BISNIS JANGAN MENUNGGU PRODUK SEMPURNA

sacsacscsa

Produk Sempurna
Siapa sih yang tidak ingin mempunyai Produk Sempurna? Dengan produk yang sempurna bisa membuat produk laris di pasaran, bisnis sukses dan punya cabang dimana-mana. Namun, kenyataannya tidak sedikit Business Owner di luar sana yang berpikir demikian tetapi justru membuat mereka terjebak dengan yang namanya penundaan. Sebelumnya, perlu disadari bahwa bisnis itu tidak akan bisa dimulai jika segala sesuatunya menunggu sempurna.
Mengapa Anda tidak perlu menunggu Produk Sempurna baru memulai bisnis?
Mari kita lihat, apa yang terjadi ketika Business Owner menunggu Produk Sempurna dulu baru dipasarkan? Yang terjadi adalah bisnis tidak akan jalan dan pada akhirnya bisnis akan ditinggalkan. Waktu pertama kali berbisnis, saya menunda berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun. Pada saat saya umur 30 tahun saya bilang pada diri sendiri, “saya harus berbisnis, saya harus berbisnis.” Ternyata saya baru berbisnis umur 34 tahun.
Ketika Business Owner menunggu produk yang sempurna, menunggu orang mengatakan suka sekali dengan produknya atau ketika Anda merasa bahwa “produk saya masih belum sempurna nih,” tentu Anda akan menunda terus menerus dan pada akhirnya membuat Anda merasa tidak layak untuk berbisnis.
So, pertanyaan saya sekarang adalah apakah Anda masih menunggu atau tetap menjalankan bisnis Anda walaupun produk tersebut belum sempurna tetapi kemudian ada perbaikan?
Memang banyak perusahaan ingin memiliki produk yang sempurna atau membuat produk yang scalable. Maksudnya adalah bisa dijadikan produk andalan dan bisa dijadikan produk yang disebar ke seluruh dunia. Tetapi yang menjadi masalah adalah produk apapun, baik itu Apple, Google, Samsung, Microsoft, apapun produk yang Anda anggap perfect saat ini, awalnya adalah produk yang tidak sempurna bahkan terkadang tidak diterima.
Pernahkah Anda perhatikan bahwa Software Windows dari Microsoft muncul dalam versi 2.0 atau windows 3.0? Windows tersebut hadir dengan features dan tampilannya yang sangat pas-pasan. Berbeda sekali apabila Anda melihat seri windows terkini semisalnya Windows 7 dan Windows XP.
Kemudian pertama kali Apple menawakan Mac, itu dari mesin ketik lalu diberi monitor. Anda pun bisa melihat Honda 70 yang mungkin sangat terkenal dengan julukan “si pitung” beredar di pasaran. Padahal waktu itu, motor tersebut paling rewel dengan platinanya. Dari hal ini, Anda bisa mengambil pelajaran bahwa mereka tidak pernah menunggu produknya sempurna.
Jadi, belum tentu untuk membuat bisnis Anda sukses harus menunggu produk Anda sempurna terlebih dahulu. Tetapi jika Anda ingin membuat produk yang sempurna, ada 2 syarat yang harus Anda lakukan, tentu hal ini bisa berhasil jika Anda mau menyempurnakan produk Anda.

Calon Pelanggan
1. Produk Tidak Sempurna
Ingat, untuk membuat produk yang sempurna maka Anda perlu membuat produk yang tidak sempurna terlebih dahulu.
2. Feedback Produk dari Customer
Anda bisa tes dari Produk yang belum sempurna tersebut kemudian produk dicoba oleh customer. Ketika customer menikmati dan menggunakan produk Anda, mereka akan memberikan feedback.
Jadi, ada produk kemudian pengalaman dan setelah itu feedback. Dari semua hal itulah, maka Anda bisa memperbaiki produk menjadi lebih sempurna.
5 Alasan Produk Tidak akan Sempurna
Nah, saya akan memberikan 5 alasan kenapa produk Anda tidak akan bisa sempurna, walaupun produk yang Anda punya sudah bisa dikatakan baik.
1. Customer Selalu Menemukan Kesalahan

Apapun produk yang Anda buat, customer pasti akan menemukan kesalahan di dalam produk tersebut. Kenapa? Karena customer itu seperti memiliki radar untuk merasakan satu kesalahan dalam sebuah produk yang Anda berikan. Selain customer yang menggunakan produk, ia juga pengkoreksi yang baik untuk kemajuan bisnis Anda.

Misalnya, ada hotel yang mewah kemudian customer masuk ke dalam hotel, mungkin awalnya dia sangat menikmati melihat suasana hotel yang luar biasa dan perfect tetapi ketika customer ke toilet ada kecoa atau bisa jadi ada tikus. Nah, apapun produk Anda, bisa saja dianggap tidak sempurna karena customer bisa menemukan kesalahan produk tersebut secara langsung.


Produk Sempurna2
2. Customer Tidak Butuh Produk

Produk yang telah Anda buat belum tentu dibutuhkan oleh customer. Anda mungkin membuat sebuah produk komputer, lalu produk tersebut pertamanya untuk mempermudah orang membuat ketikan, mengganti mesin tik, Excel Spreadsheet atau tabel-tabel. Tetapi ternyata customer lucu, dia tidak membuat itu sebagai alat untuk menggantikan mesin ketik tetapi untuk main game.

Ternyata ketika Anda berpikir, “saya membuat komputer tujuan awalnya untuk menggantikan mesin ketik.” Nyatanya customer bisa menemukan fungsi lain dari komputer itu. Bisa jadi ketika Anda membuat cafe, tujuannya adalah untuk orang minum kopi. Ternyata, customer menemukan ide baru yaitu apa? Membuat cafe Anda menjadi tempat nongkrong, diskusi, meeting dsb.

3. Bisnis Butuh Partnership

Pada saat Anda membuat sebuah produk, produk itu selalu membutuhkan partnership dengan yang lain. Misal contohnya adalah waktu pertama kali Apple membuat Apps yang tidak bisa kompatibel dengan Windows, apa yang terjadi? Windows semakin lama semakin menang dan Apple bertahan dengan pasar yang sangat-sangat kecil.

Sampai kemudian pada satu titik mereka mengatakan, kita harus berubah dan melakukan transformasi. Transformasinya apa? Dia bisa membuat Apple berintegrasi dengan pihak-pihak ketiga.

4. Membutuhkan Research Produk

Kita harus tahu bahwa research produk tidak bisa dilakukan di dalam kelas. Research produk sebaiknya dilakukan di luar kantor dan kalau bisa Anda melihat cara customer menggunakan produk Anda. Jangan-jangan Anda membuat produk yang salah kaprah dan tidak bisa diterima oleh customer.

Nah, research produk ini merupakan bukti bahwa produk sebagus apapun, pasti membutuhkan perbaikan dari luar yang berguna untuk sebuah produk. Research produk ini digunakan untuk mengembangkan strategi yang efektif, menimbang keputusan pro dan kontra, menentukan tujuan bisnis untuk masa depan dan masih banyak lagi.

5. Pelanggan sebagai Research Team

Seorang Business Owner harus mengajak pelanggannya sebagai bagian dari research team. Jadi, Anda harus mengajak customer untuk mengobrol dan mendukung produk Anda lalu mengajak mereka memberikan masukan-masukan yang bermanfaat agar target-target Anda untuk melayani customer tercapai.

So, strategi ini akan menjadi sangat bermanfaat kalau Anda terus-menerus menjalankan 3 hal ini. Yakni: Produk, Pengalaman dan Masukan Customer. Ketiga hal ini akan membantu Anda untuk membuat sebuah produk yang sempurna.
Jadi, sekarang Anda sudah menemukan jawaban bahwa lebih baik bertindak dengan risiko tapi mempunyai kemungkinan membuat bisnis suskes atau tidak melakukan tindakan apapun dan hal tersebut tentu tidak memberikan perubahan apa-apa pada bisnis atau perusahaan Anda. Selamat bekerja, selamat beraktifitas dan sukses untuk bisnis Anda.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

JANGAN BIARKAN BISNIS TERKENA 3 PENYAKIT KRONIS

sacsacscsa

Bisnis-yang-Sehat
Pernahkah Anda mengalami demam? Setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami kondisi tersebut. Saat Anda mengalaminya, biasanya kondisi tubuh menjadi lesu, tidak nafsu makan dan tidak berdaya, walhasil tubuh tidak bisa melakukan aktifitas yang maksimal. Sedangkan pada kasus lain, demam ini bisa jadi adalah sebuah gejala penyakit yang berbahaya. Nah, masalahnya adalah kondisi demam ini tidak terjadi pada manusia saja tetapi pada bisnis Anda.
Apa ciri-ciri bisnis sedang mengalami demam?
Perlu kita ketahui bahwa BISNIS DEMAM karena disebabkan oleh tiga penyakit kronis. Penyakit kronis yang pertama adalah kehabisan uang, kemudian karyawannya bermasalah dan penyakit kronis yang ketiga adalah Business Owner sudah bekerja keras tetapi tidak ada hasil.
Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara membuat bisnis Anda lebih sehat, lebih segar dan tentu lebih menghasilkan. Pada saat Anda menjalankan bisnis, biasanya Business Owner selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan masalah ini harus dihadapi dengan tepat.
Masalah ini mungkin bisa ditandai dengan bisnis yang sering kali membutuhkan kucuran dana atau suntikan-suntikan, baik dari kantong sendiri maupun dari investor. Tetapi suntikan dana dari investor atau bank tidak bisa membantu bisnis Anda untuk bisa mendatangkan uang atau mendapatkan pinjaman suntikan modal.
Bagaimana mengatasi bisnis yang sedang demam?
Melalui kasus bisnis yang sedang sakit tersebut maka Anda mau tidak mau harus mempunyai strategi agar bisnis Anda bisa RECOVER, dalam artinya bisa sehat. Ingat, bisnis yang sehat akan membuat profit Anda sehat juga. Nah, dalam hal ini ada beberapa poin penting yang bisa kita bahas dan cukup menarik karena bisa langsung dipraktikkan segera mungkin oleh Business Owner. Mari kita mulai dengan tips yang pertama, yakni:
Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara membuat bisnis Anda lebih sehat, lebih segar dan tentu lebih menghasilkan. Pada saat Anda menjalankan bisnis, biasanya Business Owner selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan masalah ini harus dihadapi dengan tepat.
1. Memperhatikan Kesehatan Uang
Setiap kali kesehatan bisnis terganggu, biasanya yang terkena dampak terlebih dahulu adalah uang Anda. Kenapa uang? Karena pada saat marketing Anda tidak efektif, karyawan bermasalah dan cara kerja tidak maksimal. Akhirnya problem tersebut memberikan dampak pada customer, apabila customer sudah terkena dampak dari problem maka customer tidak akan mau lagi kembali kepada Anda.
Mungkin mereka merasa, “ah saya tidak mau lagi melakukan transaksi.” Atau bahkan pada saat customer sudah membeli dan transaksi tetapi dia tidak mau melakukan pembayaran. Apa yang terjadi? Uang Anda akan terkena dampaknya. Jadi, solusinya adalah jika Anda ingin bisnis sehat maka Anda harus menciptakan yang namanya anggaran.
Apa itu anggaran? Ia merupakan sebuah perencanaan sederhana yang Anda buat. Tidak perlu sesuatu yang sifatnya rumit dan cukup sederhana saja. Nah, anggaran ini sifatnya adalah untuk mendisiplinkan diri dalam alokasi penggunaan uang. Misal, alokasi dalam hal pengeluaran biaya marketing, operasional atau biaya-biaya lain yang berkaitan dengan insidental, sesuatu yang sifatnya tertentu saja, baik renovasi atau mungkin Anda ingin membuat beberapa hadiah untuk customer, itu semua sifatnya insidental.

Bisnis-Anggaran
Tetapi ada faktor-faktor lain yang bisa membuat Anda harus mengeluarkan uang. Misal contohnya adalah melakukan marketing dan promosi. Namun, masalahnya adalah ketika Anda tidak menganggarkan hal tersebut maka Anda tidak akan pernah tahu berapa yang boleh dan tidak boleh Anda keluarkan.
Jadi, langkah pertama adalah membuat anggaran. Buatlah anggaran yang sederhana-sederhana saja. Misal, marketing saya boleh keluar uang berapa? Promosi saya boleh keluar uang berapa? Hadiah untuk customer saya boleh keluar uang berapa? Biaya operasional saya boleh keluar berapa? Dari hal tersebut Anda bisa mengalokasikan biaya minimum untuk menjalankan bisnis Anda.
2. Menemukan Pasar 80:20
Tips yang ini sangat penting, Anda harus bisa menemukan pasar 80:20. Apa itu pasar 80:20? Setiap bisnis memiliki TOP 20% CUSTOMER yang bisa memberikan kontribusi 50-80% profit. Tentu ini adalah sangat penting, karena 50-80% profit atau omzet datang dari hanya 20% customer. Nah, temukan siapa mereka lalu Anda lipat gandakan jumlahnya.
Dengan demikian Anda bisa mengekspansi bisnis dan konsentrasi pada customer yang bagus.
3. Hindari Spekulasi
Ketika Anda demam, memang maunya cepet sembuh. Betul? Nah, fatalnya adalah ketika Anda ingin mengatasi demam kemudian Anda minum segala macam obat agar bisa sembuh. Apa yang terjadi? Anda akan mengalami komplikasi. Nah, dalam bisnis juga sama. Jangan mudah melakukan spekulasi-spekulasi bisnis, karena hal ini bisa mengakibatkan uang Anda berkurang dan bisnis yang Anda jalankan bisa tidak akan ada hasilnya karena bisnis sudah terkena demam. Jadi, apa kebalikan dari spekulasi?
Kebalikan dari spekulasi adalah meningkatkan efektifitas. Kalau Anda mempunyai tim penjualan, maka bagaimana tim Anda bisa meningkatkan efektifitas mereka dalam mendatangkan profit, customer dan closing. Jadi, daripada Anda melakukan spekulasi, tentu lebih baik Anda meningkatkan efektifitas dari apa yang sudah ada.
4. Banyak Melakukan Networking

Networking
Tips yang keempat adalah melakukan networking. Anda diwajibkan untuk melakukan banyak networking. Apa itu networking? Networking adalah bergaul dengan orang-orang baru tetapi yang level dan kelasnya lebih tinggi dari kita. Kenapa? Karena kita bisa belajar banyak dari mereka, mendapatkan customer dan sekaligus bisa mendapatkan referensi-referensi dari mereka.
Nah, rata-rata orang yang bergaul dengan orang yang lebih tinggi levelnya itu mampu membangun dan membangkitkan semangat mereka. Dan tentu hal ini bisa membantu Anda untuk membangun koneksi dan reputasi Anda sebagai orang yang menjalankan bisnis, lebih-lebih jika Anda mampu menampilkan keunggulan bisnis yang Anda jalankan maka hasilnya banyak keuntungan yang akan Anda raih, salah satunya adalah kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri atau kepercayaan customer kepada Anda.
5. Memastikan Tim Mendukung Anda
Tips yang paling terakhir adalah memastikan tim mendukung Anda. Ingat teman-teman bahwa dalam bisnis, support system sangat-sangat membantu dan juga dibutuhkan. Kita sebut tim ini bukan hanya karyawan saja tetapi tim ini terkait empat hal, yaitu: karyawan, customer, supplier dan shareholder.
Jadi, ibarat ketika Anda sakit maka Anda tentu akan membutuhkan sebuah support, betul? Baik support dari keluarga, kakak, adik, pacar atau teman-teman Anda sendiri. Nah, begitupun dengan bisnis, pada saat bisnis mengalami demam maka yang mendukung itu harus karyawan, customer, supplier dan shareholder.
Siapa itu shareholder? Mereka adalah pemegang saham. Anda harus benar-benar memastikan bahwa 4 tim ini bisa memberikan dukungan kepada bisnis Anda. Kenapa? Karena ketika Anda yang menjalankan bisnis dan mengoperasikan bisnis, kemudian banyak dukungan yang Anda dapatkan, otomatis bisnis akan jauh lebih sehat.
Terima kasih untuk teman-teman pengusaha di seluruh Indonesia sudah mengambil manfaat dari artikel singkat ini dan jika Anda menginginkan untuk mengikuti sebuah workshop BUSINESS RECOVERY, silahkan daftarkan diri Anda di http://demo.topcoachindonesia.com/business-recovery/. Workshop tersebut bertujuan untuk menyehatkan bisnis Anda yang sedang sakit, khususnya dalam hal Marketing, Finance dan Sumber Daya Manusia (SDM). Semoga bermanfaat dan selamat membuat bisnis Anda lebih dahsyat.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BELAJAR BISNIS UKM DARI DUA SOSOK INI

sacsacscsa

Bisnis UKM2
Terkadang ketika kita sedang memulai bisnis, kita mencari sebanyak-banyaknya informasi dan motivasi agar semangat berbisnis kita tetap pada tempatnya. Namun sayangnya masih saja ada di antara kita yang tidak termotivasi jika tokoh yang kita baca kisahnya sudah terlanjur besar namanya atau ketahuan dari keluarga yang berada. Padahal siapapun tokohnya, kita wajib belajar untuk mengambil hikmah di setiap kisahnya.
Kali ini kami mau berbagi dua kisah sosok pengusaha yang benar-benar memulai usahanya dari nol. Mereka juga bukanlah sosok yang lahir dari keluarga berada. Mereka sosok-sosok biasa yang tangguh dalam menjalankan bisnisnya.

Bisnis UKM3
Eko Kusnurhadi (Berdiri paling kiri)
Sosok pertama adalah Eko Kusnurhadi. Jika mendengar namanya, mungkin kening kita akan berkerut, beda ketika mendengar nama Bob Sadino atau Sandiaga Uno diucapkan. Namun Eko telah berhasil membesarkan grosirbajuku.com dan membuka banyak lapangan kerja bagi banyak masyarakat Indonesia.
Eko memulai bisnis grosir bajunya sejak 2008, saat itu Ia masih bekerja menjadi analis di sebuah perusahaan minuman yang terkenal. Di sela-sela kesibukannya menjadi karyawan, Eko mencari supplier baju dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Untuk mendapatkan baju dengan harga murah, Eko bahkan rela naik motor melakukan perjalanan pulang – pergi Cikarang – Bandung. Modal awal pertama yang dikeluarkannya hanya delapan ratus ribu rupiah. Saat itu Ia masih membeli baju dari para pedagang di Bandung dan sekitarnya. Hingga kini Ia telah berhasil memproduksi baju-baju yang dijualnya sendiri.
Tagline yang dia usung dalam membesarkan bisnisnya yaitu jual murah, jual banyak dan jual cepat. Dia memang tidak menerima penjualan eceran, Ia hanya membuka penjualan secara grosir. Meski begitu pakaian yang dijualnya berharga sangat ramah kantong, tidak memberatkan. Bahkan tujuan dari dia mengembangkan Bisnis UKM ini yaitu agar orang lain bisa menjualnya kembali. Kita bisa mendapatkan baju mulai dari harga dua puluh lima ribu. Baju-baju yang dijual oleh Eko memang dipasarkan untuk target kelas menengah. Saat ini Ia telah memiliki beberapa kantor cabang di kota-kota besar dan memiliki agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bisnis UKM4
Sosok kedua yang juga menginspirasi adalah Siswoyono. Warga Bengkulu ini telah berhasil mengembangkan Bisnis UKM nya di bidang keripik balado pedas manis. Delapan tahun telah Ia lalui jatuh bangun berjualan keripik balado ini. Bahkan Siswoyono berujar bahwasanya dua tahun pertama Ia tidak mendapatkan keuntungan sama sekali, karena fokus dalam proses branding dan promosi.
Tahun 2008 Ia memulai bisnisnya dengan menawarkan keripiknya dari satu warung ke warung lainnya. Ada yang menerima dengan baik, ada yang menolak. Saat itu ada banyak sisa keripik yang harus dibawa pulang. Namun sekarang jangankan sisa, pelanggan justru seringkali kehabisan keripik balado pedas manis buatannya.
Setiap hari Ia membuat sekurang-kurangnya empat puluh kilo keripik. Dalam dua hari keripik yang dihasilkannya sudah bisa ludes, terutama yang dijual di warung-warung dengan harga eceran seribu rupiah. Siswoyono bercerita bahwa saat ini omsetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah tiap bulannya.
Dari kisah Eko Kusnurhadi dan Siswoyono ini kita bisa belajar bahwa ketekunan dan keyakinan adalah kunci sukses untuk menjalani Bisnis UKM.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

MEMULAI BISNIS UKM RUMAHAN DENGAN MUDAH

sacsacscsa

bisnis ukm rumahan
Bisnis UKM sekarang mulai menjadi pilihan bagi banyak masyarakat Indonesia dibanding menjadi karyawan. Melihat lapangan pekerjaan yang mulai sempit dan diperebutkan banyak kepala mulai membuat banyak orang putar haluan. Daripada harus berantri panjang mendapat giliran pekerjaan, bukankan lebih indah jika bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain? Namun seringkali niat dan ide menguap seiring dengan hadirnya kata modal.
Teringat saya pada sebuah kisah inspiratif. Ada seorang pemuda dan bapak tua di kursi muda yang kaya raya sedang bercakap-cakap. Bapak tua berkata, “hei anak muda, kenapa wajahmu begitu murung, apa yang bisa aku bantu untukmu?” Pemuda itu seketika menengadah, melihat bapak tua yang terkenal sebagai orang terkaya di kota itu, harapan besar berbunga di hatinya.
“Aku ingin sekali membuka usaha, pak. Tapi aku tak punya cukup modal. Maukah bapak memberikan aku modal?” Bapak tua dengan wajahnya yang teduh tersenyum, “Akan kau beri kau uang satu milyar, tapi ada syaratnya.” Sang pemuda terperanjat mendengar kata satu milyar, dia berpikir pasti syaratnya tentang bagi hasil atau yang lainnya, jika itu syaratnya pemuda itu akan segera menyanggupinya. “Apa pak syaratnya?” Pak Tua itu berdehem sejenak, lalu mengatakan hal tak terduga, “berikan tangan dan kakimu kepadaku.” Pemuda itu terperanjat mendengar syarat yang diminta pak tua tersebut, “bagaimana bisa aku menyerahkan padamu tangan dan kakiku? Lalu bagaimana nanti aku bisa bekerja?” Mendengar jawaban pemuda itu, pak Tua terkekeh, “berarti sekarang kamu sudah tahu kan apa modal yang paling penting, bukan uang, namun dirimu sendiri.” Pak tua kemudian menjalankan kursi rodanya meninggalkan si pemuda yang terbengong-bengong.
Selama kita masih memiliki badan yang sehat, pikiran yang waras, niat, ide dibarengi dengan kerja keras adalah modal utama dalam membangun usaha. Ada banyak cara untuk memulai bisnis, saya akan berbagi sedikit cerita dari apa yang pernah saya jalani.
1. Membuka Tempat Kursus di Rumah

kursus Bahasa Inggris
Berbekal dengan kemampuan bahasa inggris dan pengalaman mengajar di berbagai tempat sebelum memutuskan resign dan berdikari, saya membuka tempat kursus bahasa Inggris di rumah. Saya tidak mengeluarkan sepeser pun modal pada saat itu. Yang perlu saya lakukan hanya mengubah ruang tamu saya menjadi ruang belajar, lalu melakukan promosi ke tetangga sekitar. Tanpa perlu waktu lama tujuh orang anak telah terdaftar sebagai murid. Selain membuka tempat kursus, usaha lain yang tidak butuh mengeluarkan modal berbasis keahlian yang kamu miliki antara lain membuka jasa penerjemahan atau rental pengetikan.
2. Menulis
Dari hobi menjadi duit. Saya sudah suka menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar, bagi saya menulis adalah jiwa saya. Dari situlah saya menekuni dunia blogging dan menulis artikel untuk beberapa web. Awalnya saya tidak mengejar uang, hanya menjadikan menulis sebagai sarana untuk meluapkan imajinasi, perasaan dan kreativitas. Namun wejangan Ayah Edy mengenai follow your passion and money will follow you ternyata terbukti ampuh. Lakukan apa yang kamu sukai dan uang akan mengikutimu tanpa ragu. Nah, kini coba tanya pada diri sendiri apa hobimu, apakah itu memasak, programming, fotografi, jalan-jalan? Tekuni dengan serius, siapa tahu kelak akan menjadi sumber rejeki untukmu.
3. Reseller
Selain menulis, saya suka membaca. Karena hobi yang satu ini, saya jadi sering belanja buku. Dari sinilah kemudian saya bertemu dengan supplier buku dan menjadi reseller buku-buku yang dijualnya. Tidak perlu modal, tidak perlu packing, cukup rajin promosi di sosial media, pembeli pun datang menghampiri. Kalian pun bisa mencoba hal yang sama, apa yang biasa dibeli dan dikoleksi, kenapa tidak berjualan barang tersebut sebagai awalan Bisnis UKM?
“Teguhkan niat, tetapkan tujuan dan segera eksekusi ide bisnismu tanpa nanti dan tapi.”
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Trik Membuat Suasana Kerja Lebih Nyaman     

sacsacscsa

Bagi seorang karyawan, kenyamanan kerja sangatlah penting untuk mengurangi tingkat tekanan dalam bekerja, seperti revisi yang menumpuk, deadline yang tiada habisnya dan kunjungan atasan ke kubikel. Jika Anda memiliki suasana yang nyaman, Anda akan lebih produktif lagi dalam bekerja atau menjalankan bisnis. Berikut ini trik membuat suasana kerja Anda lebih nyaman.

  1. Lakukan sosialisasi

Jika Anda bekerja, Anda perlu menyadari bahwa lingkungan kerja Anda tidak hanya terbatas pada ruangan atau kubikel milik Anda. Oleh sebab itu, lakukanlah sosialisasi dengan karyawan yang berasal dari divisi lain. Jangan membatasi diri Anda hanya dalam kubikel Anda sendiri.

Jika perlu, saat istirahat berkunjunglah ke divisi lain untuk sekedar ngobrol santai. Dengan demikian, Anda akan merasa nyaman dengan siapapun.

  1. Lelucon ringan

Untuk meredakan tekanan dan tegangan saat bekerja, cobalah untuk menceritakan lelucon ringan kepada orang lain yang Anda temui. Namun, Anda jangan takut untuk ditertawakan, sebab memang itulah tujuan dari lelucon Anda yaitu untuk mencairkan suasana. Dengan demikian, Anda dan orang-orang yang bekerja di sekitar Anda bisa merasa nyaman dalam bekerja.

  1. Bantulah jangan menunggu untuk dibantu

Jika salah seorang rekan kerja Anda mengalami kesulitan saat mengerjakan pekerjaannya, berusahalah untuk memberikan bantuan padanya. Walaupun bantuan Anda tidaklah seberapa, setidaknya Anda bisa meringankan bebannya. Jika suatu saat Anda mengalami kesulitan yang sama, maka percayalah, orang tersebut juga akan meringankan beban pekerjaan Anda. Cobalah untuk saling bekerja sama dan saling membantu dengan rekan kerja lain.

  1. Ucapkan terimakasih

Jika ada rekan kerja Anda yang memberikan bantuannya kepada Anda, berterima kasihlah pada mereka. Jika atasan Anda memberikan tugas dan tanggung jawab, maka berterima kasihlah. Dengan demikian, Anda akan membangun rasa simpati antara Anda dan atasan Anda dan dengan rekan kerja Anda. Tersenyumlah dan berterima kasihlah kepada mereka yang membantu Anda dan kepada atasan yang memberikan Anda pekerjaan.

  1. Mendengarkan dan berbagi musik

Ketika waktu istirahat tiba, dengarkanlah lagu-lagu kesukaan Anda dan perdengarkan juga rekan kerja Anda. Dengan demikian, Anda dan rekan kerja Anda akan menjadi lebih rileks dan tidak tertekan dalam bekerja.

  1. Rencanakan waktu kumpul bersama

Rencanakan waktu kumpul bersama dengan rekan kerja atau dengan atasan. Dengan demikian, Anda bisa menjalin keakraban dengan mereka dan bisa juga untuk melepas rasa jenuh dalam bekerja.

  1. Atur meja kerja Anda dengan cara yang menarik

Hal pertama yang perlu Anda lakukan dalam mengatur meja kerja agar tampak lebih nyaman adalah dengan mengatur tumpukan berkas-berkas yang Anda di meja Anda dengan cara yang stulish. Setelah itu bersihkan meja Anda dan singkirkan kertas-kertas yang sudah tidak digunakan.

Cara kedua agar meja kerja Anda menjadi tempat yang nyaman adalah pasanglah foto orang yang penting dalam hidup Anda, misalnya foto orang tua, foto istri atau suami, foto anak, atau foto keluarga besar Anda. Dengan demikian, Anda akan merasa sangat termotivasi untuk bekerja setiap kali Anda memandang foto tersebut.

Ketiga, tempellah beberapa kutipan motivasi dengan menggunakan sticky notes pada salah satu sudut dinding kubikel Anda. Dengan demikian, Anda akan selalu merasa termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi dan juga Anda akan menghargai apa yang telah Anda lakukan.

Selanjutnya, tulislah sebuat achievement yang ingin Anda capai kemudian tempellah pada dinding kubikel Anda. Setiap Anda melihat tulisan itu, maka semangat Anda akan bangkit untuk meraih prestasi tersebut. Anda akan merasa sangat nyaman dalam bekerja dan terhindar dari patah semangat.

Sekuat apapun ingatan Anda, terkadang ada hal-hal kecil tapi penting yang Anda lupakan. Oleh sebab itu, membuat memo dan menempelkannya pada dinding kubikel merupakan pilihan yang tepat. Memo yang  Anda buat dengan menggunakan kertas putih saja akan membuat Anda tidak nyaman. Oleh sebab itu, Anda bisa membuat memo dengan menggunakan kertas warna-warni, dan tambahan gambar lucu. Dengan demikian, Anda akan merasa nyaman berada dan bekerja di dalam kubikel Anda.

Membangun Jaringan Bisnis Online

sacsacscsa

Sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini internet menjadi kebutuhan bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi para pebisnis. Di era teknologi saat ini, banyak sekali bisnis online yang muncul. Kebanyakan pebisnis lebih memilih menjalankan bisnis online daripada bisnis secara offline, sebab biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dan lebih efisien.

Akan tetapi, menjadi pebisnis online ternyata tidaklah mudah. Ada banyak halangan untuk berhasil. Salah satu penghalangnya adalah kurangnya kepercayaan konsumen. Selain itu, banyaknya saingan juga menjadi halangan dalam bisnis ini.

Untuk berhasil di bisnis ini, Anda perlu membangun jaringan bisnis online yang luas. Berikut ini cara untuk membangun jaringan bisnis online agar bisnis yang Anda jalani berhasil.

  1. Yakin

Sebelum memulai membangun jaringan, Anda harus yakin dengan bisnis yang akan Anda jalankan. Jika awalnya Anda sudah tidak yakin, maka percayalah Anda tidak akan berhasil dalam bisnis ini. Keyakinan merupakan kunci utama dalam membangun bisnis, sebab keyakinan akan membuat Anda berpikir untuk terus menerus berusaha agar bisnis Anda berjalan.

  1. Konsisten

Ketika Anda sudah memiliki keyakinan yang kuat maka sebesar apa pun halangan dalam berbisnis yang menanti Anda, tentu Anda akan dapat menghadapinya. Setelah itu, yang Anda butuhkan adalah sikap konsisten. Mempertahankan sikap konsisten dalam berbisnis akan menghasilkan jaringan bisnis online yang sangat luar biasa. Selain itu, Anda juga perlu melakukan riset terhadap jaringan bisnis yang telah terbentuk. Dengan demikian, Anda akan bisa mengetahui cara membangun kerja sama dengan para relasi bisnis yang memiliki berbagai karakter dan tujuan yang berbeda. Performa bisnis Anda akan terus menerus meningkat seiring eratnya jaringan kerja sama yang terbangun.

  1. Berani

Keyakinan saja tidak cukup untuk menjalankan suatu usaha bisnis online. Anda harus berani untuk bertindak. Percuma Anda memiliki gambaran dan rencana usaha yang bagus jika Anda tidak berani menganmbil tindakan. Bertindaklah sekarang juga. Berani dalam hal ini mencakup banyak hal, berani melakukan tindakan, berani menanggung resiko, berani mengeluarkan banyak biaya untuk membangun jaringan bisnis.

  1. Rencana yang terorganisir

Selanjutnya, untuk membangun jaringan bisnis online, Anda perlu memiliki rencana yang terorganisir. Ketika Anda bertindak, Anda selalu mengacu pada rencana tersebut. Jangan sampai tindakan Anda jauh dari rencana awal Anda. Rencana yang terorganisir berfungsi sebagai panduan dalam melakukan tindakan usaha. Rencana yang terorganisir itu sendiri terdiri atas ide, rencana, sumber daya, dan tindakan.

Langkah menyusun rencana yang terorganisir yaitu:

Pertama, Anda perlu merancang ide dalam membangun jaringan bisnis online Anda seperti membuat website, membangun investasi di blog, dan juga memasarkan bisnis dengan iklan.

Kedua, jalinlah relasi dengan orang-orang yang akan berperan dalam bisnis Anda.

Ketiga, Anda perlu menghitung sumber daya yang akan Anda gunakan untuk mulai bertindak melakukan usaha. Anda harus memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya.

Terakhir dan yang paling penting adalah bertindak. Tanpa adanya tindakan, rencana yang Anda susun dengan rapi tidak aka nada gunanya.

  1. Percaya

Kepercayaan dalam sebuah bisnis memang sangat diperlukan dan wajib dimiliki oleh para pelaku bisnis. Jika tidak ada kepercayaan antara relasi bisnis, bagaimana bisa bisnis bisa dijalankan sesuai rencana.

  1. Support

Selain kepercayaan, support juga sangat penting dalam membangun jaringan bisnis online. Berikanlah bantuan kepada relasi bisnis Anda, dan jangan segan-segan meminta bantuan kepada mereka jika Anda membutuhkan bantuan.

  1. Berdoa

Sebenarnya ini hal yang pertama yag harus Anda lakukan. Sebelum memulai usaha, Anda perlu berdoa agar diberi petunjuk dalam berbisnis. Saat bisnis Anda berjalan, Anda juga perlu berdoa kepada Tuhan. Sebab dengan kuasa Tuhan, apapun bisa terjadi. Terkadang Tuhan memberikan jalan kesuksesan yang tidak terduga.

Selain itu, bantuan Tuhan yang tidak disangka-sangka biasanya datang pada saat Anda sedang dilanda stres karena masalah yang tak kunjung usai. Oleh sebab itu, cobalah untuk selalu mendekat kepada Tuhan baik saat Anda senang maupun susah,  dan bergantunglah hanya kepadaNya. Tetap lakukan yang terbaik, jika perlu gunakan konsultan bisnis yang terbaik agar usaha anda bisa maksimal.

5 Alasan Mengapa Mendemo Perusahaan Merugikan Karyawan

sacsacscsa

Mendemo perusahaan saat ini seolah menjadi tradisi lama yang terus menerus dilakukan. Terutama pada saat peringatan moment tertentu seperti hari buruh nasional atau saat adanya kebijakan baru yang dirasa merugikan karyawan sendiri. Mereka masih beranggapan bahwa demonstrasi bisa mengubah keadaan, bahkan jika permintaannya tidak dipenuhi bisa melakukan mogok kerja.

Pada dasarnya permasalahan pada buruh atau karyawan muncul karena adanya kebijakan tidak dibicarakan dengan baik. Sehingga meraka menganggap dirinya diperlakukan semena-mena. Alhasil jalan terakhir yang banyak ditempuh adalah demonstrasi bahkan hingga kerusuhan yang merusak fasilitas perusahaan.

Sebelum melakukan demonstasi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu 5 alasan mengapa mendemo perusahaan justru merugikan karyawan.

  1. Operasional Perusahaan Menjadi Berantakan

Demontrasi yang dilakukan oleh karyawan yang dilakukan secara bersama-sama tentu membuat operasional perusahaan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Alhasil pekerjaan pun menjadi molor dan tidak selesai target. Kemungkinan besar menjadi beban karyawan dengan adanya lembur atau tambahan jam kerja di akhir bulan.

  1. Penurunan Atau Pemotongan Gaji

Salah satu momok yang mungkin terjadi ketika demonstrasi dilakukan, terutama jika berlarut larut adalah pemotongan gaji. Bisa saja ketika perusahaan sedang tidak sehat, kemudian karyawan melakukan demonstrasi otomatis produktifitas akan menurun dan perusahaan akan melakukan penghematan salah satunya dengan memotong gaji.

Motif lain juga benar terjadi di beberapa kota industri dan bisnis seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya yang memberikan ancaman kepada karyawan yang melakukan demonstrasi di jam kerja. Pemotongan gaji menjadi salah satu alternatif agar tidak semua karyawan keluar perusahaan di jam kerja. Meski ada pula perusahaan yang mengijinkan demonstrasi asalkan dilakukan dengan cara baik.

  1. Sanksi Ganti Rugi Material

Demonstrasi yang dilakukan secara ekstream, seperti pembakaran bahan baku perusahaan, merusak fasilitas dan aset perusahaan tentu bisa berujung merugikan. Karyawan bisa mengalami sanksi ganti rugi material karena dianggap sudah berlebihan saat demonstrasi.

Kasus seperti ini terjadi pada April 2015 dimana PT Sukanda Djaya Cimahi menggugat 76 karyawannya yang melakukan demonstrasi ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Mereka harus membayar ganti rugi sebesar Rp 1,9 Miliar karena melakukan demonstrasi terus menerus meski telah diberikan perbaikan gaji dan upah lembur serta hak cuti dari perusahaan. Kasus pada perusahaan distributor es ini menjadi salah satu cerminan bahwa aspirasi yang disampaikan berlebihan bisa berujung petaka.

  1. Berakhir PHK

Pemutusan Hak Kerja atau PHK bagi karyawan bisa jadi hal yang paling ditakutkan. Karena setelah itu mereka akan menganggur dan tidak memiliki penghasilan. PHK bisa saja dilakukan jika karyawan melakukan demonstrasi dengan mogok kerja selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

Akibat dari mogok kerja ini mengakibatkan operasional perusahaan melemah dan anggaran biaya juga akan terpotong. Salah satu sanksinya yaitu dengan melakukan perampingan karyawan atau pemecatan sebagian karyawan agar operasional perusahaan tetap berjalan.

  1. Perusahaan gulung tikar

Demonstrasi yang dilakukan secara berlebihan bisa menggaggu keamanan iklim bisnis di Indonesia. Secara global tentu sangat berpengaruh pada kepercayaan investor asing untuk menjalankan perusahaannya di Indonesia.

Seperti contoh sederhana yang terjadi pada PT Bata Tbk dan Samsung Elektronik Indonesia dan 8 perusahaan lainnya yang terpaksa Tutup di akhir tahun 2012 karena demo Buruh. Beberapa perusahaan lokal dan asing tidak bisa bertahan karena harus mengatasi buruh yang terus meminta kenaikan gaji dan kesejahteraan. Sementara tidak sebanding dengan peningkatan produktivitas.

Permasalahan yang paling sering dilakukan demonstrasi berupa upah yang tidak memuaskan, hak cuti yang tidak diberikan, tunjangan lembur, kenaikan jabatan, keadilan serta hak karyawan untuk mendapat pelatihan dan pendidikan dari perusahaan. Namun sebenarnya semua itu sudah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan yang memastikan kesejahteraan mereka dijamin oleh perusahaan dan diawasi oleh negara.

Demonstrasi bukan satu-satunya cara untuk mengungkapkan aspirasi, masih banyak cara halus yang sebaiknya dilakukan agar kedua belah pihak saling merasa diuntungkan. Karyawan dan manajemen perusahaan pasti memiliki hak dan kewajiban yang sama-sama harus dipenuhi. Semoga iklim bisnis di Indonesia semakin membaik dari support semua pihak.