MENGATASI KARYAWAN: PENJUALAN BERMASALAH

sacsacscsa

Mengatasi Karyawan
Kekuatan sebuah perusahaan sangat bergantung pada kekuatan sales teamnya dan kekuatan sales team juga sangat bergantung dari kekuatan sistem. Bayangkan, ada hampir 80 persen tim penjualan yang tidak tahu bahwa kemampuan mereka sangat bergantung daripada strategi-strategi yang diterapkan oleh perusahaan.
Kalau Anda memiliki sebuah prospek, sebelum Anda benar-benar deal. Minimal Anda harus follow up 8 kali, sementara 44 persen salesman sudah menyerah setelah 1 kali follow up. Nah, apakah kemudian ini akan memudahkan bisnis Anda? Tidak.
Kalau Anda perhatikan saat ini banyak customer mencari kemudahan dan berharap transaksi dilakukan lebih cepat. Memang 92% transaksi dilakukan via telepon. Tetapi yang menjadi masalah adalah 90% Sales tidak suka melakukan Phone Selling, Telemarketing.
Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki teknik-teknik atau Skrip bagaimana cara melakukan telemarketing. Nah, yang paling menarik adalah ketika sales menyerah dan tidak melakukan upaya optimal maka yang menjadi korban adalah perusahaan. Dan banyak sekali Bisnis Owner tidak berupaya menciptakan SISTEM, padahal pengaruhnya sangat besar untuk pengembangan penjualan mereka.
Kalau Anda perhatikan, ada 5 tipe sales yang setiap hari berhubungan dengan Anda dan 5 tipe sales ini ada sebagian sifatnya Toxic, yang artinya sangat-sangat beracun. Toxic Sales yang harus Anda ketahui adalah :
1# The Messy
Tipe The Messy ini memiliki racun yang luar biasa berbahaya. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan dari The Messy adalah tidak suka dengan hal-hal yang teratur dan mereka sangat benci dengan keteraturan.
Jadi, kalau Anda melihat meja kerja mereka maka sudah dipastikan mejanya berantakan, karena mereka tidak suka keteraturan dan mereka lebih suka sesuatu yang bebas. Maka dengan kata lain ketika mereka menerapkan SOP (Standar Operasi Kerja), maka SOP itu akan dilanggar.
Nah, bagaimana cara Anda menghadapi orang-orang yang seperti ini?
2# The Lassy
Tipe ini hampir mirip dengan The Messy, tapi lebih berat lagi yaitu The Lassy. Ciri-ciri mereka adalah menunjukan kemalasan dengan sengaja. Misalnya, saat meeting kepalanya merunduk atau terlihat ngantuk dan matanya terlihat sayu, tidak pernah merespon dengan positif dan kelihatan malas-malasan.
Tipe ini yang mungkin sedang Anda hadapi di perusahaan atau lingkungan Anda. Lalu, sudahkan Anda bisa cara menanganinya?
3# The Martyr
Tipe Martyr ini kelihatanya positif sekali. Karena mereka sangat rajin, suka kerja keras dan mereka sangat senang sekali dengan tanggung jawab bahkan seringkali mengambil yang bukan milik mereka.
Nah, yang jadi masalah dari Martyr ini adalah mereka tidak suka bekerja sama, mereka adalah one man show, bahkan kalau ada orang yang berusaha untuk membantu pekerjaan mereka, maka mereka akan merasa bahwa orang itu sangat mengganggu. Jadi, intinya mereka hanya ingin mengerjakanya sendirian.
Mereka tidak suka melatih orang lain, mereka tidak suka membantu teman-temannya yang masih lemah dalam penjualan. Mereka juga tidak suka dengan orang lain yang terlihat lebih sukses daripada mereka, dan mereka sangat-sangat kompetitif.
Kelihatannya mungkin rela berkorban, karena bekerja keras adalah kesukaannya, masuk pagi pulang malam, lembur tidak dibayar bahkan tidak ada masalah. Lalu kapanpun ada kesempatan mereka akan bekerja bahkan dalam kondisi sakit, pilek, batuk dan bisa mengganggu orang lain tetapi mereka tetap bekerja dan mereka sering kali merebut prospek teman-temannya.
Inilah tipe The Martyr yang bisa jadi sering kita temui pada saat kita bekerja sama dengan orang-orang sales.
4# The Socialite
Tipe ke empat ini adalah orang-orang yang senang networking, senang bertemu orang, jalan-jalan, senang keluar kantor, sangat komunikatif suka dandan, dan tidak hanya perempuan yang kita sebut sosialita. Mereka punya kebiasaan memiliki dandanan yang menor kalau laki-laki sangat bergaya metropolitan, orang-orang ini juga bisa dibilang cukup Toxic.
Alasanya adalah mereka tidak terlalu serius, mereka menganggap semua yang terjadi adalah humor, bercanda dan tidak suka sesuatu yang serius. Jadi, kalau diseriuskan maka mereka akan bercanda. Dan bercandanya kadang keterlaluan, seringkali melakukan candaan-candaan yang berlebihan. Baik mengejek ataupun menganggap remeh atasan bahkan mereka juga merasa bahwa semua aturan itu tidak perlu diikuti, dibercandain dan susah sekali untuk diatur dan terkadang si atasan ini susah untuk menegur mereka.
Nah, banyak sekali atasan-atasan yang memiliki karyawan sosialita ini, tidak bisa benar-benar mengendalikan karyawan tipe tersebut.
5# The Psycho
Mereka adalah orang-orang yang tidak terlihat seperti Psycho. Karena mereka dalam kondisi normal dan bersahabat, mereka juga tidak banyak bicara. Seringkali mengikuti aturan dengan baik, mereka juga menjalankan tanggung jawab dengan apa adanya. Tetapi dalam momen-momen tertentu bisa meledak, mereka bisa merasa terancam dan akhirnya membully rekan kerjanya. Dan ini bukan sekali dua kali terjadi. Sehingga kadang-kadang customer dimarahin oleh mereka.
Inilah ke lima tipe salesman yang berbahaya. Pertama, The Messy: orang yang kerjanya berantakan, mejanya berantakan, mungkin hidupnya juga berantakan. Ke dua, The Lessy: mereka adalah orang-orang yang malas dan kelihatan sekali malasnya. Ke tiga The Martyr: mereka adalah orang-orang yang tidak terlihat berbahaya tetapi sebetulnya merusak karena mereka tidak suka mengajarkan ilmu mereka, one man show, tidak suka dibantu bahkan sering merebut customer orang lain. Ke empat The Socialite: mereka adalah orang yang dandanya cantik, menarik dan kalau laki-laki wah sangat -sangat rapi. Tetapi tidak serius dalam bekerja dan lebih suka banyak bercanda. Ke lima The Psycho: mereka adalah orang-orang yang tidak kelihatan bermasalah tetapi dalam waktu tertentu mereka bisa meledak dan mengancam customer.
Nah, sekarang bagaimana cara menghadapi salesman seperti itu dan bagaimana cara Anda meningkatkan penjualan Anda?
Kami akan mengadakan Workshop “Sales Mastery”. Workshop tersebut langsung dimentorin oleh Tom MC Ifle, Founder Top Coach Indonesia dan Master Coach No #1 di Indonesia, Coach Tom *panggilan akrab Tom MC Ifle, pernah terpilih sebagai salah satu Top 100 Coach, bersama 100 Coach terbaik di dunia selama dua tahun berturut-turut.
Nah, kebetulan Workshop ini sangat jarang dilakukan oleh Coach Tom, karena seringkali Coach Tom fokus pada upaya Sistemasi Bisnis dan kalau ada Workshop “Sales Mastery”, berarti ini sangat-sangat spesial. Kenapa sangat spesial?
Di Workshop Mastery ini, kami akan membahas 4 topik yang paling penting, yakni:
1# Cara Melakukan Pendekatan Terhadap Toxic Sales

Anda akan belajar bagaimana cara melakukan pendekatan terhadap 5 orang yang berbahaya atau Toxic Sales ini. Dan membuat mereka lebih produktif, sekaligus bisa memanfaatkan kelemahan mereka untuk menjadi kelebihan di bisnis Anda.

2# Cara Sistemasi Sales Proses Anda

Anda akan belajar bagaimana cara menciptakan sistem, sehingga proses Anda berjalan dengan konsisten. Coach Tom akan banyak memberikan contoh-contoh bahkan apa yang telah dilakukan Coach Tom akan disharingkan kepada Anda, terkait bagaimana Top Coach Indonesia secara terus menerus bisa menembus target dan bagaimana Coach Tom melatih client-clientnya dalam melakukan Coaching khususnya mensistemasi departement sales.

3# Cara Melakukan Negoisasi

Anda akan belajar bagaimana cara melakukan negoisasi yang paling simpel, paling sederhana, tetapi sangat-sangat powerfull. Yang terpenting dalam hal negoisasi adalah Anda harus memahami teknik negoisasi lawan bicara Anda. Anda harus memahami bahwa lawan bicara Anda sedang melakukan negoisasi kepada Anda. Dan bagaimana cara Anda melakukan Counter negoisasi.

4# Cara Melakukan Closing Deal

Anda akan belajar tentang teknik melakukan closing. Banyak orang melakukan closing hanya pada saat penjualan sudah hampir selesai. Kenyataanya kalau Anda melakukan closing setelah hampir selesai maka customer endingnya akan bilang “..Saya akan pikir-pikir dulu”. Nah, ada teknik-teknik yang nanti akan disampaikan dalam Workshop Sales Mastery, yakni; teknik ABC (Always Be Closing).

Bagaimana cara melakukan teknik ABC ini kepada Team Sales Anda, sehingga Team Sales Anda secara sadar setiap kali keluar kantor goalnya adalah closing.
Karena pada kenyataanya banyak salesman ketika ditanya, “..kamu mau kemana?” Dia menjawab “..Saya mau jalan, mau keluar kantor.” Lalu ketika ditanya goal kamu apa hari ini? Ternyata dia menjawab “..SAYA MAU PRESENTASI.”
Nah, bayangkan kalau sales goalnya presentasi, maka goalnya hanya akan membawa berkas presentasi saja. Tetapi kalau goalnya adalah closing, maka pada saat mereka pulang mereka akan membawa Order Form, mereka akan membawa semua hal yang Anda suka, yaitu Omset.
So, daftarkan diri Anda, tim Anda, business owner Anda, manajer Anda, secepatnya di Workshop Sales Mastery Ingat, jangan buang waktu Anda, karena ketika Anda memiliki sistem (sistem untuk menjual), maka bisa membuat Anda powerfull.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Rahasia Melakukan Penjualan Dalam Waktu Singkat

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Setiap pembisnis pasti ingin semua produknya laku terjual. Saya rasa Anda pun begitu kalau jadi seorang pembisnis. Apa penjualan Anda tapinya bisa dilakukan dengan cepat? Untuk ukuran pemula bisnis pasti perlu waktu yang sedikit lama saat melakukan penjualan produk. Saya akan memberikan langkah – langkah untuk Anda untuk membuat jualan Anda laku dalam waktu singkat.

  1. Buat langkah pertama

Pertama – tama pastinya Anda harus melakukan pendekatan dulu ke calon pelanggan. Semakin cepat Anda berhasil menjadikan mereka pelanggan Anda, maka Anda akan cepat bertindak untuk membuat follow up. Anda sebaiknya melihat keterlibatan mereka dalam bisnis Anda. Apakah mereka sudah bergabung dalam situs online Anda, itu kalau Anda berbisnis online. Anda juga harus memerhatikan akses pelanggan ke website Anda mudah atau tidak.

  1. Memanfaatkan waktu terbaik pelanggan

Apakah Anda sering menghubungi pelanggan lebih dari jam 5 sore? Itu sebaiknya Anda hindari karena pelanggan biasanya merasa  terganggu apalagi di bawah jam 9 pagi. So, Anda perlu menentukan waktu yang baik. Anda bisa memanfaatkan waktu terbaik antara pukul 09.00 – 17.00. Kalau memang masih sibuk, Anda bisa menanyakan waktu senggang pelanggan dan menjadwalkan kembali untuk bisa Anda minta informasinya.

  1. Jangan menjual pada orang yang belum siap menjadi pembeli

Kalau dari awal sudah terlihat kalau si calon bisikan Anda belum siap membeli baiknya tidak usah diteruskan. Anda pastinya bia melihat calon yang hanya sekedar ingin tahu dan benar – benar ingin membeli. Kalau belum punya niat masukan saja dulu kedalam daftar marketing Anda. Mungkin lain kali ia akan membeli dari follow up di lain waktu.

  1. Membuat rencana untuk besok

Pastinya sebelum melakukan closing, Anda akan melakukan follow up dulu. Nah, follow up baiknya Anda lakukan setiap hari. Mulai dari perencanaan awal saat mulai bekerja dengan Anda buat daftar leads yag perlu di follow up. Kalau Anda lakukan data leads Anda bisa tersusun rapi. So, Anda bisa menghindari pembahasan yang berulang saat sedang menghubungi lagi.

  1. Membuat pemeringkatan (kualifikasi) terhadap leads

Anda harus pandai mengatur waktu, apalagi untuk kualifikasi leads. Saran saya sebaiknya Anda lakukan di setiap kesempatan. Orang yang memberikan data kontak bukan berarti Anda masukan kedalam leads yang termasuk kualifikasi. Anda bisa gunakan metode BANT (Budget, Authority, Need and Timeline) untuk membantu Anda mengkualifikasi.

Anda harus lihat keuangannya cukup atau tidak membeli produk Anda. Kemudian, apakah orang yang Anda lakukan pemasaran itu yang memiliki keputusan untuk mengeluarkan uang atau bukan. Pentingnya lagi Anda harus tahu apa si calon memang sedang membutuhkan produk Anda atau tidak.  Anda baiknya tidak sampai datang di waktu yang salah untuk menawarkan hingga nantinya produk di beli.

  1. Membuat hubungan yang lebih personal dengan leads

Siapa sih yang tidak merasa nyaman kalau diposisikan sebagai teman? Saya rasa semua leads akan berpikir yang sama. Leads pastinya tidak sua dipaksa apalagi dalam membeli suatu produk. Nah, untuk mengatasi kesan memaksa, Anda bisa mengakrabkan diri dulu sekedar menanyakan hobi dan keluarga. Baru deh kalau suasana sudah oke, Anda bisa mulai bicarakan bisnis.

Salam Pencerahan.

Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach

Lean Six Sigma Coach

Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Seminar Bisnis – Business Transformation – Sesi 4

sacsacscsa

Apa yang menyebabkan sebuah bisnis menderita karena cash flow ?

Banyak pengusaha-pengusaha yang memberikan tips untuk UKM, Tipsnya “Untuk UKM Anda jangan berpikir besar-besar,
Anda harus berpikir sangat-sangat simple dan sederhana”. Saya sangat setuju !!!

Salah satu cara berpikir simple yang diajarkan adalah potong harga sebanyak-banyaknya,jual sebanyak-banyaknya.
Fantastik !!! Itu sangat-sangat bagus.
Tapi ada masalah yang menurut saya harus ikut dipikirkan.
Masalahnya seperti ini :
Kalau Anda memilik Margin katakan 10%, kemudian Anda memberikan Discount atau potongan 50% dari Margin 10%, berarti
Margin Anda tersisa 5%. Berarti 50% Margin Anda Hilang.
Lalu kemudian berapa Penjualan yang harus Anda capai untuk menutupi Margin 10% ?

Ini bukan hitung-hitungan yang sangat rumit, tapi ini adalah hitungan yang sangat-sangat sederhana.
Kalau Anda potong Margin, kalau Anda potong harga, Anda harus bisa mengkompensasikan dengan
penjualan yang cukup.
Kalau Anda tidak bisa menjual dengan cukup, Anda sudah potong harga,Anda tidak bisa jualan,
akhirnya bisnis Anda tidak bisa bertahan.

Cash Flow tidak hanya berhubungan dengan stock, piutang, hutang-hutang Anda,
tetapi juga berapa besar Margin yang Anda miliki, karena kalau marginnya tipis, berarti setelah
Anda bayar Supplier, Anda bayar biaya Operasional Anda, Margin itulah yang akan tersisa sebagai
Cashflow.

Bagaimana meningkatkan Margin ?
Bagaimana membuat bisnis Anda cukup Cashflow dan tidak terjebak dengan hutang Bank ?
Bagaimana menemukan sumber Cashflow Anda ?
Bagaimana membuat margin Anda lebih baik ?
Bagaimana membuat Cashflow Anda jauh lebih positif ?
Bagaimana membuat strategi stock manajemen Anda lebih efektif ?
Bagaimana cara mengelola Cashflow yang lebih Efektif ?

Pembahasan secara rinci dan detail tentang Improvement simple dan Improvement sederhana
yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan bisnis Anda di tahun 2015.

Peluang Usaha “How to Create Successful Business” Sesi 7 – with Tom MC Ifle

sacsacscsa

Kegagalan seseorang yang kehilangan profit adalah karena mereka bersaing harga. So kalau Anda memberikan nilai tambah yang bagus, Anda memberikan service yang excelent, Anda memberikan banyak alasan untuk customer datang kembali. Anda juga bisa meningkatkan harga tidak perlu banyak-banyak, 10%, jadi naik hanya 2,5% dari 25%. Kalau Anda berhasil meningkatkan gross margin dari 25% menjadi 27,5%, Anda akan memiliki gross profit atau laba kotor dari Rp 50 Juta menjadi Rp 80.525.000,- kalau fix cost Anda di tekan 10%. Anda akan memiliki Net Profit Rp 71 Juta.

Profit Generator

sacsacscsa

Anda yang membaca tulisan ini kemungkinan besar tertarik pada profit. Profit memang menarik. Tidak ada orang berbisnis kalau tidak mencari profit. Kalau seseorang tidak mencari, maka usaha atau organisasinya disebut usaha atau organisasi non-profit.

Meski banyak orang menginginkan profit, banyak pula yang belum tahu cara menghasilkannya, apalagi menaikkannya, lebih-lebih hingga ribuan persen! Kalau Anda ingin mendapat profit yang Anda harapkan, maka yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menanamkan ini di pikiran: menaikkan profit itu gampang!

Mengapa gampang? Karena faktanya tidak susah. Dengan Profit Generator yang akan segera saya paparkan, Anda bisa buktikan sendiri bahwa menaikkan profit itu mudah, bahkan hingga ribuan persen!

Apa itu Profit Generator? Profit Generator adalah alat sederhana yang biasa saya gunakan untuk mendongkrak profit. Bentuknya hanya sebuah rumus sederhana:

Selama ini orang hanya memperhatikan yang warna merah. Namun ternyata itu tidak bisa berubah kecuali elemen warna biru diubah. Yang merah hanyalah akibat dari yang biru. Jika Anda tertarik mengetahui bagaimana mengoptimasi elemen warna biru, ikutlah business coaching!

Sekarang kita coba masukkan angka ke dalam rumus ini.

Dengan input sekian, maka kita mendapat profit bersih Rp 40 juta. Kalau kita bisa naikkan aktivitas yang ada hingga dua kali lipat, lihat apa yang terjadi:

Ternyata dengan menaikkan aktivitas yang ada hingga dua kali lipat, profit kita bisa naik sampai 3.975 persen! Bukan 200 persen.

Anda mungkin pernah membaca Top 10 Tips for Prospecting Success dari Jacques Werth untuk mengoptimasi elemen Prospect dan Success Ratio, atau telah membaca kiat saya dalam menaikkan omset hingga 200 persen untuk mengoptimasi elemen Average Sales/Customer dan Repeat Order. Namun untuk membuat Profit Generator ini benar-benar berjalan, ikutlah business coaching!

Salam Pencerahan,

Coach Haryanto Wongso

Related Articles :
7 Alasan Anda Mengalami Kredit Macet
Paradoks Tentang Kekayaan
Ini Dia Kata-Kata yang bisa Mendatangkan Profit di Bisnis Anda
– Berinvestasi sekaligus Menyelamatkan Bumi
Kedelai Bukan Masalah Harga
Apakah Anda Mengalami Cash Problem ?