Indonesia Perlu Tingkatkan Kualitas SDM Hadapi MEA 2015

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach, Top Coach Indonesia, berpendapat bahwa Indonesia perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 agar mampu bersaing.

Pendapat ini ternyata tak disuarakan oleh Top Coach Indonesia saja. Sejumlah pengusaha, pejabat, maupun akademisi turut serta mengumandangkan perlunya kita meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing dan tak ketinggalan dengan SDM dari Negara lain.

Salah satu akademisi yang juga berpendapat sama adalah ekonom Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Edy Suandi Hamid. “Dikutip dari data Bappenas 2013, kesiapan tenaga kerja Indonesia menurut Asian Productivity Organization (APO) menunjukkan dari setiap 1.000 tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 4,3 persen yang terampil, sedangkan Filipina 8,3 persen, Malaysia (32,6), dan Singapura (34,7),” katanya.

Ia mengatakan kesepakatan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) akan mulai diberlakukan pada 2015. Meskipun sudah dekat, persiapan masyarakat Indonesia menghadapi MEA masih minim. “Indonesia layak khawatir mengingat belum adanya tindakan antisipatif atau langkah-langkah yang memadai karena terbatasnya sosialisasi dan pemahaman mengenai MEA di kalangan masyarakat,” katanya.

Top Coach Indonesia juga menemukan fakta yang tak kalah mengerikan. Survei Litbang Kompas pada awal 2014 di 10 kota besar menunjukkan hasil yang mengejutkan. Survey tersebut menemukan, hanya 42,5 persen masyarakat yang pernah mendengar apa itu MEA.

Karena itu, Top Coach Indonesia berpendapat, ada lima elemen inti pasar tunggal dan berbasis produksi yakni pergerakan arus barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja. Melalui kegiatan seminar, pelatihan, maupun edukasi bisnis yang dikembangkan, Top Coach Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus mengingatkan kita semua tentang pentingnya mengembangkan dan memperbaharui wawasan dan pengetahuan kita dalam menjalankan usaha maupun pekerjaan profesional lainnya.

QH.

Related Articles :
Produk Indonesia Harus Berstandard Global
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia

Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis terkemuka di Indonesia, Top Coach Indonesia memandang bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan menghadapi ancaman serius jelas penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Ancaman ini kian nyata jika SDM di bidang TIK ini tak dipersiapkan. Yang terjadi adalah serbuan tenaga kerja asing yang akan mengisi lapangan kerja di Indonesia. Karena itu, Top Coach Indonesia yang secara konsisten menularkan sistemasi bisnis mendorong mendorong lebih banyak lembaga dan institusi di Tanah Air untuk memfasilitasi sertifikasi bagi tenaga kerja khususnya yang bergerak di bidang TIK.

Hal senada diucapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring. Kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media di ibukota, ia mengatakan bahwa SDM yang bergerak di bidang TIK menghadapi ancaman serius menjelang penerapan MEA 2015, jika SDM nasional tak siap

“Sertifikasi menjadi salah satu prasyarat untuk mendongkrak kualitas dan daya saing SDM TIK Indonesia. Oleh karena itu, saya menyambut baik inisiatif sejumlah lembaga pendidikan yang memfasilitasi sertifikasi IT bagi para mahasiswanya,” kata Tifatul.

Menkominfo sendiri rencananya akan memberikan rangkaian kuliah umum di kampus-kampus yang bekerja sama dengan kementeriannya sebagai salah satu upaya untuk membekali calon-calon SDM TIK yang akan terjun di era perdagangan bebas ASEAN.

Menkominfo Tifatul Sembiring rencananya akan memberikan pembekalan dalam Kuliah Umum di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Jakarta Selatan dengan tema “Kesiapan SDM IT Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015“.

