MENGATASI KARYAWAN: PENJUALAN BERMASALAH

sacsacscsa

Mengatasi Karyawan
Kekuatan sebuah perusahaan sangat bergantung pada kekuatan sales teamnya dan kekuatan sales team juga sangat bergantung dari kekuatan sistem. Bayangkan, ada hampir 80 persen tim penjualan yang tidak tahu bahwa kemampuan mereka sangat bergantung daripada strategi-strategi yang diterapkan oleh perusahaan.
Kalau Anda memiliki sebuah prospek, sebelum Anda benar-benar deal. Minimal Anda harus follow up 8 kali, sementara 44 persen salesman sudah menyerah setelah 1 kali follow up. Nah, apakah kemudian ini akan memudahkan bisnis Anda? Tidak.
Kalau Anda perhatikan saat ini banyak customer mencari kemudahan dan berharap transaksi dilakukan lebih cepat. Memang 92% transaksi dilakukan via telepon. Tetapi yang menjadi masalah adalah 90% Sales tidak suka melakukan Phone Selling, Telemarketing.
Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki teknik-teknik atau Skrip bagaimana cara melakukan telemarketing. Nah, yang paling menarik adalah ketika sales menyerah dan tidak melakukan upaya optimal maka yang menjadi korban adalah perusahaan. Dan banyak sekali Bisnis Owner tidak berupaya menciptakan SISTEM, padahal pengaruhnya sangat besar untuk pengembangan penjualan mereka.
Kalau Anda perhatikan, ada 5 tipe sales yang setiap hari berhubungan dengan Anda dan 5 tipe sales ini ada sebagian sifatnya Toxic, yang artinya sangat-sangat beracun. Toxic Sales yang harus Anda ketahui adalah :
1# The Messy
Tipe The Messy ini memiliki racun yang luar biasa berbahaya. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan dari The Messy adalah tidak suka dengan hal-hal yang teratur dan mereka sangat benci dengan keteraturan.
Jadi, kalau Anda melihat meja kerja mereka maka sudah dipastikan mejanya berantakan, karena mereka tidak suka keteraturan dan mereka lebih suka sesuatu yang bebas. Maka dengan kata lain ketika mereka menerapkan SOP (Standar Operasi Kerja), maka SOP itu akan dilanggar.
Nah, bagaimana cara Anda menghadapi orang-orang yang seperti ini?
2# The Lassy
Tipe ini hampir mirip dengan The Messy, tapi lebih berat lagi yaitu The Lassy. Ciri-ciri mereka adalah menunjukan kemalasan dengan sengaja. Misalnya, saat meeting kepalanya merunduk atau terlihat ngantuk dan matanya terlihat sayu, tidak pernah merespon dengan positif dan kelihatan malas-malasan.
Tipe ini yang mungkin sedang Anda hadapi di perusahaan atau lingkungan Anda. Lalu, sudahkan Anda bisa cara menanganinya?
3# The Martyr
Tipe Martyr ini kelihatanya positif sekali. Karena mereka sangat rajin, suka kerja keras dan mereka sangat senang sekali dengan tanggung jawab bahkan seringkali mengambil yang bukan milik mereka.
Nah, yang jadi masalah dari Martyr ini adalah mereka tidak suka bekerja sama, mereka adalah one man show, bahkan kalau ada orang yang berusaha untuk membantu pekerjaan mereka, maka mereka akan merasa bahwa orang itu sangat mengganggu. Jadi, intinya mereka hanya ingin mengerjakanya sendirian.
Mereka tidak suka melatih orang lain, mereka tidak suka membantu teman-temannya yang masih lemah dalam penjualan. Mereka juga tidak suka dengan orang lain yang terlihat lebih sukses daripada mereka, dan mereka sangat-sangat kompetitif.
Kelihatannya mungkin rela berkorban, karena bekerja keras adalah kesukaannya, masuk pagi pulang malam, lembur tidak dibayar bahkan tidak ada masalah. Lalu kapanpun ada kesempatan mereka akan bekerja bahkan dalam kondisi sakit, pilek, batuk dan bisa mengganggu orang lain tetapi mereka tetap bekerja dan mereka sering kali merebut prospek teman-temannya.
Inilah tipe The Martyr yang bisa jadi sering kita temui pada saat kita bekerja sama dengan orang-orang sales.
4# The Socialite
Tipe ke empat ini adalah orang-orang yang senang networking, senang bertemu orang, jalan-jalan, senang keluar kantor, sangat komunikatif suka dandan, dan tidak hanya perempuan yang kita sebut sosialita. Mereka punya kebiasaan memiliki dandanan yang menor kalau laki-laki sangat bergaya metropolitan, orang-orang ini juga bisa dibilang cukup Toxic.
Alasanya adalah mereka tidak terlalu serius, mereka menganggap semua yang terjadi adalah humor, bercanda dan tidak suka sesuatu yang serius. Jadi, kalau diseriuskan maka mereka akan bercanda. Dan bercandanya kadang keterlaluan, seringkali melakukan candaan-candaan yang berlebihan. Baik mengejek ataupun menganggap remeh atasan bahkan mereka juga merasa bahwa semua aturan itu tidak perlu diikuti, dibercandain dan susah sekali untuk diatur dan terkadang si atasan ini susah untuk menegur mereka.
Nah, banyak sekali atasan-atasan yang memiliki karyawan sosialita ini, tidak bisa benar-benar mengendalikan karyawan tipe tersebut.
5# The Psycho
Mereka adalah orang-orang yang tidak terlihat seperti Psycho. Karena mereka dalam kondisi normal dan bersahabat, mereka juga tidak banyak bicara. Seringkali mengikuti aturan dengan baik, mereka juga menjalankan tanggung jawab dengan apa adanya. Tetapi dalam momen-momen tertentu bisa meledak, mereka bisa merasa terancam dan akhirnya membully rekan kerjanya. Dan ini bukan sekali dua kali terjadi. Sehingga kadang-kadang customer dimarahin oleh mereka.
Inilah ke lima tipe salesman yang berbahaya. Pertama, The Messy: orang yang kerjanya berantakan, mejanya berantakan, mungkin hidupnya juga berantakan. Ke dua, The Lessy: mereka adalah orang-orang yang malas dan kelihatan sekali malasnya. Ke tiga The Martyr: mereka adalah orang-orang yang tidak terlihat berbahaya tetapi sebetulnya merusak karena mereka tidak suka mengajarkan ilmu mereka, one man show, tidak suka dibantu bahkan sering merebut customer orang lain. Ke empat The Socialite: mereka adalah orang yang dandanya cantik, menarik dan kalau laki-laki wah sangat -sangat rapi. Tetapi tidak serius dalam bekerja dan lebih suka banyak bercanda. Ke lima The Psycho: mereka adalah orang-orang yang tidak kelihatan bermasalah tetapi dalam waktu tertentu mereka bisa meledak dan mengancam customer.
Nah, sekarang bagaimana cara menghadapi salesman seperti itu dan bagaimana cara Anda meningkatkan penjualan Anda?
Kami akan mengadakan Workshop “Sales Mastery”. Workshop tersebut langsung dimentorin oleh Tom MC Ifle, Founder Top Coach Indonesia dan Master Coach No #1 di Indonesia, Coach Tom *panggilan akrab Tom MC Ifle, pernah terpilih sebagai salah satu Top 100 Coach, bersama 100 Coach terbaik di dunia selama dua tahun berturut-turut.
Nah, kebetulan Workshop ini sangat jarang dilakukan oleh Coach Tom, karena seringkali Coach Tom fokus pada upaya Sistemasi Bisnis dan kalau ada Workshop “Sales Mastery”, berarti ini sangat-sangat spesial. Kenapa sangat spesial?
Di Workshop Mastery ini, kami akan membahas 4 topik yang paling penting, yakni:
1# Cara Melakukan Pendekatan Terhadap Toxic Sales

Anda akan belajar bagaimana cara melakukan pendekatan terhadap 5 orang yang berbahaya atau Toxic Sales ini. Dan membuat mereka lebih produktif, sekaligus bisa memanfaatkan kelemahan mereka untuk menjadi kelebihan di bisnis Anda.

2# Cara Sistemasi Sales Proses Anda

Anda akan belajar bagaimana cara menciptakan sistem, sehingga proses Anda berjalan dengan konsisten. Coach Tom akan banyak memberikan contoh-contoh bahkan apa yang telah dilakukan Coach Tom akan disharingkan kepada Anda, terkait bagaimana Top Coach Indonesia secara terus menerus bisa menembus target dan bagaimana Coach Tom melatih client-clientnya dalam melakukan Coaching khususnya mensistemasi departement sales.

3# Cara Melakukan Negoisasi

Anda akan belajar bagaimana cara melakukan negoisasi yang paling simpel, paling sederhana, tetapi sangat-sangat powerfull. Yang terpenting dalam hal negoisasi adalah Anda harus memahami teknik negoisasi lawan bicara Anda. Anda harus memahami bahwa lawan bicara Anda sedang melakukan negoisasi kepada Anda. Dan bagaimana cara Anda melakukan Counter negoisasi.

4# Cara Melakukan Closing Deal

Anda akan belajar tentang teknik melakukan closing. Banyak orang melakukan closing hanya pada saat penjualan sudah hampir selesai. Kenyataanya kalau Anda melakukan closing setelah hampir selesai maka customer endingnya akan bilang “..Saya akan pikir-pikir dulu”. Nah, ada teknik-teknik yang nanti akan disampaikan dalam Workshop Sales Mastery, yakni; teknik ABC (Always Be Closing).

Bagaimana cara melakukan teknik ABC ini kepada Team Sales Anda, sehingga Team Sales Anda secara sadar setiap kali keluar kantor goalnya adalah closing.
Karena pada kenyataanya banyak salesman ketika ditanya, “..kamu mau kemana?” Dia menjawab “..Saya mau jalan, mau keluar kantor.” Lalu ketika ditanya goal kamu apa hari ini? Ternyata dia menjawab “..SAYA MAU PRESENTASI.”
Nah, bayangkan kalau sales goalnya presentasi, maka goalnya hanya akan membawa berkas presentasi saja. Tetapi kalau goalnya adalah closing, maka pada saat mereka pulang mereka akan membawa Order Form, mereka akan membawa semua hal yang Anda suka, yaitu Omset.
So, daftarkan diri Anda, tim Anda, business owner Anda, manajer Anda, secepatnya di Workshop Sales Mastery Ingat, jangan buang waktu Anda, karena ketika Anda memiliki sistem (sistem untuk menjual), maka bisa membuat Anda powerfull.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

10 Pelajaran Hidup Bill Gates yang harus kamu ikuti

sacsacscsa

Jika mendengar nama Bill Gates, maka pikiran Anda akan langsung tertuju pada Microsoft. Ya, beliau adalah founder Microsoft, tepatnya pada tahun 2015. Selain itu, namanya juga tercantum dalam daftar nama orang terkaya di dunia serta pembuat Xbox. Kesuksesannya hingga sekarang ini tidak terjadi begitu saja, perlu adanya usaha keras dan beberapa kegiatan lainnya. Jika Anda ingin meraih kesuksesan seperti Bill Gates, maka penting untuk mempelajari 10 hal yang dia lakukan untuk sukses.

  • Mulai Sedini Mungkin

Perlu Anda ketahui bahwa seorang Bill Gates memulai berinovasi dengan komputer sejak usia 13 tahun. Dia sangat senang menjalankan isi komputer mulai dari software hingga hardware. Hal ini menjadi bekal baginya ketika sudah menginjak usia dewasa hingga bisa membangun Microsoft. Jika Anda ingin menjalankan sebuah bisnis, maka cobalah untuk menggelutinya sejak masih muda.

  • Bangun Kemitraan

Bill Gates menyadari bahwa memiliki link merupakan kebutuhan untuk membangun sebuah bisnis. Sebab, dia akan termotivasi dan selalu dituntun untuk belajar sehingga berhasil dalam menjalankan usahanya nanti. Anda juga bisa memulai membangun kemitraan dengan rekan, misalnya. Selain memiliki hubungan yang bermanfaat, Ada bisa saling bertukar pikiran untuk menjalankan bisnis ke arah yang lebih baik.

  1. Anda Tidak Akan Menghasilkan Uang Ratusan Juta Setahun Setelah Keluar dari Sekolah Tinggi Saja

Mungkin Anda adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi, seperti Sarjana atau bahwa Magister. Akan tetapi, Anda tidak bisa secara langsung menjadi sebuah pimpinan dalam perusahaan setelah dinyatakan lulus kuliah. Untuk memiliki jabatan tinggi atau menghasilkan banyak uang, Anda harus memiliki banyak pengalaman. Hal tersebut didapat tidak hanya dalam waktu satu tahun, tetapi proses yang cukup lama.

  • Jadi Bos Untuk Dirimu Sendiri Sesegera Mungkin

Usia bukanlah hambatan bagi diri Anda untuk menjadi seorang pemimpin, minimal untuk diri sendiri. Anda bisa belajar dari Bill Gates yang bisa mengatur dirinya di usia yang sangat belia. Dia menunjukkan kualitas terhadap pekerjaan dan hobi yang ditekuni. Untuk menjadi bos terhadap diri sendiri poin pentingnya adalah pengendalian diri.

  • Jangan Mengeluh tentang Kesalahanmu, Belajarlah dari Kesalahan.

Hindari sikap mengeluh terhadap kesalahan yang Anda perbuat. Sebaliknya Anda bisa menjadikan kesalahan sebagai pembelajaran di masa depan. Yakinlah bahwa kesalahan yang Anda perbuat merupakan sebuah kesempatan yang langka untuk mengembangkan bisnis ke depannya.

  • Berkomitmen dan Minat yang Besar

Memang lebih mudah meraih daripada mempertahankan, sama hal nya dengan mimpi. Ketika Anda membuat mimpi yang besar, cobalah untuk berkomitmen atasnya. Selain itu, tanamkan minat terhadap usaha yang sedang Anda geluti. Jika tidak, maka Anda akn kesulitan dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan yang besar dari usaha tersebut.

  • Hidup Adalah Sekolah Terbaik, Bukan Universitas atau Perguruan Tinggi

Anggapan yang salah terletak pada pola pikir Anda tentang kehidupan perkuliahan. Meskipun memang merupakan perguruan terakhir dalam pendidikan, tetapi sekolah yang paling baik terletak pada kehidupan Anda setelahnya. Banyak pelajaran yang perlu Anda perhatikan dalam kehidupan nyata. Misalnya memecahkan masalah, bagaimana cara mencapai target, dan memiliki sikap table manner yang baik bagi seorang pebisnis.

  • Bersikap Baiklah pada Kutu Buku

Jangan pernah anggap remeh seorang kutu buku, culun, atau orang yang selalu terlihat belajar. Bahkan kehidupan dia biasanya jauh lebih baik dibanding dengan orang yang membuang waktu untuk bermain. Mereka sudah mempunyai pola pikir bagaimana meraih dan mencapai masa depan dibanding yang lainnya. Biasanya kutu buku juga akan berhasil menduduki tingkat yang lebih tinggi dalam pekerjaan. Oleh karena itu, lebih baik Anda bersikap baik dan belajar dari mereka.

  • TV Bukan Kehidupan Nyata

Tidak hanya kedua orang tua kita, Bill Gates juga mengakui bahwa TV bukan kehidupan nyata. Maka jangan terlalu lama terbuai di dalam kehidupan TV. Mungkin Anda bisa menikmati kehidupan glamour, tetapi hidup Anda tidak akan semulus di acara TV. Berusahalah dengan keras jika Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik.

  • Hidup itu Tidak Adil

Bill Gates juga menyadari bahwa kehidupan tidak adil. Terbukti bahwa orang yang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin. Cara yang terbaik dilakukan oleh para pelaku bisnis adalah merubah nasib dan tidak terbuai dengan keuntungan yang mereka miliki sekarang.

Membangun Bisnis Keluarga Generasi Ketiga

sacsacscsa

Hari Tanoe Soedibjo, founder MNC Group tidak hanya memiliki asset dengan total triliun rupiah, tetapi dia juga memiliki asset yang lebih berharga. Adalah anak-anak dan keturunannya yang merupakan harta terpenting bagi Hari Tanoe. Sebab, harta bisa habis, tetapi generasi bisa menciptakan harta itu kembali. Memiliki 4 orang anak, 3 di antaranya adalah perempuan bukan menjadi kendala besar baginya. Sejak kecil, dia telah mempersiapkan mereka menjadi penerus, bukan pewaris.

Banyak pengusaha yang bangkrut ketika generasi pertama sudah lepas tangan. Generasi selanjutnya hanya tahu untuk menggunakan, bahkan biasanya hanya sampai pada generasi ketiga. Tidak hanya bisnis besar, tetapi hal tersebutberlaku pada semua bisnis. Penting bagi Anda untuk bisa tetap melanjutkan kesuksesan oleh generasi selanjutnya. Pada kesempatan ini, Anda akan belajar bagaiman cara membangun bisnis hingga generasi ketiga.

  1. Selaraskan tujuan bisnis

Mungkin Anda memiliki semamngat dalam membangun bisnis, baik itu karena keinginan sejak kecil atau karena profit yang bisa dicapai oleh usaha tersebut. Tetapi, tidak semua generasi bisa menangkap hal yang sama dengan tujuan Anda. Mereka lebih banyak hanya mengetahui bahwa bisnis yang Anda kerjakan hanya sebatas penghasilan ganda atau pekerjaan sampingan. Mereka belum mengenal jangka panjang manfaat dari bisnis tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu menyelaraskan tujuan bisnis ini. Pertama, bicarakan pada generasi kedua, katakan tujuan utama Anda membangun bisnis ini. Selanjutnya mintalah pada generasi tersebut untuk menyampaikan pada anak-cucu mereka, sehingga semangat ini tidak pudar dan keturunan Anda tetap mendapatkan posisi terbaik dalam jalan bisnis mereka.

  1. Adanya pelatihan dari generasi sebelumnya

Biasanya generasi pertama terlalu sibuk dengan keberhasilan yang telah dicapai. Karena itu wajar bila mereka sulit mendapatkan waktu untuk bertemu dengan keluarga. Hal ini juga yang bisa menjadi penghambat bisnisnya akan tetap lancar dan kokoh. Dia tidak memiliki waktu untuk mengajarkan bagaimana cara bisnis pada generasi selanjutnya. Akibatnya, generasi selanjutnya tidak akan bisa mempertahankan bisnis dan mengalami kebangkrutan.

Pada bagian ini Anda diminta untuk meluangkan waktu sejenak agar bisa mengajarkan ilmu kepada anak atau cucu. Terkadang juga diperlukan upaya memaksa dulu dari Anda agar mereka mau belajar tentangbisnis yang dikelola. Ada pepatah mengatakan “tresna jalaran saka kulina”, yang artinya cinta datang karena biasa. Maka ajarilah mereka untuk terbiasa, agar ke depannya mereka bisa mencintai bisnis yang Anda bangun.

  1. Perlunya komunikasi antar generasi

Setiap generasi memiliki zaman dan gaya hidup yang berbeda. Mungkin pada zaman Anda cukup memiliki telepon genggam untuk memulai bisnis tersebut. Akan tetapi, zaman generasi kedua dan ketiga Anda telepon genggam saja tidak cukup. Perlu adanya koneksi internet dan gadget pendukung lainnya. Hanya saja tanggapan yang negatif bisa saja muncul dalam benak Anda dengan berpikir bahwa semua itu hanyalah hal yang sia-sia. Alhasil Anda hanya akan membiarkan mereka menggunakan teknologi sebagai gaya hidup, bukan kebutuhan bisnis.

Jika ini terjadi pada Anda, segeralah berkomunikasi dengan generasi selanjutnya. Tanyakan apa yang bisa dikerjakan oleh gaya hidup mereka terhadap bisnis yang Anda kelola. Jika perlu, manfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan bisnis. Selain berkembang lebih baik, hal ini secara tidak langsung akan membuat generasi selanjutnya makin tertarik untuk mengelola bisnis.

  1. Melibatkan generasi muda sejak dini

Kesalahan selanjutnya adalah membiarkan generasi Anda untuk menyaksikan bisnis yang Anda kelola. Beberapa di antaranya terlambat untuk mengajarkan pada generasi selanjutnya. Akibatnya bisnis yang dikelola tidak sebaik dengan yang dibangun pada masa Anda. Mereka bukanlah satu-satunya orang yang patut disalahkan, melainkan sikap yang Anda miliki.

Seperti yang dilakukan Hari Tanoe, dia melibatkan semua anaknya ke dalam bisnis yang dikelola. Meskipun ada yang membuat bisnsi fashion tetapi baginya sudah cukup baik untuk mengetahui manajemen berbisnis. Anda juga bisa melibatkan anak-anak ke dalam bisnis dengan cara mengarahkan mereka ke sekolah bisnis, mengambil penjurusan bisnis, sehingga mereka juga tetap pada jalur yang telah disediakan.

  1. Pengelolaan konflik

Konflik merupakan bumbu dalam sebuah hubungan, termasuk keluarga. Tidak jarang Anda merasa bahwa sudah sangat lelah dalam bekerja, tetapi justru anak-anak memiliki gaya hidup yang konsumtif. Hal tersebut yang kemudian menjadi pemicu adanya konflik, sehingga anak juga berpikir untuk tidak mau menlanjutkan bisnis yang Anda kelola dengan alasan lelah dan mudah stress.

Ketika konflik datang kepada keluarga Anda, perlu adanya upaya perbaikan yang cepat. Caranya bisa dengan melakukan perbincangan hangat tentang bisnis yang Anda kelola dan apa saja tantangan di dalamnya. Hal tersebut bukan menambah beban anak-anak, tetapi lebih kepada agar bisnsi yang Anda kelola tetap bisa dinikmati oleh generasi masa depan.

Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?

sacsacscsa

Kali ini akan membahas secara singkat bagaimana cara memberikan insentif bagi tim penjualan Anda. Tidak ada orang malas, hanya orang yang tidak punya tujuan. Insentif bisa diartikan sebagai intermediate goal antara goal perusahaan dengan goal pribadi karyawan Anda. Mengapa ada bisnis yang berisi orang-orang yang kurang produktif bisa jadi disebabkan oleh hilangnya tujuan jangka pendek.

Apa sih arti insentif? Menurut Pangabean (2002 : 93), Insentif adalah kompensasi yang mengaitkan gaji dengan produktivitas. Insentif merupakan penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan kepada mereka yang dapat bekerja melampaui standar yang telah ditentukan.

Metode pemberian insentif kelompok:

 

  1. Superstar insentif: Semua mendapat uang sesuai dengan prestasi tertinggi. Jadi semua harus mengejar prestasi tertinggi agar semua mendapat insentif besar. Kelebihannya, style ini lebih positif, tidak melihat pemain yang lemah. Semua harus kerja keras melakukan prestasi tertinggi. Kompetisi bisa jadi lebih sehat.
  2. Prinsip weakest link: Semua mendapat uang sesuai dengan prestasi terendah.  Agar tidak ada yang mau menjadi yang terendah, jika ada 10 orang sales, prestasinya mencapai 90%, eh, ternyata ada satu orang pencapaian 50%, semua mendapat insentif 50%.Artinya semua orang harus waspada dengan team yang lemah, selalu membantu yang lemah agar mereka ber-prestasi sama dengan yang terbaik.
  3. Menggunakan rata-rata. Ini model sosialis. Semua dapat porsi sama, berapapun prestasinya.

 

Mungkin Anda pernah mendengar Marketing Tips dari banyak buku, pembicara, seminar, radio dan sebagainya, rata-rata mungkin 80% focus strategi pada media. Kali ini saya mengajak Anda memusatkan perhatian Anda pada emosi karyawan Anda.

Dua sumber motivasi seorang karyawan, sebagian dari mereka focus untuk menghindari sengsara sebagian lainnya ingin mengejar kenikmatan. Insentif, bisa disebut sebagai hadiah untuk karyawan yang lebih focus mengejar kenikmatan, khususnya dalam  konteks tim penjualan. Jika Anda menawarkan sesuatu yang benar-benar menarik, tim penjualan Anda akan berusaha lebih giat.

Bentuk Insentif

Bentuk hadiah tidak perlu selalu berupa uang. Bisa jadi hadiahnya hanya dengan mengizinkan mereka pulang lebih cepat. Ketika system ini dilakukan oleh sebuah lembaga keuangan yang saya latih, produktifitas mereka mendadak naik. Biasanya untuk mengejar target mereka harus lembur. Sejak insentif “siapa capai target harian lebih cepat, boleh pulang lebih awal” diterapkan, mereka berlomba-lomba pulang lebih awal.

Bentuk lain dari insentif adalah dengan memberikan FREE LUNCH! Masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan seperti:

  • Boleh pulang lebih awal jika mencapai target
  • Boleh libur di hari kerja
  • Mendapat hotel voucher menginap untuk keluarga
  • Tiket pesawat pp ke Bali
  • Menginap di villa bersama team
  • Voucher belanja

Jadikan insentif tersebut menantang untuk dimenangkan, namun dapat dilakukan semua orang. Jika ada satu orang saja yang selalu menang, yang lain perlahan-lahan akan menimbulkan perasaan demotivasi dan akhirnya malas berusaha.

Apa yang harus Anda reward?

  • Perilaku terbaik
  • Disiplin terbaik
  • Absensi paling bersih
  • Best growth
  • Best results
  • Best achievement antara target dan actual
  • Orang yang paling proaktif
  • Best service champion
  • Dan masih banyak lagi

Tips memberikan insentif tim:

  1. Hadiah harus kreatif dan menarik
  2. Sebaiknya minta usulan dari tim, apa yang paling seru menurut mereka
  3. Pastikan ada seremonial saat hadiah di berikan, perbesar momentum kemenangan ini seolah hadiah yang di terima adalah sesuatu yang sangat istimewa
  4. Buat plakat, piagam, sertifikat agar mereka merasa special
  5. Cara bermain harus jelas aturannya
  6. Buat time frame jangka waktu
  7. Hubungkan antara goal perusahaan dan gairah pribadi
  8. Terakhir: BAYAR ONTIME kepada semua team!

Didalam menerapkan marketing yang efektif, tips ini akan sangat membantu Anda dalam menggali potensi team dengan memberikan mereka kesempatan untuk menang. Semua orang suka permainan, setiap melakukan permainan yang menyenangkan, sifat kita berubah drastis. Semakin menyenangkan, semakin seru sebuah permainan. Bayangkan jika bisnis Anda adalah permainan yang seru, menyenangkan dan menantang bagi setiap orang yang bekerja di perusahaan Anda, apa hasilnya?

Jadikan bisnis seperti permainan dengan menerapkan marketing tips ini. Reward, hadiah, games yakin akan membantu team Anda menciptakan asosiasi menyenangkan saat mengejar target.

Untuk mendapatkan tips lebih dalam mengenai cara mensistemasi bisnis, ikuti workshop www.topcoachindonsia.com/bisnis untuk memperkuat kerajaan bisnis Anda.

Salam pencerahan,
Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach
Certified MaTriz Level 1 Facilitator
Lean Six Sigma Coach
CEO TOP COACH INDONESIA

Related Articles :
Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?
Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.
Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit