikian, dia menjelaskan bahwa pemanfaatan warna alam harus dilakukan melalui teknologi yang memiliki standar sehingga aman bagi lingkungan.

“Sekarang ada 200 warna alam, tapi bukan untuk menghasilkan banyak warna tapi harus didorong teknologi agar prosesnya supaya standar. Bukan pohon ditebang, tapi bagaimana secara bijak memanfaatkan warna alam,” katanya.

Euis menambahkan, pihaknya berharap penyelenggaraan acara Indonesia Fashion Week (IFW) yang akan memasuki tahun ketiga agar semakin mandiri. Menurut dia, pada IFW pertama pada 2012, pemerintah menginvestasikan Rp4 miliar dalam penyelenggaraan acara tersebut. Pada IFW 2013, pihaknya mengurangi investasi hingga Rp2 miliar.

“Tahun ketiga nantinya akan semakin kecil porsi investasinya, semoga Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) semakin kuat,” katanya.

Dalam cetak biru industri kreatif fashion, pemerintah menegaskan visinya untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat mode dunia pada 2025. Beberapa kementerian yang menandatangani cetak biru ini yakni Kemenperin, Kemendag, Kemenparekraf serta Kemenkop dan UKM.

Melalui cetak biru ini diharapkan komitmen pemerintah dalam pengembangan mode akan mengacu pada kekayaan lokal dan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang mengedepankan strategi branding, inovasi dan kreativitas.

QH.