Sebagai lembaga business coach terpercaya, Top Coach Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong inovasi di berbagai bidang pembangunan dengan memanfaatkan kemajuan IT. Sebab, Top Coach Indonesia berkeyakinan, daya saing Indonesia di pentas global akan semakin meningkat, jika potensi dan kompetensi kaum muda digembleng dalam bidang IT.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara

MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik

sacsacscsa

Jakarta, 11 September 2014 – Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 memaksa banyak pihak untuk terus bersiap dan berbenah diri. Bahkan, muncul gagasan perlunya sertifikasi bagi sumber daya manusia di sejumlah bidang guna menghadapi MEA pada 2015.

Salah satu bidang yang juga dinilai perlu dilakukan sertifikasi adalah bidang logistik. “Perlu uji kompetensi untuk sumber daya manusia yang bekerja di rantai logistik, terutama pada era MEA 2015,” kata Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Atmajaya Clara Linggaputri Benarto pada seminar nasional tentang Sistem Logistik Nasional di Jakarta.

Menurut Clara, persoalan sumber daya manusia (SDM) menjadi penting, sebab pada pemberlakuan pasar bebas ASEAN, tenaga kerja dari sembilan negara akan bebas masuk ke Indonesia. “Termasuk tenaga kerja bidang logistik, pekerja yang berada di pelabuhan bagaimana kompetensinya, masih dipertanyakan,” ucapnya.

Badan Pengurus Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) ini mengatakan pada pemberlakuan MEA, perusahaan logistik akan menetapkan standar kapasitas tenaga kerja. Dengan kondisi SDM di Indonesia yang belum teruji kompetensinya maka posisi mereka rawan tergeser tenaga kerja asing.

“Belum lagi kendala bahasa, pekerja di pelabuhan-pelabuhan juga harus bisa menguasai bahasa internasional,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah harus segera mempersiapkan SDM logistik dan pendirian bidang studi logistik di beberapa perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis.

Mempersiapkan SDM di kalangan profesional maupun pengusaha pun mutlak diperlukan. Karena itu, Top Coach Indonesia selaku lembaga pelatihan bisnis atau business coaching senantiasa menggelar workshop maupun pelatihan bagi profesional maupun pemilik usaha agar lebih berdaya saing dalam menghadapi MEA 2015.

QH

Related Articles :
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM

Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru

sacsacscsa

Jakarta, 19 Agustus 2014 – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) senantiasa mendorong lahirnya wirausahawan baru yang dapat menciptakan lapangan kerja guna menanggulangi pengangguran. “Kami terus mendorong tumbuhnya wirausahawan-wirausahawan baru. Saudara jangan lagi berpikir akan bekerja menjadi pegawai setelah lulus kuliah tapi termotivasi untuk jadi pengusaha,” kata Menperin MS Hidayat.

Menurut Hidayat, Indonesia membutuhkan jutaan wirausahawan baru untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Keberadaan wirausahawan, lanjutnya, diharapkan menjadi lokomotif penggerak perekonomian yang berperan menanggulangi pengangguran, menghambat urbanisasi, dan mengentaskan kemiskinan.

Pengembangan usaha dan bisnis, menurut Hidayat, masih sangat terbuka karena Indonesia memiliki SDA yang melimpah dan SDM yang banyak. Apalagi, naiknya jumlah kelas menengah di Indonesia hingga mencapai lebih dari 75 juta jiwa berpeluang menjadi target pasar bagi para wirausahawan industri.

“Konsumsi orang-orang kelas menengah bukan hanya untuk barang kebutuhan primer tapi sudah beranjak ke barang kebutuhan sekunder bahkan tersier sehingga membuka peluang pasar tersendiri,” katanya.

Sementara pada pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, perekonomian Indonesia akan bersaing dengan para pelaku pasar di kawasan ASEAN. Kondisi itu, menurut Hidayat, di satu sisi merupakan peluang besar, namun di sisi lain merupakan ancaman yang serius sehingga para pelaku usaha dalam negeri dituntut untuk menghasilkan produk-produk berkualitas yang memiliki daya saing tinggi sehingga dapat diserap pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Kemenperin pun terus mendorong terciptanya wirausahawan-wirausahawan baru, salah satunya melalui program beasiswa tenaga penyuluh lapangan industri kecil dan menengah (TPL-IKM) untuk mencetak SDM berkualitas yang mampu menjadi wirausahawan baru di sektor industri. Hingga kini program itu telah menghasilkan delapan angkatan.

Para TPL-IKM merupakan calon wirausahawan yang dipersiapkan Kemenperin melalui pendidikan selama masa kuliah program D3, pembekalan melalui diklat kewirausahaan maupun pengalaman magang praktek langsung di lapangan selama menjalani masa kontrak dua tahun sebagai penyuluh lapangan di IKM-IKM.

QH.

Related Articles :
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.

One Day Training : HOW TO MAKE TRAINING EVALUATION WITH R.O.T.I

sacsacscsa

Training ini ditujukan bagi mereka yang terlibat dalam pelatihan baik sebagai spesialis pelatihan atau sebagai manajer pelatihan yang bertanggung jawab dengan pelatihan sebagai tugas utama mereka.

Training ini menjelaskan teknik yang bisa digunakan untuk mengevaluasi aktivitas pelatihan. Tujuannya untuk memaparkan berbagai teknik dan menyiapkan saran praktis tentang bagaimana teknik-teknik itu bisa digunakan.

Apakah Pelatihan itu? Kita memerlukan definisi dunia ’pelatihan’ untuk membantu kita berpikir tentang apa yang akan kita evaluasi. Pelatihan mencakup pembelajaran untuk melakukan sesuatu dan jika itu berhasil, maka hasilnya terlihat dalam melakukan sesuatu secara berbeda.

Apakah evaluasi itu? Evaluasi adalah proses penetapan sesuatu yang berguna dan proses mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan tentang aktivitas pelatihan. Untuk berbagai tujuan, evaluasi bisa dibagi kedalam beberapa bagian besar yaitu:Umpan balik, kontrol, intervensi,

Umpan balik alasan paling umum dalam mengevaluasi pelatihan adalah untuk menyiapkan kontrol mutu atas desain dan pelaksanaan pelatihan.

Kontrol alasan kedua untuk mengevaluasi pelatihan berkaitan dengan kebijakan pelatihan dan praktik tujuan organisasi.

Intervensi selalu mempengaruhi pandangan orang yang berkepentingan dengan pelatihan atau dipengaruhi oleh pelatihan.

Jelaslah bahwa kebijakan evaluasi yang komprehensif diperlukan untuk menyiapkan informasi yang perlu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan :

  1. Mengerti tentang teknik-teknik evaluasi dan tata cara penggunaannya
  2. Menerapkan integrasi yang lebih erat antara tujuan pelatihan dan tujuan organisasi
  3. Mendorong untuk kerjasama yang lebih baik antara trainer dan manajer dalam pengembangan staf
  4. Meningkatkan kemampuan dan mutu aktivitas pelatihan
  5. Mampu membangun mindset of success dalam bekerja

 

Materi :

1. Perubahan Dalam Efektivitas

2. Perubahan Dalam Tingkah Laku

3. Perubahan Dalam Pengetahuan

4. Perubahan Dalam Keahlian

5. Perubahan Dalam Sikap

6. Mendesain Aktivitas Pelatihan

7. Evaluasi Selama Pelatihan

8. Berbagai Pendekatan Evaluasi Training level 1 hingga level 5

 

Metode Pelatihan :

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
  5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 25%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 10%

 

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner

 

Fasilitator :

Eko Supriyatno SE, MM.

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini beliau sebagai konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Tabloid Wanita Indonesia.

 

Two Days Public Training : MENYUSUN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD

sacsacscsa

 

  • MENGAPA PERUSAHAAN GAGAL MENGIDENTIFIKASI STRATEGI?
  • MENGAPA STRATEGI TIDAK MEMBUAT PERUSAHAAN PERFORM?
  • BAGAIMANA  MEMBUAT  STRATEGI BISNIS YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN PERUSAHAAN?
  • BAGAIMANA AGAR SETIAP KARYAWAN BEKERJA SESUAI VISI PERUSAHAAN?

 

TEMUKAN SOLUSINYA

DALAM WORKSHOP INI…!

Perubahan lingkungan bisnis seringkali sulit untuk diantisipasi, karena berjalan tidak linier. Sehingga ketidakpastian tersebut justru menjadi kepastian yang sering terjadi. Untuk mengurangi factor turbulensi perlu ada rencana strategi dan ukuran-ukuran kunci atau Key Performance Indicator (KPI) yang dapat memberikan panduan bagi kegiatan di perusahaan. Sayangnya masih banyak perusahaan yang sulit membedakan antara Key Performance Indicator (KPI) dengan Performance Indicator (KPI). Untuk itu perlu disusun perencanaan strategis yang tepat.

Perencenaan strategis memungkinkan perusahaan melakukan pemetaan yang tepat dan terarah sesuai tujuan yang diinginkan. Untuk itu perlu dibuat peta jalan yang jelas agar setiap tahun perusahaan mengetahui langkah yang harus dilakukan.

Perencanaan strategis dapat menggunakan pendekatan tradisional  (tanpa BSC) atau menggunakan BSC. Metode Balancae Score Card (BSC) memungkinkan perusahaan melakukan langah-langkah strategis yang mudah diukur dari berbagai perspektif.

Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan :

Workshop ini didesain untuk memandu para peserta menyusun perencanaan strategis dengan lebih matang dan terarah.

 

Materi :

  1. Analisis lingkungan bisnis
  2. Analisis Portofolio Perusahaan
  3. Menyusun formulasi startegi dengan Tows analysis, GE matric maupun Grand strategy matrix.
  4. Analisis Industri untuk mendapatkan Key success factor (KSF)
  5. Pilihan strategi menggunakn QSPM
  6. Menuangkan target kinerja perusahaan ke level divisi/departemen
  7. Menuangkan target kinerja perusahaan ke level individu
  8. Metode untuk mengidentifikasi KPI dari beragam peran dalam organisasi.

 

Metode Pelatihan :

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 30%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                     – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 5%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta :

Business Owner.


Fasilitator :

Eko Supriyatno SE, MM, Mtb

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen.Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Master Terapi Bisnis Manajemen dan Pembicara workshop di Koran dan Majalah Tempo. Beliau juga menjabat sebagai direktur PT. Terapi Bisnis Indonesia dan  konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Ia adalah mantan direktur LP3I MTC dan Managing Director LP3I entrepreneur Center. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Goal Setting With Smart KPI, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain.

 

KLIEN :

  •   PT. PUSRI
  •   CIMB NIAGA
  •   CU Pancur Kasih ( Kalimantan )
  •   CUKK ( Kalimantan )
  •   PERTAMINA
  •   CAPITAL RISK MANAGEMENT ( Malaysia )
  •   Universitas IPB
  •   PT. Trans Poer Marino
  •   PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia, dll

Two Days Training : KIAT MENYUSUN SOP MENGGUNAKAN KPI

sacsacscsa

 

 

 

  • MENGAPA PERUSAHAAN GAGAL MENERAPKAN SOP ?
  • MENGAPA KPI TIDAK MENJADI BAGIAN PENTING DALAM SOP ?
  • BAGAIMANA SOP DAPAT MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN ?

 

TEMUKAN SOLUSINYA

DALAM WORKSHOP INI YANG SUDAH DI IKUTI LEBIH 1000-AN PESERTA DARI BERBAGAI PERUSAHAAN/ORGANISASI DI INDONESIA BAIK SWASTA ATAU PEMERINTAHAN MAUPUN LSM…!

Seringkali perusahaan mengalami kesulitan ketika cakupan skala usahanya

semakin membesar. Kondisi demikian menuntut prosedur yang standar agar setiap karyawan memiliki tugas yang terstandar dan tidak saling lempar tanggung jawab yang membuat organisasi berjalan lambat.

Menyusun pedoman prosedur operasional standar ( SOP ) yang efektif pada dasarnya menunjukan bahwa organisasi mempunyai kemauan memperbaiki langkah-langkah kegiatan serta pengambilan keputusan dan memperbaruinya sesuai dengan tuntutan perubahan yang dialami.

Pedoman atau manual SOP adalah salah satu modal paling penting bagi organisasi untuk mengendalikan seluruh keputusan dan kegiatan yang dilakukannya dalam koridor yang sistematis dan efektif. Semakin besar organisasi, semakin besar pula tuntutan untuk mempunyai perangkat kontrol yang memadai. Aspek operasi harus sama baik dengan aspek administrasi. Sisi pendapatan harus juga sama baiknya dengan pengendalian biaya.  Semua itu hanya bisa terwujud apabila organisasi memiliki panduan yang jelas tentang pengambilan keputusan dan kegiatannya.

Pelatihan penyusunan SOP ini disajikan untuk memenuhi kebutuhan organisasi tentang penyusunan prosedur operasional standar yang benar. Banyak organisasi yang mengabaikan ini karena dipandang tidak terlalu penting. Tetapi, sejarah bisnis telah membuktikan bahwa organisasi yang mampu bertahan dan terus berkembang adalah yang memiliki pedoman yang jelas dan dipahami secara jelas dan standar oleh anggotanya.

Pelatihan ini memberikan prinsip-prinsip penyusunan SOP yang efektif yang tidak hanya memuat hal-hal teknis penyusunan , tetapi juga mencakup latar belakang dan arti penting penyusunan SOP dan juga hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penyusunan SOP yang efektif. Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan :

  • Mengerti latar belakang dan arti pentingnya penyusunan SOP
  • Memahami prinsip, metode dan teknik penyusunan SOP
  • Memberikan pedoman dalam pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan kinerja dan wawasan perusahaan.

 

Materi :

  1. Organisasi dalam Konteks Pemahaman Sistem
  2. Job Analisys
  3. Manfaat Job Analisys
  4. Tujuan Job Analisys
  5. Job Description
  6. Langkah – langkah menulis Job Description
  7. Key Performance Indicator
  8. Mengapa perlu ada sistem di dalam organisasi?
  9.  Mengapa perlu ada Standard Operating Procedures?
  10.  Unsur-unsur Standard Operating Procedures
  11. Manfaat Teknis Standard Operating Procedures
  12. Kontrol Intern dan Standard Operating Procedures
  13. Hambatan-hambatan Penyusunan Standard Operating Procedures
  14. Metode dan Teknik Penyusunan Standard Operating Procedures
  15. How to write Standard Operating Procedures easily

 

Metode Pelatihan :

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 30%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                     – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 5%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta :

Business Owner.

 

Fasilitator :

Eko Supriyatno SE, MM, Mtb

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen.Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Master Terapi Bisnis Manajemen dan Pembicara workshop di Koran dan Majalah Tempo. Beliau juga menjabat sebagai direktur PT. Terapi Bisnis Indonesia dan  konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Ia adalah mantan direktur LP3I MTC dan Managing Director LP3I entrepreneur Center. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Smart KPI, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain

Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Metode & Teknik       Penyusunan SOP, Kiat Menyusun SOP Menggunakan KPI, Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain.

 

Our Clients :

  1. BTN Pusat
  2. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)
  3. BANK INDONESIA
  4. PT. JUANG JAYA LAMPUNG
  5. Kartika Airline
  6. PTPN V Pekan Baru
  7. FIF Astra Finance
  8. Yayasan Perguruan Al IZHAR
  9. Telkom
  10. PG Rajawali Surabaya ( BUMN )
  11. PT. VICO INDONESIA
  12. Dinas Pelayanan PAJAK
  13. LKPP
  14. PERUM Percetakan Negara
  15. PT. KRISTAMEDIKA
  16. Angkasa Pura
  17. Badan pemeriksa Keuangan (BPK)
  18. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo
  19. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  20. PT. Pos Indonesia
  21. Rumah Makan Ampera
  22. Yayasan Pendidikan Aulia
  23. Komisi Ombudsman
  24. Bank Riau
  25. Bank Indonesia
  26. Bank BNI 46
  27. Departemen Keuangan
  28. Pikiran Rakyat
  29. Tempo
  30. Honda Prospek Motor
  31. TVRI
  32. RRI
  33. Pasca Sarjana UI
  34. CMNP
  35. Sinar Mas Tbk
  36. BPPT Prov Sumatera Utara, Dll

Two Days Workshop : MANAGEMENT SKILL FOR NEW MANAGERS

sacsacscsa

Peran manajer saat ini lebih menantang daripada masa lalu karena adanya berbagai tantangan yang terjadi di dunia saat ini.

Perubahan bersifat lebih kompleks, lebih sering terjadi, dan lebih cepat dari yang pernah terjadi sebelumnya.

Perubahan akan terus menerus terjadi dengan cepat di dunia bisnis saat ini dan pada kenyataannya, kemungkinan besar tempat kerja tidak akan pernah lagi menjadi “stabil” seperti definisi dunia tradisional

Mengapa perusahaan mengubah struktur oragnisasi?

Apakah yang terjadi di dunia bisnis sehingga menyebabkan berbagai perubahan yang kita lihat?

Apakah tren yang memengaruhi peran dan tanggung jawab manajer saat ini?

Training ini dibuat untuk membantu anda memiliki kemampuan dan keahlian dalam berinteraksi terhadap bawahan dan pekerjaan anda.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Menjelaskan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan dan makna perubahan dalam dunia bisnis serta dampaknya bagi strategi perusahaan. Menjadi manajer baru atau setingkat manajer (asisten manajer) adalah peluang baru untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Kemampuan manajemen menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar lagi. Pelatihan ini akan memberikan kunci mendasar agar manajer dapat memberikan berbagai kemampuan terbaiknya dalam mengelola dan mengembangkan SDM perusahaan.

 

Materi

  1. Visi dan Misi
  2. Peran Kekinian Manajer
  3. Apa Yang terjadi di Dunia Kerja Kita
  4. Efektif dan Efisien
  5. KPI dan Implementasinya
  6. Peran Manajer yang Efektif
  7. Effective Management
  8. Management Skills & Abilities
  9. Effective Communication
  10. Komponen Komunikasi yang Efektif.
  11. Metode Komunikasi
  12. Effective Meeting
  13. Rapat yang Baik dan Buruk
  14. Motivational Skils
  15. How to Develop Staff
  16. Effective Time Management

 

Metode Pelatihan

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
  5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 25%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                         – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 10%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner.

 

Fasilitator

Eko Supriyatno SE, MM.

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini beliau sebagai konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Tabloid Wanita Indonesia.

2 Days Public Training : KPI With BALANCED SCORECARD

sacsacscsa
  • MENGAPA PERUSAHAAN GAGAL MENGIDENTIFIKASI KPI?
  • MENGAPA KPI TIDAK MEMBUAT PERUSAHAAN PERFORM?
  • MENGAPA PERUSAHAAN KESULITAN MEMBEDAKAN KRA, KRI, PI DAN KPI?

 

TEMUKAN SOLUSINYA

DALAM WORKSHOP INI…!

Perubahan lingkungan bisnis seringkali sulit untuk diantisipasi, karena berjalan tidak linier. Sehingga ketidakpastias tersebut justru menjadi kepastian yang sering terjadi. Untuk mengurangi factor turbulensi perlu ada ukuran-ukuran kunci atau Key Performance Indicator (KPI) yang dapat memberkan panduan bagi kegiatan di perusahaan.

Key Performance Indicator (KPI) sebagai unsur yang sangat terpenting dalam sistem manajemen kinerja merupakan jantung dalam siklus performance management, berupa Performance Planning, Performance Coaching & Performance Appraisal. Seorang karyawan akan konsentrasi dalam bekerja bila mengetahui dengan jelas KPI-nya.

Dengan KPI pula seseorang dapat mengetahui area di mana ia harus bekerja dan menghasilkan output sesuai dengan target yang telah disepakati. KPI juga merupakan alat komunikasi atasan dengan bawahan berlangsung serta alat komunikasi keinginan perusahaan ke semua lini organisasi.

KPI seharusnya bukan hanya mencerminkan target yang harus dicapai. KPI juga sebaiknya secara eksplisit menyatakan kemampuan proses yang harus dicapai, sehingga target perusahaan juga tercapai. Melalui pendekatan proses maka keterkaitan antar divisi atau departemen menjadi suatu jawaban mutlak keberhasilan berbagai metode sistem manajemen kinerja.

Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

 Workshop ini didesain untuk memandu para peserta mengidentifikasi key performance indicators secara optimal, berdasar job des dan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Didalamnya juga akan diuraikan mengenai cara mengukur dan memonitor pencapaian KPI serta target kinerja yang telah ditetapkan.

 

Materi

  1. Analisis lingkungan bisnis
  2. Analisis Portofolio Perusahaan
  3. Menjembatani target organisasi dengan target individu
  4. Menuangkan target kinerja perusahaan ke level divisi/departemen.
  5. Metode untuk mengidentifikasi KPI dari beragam peran dalam organisasi.
  6. Merancang dan menetapkan Individual Performance Scorecard berlandaskan pada perusahaan dan departemen scorecard
  7. Merancang strategi mapping dan sasaran kinerja perusahaan dengan pendekatan balanced scorecard.
  8. Menggunakan pendekatan integrasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan : corporate, departemen and individual scorecard

 

Metode Pelatihan

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 30%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                         – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 5%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner.

 

Fasilitator 

Eko Supriyatno SE, MM

      Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen.Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Master Terapi Bisnis Manajemen dan Pembicara workshop di Koran dan Majalah Tempo. Beliau juga menjabat sebagai direktur PT. Terapi Bisnis Indonesia dan  konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Ia adalah mantan direktur LP3I MTC dan Managing Director LP3I entrepreneur Center. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Goal Setting With Smart KPI, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain

Two Days Public Training : Cara Mudah Menyusun Job Analysis

sacsacscsa

Mendapatkan SDM atau karyawan yang handal dan jumlah yang tepat tidak mudah. Analisis jabatan merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan tenaga kerja yang handal dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam pelatihan ini juga akan dibahas mengenai analisis beban kerja, persyaratan jabatan sampai dengan evaluasi jabatan.

Melalui pelatihan ini akan membantu mengatasi masalah kesulitan dalam menyusun analisa pekerjaan atau jabatan. Pelatihan ini menjelaskan secara praktis bagaimana sebaiknya membuat suatu uraian jabatan sehingga berbagai informasi penting yang ada di dalamnya mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk keperluan perusahaan khususnya departemen SDM. Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini.

 

Tujuan Pelatihan :

  • Mengerti konsep dasar mengenai job analysis
  • Memahami bagaimana mendapatkan SDM yang handal
  • Memahami berbagai kegunaan analisis jabatan secara praktis
  • Mampu menguraikan langkah-langkah menulis analisa jabatan
  • Mampu mengimplementasikan langkah-langkah menulis analisis jabatan
  • Mampu mengatasi hambatan pada saat penulisan amalisis jabatan
  • Dapat dipraktekkan oleh perusahaan khususnya bagi departemen SDM sesuai  kondisi perusahaan
  • Mampu membuat analisa jabatan yang benar

 

Pokok bahasan :

  • Vision & Mission
  • Job analysis backround
  • Policy of Job analysis
  • The principles of Job analysis
  • Usefull of Job analysis
  • Procedure of Job analysis
  • Job analysis : HR tool
  • Fields of job information
  • Job Description
  • Job requirement
  • Workload analysis
  • Job evaluation
  • Job Classification
  • Pemecahan Masalah studi kasus Job analysis

 

Metode Pelatihan :

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 30%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 5%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Fasilitator :

Eko Supriyatno SE, MM, Mtb

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen.Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Master Terapi Bisnis Manajemen dan Pembicara workshop di Koran dan Majalah Tempo. Beliau juga menjabat sebagai direktur PT. Terapi Bisnis Indonesia dan  konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Ia adalah mantan direktur LP3I MTC dan Managing Director LP3I entrepreneur Center. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Goal Setting With Smart KPI, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain.