BPS: Ekspor April Menurun

sacsacscsa

Jakarta, 2 Juni 2014 – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor periode April 2014 mencapai 14,29 miliar dolar AS, turun 5,92 persen dibanding periode Maret 2014 (month on month) yang mencapai 15,19 miliar dolar AS.

Kepala BPS Suryamin, saat koferensi pers di Jakarta, Senin, menyebutkan total ekspor periode April 2014 terdiri atas ekspor nonmigas sebesar 11,66 miliar dolar AS, dan ekspor migas sebesar 2,63 miliar dolar AS.

Bagaimana dengan deflasi? BPS mencatat pada April 2014 terjadi deflasi 0,02 persen, karena harga kebutuhan pangan turun dan relatif terkendali. Dengan demikian, inflasi tahun kalender Januari-April 2014 tercatat 1,39 persen dan inflasi secara tahunan 7,25 persen.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan dampak dari kampanye pemilu terhadap inflasi mulai terasa, meskipun pada April 2014 tercatat deflasi 0,02 persen. “Kampanye menyebabkan harga-harga naik. Yang pasti untuk makanan jadi dan tarif angkutan. Bukan hanya angkutan udara tapi juga angkutan darat,” ujarnya.

QH.

BPS: Tingginya Biaya Hidup di Jakarta

sacsacscsa

Jakarta, 3 Januari 2014 – Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 mencatat bahwa Jakarta merupakan salah satu kota dengan biaya hidup atau nilai konsumsi rumah tangga tertinggi yang rata-rata pengeluaran warganya mencapai Rp7.500.726 per bulan. “Rata-rata biaya hidup tersebut untuk rata-rata jumlah anggota rumah tangga 4,1 orang,” kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta.
Ia mengemukakan, adapun Jayapura merupakan kota dengan biaya hidup tertinggi kedua yang warganya memerlukan Rp6.939.057 per bulan dan Ternate diperingkat ketiga bernilai kebutuhan hidup Rp6.427.357 per bulan. “Banyuwangi merupakan kota dengan biaya hidup terendah, yakni Rp3.029.367 per bulan dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga 3,6 orang,” kata Suryamin, menyebut salah satu kota di Jawa Timur.
Ia menjelaskan SBH 2012 merupakan peluncuran pengukuran inflasi yang akan menggunakan tahun dasar baru, dan mulai berlaku Februari 2014 yang memiliki beberapa perubahan dari penghitungan lama indeks harga konsumen (IHK).
“Beberapa perubahan mendasar dalam penghitungan IHK baru, mengenai paket komoditas, diagram timbang dan cakupan kota. SBH ini dilaksanakan secara rutin setiap lima tahun sekali,” ujarnya. Hasil SBH 2012 yang memperlihatkan rata-rata biaya hidup secara nasional senilai Rp5.580.037 per bulan, mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan hasil SBH yang dilakukan pada 2007.
“Dibandingkan hasil SBH 2007, terjadi penurunan persentase biaya hidup kelompok bahan makanan dari sebelumnya 19,57 persen menjadi 18,85 persen,” kata Suryamin. Survei yang dilaksanakan di daerah perkotaan dengan sampel rumah tangga sebanyak 136.080 itu, dikemukakannya, dilakukan secara triwulan di 82 kota yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota lainnya, atau ada penambahan 16 kota, dari penghitungan IHK lama sebanyak 66 kota.
Secara nasional, ia menambahkan, ada sebanyak 859 komoditas meliputi berbagai jenis barang dan jasa yang dominan dikonsumsi masyarakat serta sejalan dengan pola konsumsi masyarakat terkini, yang bervariasi antarkota, dan dipantau harganya secara rutin.

QH.

Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata

sacsacscsa

“Wonderful Indonesia” tema yang dipilih oleh pemerintah untuk branding pariwisata Indonesia. Apa yang Wonderful? Saya rasa banyak sekali bukan hanya Wonderful Nature, Wonderful Culture, Wonderful Cuisine, Wonderful hospitality, Wonderful smile, Wonderful resource dan Wonderful business potential.

Kalau Thailand membranding Amazing, Malaysia Truly Asia, Incredible India, sementara Singapore meluncurkan tema baru Your Singapore dengan dilengkapi materi promosi yang serba seragam dan rapi menggantikan Uniquely Singapore yang bertahan selama lima tahun.

Prospek bisnis pariwisata

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah wisatawan asing di Indonesia per Januari-April 2011 mencapai 2,32 juta orang, naik 7,2 % dibanding periode sama 2010. Tingkat penghuni kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi rata-rata 52,1 %, tumbuh 2,41 poin dalam setahun terakhir.

BPS mencatat, hotel bintang dua menduduki TPK paling tinggi, yakni mencapai 56,36% per April 2011. Sementara yang paling rendah adalah bintang satu 41,89%. Kalau diurutkan, prospek cukup baik adalah hotel bintang tiga, empat, dan dua.

Business Driver

Apa driver prospek bisnis makro pariwisata yang membuatnya begitu menarik? Jika kita melihat faktor-faktor yang saat ini terjadi saya mengamati ada beberapa driver yang memotivasi pertumbuhan sector pariwisata Indonesia:

  1. Persaingan ketat antar penerbangan, hotel, jasa, transportasi yang memungkinkan daya beli masyarakat bepergian
  2. Inovasi entrepreneur juga mendorong terwujudnya pertumbuhan. Mereka menciptakan strategi promosi, branding, edukasi bahkan dengan konsisten mengadakan pameran wisata tanpa menunggu program pemerintah
  3. Meningkatnya daya beli ditandai pertumbuhan ekonomi makro Indonesia
  4. Tuntutan anak yang sekarang semakin pandai, terutama jika pergaulan di sekolah mereka cerita liburannya seru dan mengasyikkan.
  5. Kebutuhan untuk membebaskan rasa jenuh di kota dengan mencari suasana baru.

Beberapa waktu lalu saya melakukan roadshow ke 7 kota besar Indonesia, Bandung, Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bali. Pemandangan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya adalah perkembangan hotel bintang dua dan empat di daerah ini sangat luar biasa. Bahkan saat melakukan workshop okupansi hotel yang saya tempati lebih dari 90%.

Prospek bisnis dan Strategi bersaing di bidang pariwisata

Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE pada acara Malam Apresiasi Visit Indonesia Year (VIY) 2010 di Hotel Sahid Jaya, mengatakan, dipilihnya tema pariwisata 2011 “Eco, Culture, and MICE” karena pariwisata Indonesia amat peduli terhadap lingkungan. Pada kesempatan tersebut Menboedpar mengadjak para pelaku bisnis pariwisata untuk menjaga dan menata lingkungan agar lebih baik sehingga menarik wisatawan.

Ada dua cara menangkap kupu-kupu..

Benar, saya juga sangat setuju. Saya memberi ilustrasi sederhana tentang bisnis dengan ilustrasi ‘Kupu-kupu’.

  • Cara pertama

Siapkan jaring, jangan bergerak sampai kupu-kupu hinggap di salah satu bunga, dan kejar sampai dapat. Resikonya, energi anda akan terkuras habis untuk mengejar kupu-kupu. Kupu-kupu mungkin akan memberi tahu teman-teman kupu-kupu lainnya untuk menghindari taman anda karena disangka ada orang gila mengejar yang ‘ngga’ punya kerjaan.

  • Cara kedua

Lihat taman anda, apakah layak untuk dikunjungi oleh kupu-kupu? Jika tidak, percantik taman ini, buatlah sehijau mungkin, tambahkan bunga aneka warna, beri kenyamanan dan ketentraman bagi setiap kupu-kupu yang hadir. Alhasil, kupu-kupu berbondong-bondong mengajak teman, kakak, adik, teteh, tante, oom, kakek, nenek, opa, oma untuk menikmati taman ini.

Dalam bisnis anda bisa mencurahkan energy untuk menjaring wisatawan domestic dan mancanegara, memberi diskon super murah tapi tidak memelihara lingkungan, budaya, keramahan, pelayanan. Mungkin hasilnya sukses tapi tidak akan datang untuk kedua kalinya.

Jika anda mencurahkan energy untuk mempercantik bathin, value, nilai-nilai positif pribadi karyawan akan mempercantik kepribadian sebuah bisnis. Mempercantik business process akan membuat pelayanan menjadi lebih cantik dan konsisten. Dan membangun sumber daya manusia yang unggul, maka bukan saja pelanggan akan datang tapi juga tidak sabar memberi tahu teman mereka betapa cantik kepribadian, lingkungan, bathin dan pesona bisnis anda.

Semoga tahun 2011 ini akan mendukung semua impian anda dan keluarga untuk berkunjung ke seluruh pelosok Indonesia yang penuh dengan hal-hal yang Wonderful, Sriwijaya adalah pilihan terbaik untuk mewujudkan cita-cita ini.

Salam pencerahan

Tom MC Ifle

Related Articles :
Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?
Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?
Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.
Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit