Kemenperin Bertekad Cetak 3.000 Wirausaha

sacsacscsa

Jakarta, 25 September 2013 – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  menargetkan untuk dapat mencetak 3.000 wirausaha baru di sektor industri kerakyatan pada tahun 2014. “Tahun depan rencananya menghasilkan 3.000 wirausaha baru, dari jumlah itu nanti kami pantau yang sungguh-sungguh itu berapa,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Euis Saedah.

Euis mengatakan, saat ini telah ada sekitar 5.000 wirausaha wanita yang telah dididik oleh Ditjen IKM Kemenperin. Untuk mencetak ribuan wirausaha baru setiap tahunnya, Kemenperin menggandeng beberapa universitas untuk menjaring mahasiswa atau lulusan yang memiliki minat tinggi untuk menjadi wirausaha.

“Untuk penumbuhan wirausaha baru, melalui inkubator, pendampingan, dan pemberian peralatan,” katanya. Inkubator ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kemenperin di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU) dan Unhas.

Panitia mengadakan rekrutmen dengan tahapan psikotes untuk melakukan penjaringan terhadap calon peserta. Setelah itu, calon peserta diajari tentang kewirausahaan dan produksi. Setelah diketahui minat bisnis mereka, peserta akan diminta untuk membuat rencana bisnis yang nantinya akan dipresentasikan. “Yang terbaik, akan diberi bantuan peralatan,” katanya.

Selain metode inkubator melalui perekrutan di beberapa universitas, pihaknya juga mengadakan rekrutmen putra-putri daerah untuk menjadi tenaga penyuluh lapangan. Para calon tenaga penyuluh dididik di sekolah perindustrian selama tiga tahun untuk kemudian dikembalikan ke daerah asal untuk menjadi penyuluh.

Dalam menjalankan tugas mereka dikontrak oleh pihak Kemenperin selama dua tahun. “Harapannya mereka bisa menjadi wirausaha baru,” katanya. Program yang sudah berjalan sejak 2007 ini, menurut dia, telah menghasilkan sebanyak 800 orang tenaga penyuluh perindustrian yang tersebar di 200 kabupaten dan kota.

Euis menambahkan, dalam membangun ekonomi melalui industri kerakyatan, Kemenperin menggunakan dua upaya pendekatan, yakni penumbuhan wirausaha baru dan peningkatan daya saing. Untuk di Pulau Jawa, Kemenperin memfokuskan untuk upaya meningkatkan daya saing, sementara untuk di luar Pulau Jawa, fokusnya adalah peningkatan jumlah wirausaha.

QH