Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB

sacsacscsa

Jakarta, 6 Agustus 2014 – Industri musik diakui mampu menyumbang Rp 5,237 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang 2013 dengan jumlah usaha dan serapan tenaga kerja yang terus meningkat.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ahman Sya. “Sumbangan terhadap PDB dari industri musik kita terus bertambah, bahkan serapan tenaga kerjanya mencapai 55.958 orang tahun lalu. Sayangnya dibandingkan sektor lain ini masih sangat kecil, masih hanya nol koma sekian persen,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, sektor ini juga mampu mengembangkan usaha hingga mencapai 16.182 jumlah usaha. Bahkan, industri ini berpotensi menyumbangkan kontribusi yang lebih besar dari itu jika mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, termasuk dari pemerintah.

“Industri musik ini perlu terus didorong pertumbuhannya,” ucapnya. Untuk itu, ia memasukkan industri musik dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015.

Dalam cetak biru tersebut, industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu dipacu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

QH.

Related Articles :
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.
Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi
BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR 
  “Membangun Jiwa Kewirausahaan”
Tak Ada Lagi Suntikan Bagi BUMN Sakit
Ekspor Naik 3,73 Persen pada Mei 2014

100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.

sacsacscsa

Jakarta, 16 Juli 2014 – 100.000 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) akan memanfaatkan layanan smart solution, trusted, affordable and reliable (STAR) contact center pada tahun ini.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin mengemukakan STAR contact center merupakan sebuah inovasi layanan yang dipersembahkan khusus untuk pelaku bisnis UKM di Indonesia.

“Inovasi layanan contact center ini merupakan bagian dari program Indonesia Digital Enterpreneur (Indipreneur) yang telah kami luncurkan sejak awal tahun 2013,” ujarnya.

Menurut Awaluddin, Telkom menyadari salah satu kebutuhan pelaku bisnis UKM adalah penyediaan akses untuk melayani maupun memberikan informasi kepada pelanggannya secara mudah dan murah dari sisi biaya.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini penggunaan teknologi informasi sudah menjadi menu wajib bagi pelaku UKM jika bisnisnya ingin maju. Kami juga menargetkan pada 2015 sudah bisa mendigitalisasi satu juta pelaku UKM,” katanya.

Ia menambahkan layanan ini tidak hanya menyediakan kemudahan penyediaan informasi produk dari para pelaku UKM untuk para pelanggannya hingga pengelolaan layanan permintaan dari pelanggan, tetapi sekaligus Telkom juga menyediakan layanan analisis media sosial untuk membantu pelaku UKM dalam mengelola bisnisnya secara efektif dan efisien.

“Pelaku UKM akan dimudahkan dalam pengelolaan pelanggannya karena kami menyediakan semacam aplikasi customer relationship management yang sederhana bagi pelaku UKM untuk para pelanggannya,” tambah Awaluddin.

QH.

Related Articles :
Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi
BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR 
  “Membangun Jiwa Kewirausahaan”
Tak Ada Lagi Suntikan Bagi BUMN Sakit
Ekspor Naik 3,73 Persen pada Mei 2014

BANK INDONESIA DI YOGYAKARTA DAN TOP COACH INDONESIA GELAR SEMINAR “Membangun Jiwa Kewirausahaan”

sacsacscsa

Yogyakarta, 10 2014 – Bank Indonesia Yogyakarta bekerja sama dengan Top Coach Indonesia (TCI) menggelar acara seminar dengan tajuk   “Membangun Jiwa Kewirausahaan” di Auditorium Lt 2, Gedung Bank Indonesia D.I Yogyakarta diikuti  lebih dari 110 pengusaha dari kota Yogyakarta dan empat Kabupaten di Yogyakarta yaitu Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Bantul.

 

Acara ini dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia D.I Yogyakarta, Arief Budi Santoso yang memaparkan secara jelas tujuan dari diadakan seminar satu hari ini.

 

Tujuan dari seminar ini antara lain adalah memberikan motivasi dan edukasi kepada para petani dan pengusaha yang terkena dampak penggusuran di area Kulon Progo yang akan menjadi lokasi airport baru DI Yogyakarta. Selain itu pihak penyelenggara juga mengharapkan agar selesai mengikuti seminar ini para peserta terbuka pikirannya dan termotivasi untuk meningkatkan jumlah wirausaha di sektor agribisnis dan wirausaha berorientasi ekspor, dapat mengurangi ketergantungan impor komoditi non migas (diutamakan komoditas pertanian), meningkatkan kualitas produk melalui inovasi dan pengembangan produk dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Related Articles :
Tak Ada Lagi Suntikan Bagi BUMN Sakit
Ekspor Naik 3,73 Persen pada Mei 2014
Kemenperin-Kemendikbut Dirikan Akademi Komunitas Industri