Mengapa Membuat Pelanggan Puas Adalah Strategi Terbaik

sacsacscsa

Ketika Anda mendedikasikan diri di dalam bisnis, maka banyak hal yang harus dipelajari. Mulai dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan membutuhkan banyak perincian. Selain itu, Anda juga perlu memasukkan beberapa kendala yang kemungkinan terjadi di tiap tahapannya beserta bagaimana cara mengatasi. Salah satunya juga memasukkan tingkan kepuasan pelanggan yang akan menjadi target penjualan nantinya.

Kehadiran pelanggan merupakan hal yang paling didambakan bagi seluruh pelaku usaha. Hal ini menunjukkan tingkat keberhasilan usaha sehingga pelaku usaha memiliki harapan untuk semakin maju. Membuat pelanggan merasa puas merupakan strategi yang paling baik di antara lainnya. Berikut adalah beberapa alasan yang menguatkan perlunya melaksanakan kegiatan tersebut.

  1. Bisa mendapatkan profit yang lebih baik

Tujuan utama membuka usaha adalah memperoleh banyak profit. Untuk memperolehnya Anda dituntut bisa bekerja keras dan menanamkan sikap disiplin diri. Bekerja keras dalam artian berusaha maksimal dengan memanfaatkan banyak strategi yang Anda dapatkan dari berbagai sumber referensi, termasuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Tidak hanya banyak anak, banyak rejeki, tetapi banyak pelanggan juga berpotensi meningkatkan rejeki Anda. Seorang pelanggan biasanya loyal dan royal terhadap produk yang Anda keluarkan. Minimal Anda akan mendapatkan penghasilan yang tetap karena memiliki sejumlah pelanggan. Ingat bahwa untuk mencari orang pada awal bisnis pasti cukup sulit, oleh karena itu jangan pernah menyia-nyiakan kehadiran pelanggan.

  1. Mempertahankan bisnis dari persaingan

Dewasa ini persaingan bisnis berkembang secara pesat. Jika Anda tidak bisa bertahan terhadap panasnya persaingan, maka jangan harap bisnis yang dijalani akan berjalan dengan baik. Banyak pebisnis yang gulung tikar karena kurangnya peminat untuk menggunakan produk mereka, selain itu tidak ada upaya untuk mengembangkan produk yang telah ada.

Memiliki sejumlah pelanggan setidaknya membantu Anda untuk bertahan dari maraknya persaingan. Seperti yang tela disebutkan sebelumnya bahwa pelanggan pada dasarnya adalah subyek yang loyal. Jika sudah merasa cocok dengan satu produk, mereka enggan untuk menggantinya dengan yang baru. Untuk bisa mempertahankan pelanggan yang sudah ada, bisa dilakukan dari peningkatan pelayanan dalam bentuk khusus bagi pelanggan.

  1. Tidak perlu menaksir jumlah produksi

Kebanyakan pebisnis akan memperkirakan berapa jumlah produksi yang akan mereka jual hari ini. Tidak jarang pebisnis kemudian menemukan bahwa produksinya masih sisa banyak. Jika Anda menggeluti bisnis toko online, maka hal tidak menjadi masalah karena barang bisa disimpan dalam waktu yang lama. Sebaliknya Anda akan kewalahan ketika produk yang dijual berupa makanan.

Adanya pelanggan dapat menentukan berapa barang yang bisa diproduksi dalam satu hari. Jadi, setiap produksi yang dikerjakan pada hari itu tidak ada yang kurang maupun berlebih. Keuntungan lainnya adalah Anda tidak perlu membuang uang dalam jumlah banyak dan terbuang secara sia-sia karena produk makanan yang cepat basi.

  1. Pelanggan memiliki link yang bervariasi

Setiap orang setidaknya memiliki keluarga atau kerabat dekat. Setiap keluarga biasanya terdapat jenis pekerjaan dan minat yang berbeda-beda. Hal ini perlu diketahui oleh Anda sebagai pelaku bisnis. Sebab, meskipun hanya memiliki sedikit pelanggan, tetapi mereka memiliki banyak link yang berminat pada produk Anda. Sehingga pesanan produk akan semakin laris dan berpotensi mendapatkan profit lebih banyak.

  1. Memberi kritik yang sangat berguna

Seorang sahabat akan memberikan kata-kata yang lebih banyak dan mengena dibandingkan dengan orang yang Anda kenal dalam 30 menit yang lalu. Jika orang sekitar hanya akan mengatakan “yang sabar ya” ketika Anda menghadapi masalah, seorang sahabat akan memberikan banyak masukan dan memberi kekuatan. Tidak lupa merekalah orang pertama yang akan mengkritik tingkah aneh Anda.

Sama halnya dengan sahabat, itulah fungsi pelanggan bagi para pebisnis. Mereka tidak segan untuk mengkritik bila produk ternyata berbeda dari sebelumnya sehingga Anda bisa memperbaikinya. Pasalnya mereka adalah orang yang paling sering menggunakan produk yang Anda tawarkan. Hal tersebut bisa disambut positif dengan cara memperbaiki kesalahan produksi.

  1. Tidak mempermasalahkan kenaikan harga

Lebih baik seorang pelanggan yang rewel ketika harga produk Anda naik, daripada mencari pasar baru dalam kondisi tersebut. Meski terkadang mereka kesal dengan kenaikan harga, asal kualitas yang Anda berikan sebanding, maka tidak sulit bagi mereka untuk tetap membeli produk yang ditawarkan.

Persaingan Harga Membuat Bisnis Anda Buruk

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Apakah Anda sedang menjalankan bisnis saat ini? Apa yang Anda lakukan untuk memenangkan persaingan bisnis?. Meningkatkan penjualan dengan menambah kualitas produkkah? Atau dengan menurunkan harga?.

Berbisnis itu penuh dengan strategi, termasuk untuk memenangkan persaingan. Misalnya Anda adalah pembisnis toko mebel, sedangkan beberapa meter dari toko Anda juga ada toko mebel. Apa yang Anda lakukan? Apakah akan menurunkan harga pada jenis yang sama agar konsumen lebih memilih untuk membeli di tempat Anda? Atau bagaimana?

Saya sebenarnya sudah mengulasnya jauh lebih lengkap di Business Academy yang dikenal dengan Life and Business Transformation Camp. Tapi baiklah, akan saya jelaskan sedikit kenapa Anda tidak boleh menggunakan persaingan harga agar memenangkan kompetisi bisnis.

Pertama, akan terjadi tawar menawar dalam bisnis?

Harga produk yang terus menerus jelas membuat marketing Anda mudah untuk menjualnya. Tapi yang akan terjadi justru membuat produk Anda semakin buruk dan memiliki nilai tawar yang jauh di bawah. Tidak percaya?.

Bayangkan saja begini, Anda menurunkan harga mebel di toko Anda, beberapa hari kemudian toko mebel yang dekat dengan Anda juga menurunkan harga mebelnya. Begitu selanjutnya, dan pada akhirnya biaya produksi pun ditekan terus menerus. Apa yang akan terjadi?

Ya.!! Timbulah masalah kedua dan ketiga.

Kedua, kualitas produk menurun.

Haruskah kualitas menjadi taruhan agar semua produk laris terjual?. Mungkin jangka pendek Anda akan mendapatkan banyak untung. Tapi, jangka panjang bisa jadi Anda tidak akan pernah melihat barang Anda terjual lagi. Percayalah..!!

Ketiga, kapan Anda akan untung?.

Jelas dengan menjalankan persaingan harga, Anda hanya akan mendapatkan untung sedikit. Anda hanya bisa memperbanyak produksi dan menghemat kesana kemari. Alhasil? Margin keuntungan Anda sedikit dan tidak banyak pengembangan yang bisa dilakukan.

Bagaimana solusinya?… nah ini yang wajib Anda mengerti saat ini. Bersainglah dengan memainkan peran produk, misalkan produk Anda ditambah dengan keunggulan lain maka harganya pun tinggi. Atau kualitas dari bahan baku produk menggunakan yang terbaik.

Anda takut tidak laku?, ingatlah bahwa tidak semua orang membeli barang atau jasa hanya berdasarkan harganya yang murah saja. Banyak juga yang membeli karena faktor kualitas.

Anda tentu ingin mendapatkan keuntungan yang banyak kan? Coba pikirkan, Anda memiliki satu produk. Mending untung 10 juta dari 5 atau 7 produk?. Tentu akan lebih memilih 5, karena harga produksi lebih sedikit dan keuntungan lebih banyak.

Ingat orientasi bisnis Anda adalah keuntungan?, semakin banyak keuntungan semakin baik. Semakin banyak produk yang terjual bukan lagi patokan bisnis Anda berjalan dengan baik saat ini.

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Sebagai Pembisnis Hindari Fokus hanya Satu Bidang
– Memulai Bisnis dari Nol Belum Tentu Baik
– Bomerang Bisnis Berasal dari Partner Tak Sevisi
– Cara Merekrut Karyawan Terbaik dalam Bisnis
– Dampak Keberadaan Blueprint dalam Berbisnis

Salam Pencerahan.
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur