Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”

sacsacscsa

Jakarta, 8 September 2014 – Bertujuan untuk menciptakan satu dari 20 orang menjadi wirausaha, komunitas wirausaha di Indonesia menggagas gerakan “Oneintwenty”. Gerakan ini dimunculkan oleh Pro Indonesia bersama Smartpreneur Company dan sudah dilakukan sejak 2010 lalu.

Pembina Pro Indonesia, Budi Isman mengatakan, gerakan ini menargetkan bisa menciptakan 1 juta wirausaha di Indonesia pada 2020. “Gerakan Oneintwenty memiliki filosofi ‘learn – success and share’ yang bearti belajar sukses dan berbagi bersama. Sebenarnya pekerjaan rumah para penggerak wirausaha hanya ada dua yaitu menciptakan pelaku usaha baru dan mengembangkan pelaku usaha yang sudah ada,” kata Budi.

Menurutnya, jumlah wirausaha formal di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari total jumlah penduduk. Kata dia, jumlah itu masih kalah dibandingkan dengan jumlah wirausaha di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Salah satu lembaga yang memberikan pelatihan bisnis bagi para wirausaha adalah Top Coach Indonesia (TCI). Selain memberikan pelatihan, TCI juga membuka konsultasi bisnis atau business coaching, yang mengajarkan sistem bisnis atau business mastery yang memberikan peluang usaha sehingga usaha bisa menguntungkan.

“TCI memberikan bantuan dalam bentuk akses pengetahuan, akses pemasaran, akses keuangan dan akses komunitas. Biasanya ini yang menjadi permasalahan utama di sektor UMKM. Kami juga bercita-cita membantu para pemilik usaha mencapai impiannya, serta menciptakan sejuta miliarder baru di dari dunia usaha,” kata pendiri dan CEO TCI, Tom MC Ifle.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyatakan gerakan ini bisa membangkitkan kelas wirausaha di Indonesia yang masih rendah ketimbang negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura. “Salah satu potensi penting yang bisa diangkat untuk wirausaha yakni di sektor kreatif seperti fashion, kuliner, film, dan desain,” kata Sapta.

QH.

Related Articles :
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM

BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara

sacsacscsa

Jakarta, 27 Agustus 2014 –  Langkah besar kembali dilakukan PT Bank Negara Indonesia (BNI). Bank plat merah ini melakukan ekspansi bisnis layanan remitansi di tiga negara, yaitu Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan. Remitansi adalah kiriman uang dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri.

“Penurunan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi itu hampir 30 persen, karena adanya stabilisasi, banyak WNI yang dipulangkan dan kedua adanya moratorium TKI, sehingga tidak menambah jumlah WNI di sana,” ujar Pemimpin Divisi Internasional BNI A. Firman Wibowo.

Firman mengatakan, penurunan jumlah WNI di Arab Saudi mengakibatkan customer base income makin lama makin menurun, sehingga perlu dikompensasi ke negara-negara lain. Potensi remitansi di beberapa negara sangat besar mengingat enam juta WNI berada di Malaysia, sekitar 75 ribu di Korea dan 220 ribu di Taiwan, di mana di Taiwan, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat pada 2014 dibandingkan 2013.

Di Taiwan, jumlahnya itu meningkat dua hingga dua setengah kali lipat dari tahun sebelumnya, karena lapangan pekerjaan di sana sangat luas. “BNI akan masuk lebih dalam ke Malaysia dan Korea, serta mengekspansi bisnis ke Taiwan untuk mengimbangi penurunan jumlah WNI yang terjadi di Arab Saudi,” katanya.

QH.

Related Articles :
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri

Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture

sacsacscsa

Jakarta, 17 Juli 2014 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung bahkan mendorong terjadinya peningkatan ekspor furniture. Jika pada tahun 2013 lalu tercatat nilai ekspor sebesar 1,7 miliar dolar AS, diharapkan dalam waktu lima tahun ke depan menjadi 5 miliar dolar AS. “Furniture adalah industri yang kita dorong terus, saya kira untuk lima tahun kedepan ekspor bisa mencapai 5 miliar dolar AS, dan angka tersebut merupakan angka yang realistis,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto.

Ia mengatakan, Republik Rakyat Tiongkok dan Malaysia mampu menjadi produsen furniture yang besar, dan oleh sebab itu, Indonesia harus mampu mencapai target tersebut dalam waktu lima tahun ke depan. “Capaian harus diupayakan, itu sangat realistis terlebih jika melihat Tiongkok dan juga Malaysia yang bisa melakukan hal tersebut,” ujar Panggah.

Pemerintah sendiri telah memberikan andil besar dalam industri furniture dalam negeri, salah satunya melalui adanya pelarangan ekspor bahan mentah yang belum diolah agar bisa diproduksi untuk memberikan nilai tambah. “Paling tidak peran pemerintah sudah membentengi agar bahan metah tidak diekspor sebelum diolah, kita mendengarkan aspirasi pelaku industri furniture dalam negeri,” ujarnya.

Selama periode 2009–2013 ekspor produk mebel Indonesia mengalami trend positif 0,38 persen. Untuk periode Januari–April 2014 nilai ekspor produk mebel mencapai 626,5 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 1,24 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Tren positif juga dialami oleh ekspor produk kerajinan Indonesia yang tercatat sebesar 4,61 persen pada periode 2009-2013. Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2013 mencapai 669,1 juta dolar AS, dengan negara tujuan ekspor utama Amerika Serikat, Jepang, Hong kong, Inggris, dan Jerman.

QH.

Related Articles :
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.
Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi
BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR 
  “Membangun Jiwa Kewirausahaan”
Tak Ada Lagi Suntikan Bagi BUMN Sakit
Ekspor Naik 3,73 Persen pada Mei 2014

IKM Terancam Dibanjiri Tenaga Kerja Asing

sacsacscsa

Jakarta, 6 Maret 2014 – Wakil Ketua Umum Kadin Erwin Aksa mengatakan, Industri Kecil dan Menengah TIKM) diprediksikan terancam oleh kedatangan tenaga kerja terdidik ke IKM dari negara-negara Asean yang berada di atas Indonesia dalam hal indeks sumber daya manusianya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
“IKM kita ditekan oleh pasar tenaga kerja tidak terlatih dan murah dari bawah oleh negara-negara Indochina dan dari atas kita bisa diserbu juga oleh tenaga kerja terlatih dari negara-negara lebih maju indeks SDMnya di Asean. Ada survei, dari setiap 1.000 tenaga kerja kita, hanya ada sekitar 4,3 % yang terampil dibandingkan dengan Filipina 8,3%, Malaysia 32,6% dan Singapura 34,7%,” ungkap Erwin.
Erwin melanjutkan, MEA 2015 merupakan sebuah keniscayaan. Sebab itu, MEA 2015 wajib dihadapi dan dipersiapkan dengan baik. Salah satunya dengan mempersiapkan aspek peningkatan kualitas tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, dan penciptaan hubungan industrial yang kondusif.
Standardisasi dan Penguatan IKM diakuinya menjadi sebuah keniscayaan. Erwin juga menekankan perlunya memadukan program-program pemberdayaan IKM atau Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menghadapi MEA 2015.
“Sekarang ini kan program-program IKM/UKM ini masih sporadis. Ada 19 Kementerian yang punya program UKM atau IKM. Kadin siap jadi ‘rumah besar’ bagi stakeholder UKM ini supaya kita bisa sama-sama bikin standardisasi dan penguatan UKM,” papar Erwin.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, IKM/UKM di Indonesia  sebanyak 55,2 juta atau sebanyak 90% dari keseluruhan usaha. Dari jumlah tersebut, baru 21 UKM/IKM yang punya SNI (Standard Nasional Indonesia). Sedangkan IKM yang masuk dalam kriteria good manufacturing practices (GMP) hanya 60 IKM/UKM kriteria hazard analysis critical control point (HCCP) sebanyak 30 IKM, ISO baru sebanyak 57 IKM, standard CE Mark 468 IKM, dan barcode baru sebanyak 8 IKM.

QH.

BNI Raih Penghargaan Smart Remittance dan Cash Management

sacsacscsa

Jakarta, 28 Januari 2014 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan atas kinerja memuaskan dalam pelayanan Smart Remittance dan Cash Management di kawasan Asia Tenggara dari Majalah Alpha Southeast Asia.
Penghargaan tersebut diterima Pemimpin Divisi Internasional BNI Firman Wibowo dan Pemimpin Divisi Jasa Transaksional Perbankan BNI Iwan Kamaruddin di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dengan demikian, status Smart Remittance terbaik tidak pernah lepas dari BNI sejak 2009 atau lima tahun berturut-turut, dan peringkat Cash Management terbaik selalu diraih BNI sejak 2011 atau sudah tiga tahun berturut-turut.
Menurut Firman Wibowo, Smart Remittance BNI memiliki keunggulan karena memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah melalui pelayanan remitan yang ditandai dengan peningkatan volume remitan di tahun 2013.
Salah satu keunggulan Smart Remittance tersebut adalah jaringan yang luas di luar negeri, antara lain adanya 60 Kantor Virtual yang tersebar di Arab Saudi, Abu Dhabi, Dubai, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Yordania, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia, dan Belanda.
Selain itu, Smart Remittance juga dapat dilayani di lima cabang luar negeri yaitu New York, London, Tokyo, Hong Kong dan Singapura serta BNI Remittance Limited di Hong Kong, dan Remittance Representatives di negara potensial penempatan TKI.
Jaringan Smart Remittance juga diperkuat di dalam negeri yaitu lebih dari 1.600 kantor cabang BNI serta di seluruh Kantor Pos, Alfamart, Pegadaian, Bank NTT, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang sudah bekerja sama dan mitra-mitra lainnya.
“Keunggulan lain adalah inovasi fitur produk yang variatif yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu Incoming transfer (ITR) atau kiriman uang dari luar negeri ke dalam negeri, Outgoing Transfer (OTR) atau kiriman uang dari dalam negeri ke luar negeri,” kata Firman.

QH.

Insinyur Impor Serbu Indonesia 2015

sacsacscsa

Jakarta, 15 November 2013 – Persatuan Insinyur Indonesia secara terbuka menyatakan Indonesia terancam diserbu insinyur impor atau asing mulai 2015, bertepatan mulai diberlakukannya liberalisasi pasar ASEAN, karena jumlahnya sampai saat ini masih sangat kurang dibandingkan negara lain di kawasan Asia.

“Ini ancaman nyata. Indonesia bakal diserbu insinyur impor atau asing, bila tidak segera melakukan terobosan radikal. Faktanya kita hanya punya 164 orang insinyur per satu juta penduduk. Idealnya harusnya 400 orang insinyur per satu juta penduduk,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bobby Gafur Umar.

Ditemui di sela Konferensi Federasi Organisasi Insinyur Se-ASEAN ke-31 (Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations 2013/CAFEO) 11-14 November, Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, posisinya sudah 397 insinyur per satu juta penduduk dan Korea 800 insinyur per satu juta penduduk.

“Mirisnya lagi adalah minat para siswa lulusan sekolah lanjutan atau SMU untuk meneruskan ke pendidikan tinggi sampai menjadi insinyur, kelihatan sekali menurun. Kita hanya punya 11 persen atau 1,05 juta dari total sarjana yang ada,” katanya.

Menurut dia, idealnya adalah 20 persen dari seluruh sarjana adalah para insinyur, sedangkan di Malaysia saja, rasio antara insinyur dan seluruh sarjana lulusan perguruan tinggi mencapai 50 persen. “Malaysia sekarang punya 13 juta sarjana teknik dari total 27 juta penduduknya,” kata Boby.

Ia menjelaskan berdasarkan sebuah kajian, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan populasi hingga 2015 membutuhkan sedikitnya tambahan 129.500 insinyur per tahun. Sedangkan pada 2015 sampai 2030, Indonesia memerlukan sedikitnya 175 ribu insinyur untuk mendorong industri dan kawasan ekonomi khusus.

Mengutip pernyataan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, katanya, “Jangan sampai insinyur asing yang masuk dan mengolah sumberdaya alam kita. Tidak boleh terjadi,” katanya. Ia juga menyebut, Indonesia harus sedikitnya menambah sedikitnya 175 ribu sarjana teknik per tahun pada 2025, jika ingin mencapai pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita 20.600-25.900 dolar AS.

“Indonesia harus lakukan sejumlah terobosan mulai dari pemberian beasiswa besar-besaran untuk menjadi insinyur hingga pembenahan di sektor regulasinya. Bukankah anggaran pendidikan sudah 20 persen dari APBN?,” katanya.

Kemudian, tambahnya, Indonesia juga perlu segera memiliki Undang-Undang (UU) tentang insinyur sebab jika tidak maka para insinyur Indonesia tidak memiliki standar internasional dan kualifikasi yang jelas sehingga tidak bisa bersaing secara global.

“Sekedar catatan, di antara 10 negara anggota ASEAN hanya tiga negara yang belum memiliki UU insinyur yakni Indonesia, Laos dan Myanmar. Tapi, Myanmar dilaporkan akhir bulan ini, sudah akan memiliki UUnya. Jadi, tinggal Indonesia dan Laos yang belum jelas,” katanya.

Jika pada pasar bebas ASEAN, tegasnya, Indonesia belum juga memiliki UU insinyur, maka pasar Indonesia akan bisa dengan bebas dimasuki oleh insinyur asing dengan kualifikasi internasional, sedangkan insinyur Indonesia, tidak bisa merambah ke negara lain.

QH.

WARALABA INDONESIA CARI MITRA DI MALAYSIA

sacsacscsa

Jakarta, 3 Oktober 2013 – Siapa bilang waralaba asal Indonesia tak bisa diperhitungkan? Buktinya, sekitar 10 macam usaha waralaba atau franchise asal Indonesia kini tengah mencari mitra bisnisnya di Malaysia. Mereka mengikuti pameran ke-20 Franchise International Malaysia pada 20-22 September di Kuala Lumpur.

Dalam pameran yang dibuka Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Konsumsi Malaysia, Hasan Bin Malek, waktu itu, para pengusaha waralaba Indonesia yang menempati “Indonesia Pavilion” mendapat respon positif dari sejumlah pengunjung, bahkan sudah ada yang siap menjalin kemitraan serius.

sejumlah produk maupun karya anak bangsa dipamerkan. Seperti busana batik klasik dengan merk dagang Alleira, langsung mendapat mitra yang ingin membuka di Sabah dan Sarawak guna memenuhi permintaan di wilayah tersebut termasuk para pembeli dari Brunei Darussalam.
“Potensi pasar di Sabah dan Sarawak cukup bagus. Bahkan 50 persen diantaranya adalah pembeli-pembeli dari Brunei,” ungkap manajer bisnis Alleeira, Wan Azemi.

Selain itu, Tirta Ayu Spa, juga mendapat respon bagus dalam pameran tersebut mengingat sejumlah pengunjung tertarik untuk bermitra dengan perusahaan yang khusus perawatan kesehatan wanita. Menurut Direktur Utama Tirta Ayu Spa, Lenywati, kehadirannya dalam pameran ini tak lepas dari keinginan sejumlah pelanggannya dari Malaysia yang kerap datang ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang diberikan perusahaannya.

Disebutkannya, tiap hari bisa dikatakan ada pelanggan orang Malaysia yang datang ke tempatnya di Jakarta. “Rata-rata 50-60 orang tiap bulannya,” ungkap dia. Begitupula, dengan waralaba pencucian mobil dengan merek dagang “Macsauto”, yang turut dalam pameran tersebut menyatakan ada sejumlah pengunjung yang sudah menyatakan siap menjadi mitra bisnis di Malaysia.

“Ada berapa nama yang sudah menyatakan ingin menjadi mitra “macsauto” di sejumlah tempat di Malaysia,” kata Kornelia Laurensia yang menjadi managing director perusahaan jasa pencucian mobil tersebut. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada pameran ini turut berperan terutama memfasilitas keberadaan “Indonesia pavillion” untuk para peserta dari Indonesia.

Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Fajarini Puntodewi berharap perusahaan waralaba asal Indonesia dapat terus mengembangkan sayapnya ke negara ini dan tentunya semakin membuktikan bahwa waralaba Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global.

“Untuk itu, kami berharap semakin banyak waralaba Indonesia yang bisa berkembang di negara ini dan juga ke mancanegara,” ungkapnya. Sejumlah waralaba Indonesia yang sudah hadir di Malaysia di antaranya Bumbu Desa, Wong Solo, Kebab turki, Mas Mono, Pecel lela, Es Teler 77 dan lainnya.

QH.