Hentikan Impor Beras!

sacsacscsa

Jakarta, 29 Januari 2014 – “Kita semua harusnya malu menjadi negara agraris tetapi selama ini masih saja mengimpor beras dari Thailand,” kata Menneg BUMN Dahlan Iskan.
Tak sekadar wacana, Dahlan menggerakkan “gerbong” perusahaan pupuk di bawah Kementerian BUMN. Dahlan juga terus mendorong optimalisasi peran Perum Bulog.
Pada tahun awal kepempinannya di Kementrian BUMN tahun 2012, Dahlan mengklaim telah berhasil melecut Bulog untuk penyediaan beras nasional hingga mendekati angka 2,1 juta ton per tahun atau sedikit di bawah target swasembada beras.
Namun pada tahun berikutnya (2013), Dahlan menyebut swasembada beras berhasil dicapai berkat kemampuan Bulog dalam melakukan pengadaan ketersediaan beras hingga 2,5 juta ton lebih per tahun.
Kementerian BUMN mewajibkan Perum Bulog melakukan pengadaan beras secara besar-besaran dengan menyerap semaksimal mungkin hasil produksi petani lokal, termasuk pada tahun 2014 ini maupun di tahun-tahun selanjutnya.
“Kami berharap tahun ini prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu ditingkatkan. Biar pemerintah Thailand yang selama ini mengekspor beras ke Indonesia kecele,” selorohnya.
Dahlan Iskan menambahkan, dalam program gerakan peningkatan produktivitas pangan berbasis korporasi tersebut pihaknya juga membentuk brigade anti hama yang dikendalikan langsung oleh masing-masing perusahaan pupuk.
Selain mempertahankan kemampuan swasembada beras, Kementrian Pertanian RI tahun ini mematok target surplus beras sebesar 10 juta ton hingga akhir 2014.
Optimisme ini mengacu pada kebutuhan beras untuk konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia yang mencapai 33 juta ton per tahun, sementara produktivitas padi/beras per tahun lebih dari 34 juta ton.

QH.