MOTIVASI SUKSES DI USIA MUDA MEMBANGUN BISNIS

sacsacscsa

Young Entrepreneur
Peluang sukses selalu terbuka lebar bagi siapapun. Mungkin Anda masih sangatlah muda, tetapi itu bukanlah alasan untuk meraih kesuksesan lebih cepat. Banyak orang di usia muda berhasil mendapatkan kehidupan yang layak dan itu diwujudkan dengan membangun bisnis sedini mungkin.
Related Artikel : 5 Niat Membangun Bisnis
Mengapa Harus Usia Remaja?
Usia remaja selalu memiliki gairah atau semangat yang berapi-api dan tidak terkendali. Antusiasme dan semangat mereka yang membuat mereka pantas untuk membangun bisnis di usia muda. Terlebih dari survei yang dilaporkan oleh Kauffman Foundation, bahwa terjadi peningkatan pebisnis muda dari awalnya 19 persen menjadi 25 persen. Itu artinya, banyak anak muda yang mulai sadar untuk mengejar kesuksesannya dalam membangun bisnis.
So, kalau Anda di usia remaja dan ingin membangun bisnis, jangan takut. Karena dalam bisnis, tekad dan kemampuan melihat peluang yang sanggup membawa kalian ke kancah persaingan Bisnis Global. Bisa dilihat Mark Zuckerberg pelopor Facebook, Larry Page penemu Google, atau di dalam negeri ada Putri Tanjung, di usia 15 tahun ia berhasil mendirikan bisnis Jasa event organizer. Dea Valencia, umur 14 tahun sukses menjadi pengusaha batik.
Intinya, usia remaja jangan dijadikan alasan untuk tidak memulai bekerja dan menjalankan sebuah usaha. Justru diusia muda itulah peluang besar akan Anda raih. Mungkin Anda masih bertanya-tanya, apa sebenarnya kelebihan bisnis di usia muda? Ada banyak alasan yang bisa kalian dapatkan. Tapi ada beberapa hal yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
# Semangat Untuk Bangkit
Usia remaja mempunyai ketahanan mental yang luar biasa. Selain punya waktu panjang, usia remaja mempunyai pengetahuan atau akses informasi yang luas. Mereka juga tidak takut apabila ada hal-hal sulit, justru dengan adanya tantangan maka mereka akan terus mencari solusinya dan jika gagal, maka mereka akan cepat bangkit.
Hal inilah yang bisa Anda ambil contoh dari sebuah Film Animasi “Big Hero 6”, yang di sutradarai oleh Don Hall dan Chris Williams. Film tersebut mengisahkan seorang anak 14 tahun bernama Hiro Hamada. Dia mempunyai bakat dan potensi yang luar biasa dan anak ini sangat tergila-gila dengan robot dan teknologi. Namun sayang, Hiro memanfaatkan kecerdasannya hanya untuk bermain-main dan bertanding robot dijalanan.
Akhirnya, kakaknya Tadashi mencoba mengarahkan bakat Hiro kepada hal yang lebih positif. Kegilaan Hiro akan pengetahuan semakin menjadi-jadi saat bertemu teman-teman kakaknya. Semua bisa menciptakan sebuah penemuan geniusnya masing-masing.
Tapi dipertengahan jalan, Hiro harus kehilangan kakaknya Tadashi karena sebuah insiden kebakaran. Tentu hal ini sangat membuat Hiro terpukul dan menyalahkan diri sendiri akan kematian kakaknya.
Tapi, tak lama kemudian “baymax”, robot ciptaan Tadashi muncul. Secara tidak sadar, semangat yang pernah hilang dalam diri Hiro kembali muncul. Dalam waktu singkat, akhirnya Hiro bangkit dan tidak disangka-sangka Hiro berhasil menciptakan sebuah penemuan yang sangat dibutuhkan oleh dunia, yakni Microbot.
Kisah dari film animasi tersebut memanglah bukan hal nyata dalam kehidupan, tetapi ia merupakan sebuah cerminan dari semangat anak muda yang tidak boleh diabaikan begitu saja.
Nah, begitu juga dalam bisnis. Banyak risiko yang harus dihadapi oleh seorang anak muda, tetapi itu bukan untuk dihindari. Anggap itu adalah tantangan, dimana melalui tantangan tersebut Anda akan menemukan kesuksesesan terbesar Anda.
“If you ever think you’re too small to be effective, you’ve never been in bed with a mosquito!” — Wendy Lesko.
# Melihat Mimpi Bagian Terbaik Dari Kehidupan
Anak muda selalu percaya diri dengan mimpinya. Hal ini akan sangat mengecewakan kalau ternyata mimpi itu disia-siakan. Padahal, mereka mampu melihat potensi untuk mengubah dunia sebagai pengalaman yang hebat dan punya tekad untuk menikmati setiap perjalanan yang mereka lalui.
Mereka tidak pernah mengandalkan warisan yang sudah ada untuk melindungi masa depan mereka. Anak muda yang produktif selalu mengukir prestasi untuk bisa hidup sampai tua nanti.
Bahkan Bung Karno pun percaya bahwa pemuda mempunyai kemampuan dan potensi yang luar biasa. Sehingga Bung Karno mengatakan dalam pidatonya, “Beri aku 10 pemuda, maka aku akan guncangkan dunia.”
# Optimisme
Seorang pengusaha di usia muda yakin bahwa bisnis yang ia tekuni nantinya akan membawakan masa depan yang lebih baik bagi dirinya, keluarganya, teman atau bahkan semua orang.
Pengusaha muda memiliki sikap optimisme dan fokus yang luar biasa guna mencarikan problem solving dengan kemampuan dan keberanian yang mereka miliki.
Ingat, membangun bisnis di usia muda merupakan pilihan tepat bagi Anda. Jangan disia-siakan dan jangan pula merasa menyesal karena telah terjun di dunia bisnis.
“…Kegagalan hanyalah situasi tak terduga yang menuntut Anda ke dalam makna positif. Ingat, Columbus menemukan Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total, sebab Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.” — Eugenio Barba.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

5 NIAT MEMBANGUN BISNIS

sacsacscsa

Membangun Bisnis
Niat secara sederhana diartikan untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Ketika niat Anda benar, maka perbuatan itu benar dan jika niat Anda buruk, maka perbuatan itu buruk. Inilah bagian dari amal usaha guna memulai segala macam aktifitas, termasuk dalam bisnis.
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa harus niat? Harusnya yang penting uang dong, bukan niat. Benar, uang itu penting. Tapi, niat jauh lebih penting. Dengan niat, Anda bisa sampai pada tujuan yang tepat. Tanpa niat, Anda akan tersesat.
Bukankah Membangun Bisnis berangkat dari niat? Ingin sukses, hidup sejahtera, membahagiakan orang tua, bisa menyekolahkan anak-anak, dst. Begitulan niat, ini adalah perbuatan hati, keinginan seseorang mencapai suatu hal. Karena itu, tatalah niat Anda dengan baik dan benar.
Ambil contoh ketika sebuah perusahaan berniat mendapatkan benefit yang banyak, tapi dengan cara yang tidak benar. Seperti: tidak membayar hutang Bank, tidak memprioritaskan pelayanan, bahkan melakukan tindakan korupsi, suap dll. Apa yang terjadi kemudian? Tentu akan merugikan banyak orang, banyak yang dikecewakan, bahkan bisa membuat Anda terjerumus dalam penjara. Inilah yang terjadi jika niatnya sudah buruk.
Saya memiliki 5 (lima) Niat yang mungkin bisa Anda terapkan dalam menjalankan bisnis Anda.
1# Niatkan Bisnis Menjadi Saluran Berkat

Membangun Bisnis1
Niatkanlah Bisnis yang Anda jalankan demi mendapatkan keberkatan. Berkat bagi semua orang, karyawan, customer bahkan perusahaan-perusahaan lain. Anda tentu tidak mau kan, rezeki Bisnis Anda berkurang atau bahkan gulung tikar.
Tanda-tanda Bisnis yang tidak berkah, biasanya justru membuat Anda gelisah, merasa tidak cukup dan merugikan banyak pihak. Bisa pula karena niatnya salah, karena ingin memperkaya diri sendiri, akhirnya Anda melakukannya cara yang tidak benar.
Seperti; berjudi, berjudi ini bukan hanya bermain kartu dan bertaruh uang. Dalam bisnis, Anda mungkin melakukan bisnis spekulasi, beli stock barang yang belum tentu laku, buka cabang tapi tanpa riset. Semua itu dilakukan karena niatnya hanya untuk diri sendiri, bukan banyak orang. Coba Anda perbaiki niat Anda, supaya bisnis Anda bisa membawa berkat. Saya yakin niat ini bisa membantu bisnis yang Anda jalankan.
Contoh, PayTren milik Ustadz Yusuf Mansur. Bisnisnya sederhana, hanya jual Pulsa, Token listrik, Tiket dan pembayaran tagihan-tagihan bulanan melalui gadget. Tapi karena diniatkan bisa memberikan berkat bagi semua orang, memudahkan banyak orang. Akhirnya PayTren bisa berkembang cukup cepat bahkan hanya dalam kurung waktu 3 tahun sudah memiliki ratusan bahkan ribuan anggota. Karena itu niatkanlah bisnis Anda supaya menjadi saluran berkat bagi semua orang.
2# Niatkan Memberi Manfaat Bukan Mengambil Hak Orang Lain

Membangun Bisnis3
Apakah Membangun Bisnis hanya fokus pada keuntungan? Tidak. Itu semua adalah alasan materi. Apabila alasan Anda hanya materi, tentu besar kemungkinan tujuan Anda hanya menikmati hidup sesukanya, berfoya-foya, meraih popularitas, dan untuk kepentingan Anda sendiri. Bahkan bagi Anda mengambil hak orang lain adalah perkara yang biasa. Bisakah kemudian Anda sukses dengan niat seperti itu? tentu tidak.
Coba bayangkan, jika perusahaan Anda hanya fokus pada omset. Apa yang terjadi? Tentu untuk meraih omset yang banyak, Anda akan mengabaikan berbagai macam hal. Salah satunya adalah memperkaya hutang, tidak berniat melunasi hutang Bank, tidak peduli terhadap gaji karyawan dan bisa pula mengambil hak customer Anda sendiri.
Ingatlah, apapun yang Anda ambil, Anda harus membayarkan kembali. apapun yang Anda lakukan, Anda harus bertanggung jawab. Apa yang Anda tabur, pasti Anda tuai. Jika Anda merugikan orang lain pasti juga ada yang meminta ganti rugi.
Bisa Anda liat di beberapa jenis usaha yang ternyata merugikan banyak pihak. Salah satu contoh adalah Usaha bakso tapi ternyata memakai formalin, menjual ayam tapi sudah busuk. Apakah ini memberikan manfaat bagi orang lain? Tidak, justru merugikan banyak orang. Hak untuk menikmati bakso yang Anda makan, ayam yang Anda beli tidak terpenuhi. Ini terjadi karena orang hanya fokus pada omsetnya, tidak pada niatnya.
3# Tuntaskan Pekerjaan

Menuntaskan Pekerjaan
Seorang pebisnis harus mempunyai konsistensi dalam bekerja. Konsistensi ini merupakan niatan supaya Anda tidak teledor dan hanya ingin menikmati hasil tanpa kerja keras. Padahal banyak hal yang Anda tinggal, seperti pekerjaan masih menumpuk, komplain customer yang diabaikan atau bisa juga saat Anda berhalangan menyelesaikan pekerjaan, tapi tidak Anda bayar.
Kalau Anda terus meninggalkan pekerjaan dan mengabaikannya, apakah Anda bisa mewujudkan bisnis yang berkat dan bermanfaat bagi orang banyak? Tidak mungkin. Sehingga niatkanlah tugas atau pekerjaan yang Anda tangani hari ini, harus tuntas. Karena dengan niat menuntaskan semua pekerjaan, maka Anda bisa merencanakan tugas berikutnya.
Menuntaskan pekerjaan merupakan kesuksesan kecil yang bisa Anda rasakan. Setelah pekerjaan Anda selesai, Anda bisa menikmati jerih payah Anda sendiri dan merasakan kenikmatan yang Luar Biasa.
4# Melayani Bukan Untuk Dilayani

Membangun Bisnis4
Bangunlah niatan melayani bukan dilayani. Apabila Anda adalah seorang pebisnis, maka layanilah pelanggan Anda, layanilah tamu Anda. Jangan merasa sudah sukses dan kaya, sehingga orang lain harus hormat dan memberikan pelayanan terbaik untuk Anda.
Apakah itu baik? Tidak. Merendahkan Diri, bukan berarti Anda adalah orang rendahan, merendahkan hati membuat Anda disukai banyak orang bahkan selalu mendapatkan tempat terhormat bagi masyarakat.
Contohnya adalah Bill Gates, walaupun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia karena menciptakan terobosan sebuah perangkat lunak yang sangat bermanfaat bagi semua orang yakni Microsoft. Tetapi, Bill Gates tetap dikenal sebagai orang yang rendah hati dan tetap ingin menggunakan kekayaannya untuk kepentingan orang banyak. Inilah niatan yang harusnya dibangun oleh seorang pebisnis. Yakni, tidak pernah segan untuk merendahkan hatinya bagi siapapun.
Bekerjalah dengan penuh cinta, maka semua cita-cita dan impian pasti akan menjadi kenyataan.
5# Selalu Bersyukur

bersyukur1
Selalu bersyukur atas hasil yang Anda peroleh. Ingat, bersyukur bukan berarti pasrah ya. Bukan berarti pula menerima hasil apa adanya. Jika Anda salah mengartikan niat, maka Anda gagal sukses.
Bersyukur itu artinya melakukan segala macam upaya, jerih payah dengan seluruh panca indra, dengan seluruh energi Anda, dengan seluruh waktu yang Anda punya. Dengan seluruh pikiran yang Anda miliki. Setelah itu yang harus Anda lakukan adalah apapun hasilnya. Syukurilah! Karena Anda sudah melakukan yang terbaik.
Ingatlah, bahwa dunia bisnis merupakan interaksi antara berbagai tipe manusia. Itu artinya, sangat berpotensi menjerumuskan Anda ke dalam hal-hal yang salah dan tidak benar. Baik karena didesak oleh kebutuhan perut, diajak bersekongkol dengan orang lain secara tidak sah atau karena ketatnya persaingan yang membuat Anda melakukan hal-hal yang tidak jujur. Karena itu ke lima niat diatas harus dipegang erat-erat bagi pebisnis. Sehingga nantinya, Anda memiliki bisnis yang bermanfaat bagi semua orang.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

4 TIPS MEMBANGUN BISNIS KELAS DUNIA

sacsacscsa

Bisnis Kelas Dunia
Banyak pengusaha saat ini mengalami problem – Membangun Bisnis Kelas Dunia. Terjadinya hal tersebut kebanyakan disebabkan oleh persaingan bisnis yang semakin berat, turunnya penjualan secara signifikan dan pasar yang tidak pasti.
Kondisi pengusaha di Indonesia saat ini masih jauh berbeda dengan negara tetangga. Dari total 250 juta penduduk, Indonesia hanya mengalami pertumbuhan pengusaha sebesar 1.5 persen. Sangat jauh berbeda dengan Singapore yang nilai pertumbuhanya sebesar 7 persen. Apakah ini hal yang wajar? Tentu tidak.
Jika ada orang yang sudah berhasil membangun bisnisnya menjadi kelas dunia, lalu mengapa ada orang gagal membangun bisnis yang sama. Apakah Anda termasuk orang yang mempunyai masalah, saya rasa semua orang juga mempunyai masalah.
Namun, pertanyaannya apa rahasia yang dilakukan seorang pengusaha untuk membangun bisnis kelas dunia?
1# Terbebas dengan Rutinitas Harian

Bebas Rutinitas1
Bisnis Kelas Dunia memiliki sistem yang dapat membuat Anda terbebas dari kegiatan sehari hari. Nah, kesalahan seorang pebisnis terkadang masih memusingkan dirinya terhadap rutinitas harian yang justru hanya akan membuatnya pusing dan tidak bisa produktif. Kok bisa seperti itu?
Sangat disayangkan, apabila Anda terlalu sibuk dengan operasional. Maka tentu waktu Anda dipastikan akan habis. Itu artinya Anda tidak akan ada waktu untuk memikirkan strategi bisnis dan dapat dipastikan hasil akhirnya, “BISNIS MENJADI KORBAN”
Ciri-ciri bisnis yang gagal biasanya memiliki masalah dengan waktu, bisnisnya mulai melambat. Kemudian target-target tidak tercapai. cash flow mulai tersendat-sendat. Hutang bank di mana-mana, biaya bunga sangat tinggi, timnya keluar masuk dan juga susah cari ide.
Sehingga, Anda harus menghindari kesalahan tersebut dengan menemukan leader-leader pengganti, yang pada akhirnya bisa menjalankan sistem operasional di bisnis Anda.
2# Tim yang Bisa Diandalkan

Group of business colleagues discussing at desk in office
Bisnis yang baik didukung oleh sekumpulan orang dengan berbagai pengetahuan dan sumber daya. Kumpulan orang ini harus bisa diandalkan dan memiliki kemampuan untuk mengantarkan Anda pada tujuan bisnis.
Bayangkan saja, Anda tidak memiliki tim yang bisa diandalkan, bagaimana Anda akan menjual produk atau jasa yang Anda tawarkan. Padahal bisa dikatakan produk yang Anda miliki adalah produk yang bagus, dibutuhkan oleh customer. Tapi karena Anda tidak memiliki tim yang bisa diandalkan. Produk Anda akhirnya sia-sia. Sayang bukan! Oleh karena itu dibutuhkan tim yang handal guna mewujudkannya.
Sebagai penggerak bisnis, Anda juga harus mengevaluasi tim bisnis dan memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat mereka. Kalau TIDAK Anda HARUS buang waktu habis-habisan untuk mengawasi tim Anda. Menambah orang untuk mengawasi tim. Karena apabila Anda tidak melakukan hal tersebut, ini akan menjadi masalah yang sangat-sangat besar. WAKTU UNTUK MENGAWASI ADALAH HAL YANG SANGAT-SANGAT LUAR BIASA MAHAL!!
INGAT! Lebih baik mengedukasi tim untuk mandiri daripada menambah orang untuk mengawasi mereka dan akhirnya hanya menjadi tambahan biaya tanpa hasil.
3# Produk yang Mudah Dipahami

Calon Pelanggan
Keberhasilan pasar didapat oleh perusahaan yang paling cocok dengan persyaratan lingkungan saat ini, yaitu barang dan jasa yang siap dibeli orang. Berbagai individu, bisnis dan bahkan seluruh negara harus menemukan bagaimana mereka menghasilkan produk yang dapat dipasarkan. Sehingga dengan begitu Anda akan bisa memproduksi barang atau jasa secara massal.
Hal terpenting selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jangan sampai Anda memiliki produk yang rumit. Karena pada akhirnya ketika salesman agak susah untuk menjelaskan pada customer. Ini justru akan menjadi masalah yang sangat besar.
Jangan sampai kejadian customer bilang “ini produk apa sih, kamu sudah jelasin saya hampir setengah jam. Tapi saya nggak ngerti maksudnya apa?”
Ini bahaya untuk masa depan bisnis Anda. Usahakan produk Anda, harus bisa sangat-sangat mudah untuk dijelaskan dan dipahami oleh customer. Bahkan Steve Job pernah bilang saat dia pertama kali ingin meluncurkan I phone “we will revolutionise the phone”.
Ini artinya setiap orang pasti sudah pasti tahu telepon itu seperti apa, fungsinya untuk apa. Tapi ini adalah sesuatu yang revolusioner. Berarti ekspektasi Anda sangat-sangat besar untuk Membuat Bisnis Anda Kelas Dunia lagi.
4# Manajemen yang Tersistemasi

Sistemasi Kelas Dunia1
Sistem manajemen yang baik tentu akan memajukan perusahaan. Meningkatkan daya saing, memperluas kerjasama, serta meningkatkan kepuasan klien atau pelanggan.
Sehingga dari sini, perlu Anda meninjau kembali sistem yang sudah berjalan. Apakah sistem yang dijalankan selama ini efektif atau malah cenderung tidak efektif. Jangan-jangan sistem tersebut sangat sulit untuk diterapkan oleh tim Anda.
Sehingga sangat diperlukan pencocokan jenis sistem manajemen seperti apa yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi perusahaan, serta kondisi kemampuan karyawan dalam menjalankan sistem tersebut.
Membangun Bisnis Kelas Dunia memang bukan perkara mudah. Ibarat sebuah permainan, banyak sekali peluang untuk kalah. Saat kalah, bukan hanya finansial saja yang merugi, tapi juga waktu dan mental.
Namun selama Anda tidak mengalami kesalahan-kesalahan yang disebutkan di atas, percayalah bisnis Anda masih berada di posisi aman dan mampu menjadi Bisnis Kelas Dunia.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Pondasi ini Mutlak ada dalam Membangun Bisnis

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Apa yang membuat bisnis Anda tidak sesuai dengan harapan Anda? Saya yakin pertanyaan tersebut akan ada dibenak Anda. Biasanya saat membangun bisnis cara langkah awal yang diambil salah. Fokusnya selalu terarah pada masalah teknik dan taksis saja. Ada hal justru yang lebih penting, namun sering terlupakan.

Sebuah data statistik yang pernah saya baca menunjukan bahwa 95% pembisnis hanya mampu bertahan 5 tahun. Umur usaha yang lumayan pendek menurut saya, apalagi tujuan bisnis Anda untuk meraih kesuksesan. Bisnis yang sukses dan dapat bertahan tentu hanya 5% saja bukan? Nah, sekarang coba saja pikirkan apa yang bisa menyebabkan hal itu terjadi?

Anda dapat melihat penyebabnya dari segi teknis. Memang bisa Anda lihat dari aspek lainnya. Namun, dari segi teknis ini sangat berpengaruh, seperti kekurangan modal, kurang pemasaran, masalah cashflow, dan masalah manajemen. Masalah teknislah yang sering didapati dari data yang terlihat.

Satu akar permasalahan yang selalu terlupakan padahal mungkin saja membuat bisnis Anda gagal yaitu modal. Siapa bilang modal merupakan salah satunya akar permasalahan? Andaikan Anda memperoleh pinjaman modal, belum tentu bisnis Anda akan berjalan.

Kebanyakan orang selalu bertanya cara untuk mendapatkan modal, bukan cara menambah modal. Jika Anda pikir orang miskin mendapat modal secara kebetulan, maka tunggu saja kebetulan Anda. Anda seharusnya mendapatkan pelajaran dari orang miskin, kalau dia saja dapat memperoleh modal kenapa Anda tidak.

Sebelum membangun sebuah bisnis Anda harus membangun diri Anda sendiri sebagai  pembuat bisnis. Saya berikan contoh, jika Anda memilih menggunakan cangkul untuk menggali lapangan sepak bola apa yang akan Anda dapatkan? Anda hanya akan kesulitan melakukannya. Seharusnya Anda memilih bulldozer atau back hoe untuk menggalinya bahkan lebih cepat.

Bisnis yang Anda bangun akan mengalami kesulitan tanpa menggunakan kekuatan yang besar. Sebaiknya, Anda sebagai pembuat bisnis harus membangun diri Anda terlebih dahulu. Caranya dengan mengembangkan diri Anda menjadi sosok yang kuat dan tangguh. Kekuatan yang Anda miliki akan membantu Anda membangun bisnis yang besar. Saya rasa memiliki bisnis besar adalah harapan Anda.

Kesalahan kedua yang sering terjadi pada seorang pembuat bisnis terletak pada kesalahan fokus mereka. Kebanyakan dari mereka hanya fokus belajar pada teknis saja. Menurut mereka mempelajari teknis sangat mereka sukai dan justru melupakan hal yang lainnya. Apakah Anda juga sering atau bahkan selalu melakukan itu? Saya harap hal itu tidak terjadi pada Anda.

Saya berikan sebuah contoh lagi kepada Anda. Jika dalam pemasaran menggunakan suatu sistem iklan, Anda harus memahaminya terlebih dahulu. Pahami ilmu pemasaran, advertising dan pervideoan. Hasil iklan yang akan Anda ciptakan pun akan berkualitas. Anda tentu tidak ingin uang Anda hilang hanya untuk membuat iklan yang tidak berkualitas bukan? Bayangkan berapa besar kerugian yang Anda alami!

Sudah jelas terlihat bahwa didalam pemasaran juga diperlukan sebuah kreativitas didalamnya. Tapi perlu Anda ingat, bukan hanya dalam pemasaran tapi menciptakan produk atau jasa juga membutuhkan kreativitas. Kreatvitas sudah Anda miliki, lalu apa yang harus Anda miliki lagi?

Berikutnya Anda harus pandai dalam hal manajemen keuangan. Anda hanya perlu kebijaksanaan dalam mengolah uang yang ada. Selain itu, perlu juga diperhatikan kemampuan daya ungkit (leveraging), untuk mempelajarinya Anda dapat memperoleh dari ebook saya disini.

Leadership juga tidak kalah pentingnya harus Anda miliki. Cara untuk mendapatkan kreativitas, leadership, dan daya ungkit telah saya rangkum dalam Video Bisnis Anti Gagal. Jadi seserius apa Anda dalam membangun bisnis yang besar? Kuncinya hanya konsisten dan bangun diri Anda.

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Hati-hati Salah Berhemat Berakibat FATAL!
– Fokuslah Membangun Karakter Manusia dalam Bisnis
– Persaingan Harga Membuat Bisnis Anda Buruk
– Sebagai Pembisnis Hindari Fokus hanya Satu Bidang
– Memulai Bisnis dari Nol Belum Tentu Baik

Salam Pencerahan.
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur