KUR BRI 2013 Capai Rp 87 Triliun

sacsacscsa

Jakarta, 9 Januari 2014 – Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menembus angka sebesar Rp87 triliun hingga akhir 2013 dengan jumlah debitur mencapai 9,2 juta nasabah. Dibanding November 2013, realisasi ini meningkat Rp2,4 triliun atau sebelumnya tercatat Rp84,5 triliun, kata Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Ali menuturkan, salah satu penyebab meningkatnya KUR yakni akses nasabah yang makin mudah, baik secara infrastruktur maupun administratif. BRI sudah masuk ke jantungnya pengusaha mikro melalui Teras BRI di sentra-sentra perdagangan dan bisnis. Potensi tersebut tak mungkin hanya digarap oleh Bank BRI sendirian dan dapat digarap perbankan lainnya, agar akses kredit ke masyarakat makin luas.
Meski demikian, Bank BRI akan terus memperkuat askes dan layanan kepada pengusaha mikro. Ia mencontohkan, pedagang atau pengusaha kecil sekarang tidak perlu meninggalkan dagangannya. BRI akan melayani transaksi mereka secara langsung melalui Electronic Data Capture (EDC).
Meski ekspansi KUR BRI cukup agresif, namun perseroan tetap berhasil mengelola kualitas kredit. Hal tersebut terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang hanya sebesar 1,61 persen. Ini juga menunjukan keberhasilan pembinaan perusahaan atas pelaku usaha mikro, ujar Ali. Adapun KUR BRI terbagi atas KUR Ritel sebesar Rp17 triliun dengan jumlah debitur 99.000 dan KUR Mikro sebesar Rp69,9 triliun dengan jumlah debitur 9,1 Juta.
Sementara itu lebih dari 850.000 nasabah KUR BRI, yang semula tidak bankable dan menyandang status pengusaha pemula dan mikro, kini naik kelas menjadi nasabah komersil. “Mereka ini kemudian sudah bankable. Pinjaman mereka sudah menggunakan prosedur dan administrasi normal. Sebab mereka sudah punya jaminan, aset tetap dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga 31 Desember 2013, nasabah KUR BRI yang bermigrasi ke kredit komersial berjumlah lebih dari 850.000 debitur dengan plafon pinjaman mencapai Rp13,6 triliun. “Artinya, kalau mereka berimigrasi ke kredit komersial, bisnisnya semakin bagus serta menjadi bankable. Relasi dengan lembaga keuangan juga semakin bagus,” kata Ali.

Berdasarkan data dari Kemenko Perekonomian RI, sampai dengan November 2013 penyaluran KUR nasional telah mencapai Rp133,2 triliun. di mana BRI menguasai 63,46 persen dari total KUR Nasional, ujar Ali.

QH