Training How to become a world class company with BPR Citra Manado

sacsacscsa

Dari Training How to become a world class company ini saya mendapatkan bagaimana cara meningkatkan marketing perbankan yang lebih efektif baik dalam waktu maupun cost, sekaligus juga dalam meningkatkan produktivitas kinerja team. – Ferdinand Michael M. –

Setelah ikut Training How to become a world class company kita bisa tau cara – cara berbisnis dan menjalankan tugas dikantor secara lebih efisien. – Reff S.A Wenas –

Training How to become a world class company ini bagus untuk menambah motivasi dan wawasan dalam cara pelayanan kredit dan penagihan kredit. – Sunardi Damo P. –

Banyak manfaat yang saya dapatkan dari Training How to become a world class company, seperti mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana meningkatkan kinerja, mengetahui masalah apa yang terjadi dalam diri kita dan terutama pengetahuan mengenai business BLUEPRINT. – Kevin Brian R. –

Training How to become a world class company memberikan manfaat dan ilmu, agar kita bisa menjadi yang lebih baik dengan cara merubah proses dalam diri kita dan didalam dunia pekerjaan agar tujuan yang kita inginkan bisa tercapai. – Christian Lundungan –

Dalam Training How to become a world class company ini saya dapat menambah wawasan, merubah pola pikir, cara kerja yang lebih baik dan belajar bagaimana menjadi pemimpin / leader yang tegas. – Hamdani Iman –

Training How to become a world class company ini memberikan pembelajaran bagaimana melatih menjadi leadership yang baik dan cara kerja lebih efisien. – Deyri R. Mawuntu –

Beberapa hal yang saya pelajari dari Training How to become a world class company  dan itu semua bermanfaat, seperti bagaimana cara meningkatkan efisiensi kerja, bagaimana mengatur coleration yang efektif, bagaimana menekan biaya yang efisien dan bagaimana meningkatkan laba. – Hajidah –

Setelah ikut Training How to become a world class company ini saya jadi mengerti bahwa bisnis sistem bila dibentuk dengan baik & benar akan membawa hasil yang baik & sebaliknya bila sistem tidak benar, maka hasilnya tidak akan optimal. – Jenny P –

Dari Training How to become a world class company ini saya jadi mengetahui bagaimana sistem yang baik / berkembang untuk perusahaan dan cara mendapatkan BE yang baik & positif untuk perusahaan. – Fauzan Akbar P –

Evaluasi diri / pengembangan diri lebih ke depan ini manfaat yang saya dapatkan dari mengikuti Training How to become a world class company. – Susi Hingsi R.M –

Manfaat terbesar yang saya dapatkan dari Training How to become a world class company ini harus menjadi panutan bagi karyawan lain, harus memiliki nilai tambah bagi diri sendiri dan juga memberikan nilai tambah bagi perusahaan, selain itu harus ada standarisasi agar kerja lebih efisien. – Tony Sofyan P. –

Dengan ikut Training How to become a world class company ini saya dapat meningkatkan lagi disiplin serta dapat mengatur cara kerja bagi sifat (kolektor) dalam hal penagihan, dan juga meningkatkan semangat dalam bekerja. – Jemi Bokko –

Manfaat ikut Training How to become a world class company ini saya jadi lebih mengerti  akan betapa pentingnya mengenai standarisasi kerja, efisiensi waktu, kualitas proses analisa, sistem yang baik dan teamwork yang solid. – Frida Wangkapi –

Training How to become a world class company memberikan manfaat bagaimana cara memaksimalkan waktu yang ada supaya tidak terbuang sia – sia, selain itu saya jadi mengerti akan pentingnya membuat blueprint, terus juga harus berubah mengikuti perrkembangan yang ada. – Yanny H Chandra –

Training How to become a world class company membuat saya berpikir harus dapat berubah agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor, harus segera berbenah diri. Saya sangat termotivasi dengan materi karena banyak hal – hal yang dirubah agar apa yang menjadi planning dapat tercapai dan pentingnya efisiensi waktu dengan baik. – Victor Y. Towolin –

Training How to become a world class company ini memberikan masukkan untuk menjadi leader yang baik, mengenai standarisasi sistem dan bagaimana bekerja secara efektif & efisien. – Sally Karlina S. –

Dari Training How to become a world class company saya jadi dapat mengetahui bisnis, cara bekerja yang efektif & betapa pentingnya standarisasi. – Previn –

Ikut Training How to become a world class company ini saya jadi lebih mengerti cara kepemimpinan yang baik. – Cecilia E Bojon –

Saya mendapat pengetahuan tentang cara kepemimpinan yang baik dari Training How to become a world class company. – Ria Mawa –

Manfaat Training How to become a world class company ini saya dapat merubah mindset berpikir untuk mengambil keputusan yang tepat. – Robby –

Ikut Training How to become a world class company jadi Pengetahuan bertambah, dapat meningkatkan kualitas, dapat berkompetisi dan juga dapat menjadi pegawai yang handal. – Yudy junus –

Training How to become a world class company ini menyadarkan bahwa perkembangan (modernisasi) sangat perlu perubahan dan tanpa perubahan usaha akan drop. – Drs. Jules J. Marthinus –

Setelah ikut Training How to become a world class company ini saya jadi mengetahui kekuatan & kelemahan sistem dan proses kreatif didalam perusahaan. – Donnal –

Training How to become a world class company ini membuka paradigma baru, dan mengajarkan pentingnya blueprint. – Robby R Makalus –

Training How to become a world class company ini memberikan manfaat seperti menambah pengetahuan dibidang kredit, menambah motivasi kerja dan menjadi terbaik & mampu meningkatkan omset perusahaan. – Ronald H Lomban –

Dari Training How to become a world class company saya mendapat ilmu baru tentang menanggani bisnis dan mendapat ilmu paling penting yakni BE x DO = Have. – Israel –

Saya mendapat pengetahuan yang baru – baru dari Training How to become a world class company.  Dan saya bisa menjadi karakter yang lebih bagus, disiplin dalam pekerjaan. – Michael Manoppo –

Saya lebih menambah pengetahuan khususnya penataan proses kredit agar lebih efisien dalam penggunaan waktu, semua ini saya pelajari dalam Training How to become a world class company. – Octosan Towoliu –

Saya mendapatkan motivasi untuk bekerja lebih baik. Training How to become a world class company ini memberikan banyak pengetahuan dalam pekerjaan untuk kedepannya, bagaimana menjadi seorang bisnis yang baik. – Syane –

Dampak Keberadaan Blueprint dalam Berbisnis

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Sekian banyak bisnis yang saya ketahui, 8 dari 10 pembisnis banyak yang tidak memiliki blueprint. Hal tersebut adalah sesuatu yang menyedihkan dalam dunia bisnis. Ketika muncul sebuah pertanyaan, seperti apakah blueprint dalam bisnis Anda? Kebanyakan diantara mereka menjawab tidak memiliki. Banyak diantara mereka bahkan yang belum mengetahui apa dan bagaimana wujud dari blueprint itu sendiri.

Tentu bisa dibayangkan jika seorang tukang bangunan diberikan tugas membangun sebuah rumah tanpa skesta. Muncul dalam pikiran Anda apa yang menyebabkan sebuah bisnis tanpa blueprint. Hal tersebut dikarenakan ketika bisnis dibuat, mereka hanya berpikir untuk membuat bisnis kecil-kecilan dahulu.

Sebagai pemula bisnis atau start up business yang harus dimiliki adalah blueprint, suatu peta atau rancangan serta visi yang jelas dalam memulai suatu bisnis. Seandainya bisnis yang kita bentuk harus kita turunkan, maka penerus bisnis dapat menjalankan bisnis dengan baik dan terarah. Tanpa panduan atau dengan panduan Anda penerus bisnis dapat mengembangkan bisnis. Rancangan dan visi yang dibuat harus tertulis jelas dan secara detail agar mudah dipahami.

Saya pernah memiliki sebuah pertanyaan dan menanyakannya pada seorang pembisnis. Pembisnis tersebut merupakan salah seorang klien saya yang sekarang bisnisnya sangat sukses. Pertanyaan yang saya ajukan seputar blueprint  dalam bisnis. Ketika itu saya bertanya bagaimana client saya dalam membuat sebuah rumah. Apakah sang client memberikan cetak biru kepada tukang bangunan? Dengan ketegasan dan ketepatan client saya menjawab tentu diberikannya cetak biru tersebut. Muncul pertanyaan saya sebab apa yang membuat sang client memberikan cetak biru tersebut kepada tukang.

Kembali client menjelaskan bahwa cetak biru itu digunakan tukang agar pekerjaan yang dihasilkan menjadi rapi, tepat waktu, tidak membuang biaya dan tenaga. Kemudian saya pun mulai menanyakan mengenai bisnis sang client, tindakan yang diberikan terhadap bisnisnya dengan atau tanpa blueprint atau rancangan. Client dengan tegas menjawab bahwa client menggunakan cetak biru dalam bisnis. Client menjabarkan bahwa sang client membuat cetak biru tersebut dan menyimpannya sendiri dalam otaknya.

Saya pun menanyakan apa yang akan dibuat oleh sang client jika kejadian tidak diinginkan menimpa dirinya. Sang Client dengan sontak mulai memikirkan pertanyakan yang saya ajukan. Sang client pun terdiam dan membayangkan apa yang akan terjadi terhadap karyawan, bisnis, keluarga dan istrinya.

Terlihat blueprint sepertinya amat sederhana. Kebanyakan pembisnis justru menganggap tidak penting tentang blueprint. Sebenarnya, blueprint justru memiliki makna yang cukup vital. Saya dapat memberikan pelajaran mengenai teknik-teknik sederhana dalam membuat blueprint dapat diberikan. Asalkan Anda telah memiliki visi yang jelas, langkah yang selanjutnya menentukan cara mencapai visi tersebut secara rinci dan bertahap.

Jika Anda menginginkan penjelasan lebih detail terkait blueprint, Anda dapat mengikuti workshop Business Mastery, How to Create System That RUNs without You.

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Budaya Bisnis Profitable
– Memulai Bisnis dari Nol Belum Tentu Baik
– Sebagai Pembisnis Hindari Fokus hanya Satu Bidang
– Persaingan Harga Membuat Bisnis Anda Buruk
– Fokuslah Membangun Karakter Manusia dalam Bisnis

Salam Pencerahan.
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur