5 Hal Yang Dibenci Pelanggan

sacsacscsa

Disadari atau tidak, nasib Anda tergantung pada pelanggan. Ada beberapa alasan yang memperkuat penyataan tersebut bagai para pelaku usaha. Pertama, Anda mencari produk yang berguna dan menarik minat konsumen. Kedua, produk tersebut ditaksir seusai keadaan dan kemampuan calon konsumen. Ketiga, Anda baru bisa menikmati keuntungan setelah produk tersebut laku dibeli oleh konsumen.

Oleh karena itu, tidak jarang pelaku usaha menggunakan banyak cara agar para pelanggan tetap membeli produknya. Namun, pada kesempatan ini Anda akan diajak untuk melihat dari cara yang berbeda. Selain mencari cara untuk menarik pelanggan, Anda juga perlu mengetahui apa saja hal yang dibenci oleh pelanggan pada umumnya. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengetahui langkah spesifik apa yang bisa Anda terapkan selanjutnya.

Bersikap acuh terhadap konsumen yang datang.

Para pelanggan biasanya akan sedikit kecewa dengan sikap acuh tak acuh yang ditujukan kepada mereka. Hal tersebut sangat mengganggu karena ada beberapa yang merasa bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Anda atau karyawan merupakan aktivitas defensif terhadap komplain. Biasanya hal tersebut ditunjukkan kepada bidang usaha yang telah memiliki omset besar dan terlihat sangat banyak pelanggan. Mereka berpikir bahwa pelangganlah yang membutuhkan mereka, bukan sebaliknya.

Jika Anda memiliki potensi untuk kegiatan tersebut, cobalah perbaiki secara perlahan. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik, misalnya dengan penambahan jumlah karyawan, menerapkan sistem manajemen yang baik, dan adanya penghargaan bagi karyawan terbaik. Hal tersebut akan memotivasi lingkungan kerja Anda sehingga pelayanan terhadap konsumen makin baik selanjutnya.

Memberikan pelayanan yang terlalu lama.

Hal yang dibenci oleh pelanggan berikutnyadalah soal waktu elayanan yang terlalu lama. Meski demikian, biasanya hal tersebut tidak disadari oleh para pelaku usaha. Mereka hanya berpikir semakin lama pelayanan yang diberikan, maka semakin baik tanggapan yang dihasilkan oleh para pelanggan. Sebaliknya, jika terlalu lama akan membuat pelanggan jenuh dan memutuskan untuk meninggalkan tampat Anda tersebut.

Pelanggan memerlukan waktu untuk memilih produk yang terbaik, beberapa di antara mereka merasa terganggu bila Anda atau karyawan terus mengikuti gerak gerik yang dilakukan. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengganti aksi tersebut dengan pantauan CCTV, selain itu menyediakan tombol yang terdekat dari posisi pelanggan sehingga komunikasi bisa dilakukan lebih efektif.

Mengusir konsumen secara halus, ketika toko hendak tutup.

Anda pasti tidak akan merasa nyaman jika pada sebuah tempat makan, tiba-tiba sisa makanan Anda diambil oleh para waiter. Padahal ada yang masih ingin Anda lakukan,yaitu mengobrol lebih lama. Secara tidak langsung, tindakan tersebut merupakan aksi mereka untuk mengusir Anda secara halus dengan harapan tidak nyaman dan segera pergi meninggalkan ruangan. Hati-hatilah, hal tersebut bisa menjadi senjata makan tuan bagi Anda ketika membuat sebuah usaha.

Pada dasarnya setiap pelanggan memiliki kesadaran untuk segera meninggalkan tempat yang telah dikunjungi. Hanya saja butuh beberapa waktu untuk mengambil keputusan tersebut dengan berbagai alasan. Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan waktu tambahan kepada para pelanggan kemudian mengingatkan bila telah lebih dari kesepakatan.

Mengesampingkan keluhan pelanggan

Banyak pelaku usaha yang telah memiliki omset besar percaya bahwa keluhan pelanggan bukanlah faktor utama yang dapat meningkatkan produk pemasaran. Mereka lebih berorientasi kepada produksi yang lebih banyak dari sebelumnya. Padahal, keluahan masyarakat yang tidak ditangguhkan akan membuat gosip miring terhadap produk yang Anda bangun.

Bila Anda sedang kebanjiran order hampir setiap hari, maka penting untuk membuat satu divisi lagi yang khusus menangani keluhan. Orang tersebut harus bisa mencatat dan mengurusi keluahan secara langsung, cepat, dan tanggap, sehingga pelanggan tidak mudah kecewa dan aspirasi bisa tercapai.

Melupakan ucapan terimakasih

Orang Indonesia bukan masyarakat yang gila hormat, tetapi bukan juga masyarakat yang tidak memiliki rasa hormat. Minimal ucapan terma kasih selalu diberikan kepada orang yang telah memberikan Anda rezaki. Pada hal ini adalah para pelangan sangat penting utnuk diucapkan rasa terima kasih. Tidak butuh ungkapan yang berlebihan, cukup dengan memberikan perintah kepada para karyawan agar dapat melaukannya dengan baik.