Kedelai Bukan Masalah Harga

sacsacscsa

Berita pelemahan Rupiah sedang gencar dalam minggu ini, Rupiah sempat tembus Rp 11.900 per dollar AS. Selain permasalahan dengan USD vs Rupiah, ada juga masalah yang sedang hot. Harga kedelai mahal, pengusaha tahu tempe kesulitan karena bahan baku antara tidak ada atau mahal luar biasa.

Harga kedelai kasusnya hangat sekali, harga melambung, petani tidak sanggup menghasilkan sesuai kebutuhan dalam negeri. Coba kita analisa menggunakan 5 why rootcause analysis.

1. Mengapa harga kedelai mahal? Karena harga kedelai impor melonjak

2. Mengapa harga kedelai impor melonjak? Karena importer tidak mendapat ijin impor

3. Mengapa importer tidak mendapat ijin impor? Karena pemerintah merubah regulasi  mewajibkan pelaku menjadi importir terdaftar

4. Mengapa pemerintah merubah regulasi mewajibkan pelaku menjadi importer terdaftar? Karena Pemerintah melakukan pembatasan pelabuhan impor produk hortikultura yang berlaku 19 Juni 2012

5. Mengapa pemerintah mealkukan pembatasan impor produk hortikultura? Karena pemerintah ingin melindungi petani lokal.

Pemerintah ingin melindungi petani eh malah merugikan petani, why?

Dalam Six Sigma dan Lean, ada satu tools yang mengukur dan menganalisa akar masalah. Jadi pemerintah ingin melindungi petani dari banjirnya impor adalah sebuah indicator bahwa permintaan pasar akan barang hortikultura semakin besar, tetapi kemampuan petani memenuhi kebutuhan pasar masih minim. So, akar masalahnya ada dimana?

Setiap kebijakan satu akan mempengaruhi

Ada sebuah hukum yang bernama Hukum Sebab Akibat. Setiap tindakan akan mempengaruhi hasil tertentu. Hasil ini belum tentu menguntungkan semua pihak. Untuk itu dalam Six Sigma ada sebuah tools yang bernama FMEA kependekan dari Failure Mode Effect Analysis.

FMEA

FMEA (Failure mode and effect analysis) adalah alat yang sangat tajam untuk mencegah kegagalan proses dan produk. FMEA adalah metode untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kegagalan potensial, menentukan tingkan resiko dari dari kegagalan dan skala prioritas untuk mengambil tindakan yang dipelukan. FMEA dapat menekan biaya karena kegagalan produk atau policy.

Mari kita lihat dari bagian pertama dalam FMEA yaitu Potensi gagal.

Kasusnya, kebijakan importer yang dibatasi. Bagaimana kebijakan ini bisa gagal? Bisa jadi jika tidak diikuti, jika para pejabat tidak melakukan sosialisasi, jika tidak tepat waktu dalam memutuskan kebijakan.

Potensi efek kegagalan

Potensi efek kegagalan bisa sangat bervariasi, pertama timbulnya kebingungan akhirnya bahan baku penting konsumsi nasional terhenti. Dimanfaatkan oleh distributor untuk menaikkan harga karena supplynya rendah, masyarakat yang menggunakan bahan impor merasa dirugikan.

Potensi penyebab kegagalan

Penyebab kegagalan bisa jadi karena supply kedelai dalam negeri belum kuat.

Apakah ada alat untuk mengatasi potensi penyebab kegagalan?

Ada, stok impor sebelumnya. Sambil menunggu keputusan dan ijin impor berikutnya. Jika kurang apakah ada cara untuk mengatasi kekurangan stok? Jawabannya pemerintah dan para importer yang tahu.

Apakah ada resiko? Apakah resiko sudah diukur? Lalu apa langkah yang akan diambil oleh pemerintah, importer, pengusaha, dan masyarakat?

Masalah yang anda hadapi seringkali bukan karena masalah itu sendiri, tetapi karena tidak pernah memikirkan potensi gagal, potensi penyebab dan resiko resikonya.

Semoga krisis kedelai segera selesai agar kita semua bisa pesta tahu-tempe kembali.

Salam pencerahan,

Tom MC Ifle

Related Articles :
7 Alasan Anda Mengalami Kredit Macet
Paradoks Tentang Kekayaan
Ini Dia Kata-Kata yang bisa Mendatangkan Profit di Bisnis Anda
–¬†Berinvestasi sekaligus Menyelamatkan Bumi
Profit Generator
Apakah Anda Mengalami Cash Problem ?