Workshop “How to Master Business Coaching”

sacsacscsa

“Luar biasa mencerahkan banyak inspirasi dan tentu saja banyak motivasinya. Saya menjadi berkelimpahan ilmu setelah mengikuti workshop How to Master Business Coaching” –Zainal Affandi-

Point penting yang saya dapatkan adalah Knowledge – habit and culture important for getting success. Good better for it. Improve my knowledge” –Mastura Madeali-

Tidak hanya belajar coaching yang sebenarnya tetapi saya belajar  strategy business, yang paling penting seminar yang sangat inspiring dengan topik yang sangat bermanfaat untuk perkembangan bisnis saya” –Nita Tania-

Ok banget, Coach Tom memberikan banyak tips dan knowledge tentang solusi yang di hadapi banyak bisnis owner” –Arief Lukman Hakim-

“Belajar banyak dalam Workshop How To Master Business Coaching antara lain : Bagaimana cara membangun bisnis efektif secara garis besar” –Nusi Hariadi-

“Anda mau usaha Anda maju pesat, Anda wajib mengikuti workshop How to Master Business Coaching dijamin sukses, Terima kasih Top Coach Indonesia” –Felix Suciadi-

“Saya belajar teknik coaching sehingga banyak tips-tips yang diberikan yang dapat membantu saya dalam menjalankan bisnis bimbel saya. Terima kasih Coach Tom” –Eko Mujiato-

“Saya jadi tahu proses coaching yang jelas, mendapatkan banyak tools dalam hal coaching, dan mindset saya menjadi lebih positif, Mantap!” –Roy Wirya-

“Banyak yang saya pelajari dari Workshop How to Master Business Coaching ini, antara lain : Control first financial and leadeship of owner (self) than next step marketing and sales dan memberi inspirasi kembali atas rencana-rencana saya” –Hans TW-

“Membuka wawasan baru tentang business coaching dan membuat saya harus mengikuti atau menjadi seorang business coach” –Monde Ariezta-

 

Banjir Sebabkan Pengusaha Merugi Miliaran Rupiah per Hari

sacsacscsa

Jakarta, 21 Januari 2014 – Sejumlah pusat aktivitas perekonomian berhenti total karena terendam banjir. Tak hanya itu, akses menuju ke pusat perekonomian itu juga banyak yang terputus lantaran banjir. Bahkan, banjir yang melanda beberapa wilayah di Jakarta menyebabkan kerugian hingga puluhan miliar rupiah.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Ia mengatakan, sejumlah pusat perekonomian yang mengalami kerugian antara lain Mangga Dua, Kelapa Gading, Pasar Pagi, ITC dan WTC Mangga Dua Square Mall, serta Mall Mangga Dua dan Harco Mangga Dua.
“Perkiraan jumlah pedagang mencapai 20.000 toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per kios. Maka, kerugian mencapai Rp 50 miliar per hari,” ujar Sarman. Di kawasan pusat perbelanjaan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 miliar setiap harinya. Ratusan toko, perkantoran, mal, bahkan beberapa kantor cabang bank mengalihkan pelayanan nasabahnya ke bank lain yang terdekat.
Di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, omzet pedagang di kawasan tersebut diperkirakan turun hingga 60 persen akibat akses ke Tanah Abang banyak yang terputus. Kondisi lalu lintas Jakarta di mana banyak yang terendam juga menyebabkan psikologis konsumen untuk membeli menjadi turun.
sementara itu, di kawasan industri Pulogadung, lanjut Sarman, juga sempat dilanda banjir di beberapa titiknya dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kerugian dari 300 pabrik yang ada di kawasan itu akibat banjir.
Hal tersebut juga terjadi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), khususnya di bidang industri padat karya, semisal garmen dan tekstil. Sisi transportasi pun mengalami kerugian besar akibat banjir. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, banjir mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas yang sangat parah. Akibatnya, waktu tempuh kendaraan pengangkut barang menjadi lama. Alhasil, uang operasional para sopir truk tersebut pun membengkak. Kerugian di sektor itu, kata Sarman, ditaksir Rp 9 miliar.
“Dampak banjir tahun 2014 ini memang belum separah tahun lalu karena tahun lalu banjir menggenangi jantung Ibu Kota, bahkan Istana Negara dan kantor Gubernur juga terendam,” lanjutnya.
Sarman mengatakan, pengusaha sangat mendorong upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melaksanakan program penanggulangan banjir di Ibu Kota. Misalnya, dengan normalisasi waduk, sungai, saluran mikro, pembuatan sodetan, pembuatan waduk, hingga rekayasa cuaca. Menurutnya, pembangunan itu adalah investasi ekonomi untuk masa yang akan datang.
“Pemprov DKI diharapkan mempercepat langkah antisipatif menghapi banjir yang akan datang setiap tahun, apalagi dengan cuaca ekstrem akhir-akhir ini yang kadang bisa meleset dari perkiraan,” lanjut Sarman.

QH