Berbisnis di Usia Pensiun, Mengapa Tidak?

sacsacscsa

Masyarakat tanah air sering berpikir bahwa masa pensiun adalah masa dimana Anda bisa mulai menenangkan diri dari ritme kehidupan yang sangat cepat, apalagi jika Anda adalah pensiunan PNS yang memiliki penghasilan tetap dan ditanggung oleh negara. Namun, seorang pria dari Kulonprogo Yogyakarta justru berpikiran berbeda. Subandi, pria 63 tahun yang tercatat pensiunan Badan Pengelola Keuangan Daerah dari Kabupaten Kulonprogo ini justru menggeluti usaha budidaya Jamur di masa pensiunnya dan meraup kesuksesan besar.

Awal mula Subandi memulai usaha budidaya jamurnya adalah saat ia tertarik dengan tugas kuliah dari anaknya, Handoko tentang kewirausahaan. Melihat adanya prospek besar dari tanaman jamur, pada tahun 2008, Ia pun memulai bisnis yang Ia namai Julira. Jamur yang ia produksi bervariasi dari jamur kuping, jamur lingsi, hingga jamur tiram dan berbagai pesanan khusus para pelanggan. Namun, Julira justru mendapatkan keuntungan besar dari penjualan media tanam jamur yang disebut sebagai baglog.

Setiap bulannya, Julira dapat memproduksi 9000 baglog jamur dengan harga bervariasi untuk tiap jenis jamur, yakni Rp 2.000 untuk jamur tiram, Rp 2.100 untuk jamur kuping, dan Rp 2.5000 untuk jamur lingzhi yang dikenal berkhasiat untuk obat-obatan. Keuntungan bersih yang diterima Subandi dari budidaya jamur Julira dapat mencapai Rp 4,5 juta per bulannya. Dengan ketekunan yang ia miliki, Subandi pun justru semakin sukses di usia pensiunnya.

Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Tak hanya menularkan sistem bisnis baru para para pengusaha atau pemilik bisnis, lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka Indonesia, Top Coach Indonesia juga membukakan mata dan telinga para calon wirausahawan mengenai peluang wirausaha baru yang bakal booming dan prospektif di masa mendatang.

Hal ini sejalan dengan misi Top Coach Indonesia yang ingin mencetak sejuta miliarder baru di bidang kewirausahaan. Top Coach Indonesia senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar dan menggeluti bisnis.

Program yang digalakkan Top Coach Indonesia juga digalakkan Kementerian Perdagangan RI yang membuka peluang wirausaha bagi para tenaga kerja Indonesia setelah masa kontrak kerjanya habis.

“Wirausaha itu jauh lebih banyak penghasilannya ketimbang jadi PNS. Jangan lagi setelah pulang ke Indonesia, uangnya habis sehingga tidak punya apa-apa. Kalau mau buka usaha, telepon kami. Kami fasilitasi usaha bapak/ibu,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media massa nasional.

Top Coach Indonesia tentu juga berharap mereka tak selamanya menjadi pekerja di luar negeri. Baik pemerintah juga berharap agar nanti kalau sudah pulang ke Tanah Air, para TKI bisa menjadi kebanggaan pemerintah dan keluarga.

Srie Agustina melihat potensi para TKI untuk membuka usaha sangat besar. Banyak contoh bekas TKI yang kini berhasil menjadi pebisnis. “Lapangan kerja di Indonesia memang sangat terbatas. Maka satu-satunya cara bagi mereka adalah membuka usaha. Kami ingin ada wirausahawan baru dari mantan TKI Taiwan,” ujarnya.

Saat ini jumlah pewaralaba yang terdaftar di Kemendag mencapai 283 perusahaan dengan 23 ribu gerai di Indonesia. Dari jumlah itu, 85 persen di antaranya merupakan pewaralaba domestik. Sebagian pewaralaba tersebut sudah membuka gerai di sejumlah negara.

Untuk memuluskan rencana bisnis mereka, Top Coach Indonesia berkomitmen untuk membantu para pengusaha muda dengan memberikan edukasi bisnis menyeluruh terkiat dengan tips peluang usaha, masalah permodalan, hingga program kemitraan yang bisa diajak kerja sama.

QH.

Related Articles :
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN