5 Alasan Mengapa Mendemo Perusahaan Merugikan Karyawan

sacsacscsa

Mendemo perusahaan saat ini seolah menjadi tradisi lama yang terus menerus dilakukan. Terutama pada saat peringatan moment tertentu seperti hari buruh nasional atau saat adanya kebijakan baru yang dirasa merugikan karyawan sendiri. Mereka masih beranggapan bahwa demonstrasi bisa mengubah keadaan, bahkan jika permintaannya tidak dipenuhi bisa melakukan mogok kerja.

Pada dasarnya permasalahan pada buruh atau karyawan muncul karena adanya kebijakan tidak dibicarakan dengan baik. Sehingga meraka menganggap dirinya diperlakukan semena-mena. Alhasil jalan terakhir yang banyak ditempuh adalah demonstrasi bahkan hingga kerusuhan yang merusak fasilitas perusahaan.

Sebelum melakukan demonstasi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu 5 alasan mengapa mendemo perusahaan justru merugikan karyawan.

  1. Operasional Perusahaan Menjadi Berantakan

Demontrasi yang dilakukan oleh karyawan yang dilakukan secara bersama-sama tentu membuat operasional perusahaan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Alhasil pekerjaan pun menjadi molor dan tidak selesai target. Kemungkinan besar menjadi beban karyawan dengan adanya lembur atau tambahan jam kerja di akhir bulan.

  1. Penurunan Atau Pemotongan Gaji

Salah satu momok yang mungkin terjadi ketika demonstrasi dilakukan, terutama jika berlarut larut adalah pemotongan gaji. Bisa saja ketika perusahaan sedang tidak sehat, kemudian karyawan melakukan demonstrasi otomatis produktifitas akan menurun dan perusahaan akan melakukan penghematan salah satunya dengan memotong gaji.

Motif lain juga benar terjadi di beberapa kota industri dan bisnis seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya yang memberikan ancaman kepada karyawan yang melakukan demonstrasi di jam kerja. Pemotongan gaji menjadi salah satu alternatif agar tidak semua karyawan keluar perusahaan di jam kerja. Meski ada pula perusahaan yang mengijinkan demonstrasi asalkan dilakukan dengan cara baik.

  1. Sanksi Ganti Rugi Material

Demonstrasi yang dilakukan secara ekstream, seperti pembakaran bahan baku perusahaan, merusak fasilitas dan aset perusahaan tentu bisa berujung merugikan. Karyawan bisa mengalami sanksi ganti rugi material karena dianggap sudah berlebihan saat demonstrasi.

Kasus seperti ini terjadi pada April 2015 dimana PT Sukanda Djaya Cimahi menggugat 76 karyawannya yang melakukan demonstrasi ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Mereka harus membayar ganti rugi sebesar Rp 1,9 Miliar karena melakukan demonstrasi terus menerus meski telah diberikan perbaikan gaji dan upah lembur serta hak cuti dari perusahaan. Kasus pada perusahaan distributor es ini menjadi salah satu cerminan bahwa aspirasi yang disampaikan berlebihan bisa berujung petaka.

  1. Berakhir PHK

Pemutusan Hak Kerja atau PHK bagi karyawan bisa jadi hal yang paling ditakutkan. Karena setelah itu mereka akan menganggur dan tidak memiliki penghasilan. PHK bisa saja dilakukan jika karyawan melakukan demonstrasi dengan mogok kerja selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

Akibat dari mogok kerja ini mengakibatkan operasional perusahaan melemah dan anggaran biaya juga akan terpotong. Salah satu sanksinya yaitu dengan melakukan perampingan karyawan atau pemecatan sebagian karyawan agar operasional perusahaan tetap berjalan.

  1. Perusahaan gulung tikar

Demonstrasi yang dilakukan secara berlebihan bisa menggaggu keamanan iklim bisnis di Indonesia. Secara global tentu sangat berpengaruh pada kepercayaan investor asing untuk menjalankan perusahaannya di Indonesia.

Seperti contoh sederhana yang terjadi pada PT Bata Tbk dan Samsung Elektronik Indonesia dan 8 perusahaan lainnya yang terpaksa Tutup di akhir tahun 2012 karena demo Buruh. Beberapa perusahaan lokal dan asing tidak bisa bertahan karena harus mengatasi buruh yang terus meminta kenaikan gaji dan kesejahteraan. Sementara tidak sebanding dengan peningkatan produktivitas.

Permasalahan yang paling sering dilakukan demonstrasi berupa upah yang tidak memuaskan, hak cuti yang tidak diberikan, tunjangan lembur, kenaikan jabatan, keadilan serta hak karyawan untuk mendapat pelatihan dan pendidikan dari perusahaan. Namun sebenarnya semua itu sudah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan yang memastikan kesejahteraan mereka dijamin oleh perusahaan dan diawasi oleh negara.

Demonstrasi bukan satu-satunya cara untuk mengungkapkan aspirasi, masih banyak cara halus yang sebaiknya dilakukan agar kedua belah pihak saling merasa diuntungkan. Karyawan dan manajemen perusahaan pasti memiliki hak dan kewajiban yang sama-sama harus dipenuhi. Semoga iklim bisnis di Indonesia semakin membaik dari support semua pihak.

Training How to become a world class company with BPR Citra Manado

sacsacscsa

Dari Training How to become a world class company ini saya mendapatkan bagaimana cara meningkatkan marketing perbankan yang lebih efektif baik dalam waktu maupun cost, sekaligus juga dalam meningkatkan produktivitas kinerja team. – Ferdinand Michael M. –

Setelah ikut Training How to become a world class company kita bisa tau cara – cara berbisnis dan menjalankan tugas dikantor secara lebih efisien. – Reff S.A Wenas –

Training How to become a world class company ini bagus untuk menambah motivasi dan wawasan dalam cara pelayanan kredit dan penagihan kredit. – Sunardi Damo P. –

Banyak manfaat yang saya dapatkan dari Training How to become a world class company, seperti mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana meningkatkan kinerja, mengetahui masalah apa yang terjadi dalam diri kita dan terutama pengetahuan mengenai business BLUEPRINT. – Kevin Brian R. –

Training How to become a world class company memberikan manfaat dan ilmu, agar kita bisa menjadi yang lebih baik dengan cara merubah proses dalam diri kita dan didalam dunia pekerjaan agar tujuan yang kita inginkan bisa tercapai. – Christian Lundungan –

Dalam Training How to become a world class company ini saya dapat menambah wawasan, merubah pola pikir, cara kerja yang lebih baik dan belajar bagaimana menjadi pemimpin / leader yang tegas. – Hamdani Iman –

Training How to become a world class company ini memberikan pembelajaran bagaimana melatih menjadi leadership yang baik dan cara kerja lebih efisien. – Deyri R. Mawuntu –

Beberapa hal yang saya pelajari dari Training How to become a world class company  dan itu semua bermanfaat, seperti bagaimana cara meningkatkan efisiensi kerja, bagaimana mengatur coleration yang efektif, bagaimana menekan biaya yang efisien dan bagaimana meningkatkan laba. – Hajidah –

Setelah ikut Training How to become a world class company ini saya jadi mengerti bahwa bisnis sistem bila dibentuk dengan baik & benar akan membawa hasil yang baik & sebaliknya bila sistem tidak benar, maka hasilnya tidak akan optimal. – Jenny P –

Dari Training How to become a world class company ini saya jadi mengetahui bagaimana sistem yang baik / berkembang untuk perusahaan dan cara mendapatkan BE yang baik & positif untuk perusahaan. – Fauzan Akbar P –

Evaluasi diri / pengembangan diri lebih ke depan ini manfaat yang saya dapatkan dari mengikuti Training How to become a world class company. – Susi Hingsi R.M –

Manfaat terbesar yang saya dapatkan dari Training How to become a world class company ini harus menjadi panutan bagi karyawan lain, harus memiliki nilai tambah bagi diri sendiri dan juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan, selain itu harus ada standarisasi agar kerja lebih efisien. – Tony Sofyan P. –

Dengan ikut Training How to become a world class company ini saya dapat meningkatkan lagi disiplin serta dapat mengatur cara kerja bagi sifat (kolektor) dalam hal penagihan, dan juga meningkatkan semangat dalam bekerja. – Jemi Bokko –

Manfaat ikut Training How to become a world class company ini saya jadi lebih mengerti  akan betapa pentingnya mengenai standarisasi kerja, efisiensi waktu, kualitas proses analisa, sistem yang baik dan teamwork yang solid. – Frida Wangkapi –

Training How to become a world class company memberikan manfaat bagaimana cara memaksimalkan waktu yang ada supaya tidak terbuang sia – sia, selain itu saya jadi mengerti akan pentingnya membuat blueprint, terus juga harus berubah mengikuti perrkembangan yang ada. – Yanny H Chandra –

Training How to become a world class company membuat saya berpikir harus dapat berubah agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor, harus segera berbenah diri. Saya sangat termotivasi dengan materi karena banyak hal – hal yang dirubah agar apa yang menjadi planning dapat tercapai dan pentingnya efisiensi waktu dengan baik. – Victor Y. Towolin –

Training How to become a world class company ini memberikan masukkan untuk menjadi leader yang baik, mengenai standarisasi sistem dan bagaimana bekerja secara efektif & efisien. – Sally Karlina S. –

Dari Training How to become a world class company saya jadi dapat mengetahui bisnis, cara bekerja yang efektif & betapa pentingnya standarisasi. – Previn –

Ikut Training How to become a world class company ini saya jadi lebih mengerti cara kepemimpinan yang baik. – Cecilia E Bojon –

Saya mendapat pengetahuan tentang cara kepemimpinan yang baik dari Training How to become a world class company. – Ria Mawa –

Manfaat Training How to become a world class company ini saya dapat merubah mindset berpikir untuk mengambil keputusan yang tepat. – Robby –

Ikut Training How to become a world class company jadi Pengetahuan bertambah, dapat meningkatkan kualitas, dapat berkompetisi dan juga dapat menjadi pegawai yang handal. – Yudy junus –

Training How to become a world class company ini menyadarkan bahwa perkembangan (modernisasi) sangat perlu perubahan dan tanpa perubahan usaha akan drop. – Drs. Jules J. Marthinus –

Setelah ikut Training How to become a world class company ini saya jadi mengetahui kekuatan & kelemahan sistem dan proses kreatif didalam perusahaan. – Donnal –

Training How to become a world class company ini membuka paradigma baru, dan mengajarkan pentingnya blueprint. – Robby R Makalus –

Training How to become a world class company ini memberikan manfaat seperti menambah pengetahuan dibidang kredit, menambah motivasi kerja dan menjadi terbaik & mampu meningkatkan omset perusahaan. – Ronald H Lomban –

Dari Training How to become a world class company saya mendapat ilmu baru tentang menanggani bisnis dan mendapat ilmu paling penting yakni BE x DO = Have. – Israel –

Saya mendapat pengetahuan yang baru – baru dari Training How to become a world class company.  Dan saya bisa menjadi karakter yang lebih bagus, disiplin dalam pekerjaan. – Michael Manoppo –

Saya lebih menambah pengetahuan khususnya penataan proses kredit agar lebih efisien dalam penggunaan waktu, semua ini saya pelajari dalam Training How to become a world class company. – Octosan Towoliu –

Saya mendapatkan motivasi untuk bekerja lebih baik. Training How to become a world class company ini memberikan banyak pengetahuan dalam pekerjaan untuk kedepannya, bagaimana menjadi seorang bisnis yang baik. – Syane –

Tingkatkan Fokus Rapat dengan Topless Meeting

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Apakah Anda pernah mendengar tentang istilah “Topless Meeting“. Anda mungkin pertama kali mendengarnya. Rasa penasaran maksud dari Topless Meeting itu mungkin muncul dalam benak Anda.

Topless Meeting dapat Anda bayangkan seperti sebuah pertemuan atau rapat yang di dalamnya tanpa laptop atau gawai lain yang digunakan para peserta. Pada saat topless meeting juga dilarang menggunakannya apalagi sampai mengganggu konsentrasi. Lingkungan pertemuan tanpa gangguan ini akan meningkatkan fokus dan  tentu menghasilkan diskusi yang lebih intens. Ya, itu adalah tujuan dari topless meeting.

Sebuah rapat tentunya mengharapkan keluaran yang baik. Hasil rapat akan memecahkan masalah yang sedang dibicarakan, bukankah begitu? Apakah Anda sebagai pemimpin rapat mengharapkan hal yang sama?

Saya rasa untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin adalah keinginan semua orang. Bukan hanya Anda tetapi juga saya pastinya. Sebaiknya Anda juga menerapkan teknik ini dalam rapat Anda.

Topless meeting adalah teknik utama yang dapat Anda coba terapkan. Hasil yang Anda dapatkan siapa yang mampu menebaknya. Lebih baik terlambat mengetahui teknik ini daripada Anda mengetahuinya tapi tidak melakukannya. Mungkin akan ada banyak pertanyaan yang muncul dari Anda mengenai teknik topless meeting ini.

Siapa sih yang pertama kali memperkenalkan istilah ini? Pasti rasa penasaran itu selalu muncul. Anda yang bergerak dalam dunia bisnis harus mengetahuinya. Apalagi jika Anda mengetahui tentang manfaatnya. Bisnis Anda akan berjalan dengan baik tentunya.

Demi menjawab rasa penasaran Anda, kali ini akan saya bagikan kepada Anda. Sebuah perusahan teknologi yang melahirkan computer pribadi dan ponsel cerdas inilah yang membuat populer istilah Topless meeting. Mereka pertama kali membawa istilah tersebut pada saat melakukan sebuah pertemuan bisnis.

Melihat fungsi dari Topless meeting, teknik ini tidak hanya bisa Anda terapkan di dunia bisnis. Muncul sebuah pertanyaan tentunya, apa saja yang dapat diterapkan oleh Topless meeting ini? Ingat, kembali fungsinya!

Topless meeting memang memberikan suasana kondusif yang dapat meningkatkan kerja karyawan atau pegawai Anda. Anda tentu tahu jika kinerja karyawan meningkat produktifitasnya akan meningkat pula. Tentunya, hal tersebut akan berdampak baik pada bisnis Anda.

Selain dalam dunia bisnis, topless meeting dapat diterapkan dalam ruang kelas. Ruang kelas yang akan tergambar dengan suasana yang tertib. Dimana ruang kelas akan membuat larangan penggunaan laptop untuk mencatat, yang bisa menjadi pengganggu fokus peserta rapat.

Pertemuan sejenis ini yang akan membantu bisnis Anda. Tingkat efektivitas yang dihasilkan pada saat rapat berlangsung menjadi semakin lebih tinggi. Apalagi jika Anda membandingkannya dengan rapat tanpa menggunakan sistem topless meeting dimana saat rapat, para peserta menggunakan gawai di dalamnya

Selamat mencoba dan salam sukses!

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Tips Usaha Sukses yang Mudah dan Sederhana
– Rahasia Mengatasi Kecemasan Ala Pembisnis Handal
– Peluang Usaha Kuliner yang Menjanjikan
– Kewajiban Berpikir Kritis dalam Berbisnis
– Cara Bisnis Online Shop : Langkah-langkah dan Tips

Salam Pencerahan,
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Cara Merekrut Karyawan Terbaik dalam Bisnis

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Memulai sebuah bisnis merupakan bukan sebuah perkara yang mudah. Suatu bisnis tentu memerlukan karyawan untuk membantu Anda menjalankan bisnis. Proses memilih karyawan pun bukan perkara yang mudah demi keberhasilan bisnis Anda. Jika Anda salah dalam memilih karyawan akan berdampak pada bisnis Anda.

Ada dua kategori yang menyebabkan Anda salah merekrut karyawan. Anda hanya memilih karyawan dengan tujuan untuk berhemat, atau karena ketidakpahaman Anda dalam mencari karyawan yang tepat. Jangan merasa puas dengan calon karyawan Anda, carilah karyawan yang tepat dalam proses rekrutmen. Jangan sampai Anda salah dalam melakukan proses rekrutmen. Anda bisa saja berhemat sekarang, namun kerugian akan Anda alami dimasa depan.

Di dalam workshop yang kita namakan Business Mastery Workshop saya menjelaskan detail bahwa salah merekrut karyawan menjadi salah satu virus mematikan dalam bisnis. Bisa Anda bayangkan saja, betapa hancurnya sebuah bisnis tanpa sumber daya manusia yang baik. Saya sangat menyarankan Anda untuk memilih karyawan terbaik pada posisi yang tepat. Hal ini akan mendukung tercapainya keberhasilan bisnis Anda dengan cepat.

Biaya yang Anda keluarkan karena proses rekrutmen yang salah akan mengakibatkan 15 kali lebih besar daripada mempertahankan karyawan yang tepat. Anda tentu bisa membayangkan bila memiliki karyawan yang selalu membuat kesalahan dan justru membuat bisnis berantakan. Karyawan merupakan bagian dari bisnis Anda. Karyawan yang akan membantu Anda dalam menggerakan dan membela bisnis Anda. Buatlah mereka loyal pada bisnis Anda dan berikanlah yang terbaik bagi kebutuhan mereka.

Lalu Coach, kalau saya memberikan pengetahuan kepada karyawan, saat sudah mahir justru lari ke pesaing atau competitor. Berikut saya jelaskan lebih baik apa yang akan Anda pilih. Pilihan yang tepat dengan menjaga seorang karyawan yang pintar dan produktif daripada memasukan 10 karyawan tanpa produktivitas.

Pilihlah karyawan yang berkompeten tidak hanya dari segi kemampuannya, tetapi juga pada loyalitas yang dimiliki. Kemudian berikan pembelajaran kepada karyawan Anda, sehingga kualitasnya bertambah. Kualitas yang baik, hasil yang diperoleh pun baik.

Perlunya proses rekrutmen yang baik dikarenakan karyawan pun termasuk profit yang Anda miliki. Pada kenyataannya, karyawan yang handal dapat menggunakan 20% kemampuan untuk  menyelesaikan 80% masalah. Bisa Anda bayangkan seberapa besar profit yang akan didapatkan bila memiliki kriteria karyawan tersebut. 80% aktifitas terjadi akibat ketidaktahuan seseorang. Terkadang seseorang berbuat tanpa mengetahui pengetahuan sebelumnya dengan hasilnya tidak baik.

Lain kali secara rinci kita bahas cara merekrut karyawan yang tepat. Setidaknya, Anda mendapat referensi tambahan dalam membangun bisnis seperti Richard Branson dalam memilih tim inti bisnisnya.

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Dampak Keberadaan Blueprint dalam Berbisnis
– Budaya Bisnis Profitable
– Memulai Bisnis dari Nol Belum Tentu Baik
– Sebagai Pembisnis Hindari Fokus hanya Satu Bidang
– Persaingan Harga Membuat Bisnis Anda Buruk

Salam Pencerahan.
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur