Bagaimana Membawa Perubahan Positif di Pekerjaan

sacsacscsa

Pekerjaan sedang Anda hadapi bukan tujuan akhir dari hidup. Akan tetapi Anda bekerja karena ingin mengembangkan diri ke arah yang lebih baik lagi. Ada beberapa alasan untuk tetap mengembangkan diri, baik terhadap perusahaan maupun untuk diri sendiri. Bagi perusahaan, pengambangan diri adalah cara ang paling tepat untuk membuat karyawan bekerja sesuai etos kerja mereka. Sedangkan bagi Anda, pengembangan diri baik untuk pengembangan karir atau untuk pekerjaan yang lebih baik selanjutnya.

Setiap pengembangan diri diharapkan membawa perubahan yang positif bagi perusahaan. Sembari menunggu diklat atau training yang diberikan oleh perusahaan, Anda bisa melakukan beberapa hal secara pribadi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar tercipta perubahan positif dalam pekerjaan yang sedang ditekuni.

Ubah nasib Anda

Akal budi yang dimiliki manusia berfungsi untuk mengubah nasib mereka ke arah yang lebih baik. Sayangnya banyak orang yang mudah menyerah sebelum bertanding. Hasilnya tentu akan berbeda dari orang yang mencoba secara tekun untuk merubah nasib. Jangan menunggu keajaiban datang, tetapi secara jauh buatlah keajaiban itu.

Sebagai contoh, ada sebuah bank yang menawarkan fasilitas yang unik dan menarik bagi nasabahnya. Mereka menerapkan sistem pendekatan dengan cara menanyakan artis favorit nasabah. Setelah mereka mengetahui, maka giliran selanjutnya bank tersebut akan menyediakan fasilitas bertemu dengan artis. Tidak hanya itu, segala transaksi mereka dalam satu kali dilayani oleh sang artis.

Nothing impossible

Selalu mengatakan bahwa semuanya itu mungkin akan membuat perubahan positif dalam pekerjaan Anda. Tetaplah optimis dengan segala tantangan dan jangan lupa untuk memiliki usaha yang realistis. Jika tidak bisa dilakukan sendiri, cobalah untuk mendiskusikannya bersama teman atau atasan. Sehingga kekurangan yang Anda miliki dapat dicukupkan oleh orang lain dan pekerjaan terasa lebih baik.

Do the best

Langkah berikutnya adalah melakukan yang terbaik. Anggap saja tidak ada kesempatan kedua dalam pekerjaan diberikan untuk Anda. Selain itu, anggap juga bahwa tugas yang diberikan merupakan salah satu kepercayaan agar karir Anda lebih baik. Cara terbaik adalah dengan tidak menunda-nunda pekerjaan. Jika tidak diminta untuk cepat selesai, maka kerjakan dengan hati-hati. Minimal teman sebelah meja Anda akan melihat bahwa hal tersebut memotivasi dirinya untuk bekerja lebih baik lagi.

Jangan sepelekan orang lain

Kelemahan manusia adalah menyepelekan orang lain. Mereka tidak berpikir bahwa kegiatan tersebut pada dasarnya merusak diri sendiri dan pandangan orang lain secara luas. Bisa saja Anda mengalami penurunan kinerja karena melihat rekan yang kurang maksimal dalam pekerjaan. Cara terbaik adalah sama-sama memotivasi sehingga lingkungan kantor jadi lebih baik dan nyaman.

Jangan terpaku dengan background pendidikan

Setiap orang pada dasarnya diberikan kemampuan yang sama, hanya saja mungkin karena pilihan atau kemampuan ekonomi maka latar belakang pendidikan menjadi berbeda. Oleh karena itu sangat tidak dianjurkan bila Anda melihat beban kerja orang dari tingkat pendidikan. Seorang atasan bisa saja dari tamatan SD tetapi dia memiliki kualitas dan pekerja keras.

Selain itu biasanya ada perbedaan antara orang eksak dan non eksak yang sebenarnya menghambat kinerja Anda. Sebab, sebuah pekerjaan nantinya akan menuntut kerja sama dari berbagai orang di dalamnya. Meskipun Anda latar belakang matematika, bisa saja juga akan diperbantukan untuk mengerjakan laporan keuangan, misalnya. Sebaliknya, tetap melakukan tugas dengan tekun sembari mempelajari hal yang belum diketahui serta selalu terbuka.

Perlihatkan kemampuan Anda

Jika Anda adalah orang yang tidak menunda pekerjaan, maka tunjukkan. Jangan hanya berdiam diri atau banyak omong yang mengakibatkan orang jadi tidak percaya. Lapangan pekerjaan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekedar kata-kata. Percayalah ketika Anda memperlihatkan siapa diri Anda hal tersebut menjadi motivasi bagi banyak orang di kantor.

Cara di atas merupakan segelintir tindakan yang dapat dilakukan oleh setiap karyawan. Bagikan hal yang positif terhadap pekerjaan di kantor. Sebab, lingkungan yang baik lebih menguntungkan di bandingkan dengan tingkatan gaji yang tinggi. Pada dasarnya persaingan di dunia kerja cukup berat di mana akan banyak saling menjatuhkan. Namun, tetaplah mencoba untuk membawa perubahan positif dalam lingkungan pekerjaan

Cara Menghadapi Karyawan Yang Melawan Atasan

sacsacscsa

Sebagai seorang atasan, selain memiliki gaji yang lebih besar dari bawahan, Anda juga akan dihadapkan kepada beban yang lebih besar. Ibaratnya seorang raja yang memiliki banyak harta dan kekuasaan, tetapi harus bisa mengerti kondisi rakyat. Anda tidak hanya berpikir bagaimana meningkatkan kualitas perusahaan, tetapi juga harus mengurusi banyak karyawan yang telah menjadi bawahan Anda.

Mengurusi karyawan bukanlah hal yang mudah. Sebuah pekerjaan merupakan miniatur dari sebuah negara, di mana Anda akan menemukan banyak karyawan yang berasal dari berbagai suku bangsa dan adat istiadat. Tidak semua orang memiliki watak yang mudah untuk dikendalikan. Beberapa dari mereka memiliki sifat yang sulit untuk patuh terhadap atasan, baik karena umur yang lebih tua atau tidak suka dengan Anda. Namun, jangan takut terlebih dahulu terhadap orang seperti mereka. Alih-alih mengambil tindakan sendiri, berikut beberapa tips untuk dipelajari.

  1. Perlihatkan kematangan

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa alasan keryawan tidak patuh terhadap Anda adalah menanggap mereka lebih berpengalaman atau lebih berumur. Meskipun bukan sebuah alasan yang baik, tetapi hal tersebut sudah menjamur sebagai tradisi di tiap pekerjaan. Namun, banyak atasan juga yang kemudian menanggapinya dengan kalimat yang cukup ketus. Anda mengganggap mau tidak mau, suka tidak suka sekarang Andalah atasan mereka.

Daripada berkutat kedua masalah tersebut, lebih baik mencari solusi yang terbaik. Salah satunya adalah dengan menunjukkan kematangan dalam kempemimpinan. Hanya saja Anda tidak bisa berharap cara tersebut akan cepat memberikan dampak bagi karyawan yang menentang Anda. Tetaplah jadi teladan dan tunjukkan prestasi terhadap gaya kepemimpinan Anda, sehingga lambat laun mereka akan sadar dan mengikuti yang Anda perintahkan.

  1. Tunjukkan rasa hormat

Satu yang sering menjadi kendala bagi keinginan karyawan untuk menghormati atasannya adalah rasa ingin dihormati. Sebaliknya, seorang atasan terkadang juga berpikir bahwa dia perlu dihormati karena telah memiliki kuasa dan otoritas terhadap sebuah pekerjaan. Rasa inign dihormati merupakan sikap yang wajar, tetapi letak kesalahannya adalah tidak mau mengalah antara satu dengan lainnya.

Ibarat padi yang semakin matang, maka dia makin menguning. Demikian pula seharusnya yang Anda lakukan ketika menjadi serang atasan. Hilangkan rasa gengsi dan perdalam rasa untuk menghormati bawahan. Namun, bukan berarti Anda menuruti semua keinginan bawahan. Sebenarnya yang mereka butuhkan adalah sejauh mana Anda ingin terjun untuk mengetahui dan mendengar keluh kesah mereka.

  1. Berikan penyadaran

Faktanya, sikap yang ditunjukkan oleh bawahan terhadap atasan sangat mempengaruhi kualitas pekerjaan. Tidak hanya dirinya yang terganggu, tetapi dia juga mengusik kehidupan rekan sekantornya karena bisa menjadi hambatan bagi pekerjaan mereka. Misalnya, ketika ada deadline untuk menyelesaikan masalah klien tetapi dia tidak mengerjakan, maka hal tersebut juga akan mencoreng citra perusahaan di mata orang luar.

Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknnya Anda sebagai atasan memberikan penyadaran. Namun, Anda juga harus melihat situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Jika memang memiliki urgensi, maka Anda bisa langsung mengatakan padanya di tempat. Selain itu, mengobrol secara empat mata adalah hal yang tepat untuk melakukan pencegahan terjadinya hal di atas, sembari memberikan dampak yang terjadi bila mereka tidak mengindahkan kata-kata Anda.

  1. Tegakkan kedisiplinan

Disiplin adalah kunci keberhasilan. Bayangkan jika Anda memiliki anak nakal dan dibiarkan begitu saja. Bisa jadi ketika anak tersebut sudah dewasa dia akan melakukan banyak hal yang semena-mena. Hal yang sama juga bisa terjadi pada karyawan yang tidak patuh terhadap Anda. Jika Anda membiarkannya, maka bisa jadi dia akan semakin berontak dan meremehkan kehadiran Anda bahkan lebih jauh menghambat perusahaan dalam berkembang.

Ada kalanya Anda harus memiliki prinsip dan menegakkan sikap disiplin. Hal tersebut berfungsi agar terciptanya etos kerja sehingga perusahaan memiliki prestasi kerja yang lebih baik. Selain itu, hal tersebut menghindarkan Anda dari asumsi karyawan lain yang menganggap kurang tegas dan berpotensi untuk melakukan hal yang sama.

  1. Tunjukkan keadilan

Pekerjaan juga adalah arena persaingan yang cukup besar pengaruhnya bagi kehidupan. Jika  seorang karyawan disenangi oleh atasan, maka kehidupan mereka akan terjamin lebih baik. Maka dari itu banyak karyawan yang berusaha melakukan berbagai cara untuk menyenangkan hati atasan. Bahkan mereka rela menjatuhkan teman sekantor demi reputasi yang lebih baik.

Sebgai seorang atasan Anda tidak hanya dituntut untuk hanya melihat prestasi bawahan. Namun, lebih jauh lagi, kenali hidup mereka, sehingga Anda bisa menentukan sikap yang adil. Artinya, Anda juga dituntut untuk memberikan penghargaan dan hukuman secara objektif, bukan subjektif.

Mengapa UKM Gagal menjadi Bisnis Kelas Dunia ?

sacsacscsa

Lingkungan usaha yang berubah setiap saat menuntut UKM untuk tumbuh secara mandiri dengan resiko lamanya waktu yang dibutuhkan dan resiko hancurnya usaha oleh UKM yang lebih unggul dalam persaingan.

Kita saat ini bisa melihat bahwa setiap tahunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus meningkat. Peningkatan tersebut disebabkan banyaknya UKM yang tumbuh secara terus menerus. Untuk saat ini jumlah UKM di Indonesia khususnya di dalam usaha Mikro itu sendiri mencapai 98,82%. Dibandingkan dengan yang usaha besar yang hanya mencapai 0,01%.

UKM dalam hal ini memiliki peranan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Karena dengan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia, UKM berperan besar untuk menambah lapangan pekerjaan. Saat ini saja UKM di Indonesia menyerap 99,6% tenaga kerja di Indonesia.

Namun tingkat kegagalan UKM di Indonesia saja cukup memberikan perhatian, bayangkan setiap dalam tahun ke 2 banyak yang tutup mencapai sekitar 50%, tahun ke 5 yang tutup mencapai sekitar 80%, sedangkan dalam tahun ke 10 yang tutup mencapai 96%.

Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam setiap usaha. Dan ini ada beberapa penyebab kegagalan terbesar UKM secara umum, yaitu :

– Banyak orang tapi tidak Produktif

– Punya Manager tapi tidak tahu Fungsi Manager

– Banyak Alasan

– Hilang Motivasi

– Perusahaan tambah besar, Team lambat belajar

– Penjualan Turun Naik

– Leader tidak Tegas

Dan untuk menghindar dari sebuah kegagalan ada baiknya kita memiliki karakteristik yang dapat membuat usaha kita lebih sukses. Berikut ini Karakteristik UKM yang Sukses, dan dapat kita lakukan dengan mudah dan simple :

– Rajin mengikuti seminar pengembangan diri

– Selalu mendengar audio motivasi setiap saat

– Fokus mensistemasi bisnis

– Memiliki Blueprint usaha 100 tahun

– Jujur dalam menjalankan usaha

– Melakukan promosi yang murah dan efeftif

– Dekat dengan customer

– Mampu beradaptasi

– Menguasai teknologi

– Memiliki mentor yang berpengalaman

Revtopcoach

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Salam Pencerahan,
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Persaingan Harga Membuat Bisnis Anda Buruk

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Apakah Anda sedang menjalankan bisnis saat ini? Apa yang Anda lakukan untuk memenangkan persaingan bisnis?. Meningkatkan penjualan dengan menambah kualitas produkkah? Atau dengan menurunkan harga?.

Berbisnis itu penuh dengan strategi, termasuk untuk memenangkan persaingan. Misalnya Anda adalah pembisnis toko mebel, sedangkan beberapa meter dari toko Anda juga ada toko mebel. Apa yang Anda lakukan? Apakah akan menurunkan harga pada jenis yang sama agar konsumen lebih memilih untuk membeli di tempat Anda? Atau bagaimana?

Saya sebenarnya sudah mengulasnya jauh lebih lengkap di Business Academy yang dikenal dengan Life and Business Transformation Camp. Tapi baiklah, akan saya jelaskan sedikit kenapa Anda tidak boleh menggunakan persaingan harga agar memenangkan kompetisi bisnis.

Pertama, akan terjadi tawar menawar dalam bisnis?

Harga produk yang terus menerus jelas membuat marketing Anda mudah untuk menjualnya. Tapi yang akan terjadi justru membuat produk Anda semakin buruk dan memiliki nilai tawar yang jauh di bawah. Tidak percaya?.

Bayangkan saja begini, Anda menurunkan harga mebel di toko Anda, beberapa hari kemudian toko mebel yang dekat dengan Anda juga menurunkan harga mebelnya. Begitu selanjutnya, dan pada akhirnya biaya produksi pun ditekan terus menerus. Apa yang akan terjadi?

Ya.!! Timbulah masalah kedua dan ketiga.

Kedua, kualitas produk menurun.

Haruskah kualitas menjadi taruhan agar semua produk laris terjual?. Mungkin jangka pendek Anda akan mendapatkan banyak untung. Tapi, jangka panjang bisa jadi Anda tidak akan pernah melihat barang Anda terjual lagi. Percayalah..!!

Ketiga, kapan Anda akan untung?.

Jelas dengan menjalankan persaingan harga, Anda hanya akan mendapatkan untung sedikit. Anda hanya bisa memperbanyak produksi dan menghemat kesana kemari. Alhasil? Margin keuntungan Anda sedikit dan tidak banyak pengembangan yang bisa dilakukan.

Bagaimana solusinya?… nah ini yang wajib Anda mengerti saat ini. Bersainglah dengan memainkan peran produk, misalkan produk Anda ditambah dengan keunggulan lain maka harganya pun tinggi. Atau kualitas dari bahan baku produk menggunakan yang terbaik.

Anda takut tidak laku?, ingatlah bahwa tidak semua orang membeli barang atau jasa hanya berdasarkan harganya yang murah saja. Banyak juga yang membeli karena faktor kualitas.

Anda tentu ingin mendapatkan keuntungan yang banyak kan? Coba pikirkan, Anda memiliki satu produk. Mending untung 10 juta dari 5 atau 7 produk?. Tentu akan lebih memilih 5, karena harga produksi lebih sedikit dan keuntungan lebih banyak.

Ingat orientasi bisnis Anda adalah keuntungan?, semakin banyak keuntungan semakin baik. Semakin banyak produk yang terjual bukan lagi patokan bisnis Anda berjalan dengan baik saat ini.

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Sebagai Pembisnis Hindari Fokus hanya Satu Bidang
– Memulai Bisnis dari Nol Belum Tentu Baik
– Bomerang Bisnis Berasal dari Partner Tak Sevisi
– Cara Merekrut Karyawan Terbaik dalam Bisnis
– Dampak Keberadaan Blueprint dalam Berbisnis

Salam Pencerahan.
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur