One Day Training : HOW TO MAKE TRAINING EVALUATION WITH R.O.T.I

sacsacscsa

Training ini ditujukan bagi mereka yang terlibat dalam pelatihan baik sebagai spesialis pelatihan atau sebagai manajer pelatihan yang bertanggung jawab dengan pelatihan sebagai tugas utama mereka.

Training ini menjelaskan teknik yang bisa digunakan untuk mengevaluasi aktivitas pelatihan. Tujuannya untuk memaparkan berbagai teknik dan menyiapkan saran praktis tentang bagaimana teknik-teknik itu bisa digunakan.

Apakah Pelatihan itu? Kita memerlukan definisi dunia ’pelatihan’ untuk membantu kita berpikir tentang apa yang akan kita evaluasi. Pelatihan mencakup pembelajaran untuk melakukan sesuatu dan jika itu berhasil, maka hasilnya terlihat dalam melakukan sesuatu secara berbeda.

Apakah evaluasi itu? Evaluasi adalah proses penetapan sesuatu yang berguna dan proses mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan tentang aktivitas pelatihan. Untuk berbagai tujuan, evaluasi bisa dibagi kedalam beberapa bagian besar yaitu:Umpan balik, kontrol, intervensi,

Umpan balik alasan paling umum dalam mengevaluasi pelatihan adalah untuk menyiapkan kontrol mutu atas desain dan pelaksanaan pelatihan.

Kontrol alasan kedua untuk mengevaluasi pelatihan berkaitan dengan kebijakan pelatihan dan praktik tujuan organisasi.

Intervensi selalu mempengaruhi pandangan orang yang berkepentingan dengan pelatihan atau dipengaruhi oleh pelatihan.

Jelaslah bahwa kebijakan evaluasi yang komprehensif diperlukan untuk menyiapkan informasi yang perlu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan :

  1. Mengerti tentang teknik-teknik evaluasi dan tata cara penggunaannya
  2. Menerapkan integrasi yang lebih erat antara tujuan pelatihan dan tujuan organisasi
  3. Mendorong untuk kerjasama yang lebih baik antara trainer dan manajer dalam pengembangan staf
  4. Meningkatkan kemampuan dan mutu aktivitas pelatihan
  5. Mampu membangun mindset of success dalam bekerja

 

Materi :

1. Perubahan Dalam Efektivitas

2. Perubahan Dalam Tingkah Laku

3. Perubahan Dalam Pengetahuan

4. Perubahan Dalam Keahlian

5. Perubahan Dalam Sikap

6. Mendesain Aktivitas Pelatihan

7. Evaluasi Selama Pelatihan

8. Berbagai Pendekatan Evaluasi Training level 1 hingga level 5

 

Metode Pelatihan :

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
  5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 25%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 10%

 

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner

 

Fasilitator :

Eko Supriyatno SE, MM.

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini beliau sebagai konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Tabloid Wanita Indonesia.

 

Two Days Workshop : MANAGEMENT SKILL FOR NEW MANAGERS

sacsacscsa

Peran manajer saat ini lebih menantang daripada masa lalu karena adanya berbagai tantangan yang terjadi di dunia saat ini.

Perubahan bersifat lebih kompleks, lebih sering terjadi, dan lebih cepat dari yang pernah terjadi sebelumnya.

Perubahan akan terus menerus terjadi dengan cepat di dunia bisnis saat ini dan pada kenyataannya, kemungkinan besar tempat kerja tidak akan pernah lagi menjadi “stabil” seperti definisi dunia tradisional

Mengapa perusahaan mengubah struktur oragnisasi?

Apakah yang terjadi di dunia bisnis sehingga menyebabkan berbagai perubahan yang kita lihat?

Apakah tren yang memengaruhi peran dan tanggung jawab manajer saat ini?

Training ini dibuat untuk membantu anda memiliki kemampuan dan keahlian dalam berinteraksi terhadap bawahan dan pekerjaan anda.

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Menjelaskan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan dan makna perubahan dalam dunia bisnis serta dampaknya bagi strategi perusahaan. Menjadi manajer baru atau setingkat manajer (asisten manajer) adalah peluang baru untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Kemampuan manajemen menjadi keharusan yang tidak dapat ditawar lagi. Pelatihan ini akan memberikan kunci mendasar agar manajer dapat memberikan berbagai kemampuan terbaiknya dalam mengelola dan mengembangkan SDM perusahaan.

 

Materi

  1. Visi dan Misi
  2. Peran Kekinian Manajer
  3. Apa Yang terjadi di Dunia Kerja Kita
  4. Efektif dan Efisien
  5. KPI dan Implementasinya
  6. Peran Manajer yang Efektif
  7. Effective Management
  8. Management Skills & Abilities
  9. Effective Communication
  10. Komponen Komunikasi yang Efektif.
  11. Metode Komunikasi
  12. Effective Meeting
  13. Rapat yang Baik dan Buruk
  14. Motivational Skils
  15. How to Develop Staff
  16. Effective Time Management

 

Metode Pelatihan

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi selalu dibawakan dengan pendekatan Spiritual dan Emotional.
  5. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 25%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                         – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 10%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner.

 

Fasilitator

Eko Supriyatno SE, MM.

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini beliau sebagai konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Tabloid Wanita Indonesia.

Public Training Goal Setting With Smart KPI

sacsacscsa
  • MENGAPA PERUSAHAAN GAGAL MENGIDENTIFIKASI KPI?
  • MENGAPA KPI TIDAK MEMBUAT PERUSAHAAN PERFORM?
  • MENGAPA PERUSAHAAN KESULITAN MEMBEDAKAN KRA, KRI, PI DAN KPI?

 

TEMUKAN SOLUSINYA

DALAM WORKSHOP INI…!

KLIEN :

  • PT. PUSRI
  • CIMB NIAGA
  • CUKK ( Kalimantan )
  • PERTAMINA
  • CAPITAL RISK MANAGEMENT ( Malaysia ),DLL

 

Perubahan lingkungan bisnis seringkali sulit untuk diantisipasi, karena berjalan tidak linier. Sehingga ketidakpastias tersebut justru menjadi kepastian yang sering terjadi. Untuk mengurangi factor turbulensi perlu ada ukuran-ukuran kunci atau Key Performance Indicator (KPI) yang dapat memberkan panduan bagi kegiatan di perusahaan.

Sayangnya masih banyak perusahaan yang sulit membedakan antara Key Performance Indicator (KPI) dengan Performance Indicator (KPI).

Key Performance Indicator (KPI) sebagai unsur yang sangat terpenting dalam sistem manajemen kinerja merupakan jantung dalam siklus performance management, berupa Performance Planning, Performance Coaching & Performance Appraisal. Seorang karyawan akan konsentrasi dalam bekerja bila mengetahui dengan jelas KPI-nya.

Dengan KPI pula seseorang dapat mengetahui area di mana ia harus bekerja dan menghasilkan output sesuai dengan target yang telah disepakati. KPI juga merupakan alat komunikasi atasan dengan bawahan berlangsung serta alat komunikasi keinginan perusahaan ke semua lini organisasi.

KPI seharusnya bukan hanya mencerminkan target yang harus dicapai. KPI juga sebaiknya secara eksplisit menyatakan kemampuan proses yang harus dicapai, sehingga target perusahaan juga tercapai. Melalui pendekatan proses maka keterkaitan antar divisi atau departemen menjadi suatu jawaban mutlak keberhasilan berbagai metode sistem manajemen kinerja.

Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Workshop ini didesain untuk memandu para peserta mengidentifikasi key performance indicators secara optimal, berdasar job des dan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Didalamnya juga akan diuraikan mengenai cara mengukur dan memonitor pencapaian KPI serta target kinerja yang telah ditetapkan.

 

Materi

  1. Visi, Misi dan Strategi
  2. Critical Success Factor
  3. Pemahaman Key Result Area (KRA)
  4. Ciri-ciri KRA
  5. Beberapa contoh KRA di bidang fungsional.
  6. Key Result Indicator (KRI)
  7. Performance Indicator (PI)
  8. Mengenali indikator
  9. Model manajemen bagi KPI
  10. Panduan Pembuatan KPI
  11. Panduan penggunaan KPI
  12. Implementasi KPI yang sukses
  13. Prinsip-prinsip goal setting
  14. Spesifikasi goal setting
  15. Langkah-langkah goal setting
  16. Smart Goal Setting with KPI

 

Durasi

Lama Pelatihan adalah 1 hari (8 jam)

 

Metode Pelatihan

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 30%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                      – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                         – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 5%

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner.

 

Fasilitator

Eko Supriyatno SE, MM, Mtb

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Master Terapi Bisnis Manajemen dan entrepreneur Tabloid Wanita Indonesia. Beliau juga menjabat sebagai direktur PT. Terapi Bisnis Indonesia dan  konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Ia adalah mantan direktur LP3I MTC dan Managing Director LP3I entrepreneur Center. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Goal Setting With Smart KPI, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain.

One Day Training Analisa Beban Kerja

sacsacscsa

Seringkali terjadi saling lempar tanggung jawab dalam pengelolaan pekerjaan di perusahaan. Terdapat beberapa orang yang bekerja di perusahaan merasa terbebani dengan pekerjaannya, sementara yang lain terlihat lebih santai. Kondisi ini memuat lingkungan kerja menjadi tidak kondusif. Dan bila dibiarkan akan memberikan dampak demotivasi dalam pekerjaan. Kondisi di atas, terjadi karena metode pembebanan pekerjaan belum dimiliki oleh perusahaan. Dan jikalau terjadi metodenya seringkali belum tepat.  Sehingga hasilnya kurang begitu akurat.

Metode yang dipakai adalah Work Load Analysis yaitu gambaran deskriptif dari beban kerja yang dibutuhkan dalam satu unit organisai. Metode ini memberikan informasi tentang alokasi sumber daya karyawan untuk menyelesaikan beban kerja.

Pelatihan ini menjamin anda dapat memahami secara praktis, sehingga dapat digunakan dalam pekerjaan di perusahaan. Pelatihan ini juga dilakukan secara gamblang sehingga mudah dimengerti karena dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis di perusahaan. Model pembelajaran yang berhasil akan menjadi pola dalam pelatihan ini

 

Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Untuk peramalan/proyeksi terhadap kebutuhan tenaga kerja untuk periode tertentu. Melakukan analisa terhadap kemampuan tenaga kerja yang sekarang. Memenuhi kebutuhan yang akan datang. Memungkinkan perusahaan untuk melakukan pengurangan karyawan atau penyesuaian lewat transfer intern atau ekspansi atau Man Power Planning.

 

Materi

1. Pengertian Workload

2. Manfaat Workload Analysis

3. Integrating Human Capital to Organizational Strategy

4. Tuntutan Tata Kelola SDM

5. Bagaimana Menghitung FTE

6. Efficient VS Effective

7. Activity base

8. Cara menghitung activity base

9. Process Base

10. Cara menghitung Base Activity

11. Effective Working

12. Proses Assesmen Process Base

13. Analisis pasca penghitungan

14. Workforce planning

 

Metode Pelatihan

  1. Pemaparan materi menggunakan  modul yang disesuaikan dengan output/ tujuan pelatihan ini.
  2. Penyampaian materi diberikan dengan metode pengalaman, sehingga dapat sesuai dengan kondisi lingkungan kerja di perusahaan Anda.
  3. Pemaparan materi menggunakan media Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta.
  4. Penyampaian materi untuk menciptakan persepsi baru yang dapat  merubah mindset dan pemahaman peserta pelatihan.

 

Model Pelatihan                                                    Persentase

– Teori                                                                    – 30%

– Kiat/Tips Praktis Praktis Pelatihan                     – 25%

– Studi Kasus Pelatihan                                        – 20%

– Assignment/ Simulation / Role Play /FGD            – 20%

– Games / Ice Breaking                                         – 5%

 

* Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment

 

Peserta

Business Owner.

 

Fasilitator

Eko Supriyatno SE, MM,

Beliau adalah lulusan dari PPM Institute dengan konsentrasi pada Manajemen. Saat ini masih aktif sebagai kolumnis Master Terapi Bisnis Manajemen dan entrepreneur Tabloid Wanita Indonesia. Beliau juga menjabat sebagai direktur PT. Terapi Bisnis Indonesia dan  konsultan yang bergerak dibidang jasa konsultasi manajemen. Ia adalah mantan direktur LP3I MTC dan Managing Director LP3I entrepreneur Center. Selain itu beliau adalah seorang instruktur/trainer/speaker pada berbagai workshop dan training di bidang sumber daya manusia dan pemasaran. Sebelumnya, beliau telah sukses sebagai praktisi, terbukti dari berbagai posisi yang pernah disandangnya. Posisi Assistant Manager di PT Astra International pernah dipegangnya, serta posisi Business Manager di PT Wicaksana Overseas International Tbk. Selain itu beliau pernah bekerja sebagai direktur training LP3I (lembaga pendidikan ternama). Beberapa proyek yang pernah ditanganinya adalah Penyusunan Job Description, Pengembangan dan Desain Organisasi, strategi SDM, Pengembangan Peran Baru SDM di berbagai perusahaan retail, Fast Moving Consumer Good (FMCG), pelayaran dan Penerbangan. Tak diragukan lagi bahwa beliau sangat piawai dalam mengemukakan formulasi-formulasi baru di bidang SDM, Marketing dan Strategi yang bersifat praktis. Beberapa training yang seringkali dibawakan adalah Negotiating skills, Time Management, Marketing Intellegence, Effective Marketing for Your Company, Smart Selling, Managing HR for Beginner, Recruitment Handbook dan lain-lain.