Dampak MEA Bagi UMKM di Indonesia

sacsacscsa

Sejak bulan Januari 2016 lalu ASEAN resmi membuka pasar bebas yang dikenal dengan sebutan MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) atau ASEAN Economic Community. Pembukaan pasar bebas ini berarti bahwa setiap barang dan jasa nantinya akan bebas keluar masuk antar negara di ASEAN. Terutama pembangunan integrasi ekonomi agar bisa mengurangi biaya transaksi perdagangan dan peningkatan fasilitas binis serta daya saing ekonomi UMKM.

Tentu perubahan kebijakan antar negara-negara ASEAN yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja sangat membantu peningkatan kualitas ekonomi masing-masing negara. Meski demikian beberapa pasar seperti China yang mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas tentu menjadi salah satu pesaing yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Berdasarkan kebijakan ASEAN, Pasar bebas kali ini terfokus pada 12 sektor yang menjadi prioritas yaitu berupa 7 sektor barang meliputi industri pertanian, peralatan elektonik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, industri berbasis kayu, dan tekstil. Serta sektor jasa meliputi pariwisata, teknologi informasi, logistik, pelayanan kesehatan dan lain sebagainya.

Tujuan utamanya tentu untuk menciptakan pasar tunggal berbasis produksi berdaya saing tinggi, makmur dan lebih stabil dengan integritas regulasi perdagangan. Hal ini juga mengindikasikan kebebasan pelaku usaha untuk melakukan investasi, penambahan fasilitas serta bersaing lebih luas lagi.

Bagi UMKM di Indonesia, keberadaan MEA tentu menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kualitas barang dan pelayanan jasa yang diberikan. Karena secara langsung akan dihadapkan dengan pasar yang lebih luas dari sebelumnya. Tentunya dengan pemangkasan anggaran distribusi yang sangat membantu delivery barang lebih cepat dan murah.

Dampak Positif MEA Bagi UMKM di Indonesia

Jika ditanggapi dengan benar dan langkah yang tepat, tentu bisa menjadi loncatan baik untuk perekonomian di Indonesia. Berikut ini berbagai dampak positif MEA bagi UMKM di Indonesia :

  1. Tenaga ahli terampil bisa terserap lebih baik di pasar luar negeri
  2. Ketersediaan barang dan jasa lebih murah karena ada pemangkasan biaya import barang jadi atau barang baku sebelum diolah di dalam negeri.
  3. Proses produksi lebih murah karena bahan baku dan mesin produksi lebih mudah didapatkan.
  4. Peluang wirausaha baru sangat tinggi karena pasar bebas memberikan jangkauan produk lebih luas, relasi bisnis lebih luas dan pengembangannya yang semakin mudah dilakukan.

Dampak Negatif MEA Bagi UMKM di Indonesia

Namun jika UMKM Indonesia tidak melakukan persiapan sejak dini dan tidak tepat dalam melakukan penanganan bisa jadi justru memperburuk ekonomi Indonesia Itu sendiri. Meski kecil kemungkinannya berikut ini dampak negatif MEA yang mungkin terjadi pada UMKM Indonesia.

  1. Tentu ada bangsa yang diuntungkan karena pasar bebas ini. Sebagai contoh, kebutuhan tenaga trampil industri perminyakan di Indonesia sangat besar, namun SDM negeri ini yang menguasai minyak cukup terbatas. Alhasil bangsa asing akan masuk ke Indonesia untuk memenuhi kekosongan lapangan pekerjaan itu. Hukum rimba akan bersaing, siapa yang berkompeten, dialah yang akan diambil.
  2. Industri kecil yang memiliki daya saing lemah akan semakin tergeser karena semakin banyak produk dengan jenis sama yang lebih murah. Contoh kasus produk mainan dari China yang dijual sangat murah di Indonesia.
  3. Sektor perdagangan akan langsung head to head baik yang besar dan yang kecil secara langsung. Alhasil mereka yang memiliki modal terbatas, sumberdaya terbatas tidak bisa langsung bersaing jika tidak dibarengi kreatifitas yang lebih baik.

Jauh dari pada itu, ada peluang yang sebenarnya sangat besar dan bisa dimanfaatkan oleh UMKM di Indonesia. Pertama, sektor perdagangan E-Commerse atau bisnis online sangat terbuka luas. Kedua, sektor jasa sangat mungkin berkembang dengan adanya kebutuhan industri semakin tinggi. Misalnya jasa pengiriman barang, jasa antar jemput dan lain sebagainya. Ketiga, hal yang tidak boleh terlupakan adalah bahwa Indonesia adalah negera kepulauan yang memiliki jutaan tempat wisata menarik yang bisa dieksplorasi.

Jika UMKM bisa terus menempa dirinya menjadi lebih baik dalam hal kapasitas dan strategi bisnis, tentu keberhasilan bisa diraih lebih mudah. Ingatlah bahwa UMKM adalah salah satu bibit terbaik yang akan menumbuhkan ekonomi Indonesia dengan cara lebih stabil.

Indonesia Perlu Tingkatkan Kualitas SDM Hadapi MEA 2015

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach, Top Coach Indonesia, berpendapat bahwa Indonesia perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 agar mampu bersaing.

Pendapat ini ternyata tak disuarakan oleh Top Coach Indonesia saja. Sejumlah pengusaha, pejabat, maupun akademisi turut serta mengumandangkan perlunya kita meningkatkan kualitas SDM agar mampu bersaing dan tak ketinggalan dengan SDM dari Negara lain.

Salah satu akademisi yang juga berpendapat sama adalah ekonom Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Edy Suandi Hamid. “Dikutip dari data Bappenas 2013, kesiapan tenaga kerja Indonesia menurut Asian Productivity Organization (APO) menunjukkan dari setiap 1.000 tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 4,3 persen yang terampil, sedangkan Filipina 8,3 persen, Malaysia (32,6), dan Singapura (34,7),” katanya.

Ia mengatakan kesepakatan, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) akan mulai diberlakukan pada 2015. Meskipun sudah dekat, persiapan masyarakat Indonesia menghadapi MEA masih minim. “Indonesia layak khawatir mengingat belum adanya tindakan antisipatif atau langkah-langkah yang memadai karena terbatasnya sosialisasi dan pemahaman mengenai MEA di kalangan masyarakat,” katanya.

Top Coach Indonesia juga menemukan fakta yang tak kalah mengerikan. Survei Litbang Kompas pada awal 2014 di 10 kota besar menunjukkan hasil yang mengejutkan. Survey tersebut menemukan, hanya 42,5 persen masyarakat yang pernah mendengar apa itu MEA.

Karena itu, Top Coach Indonesia berpendapat, ada lima elemen inti pasar tunggal dan berbasis produksi yakni pergerakan arus barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja. Melalui kegiatan seminar, pelatihan, maupun edukasi bisnis yang dikembangkan, Top Coach Indonesia senantiasa berkomitmen untuk terus mengingatkan kita semua tentang pentingnya mengembangkan dan memperbaharui wawasan dan pengetahuan kita dalam menjalankan usaha maupun pekerjaan profesional lainnya.

QH.

Related Articles :
Produk Indonesia Harus Berstandard Global
Pemerintah Harus Tingkatkan Daya Saing Koperasi dan UKM
Top Coach Indonesia: Langkah Konkret Pemerintah dalam Memberdayakan UMKM Ditunggu
Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia

Indonesia Bersiap Kebanjiran Akuntan Asing

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Top Coach Indonesia yang baru saja meraih sertifikasi IASSC berharap, akuntan Indonesia mampu meningkatkan kemampuan maupun kompetensinya dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Pasalnya, banyak akuntan di negara-negara Asia Tenggara yang sangat berminat bekerja di Tanah Air. Terbukti, dari hasil pertemuan dengan sejumlah akuntan di ASEAN seperti Singapura dan Malaysia, mereka sangat menginginkan bekerja di Indonesia.

Pertanyaannya adalah bagaimana kesiapan akuntan Indonesia mampu bersaing dengan akuntan dari negara tetangga. Pertanyaan ini juga diungkapkan Kepala Perwakilan Kantor CPA Australia-Indonesia Retty Setiawan, di sela-sela penandatanganan Naskah Kerjasama (MoC) CPA Australia dengan Inti College Indonesia, Swiss Germany University, serta President University.

Menurutnya, pemberlakuan MEA pada 2015 menuntut seluruh sektor perekonomian dan jasa, termasuk akuntansi, berusaha untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kemampuan jika tak ingin kalah bersaing dengan profesi serupa yang datang dari sesama anggota ASEAN.

“Persaingan bebas tenaga kerja yang memiliki berbagai kemampuan dan keterampilan membuka kesempatan luas untuk bekerja sebagai warganegara sesama ASEAN,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah wartawan di Jakarta.

Indonesia akan menjadi tujuan pasar dengan potensi ekonomi sangat besar dan diprediksi bisa menjadi negara paling potensial di MEA dari segi perekonomian. Inilah antara lain yang menjadi alasan banyak akuntan asing ingin bekerja di Indonesia.

Top Coach Indonesia yang selama ini secara konsisten melakukan pelatihan dan pemberdayaan baik bagi profesional maupun pemilik usaha, menilai, jika dilihat dari segi kemampuan sebenarnya akuntan Indonesia tidak kalah bersaing dengan akuntan dari sesama ASEAN.

Namun, keahlian yang dimiliki harus terus ditingkatkan agar tidak kalah bersaing. Karena itu, dengan adanya pelatihan dan pengembangan kompetensi yang dilakukan Top Coach Indonesia bagi para profesional, diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas akuntan profesional di Indonesia sehingga memiliki standar yang diakui secara internasional.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia: Saatnya Mengembangkan Bisnis Digital
TOP COACH INDONESIA: SAATNYA PEMERINTAH BARU PERHATIKAN UMKM
Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money

Top Coach Indonesia: Pengusaha Muda Harus Siap Hadapi MEA 2015

sacsacscsa

TOPCOACHINDOESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach kenamaan di Indonesia meyakini bahwa industri kreatif di Tanah Air makin berkembang dan pelakunya percaya diri memasuki era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Namun, Top Coach Indonesia menemukan adanya kekhawatiran terhadap para pengusaha muda dalam menghadapi MEA. Sejumlah pengusaha kecil menengah tampaknya masih khawatir menghadapi era pasar bebas ASEAN ini. Sejumlah UMKM khawtir harus gulung tikar akibat tak dapat bersaing ketika MEA mulai diberlakukan.

Hal ini juga diungkapkan Ketua Parekraf BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erik Hidayat. “Mereka mengaku masih khawatir tak dapat bersaing dengan profesional negara ASEAN lain dalam menjual produk ketika MEA sudah diberlakukan,” kata Erik, kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah wartawan di Jakarta.

Kekhawatiran ini, menurut Erik, disebabkan oleh perasaan traumatik yang mereka hadapi ketika perjanjian ACFTA diberlakukan pada 1 Januari 2010. ASEAN-China Free Trade Area merupakan kerja sama perdagangan bebas antara masyarakat Asosiasi Asia Tenggara dengan Tiongkok.

Di dalam kesepakatan tersebut terdapat kebijakan, di mana tarif masuk barang dikurangi hinggga dihapuskan menjadi nol persen. Dengan begitu, produk Tiongkok membanjiri Indonesia dan berhasil menarik pangsa pasar lebih besar karena harganya murah.

Dengan adanya perjanjian ACFTA pada 2010, produk Tiongkok atau China dapat lebih mudah dijumpai di pasar dan toko-toko. Variasi barang dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan produk dalam negeri membuat barang Tiongkok lebih diminati, sehingga masyarakat mulai meninggalkan produk lokal.

Karena itu, Top Coach Indonesia beranggapan, sebaiknya pemerintah mempersiapkan regulasi yang baik terkait UMKM ini, sehingga mereka dapat dilindungi. Selain itu, sebagai bentuk kontribusi dalam memajukan dunia usaha, Top Coach Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan edukasi bisnis pada mereka melalui pelatihan, seminar, workshop, dan business coaching yang secara rutin digelar.

QH.

Related Articles :
Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik

Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga kepelatihan bisnis atau business coach terpercaya, Top Coach Indonesia melihat, di balik kecemasan sejumlah kalangan terhadap kesiapan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, ternyata kita memiliki sejumlah potensi terpendam.

Top Coach Indonesia memandang, Indonesia saat ini memiliki 12 sektor prioritas dalam perdagangan barang dan jasa yang dapat diunggulkan dalam pasar bebas ASEAN atau MEA mulai 2015. Karena itu, masyarakat tak perlu ragu atau pesimis dengan babak baru ekonomi nasional dan regional ini.

Sikap optimisme dalam menghadapi MEA juga ditularkan  Direktur Jenderal Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Rossalis Rusman Adenan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena negara kita mempunyai 12 sektor yang menjadi unggulan, empat di antaranya bergerak dalam bidang jasa.

“12 sektor tersebut terdiri atas delapan sektor perdagangan barang dan empat sektor dalam bidang jasa,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media di Jakarta. Ia menambahkan, sektor perdagangan barang mencakupi bidang pertanian, perikanan, industri karet, industri kayu, industri tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, empat sektor perdagangan jasa mencakup bidang kesehatan, pariwisata, perhubungan udara, dan logistik. Ia menambahkan “e-commerce” juga akan dimasukkan dalam sektor perdagangan jasa yang diunggulkan. Untuk bidang kesehatan, ada tiga subsektor yang diklasifikasikan, yakni kedokteran umum, kedokteran gigi, dan keperawatan.

Makanan kemasan yang saat ini mengalami peningkatan ekspor sebesar 20 persen ke Amerika Serikat juga akan dipertimbangkan sebagai sektor perdagangan barang prioritas dalam MEA 2015. Penyelenggaraan MEA, tidak hanya mengintegrasikan perdagangan barang dan jasa, investasi, serta pergerakan tenaga terampil, tetapi juga meningkatkan pembangunan ekonomi yang merata pada negara yang saat ini mulai menunjukkan perkembangannya, seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Philipina.

Kendati demikian, berbagai peluang ini tak akan berarti apa-apa selama sumber daya manusia kita tak bisa mengelolanya. Karena itulah, Top Coach Indonesia senantiasa hadir untuk mempersiapkan sumber daya manusia guna menghadapi berbagai tantangan bisnis ke depan. Melalui pelatihan maupun business coaching yang diadakan, Top Coach Indonesia berharap lahirnya pengusaha-pengusaha handal dan tahan uji menghadapi berbagai tantangan ke depan.

QH.

Related Articles :
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”

Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga kepelatihan bisnis atau business coach terpercaya di Indonesia, Top Coach Indonesia mengharapkan agar para pengusaha nasional mampu berperan aktif dalam membangun daerah. Hal ini dimaksudkan agar terjadi pemerataan pembangunan dan membuat daerah lebih memiliki daya saing.

Harapan ini juga disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang meminta agar pengusaha lebih berperan membangun daerah untuk siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Daerah harus mempunyai daya saing yang kuat dalam menghadapi MEA mendatang,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media massa nasional.

Menurutnya, sudah saatnya pengusaha muda mengupayakan koordinasi dan konsolidasi organisasi dalam rangka pembangunan bangsa untuk kepentingan pembangunan ekonomi dari hulu sampai hilir. Dengan begitu, lanjutnya, peran pengusaha akan menjadi lebih baik dan optimal bagi pemerintah daerah.

Dalam upaya mengoptimalkan peran pengusaha bagi lingkungan sekitar, Top Coach Indonesia juga merintis dan mengelola berbagai komunitas dan pertemuan bisnis antara para pengusaha. Salah satu komunitas yang dikelola Top Coach Indonesia adalah Top Coach Indonesia Business Community, yang secara rutin menggelar pertemuan antara para pengusaha dan pemilik usaha.

Salah satu organisasi pengusaha adalah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Hipmi yang merupakan organisasi besar diharapkan berperan aktif dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan industri. “Untuk itu, saya minta peran aktif agar Hipmi selalu memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Hidayat.

Hipmi di masa yang akan datang harus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi agar mempunyai daya saing yang kuat khususnya dalam MEA yang akan segera berlangsung. “Hipmi diharapkan bisa meningkatkan kemitraan dengan pemerintah provinsi, kota/kabupaten,” katanya.

Top Coach Indonesia juga mendorong para pengusaha berperan besar khususnya di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Persaingan ekonomi semakin ketat, tetapi para pengusaha ini masih memiliki peluang besar dalam memajukan ekonomi Indonesia sehingga peluang-peluang bisnis ini harus mampu dimanfaatkan oleh para pengusaha.

QH.

Related Articles :
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara

Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka, Top Coach Indonesia mendorong pemerintah untuk memperbanyak standarisasi terhadap produk-produk yang beredar di Indonesia. Sehingga produk dalam negeri siap menerima persaingan dari produk luar negeri terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Apalagi, payung hukum soal standarisasi ini sudah ada, yaitu Instruksi Presiden Nomor 6/2014 tentang Peningkatan Daya Saing Nasional Dalam Rangka Menghadapi MEA. Inpres itu menekankan pentingnya pejabat terkait mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk peningkatan daya saing nasional dan melakukan persiapan pelaksanaan MEA.

Menurut Direktur Komersial I PT Sucofindo (Persero) M Heru Riza CH, selama ini sudah cukup banyak Standar Nasional Indonesia (SNI) diterbitkan pemerintah.  “Namun perlu ditinjau kembali produk-produk yang belum ada standarisasinya, karena banyak produk yang terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media massa lainnya.

Untuk itu, lanjutnya, semua pihak harus mempersiapkan diri semua unsur yang ada di Indonesia, baik pemerintah maupun pelaku usaha, termasuk semua pihak yang terlibat di bidang jasa sudah harus mempersiapkan diri.

Untuk jasa verifikasi sendiri, Heru mengemukakan, PT Sucofindo yang akan berusia 57 tahun pada 22 Oktober mendatang, sudah cukup lama menyiapkan diri, dan optimistis menyongsong pelaksanaan MEA. “Apalagi kami di jasa verifikasi ini sudah punya pengalaman, peralatan dan infrastruktur sudah kita siapkan. Kita nggak masalah,” jelas Heru.

“Sebenarnya dari segi persaingan, kemampuan Indonesia untuk berkompetisi di dunia usaha jasa verisifikasi di ASEAN tidak ada masalah, karena baik dua BUMN yang bergerak di bidang ini, yaitu Sucofindo dan Surveyor Indonesia sudah lama mampu berkompetisi,” terang dia.

Top Coach Indonesia sendiri sudah lama melakukan sertifikasi, tepatnya pada individu yang ingin menjadi konsultan atau pelatih (coach) bisnis. Sertifikasi ini penting dalam upaya Top Coach Indonesia untuk terus berkontribusi dalam membangun dan memberikan edukasi adanya sistem bisnis pada kalangan pemilik usaha.

QH.

Related Articles :
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014

Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis terkemuka di Indonesia, Top Coach Indonesia memandang bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan menghadapi ancaman serius jelas penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Ancaman ini kian nyata jika SDM di bidang TIK ini tak dipersiapkan. Yang terjadi adalah serbuan tenaga kerja asing yang akan mengisi lapangan kerja di Indonesia. Karena itu, Top Coach Indonesia yang secara konsisten menularkan sistemasi bisnis mendorong mendorong lebih banyak lembaga dan institusi di Tanah Air untuk memfasilitasi sertifikasi bagi tenaga kerja khususnya yang bergerak di bidang TIK.

Hal senada diucapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring. Kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media di ibukota, ia mengatakan bahwa SDM yang bergerak di bidang TIK menghadapi ancaman serius menjelang penerapan MEA 2015, jika SDM nasional tak siap

“Sertifikasi menjadi salah satu prasyarat untuk mendongkrak kualitas dan daya saing SDM TIK Indonesia. Oleh karena itu, saya menyambut baik inisiatif sejumlah lembaga pendidikan yang memfasilitasi sertifikasi IT bagi para mahasiswanya,” kata Tifatul.

Menkominfo sendiri rencananya akan memberikan rangkaian kuliah umum di kampus-kampus yang bekerja sama dengan kementeriannya sebagai salah satu upaya untuk membekali calon-calon SDM TIK yang akan terjun di era perdagangan bebas ASEAN.

Menkominfo Tifatul Sembiring rencananya akan memberikan pembekalan dalam Kuliah Umum di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Jakarta Selatan dengan tema “Kesiapan SDM IT Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015“.

Sebagai lembaga business coach terpercaya, Top Coach Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong inovasi di berbagai bidang pembangunan dengan memanfaatkan kemajuan IT. Sebab, Top Coach Indonesia berkeyakinan, daya saing Indonesia di pentas global akan semakin meningkat, jika potensi dan kompetensi kaum muda digembleng dalam bidang IT.

QH.

Related Articles :
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara

MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik

sacsacscsa

Jakarta, 11 September 2014 – Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 memaksa banyak pihak untuk terus bersiap dan berbenah diri. Bahkan, muncul gagasan perlunya sertifikasi bagi sumber daya manusia di sejumlah bidang guna menghadapi MEA pada 2015.

Salah satu bidang yang juga dinilai perlu dilakukan sertifikasi adalah bidang logistik. “Perlu uji kompetensi untuk sumber daya manusia yang bekerja di rantai logistik, terutama pada era MEA 2015,” kata Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Katolik Atmajaya Clara Linggaputri Benarto pada seminar nasional tentang Sistem Logistik Nasional di Jakarta.

Menurut Clara, persoalan sumber daya manusia (SDM) menjadi penting, sebab pada pemberlakuan pasar bebas ASEAN, tenaga kerja dari sembilan negara akan bebas masuk ke Indonesia. “Termasuk tenaga kerja bidang logistik, pekerja yang berada di pelabuhan bagaimana kompetensinya, masih dipertanyakan,” ucapnya.

Badan Pengurus Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) ini mengatakan pada pemberlakuan MEA, perusahaan logistik akan menetapkan standar kapasitas tenaga kerja. Dengan kondisi SDM di Indonesia yang belum teruji kompetensinya maka posisi mereka rawan tergeser tenaga kerja asing.

“Belum lagi kendala bahasa, pekerja di pelabuhan-pelabuhan juga harus bisa menguasai bahasa internasional,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah harus segera mempersiapkan SDM logistik dan pendirian bidang studi logistik di beberapa perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis.

Mempersiapkan SDM di kalangan profesional maupun pengusaha pun mutlak diperlukan. Karena itu, Top Coach Indonesia selaku lembaga pelatihan bisnis atau business coaching senantiasa menggelar workshop maupun pelatihan bagi profesional maupun pemilik usaha agar lebih berdaya saing dalam menghadapi MEA 2015.

QH

Related Articles :
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM