Inilah 12 Sektor Unggulan dalam Menghadapi MEA

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga kepelatihan bisnis atau business coach terpercaya, Top Coach Indonesia melihat, di balik kecemasan sejumlah kalangan terhadap kesiapan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, ternyata kita memiliki sejumlah potensi terpendam.

Top Coach Indonesia memandang, Indonesia saat ini memiliki 12 sektor prioritas dalam perdagangan barang dan jasa yang dapat diunggulkan dalam pasar bebas ASEAN atau MEA mulai 2015. Karena itu, masyarakat tak perlu ragu atau pesimis dengan babak baru ekonomi nasional dan regional ini.

Sikap optimisme dalam menghadapi MEA juga ditularkan  Direktur Jenderal Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Rossalis Rusman Adenan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena negara kita mempunyai 12 sektor yang menjadi unggulan, empat di antaranya bergerak dalam bidang jasa.

“12 sektor tersebut terdiri atas delapan sektor perdagangan barang dan empat sektor dalam bidang jasa,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media di Jakarta. Ia menambahkan, sektor perdagangan barang mencakupi bidang pertanian, perikanan, industri karet, industri kayu, industri tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, empat sektor perdagangan jasa mencakup bidang kesehatan, pariwisata, perhubungan udara, dan logistik. Ia menambahkan “e-commerce” juga akan dimasukkan dalam sektor perdagangan jasa yang diunggulkan. Untuk bidang kesehatan, ada tiga subsektor yang diklasifikasikan, yakni kedokteran umum, kedokteran gigi, dan keperawatan.

Makanan kemasan yang saat ini mengalami peningkatan ekspor sebesar 20 persen ke Amerika Serikat juga akan dipertimbangkan sebagai sektor perdagangan barang prioritas dalam MEA 2015. Penyelenggaraan MEA, tidak hanya mengintegrasikan perdagangan barang dan jasa, investasi, serta pergerakan tenaga terampil, tetapi juga meningkatkan pembangunan ekonomi yang merata pada negara yang saat ini mulai menunjukkan perkembangannya, seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Philipina.

Kendati demikian, berbagai peluang ini tak akan berarti apa-apa selama sumber daya manusia kita tak bisa mengelolanya. Karena itulah, Top Coach Indonesia senantiasa hadir untuk mempersiapkan sumber daya manusia guna menghadapi berbagai tantangan bisnis ke depan. Melalui pelatihan maupun business coaching yang diadakan, Top Coach Indonesia berharap lahirnya pengusaha-pengusaha handal dan tahan uji menghadapi berbagai tantangan ke depan.

QH.

Related Articles :
Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”

Mengapa Kebijakan Suku Bunga Belum Memihak UMKM?

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka di Indonesia, Top Coach Indonesia menilai bahwa kebijakan suku bunga di Indonesia masih tergolong tinggi, sehingga belum berpihak pada pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Minimnya keberpihakan dalam kebijakan suku bunga ini membuat UMKM semakin sulit bersaing.

Terlebih, pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam mengakses modal dalam meningkatkan produksi maupun kualitas produknya. Hal ini juga disampaikan Ketua Koalisi Anti Hutang Dani Setiawan. Menurutnya, kebijakan fiskal UMKM masih tinggi, misalnya untuk pembayaran hutang dan gaji pegawai yang rendah tidak sebanding dengan belanja modal yang tinggi, sehingga pelaku usaha kerakyatan ini semakin sulit bersaing.

“Perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM masih kurang, pada hal usaha ini merupakan penggerak perekonomian Indonesia,” ujarnya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media di Jakarta. Padahal, lanjutnya, pelaku UMKM ini 99 persen penggerak perekonomian Indonesia, sementara 10 persen industri skala besar yang juga tidak mengalami kemajuan, malah terus mengalami kemunduran akibat kebijakan suku bunga, fiskal, moneter yang belum berpihak terhadap perkembangan industri nasional.

Berdasarkan data BPS jumlah UMKM di Indonesia pada 2012 mencapai 56.534.592 unit dengan jumlah tenaga kerja 107.657.509 orang, atau mengalami peningkatan dibandingkan 2011 sebanyak 55.206.444 unit dengan jumlah tenaga kerja 101.722.458 orang. Karena itu, Top Coach Indonesia juga berpendapat bahwa industri nasional sesungguhnya UMKM dan koperasi, namun disayangkan pelaku UMKM ini kurang mendapatkan perhatian.

Pelaku usaha kecil menengah ini menjadi anak tiri, padahal mereka penggerak utama pertumbuhan ekonomi bangsa ini. Kebijakan ini dipastikan tak akan menguntungkan pelaku ekonomi. Karena itu, harus dicarikan solusi agar UMKM mampu bersaing di pasar global nanti.

Selama ini, Top Coach Indonesia berupaya menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku UMKM. Melalui berbagai pelatihan bisnis, Top Coach Indonesia berupaya membangun sistemasi bisnis bagi para UMKM, sembari membuka akses permodalan bagi mereka.

Top Coach Indonesia berharap, pemerintahan baru Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi), mampu merevisi aturan-aturan yang merugikan pelaku usaha kecil menengah ini. Dengan begitu, pelaku UMKM ini mampu bersaing di kancah global.

QH.

Related Articles :
Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak

Buka Mata dan Telinga soal Peluang Usaha bersama Top Coach Indonesia

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Tak hanya menularkan sistem bisnis baru para para pengusaha atau pemilik bisnis, lembaga pelatihan bisnis atau business coach terkemuka Indonesia, Top Coach Indonesia juga membukakan mata dan telinga para calon wirausahawan mengenai peluang wirausaha baru yang bakal booming dan prospektif di masa mendatang.

Hal ini sejalan dengan misi Top Coach Indonesia yang ingin mencetak sejuta miliarder baru di bidang kewirausahaan. Top Coach Indonesia senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar dan menggeluti bisnis.

Program yang digalakkan Top Coach Indonesia juga digalakkan Kementerian Perdagangan RI yang membuka peluang wirausaha bagi para tenaga kerja Indonesia setelah masa kontrak kerjanya habis.

“Wirausaha itu jauh lebih banyak penghasilannya ketimbang jadi PNS. Jangan lagi setelah pulang ke Indonesia, uangnya habis sehingga tidak punya apa-apa. Kalau mau buka usaha, telepon kami. Kami fasilitasi usaha bapak/ibu,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina, kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media massa nasional.

Top Coach Indonesia tentu juga berharap mereka tak selamanya menjadi pekerja di luar negeri. Baik pemerintah juga berharap agar nanti kalau sudah pulang ke Tanah Air, para TKI bisa menjadi kebanggaan pemerintah dan keluarga.

Srie Agustina melihat potensi para TKI untuk membuka usaha sangat besar. Banyak contoh bekas TKI yang kini berhasil menjadi pebisnis. “Lapangan kerja di Indonesia memang sangat terbatas. Maka satu-satunya cara bagi mereka adalah membuka usaha. Kami ingin ada wirausahawan baru dari mantan TKI Taiwan,” ujarnya.

Saat ini jumlah pewaralaba yang terdaftar di Kemendag mencapai 283 perusahaan dengan 23 ribu gerai di Indonesia. Dari jumlah itu, 85 persen di antaranya merupakan pewaralaba domestik. Sebagian pewaralaba tersebut sudah membuka gerai di sejumlah negara.

Untuk memuluskan rencana bisnis mereka, Top Coach Indonesia berkomitmen untuk membantu para pengusaha muda dengan memberikan edukasi bisnis menyeluruh terkiat dengan tips peluang usaha, masalah permodalan, hingga program kemitraan yang bisa diajak kerja sama.

QH.

Related Articles :
– Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Apa Peran Pengusaha Bagi Kemajuan Daerah?

sacsacscsa

TOPCOACHINDONESIA.COM – Lembaga kepelatihan bisnis atau business coach terpercaya di Indonesia, Top Coach Indonesia mengharapkan agar para pengusaha nasional mampu berperan aktif dalam membangun daerah. Hal ini dimaksudkan agar terjadi pemerataan pembangunan dan membuat daerah lebih memiliki daya saing.

Harapan ini juga disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat yang meminta agar pengusaha lebih berperan membangun daerah untuk siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Daerah harus mempunyai daya saing yang kuat dalam menghadapi MEA mendatang,” katanya kepada Top Coach Indonesia dan sejumlah media massa nasional.

Menurutnya, sudah saatnya pengusaha muda mengupayakan koordinasi dan konsolidasi organisasi dalam rangka pembangunan bangsa untuk kepentingan pembangunan ekonomi dari hulu sampai hilir. Dengan begitu, lanjutnya, peran pengusaha akan menjadi lebih baik dan optimal bagi pemerintah daerah.

Dalam upaya mengoptimalkan peran pengusaha bagi lingkungan sekitar, Top Coach Indonesia juga merintis dan mengelola berbagai komunitas dan pertemuan bisnis antara para pengusaha. Salah satu komunitas yang dikelola Top Coach Indonesia adalah Top Coach Indonesia Business Community, yang secara rutin menggelar pertemuan antara para pengusaha dan pemilik usaha.

Salah satu organisasi pengusaha adalah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Hipmi yang merupakan organisasi besar diharapkan berperan aktif dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan industri. “Untuk itu, saya minta peran aktif agar Hipmi selalu memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Hidayat.

Hipmi di masa yang akan datang harus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi agar mempunyai daya saing yang kuat khususnya dalam MEA yang akan segera berlangsung. “Hipmi diharapkan bisa meningkatkan kemitraan dengan pemerintah provinsi, kota/kabupaten,” katanya.

Top Coach Indonesia juga mendorong para pengusaha berperan besar khususnya di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Persaingan ekonomi semakin ketat, tetapi para pengusaha ini masih memiliki peluang besar dalam memajukan ekonomi Indonesia sehingga peluang-peluang bisnis ini harus mampu dimanfaatkan oleh para pengusaha.

QH.

Related Articles :
Bagaimana Agar Produk Anda Mendapatkan Standarisasi?
Apakah SDM IT Anda sudah siap menghadapi MEA 2015
Top Coach Indonesia Anggap Perbankan Indonesia Ketinggalan Terapkan e-money
Sektor Industri Belum Siap Hadapi MEA
OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara

OJK Dorong Perbankan Nasional Mampu Hadapi MEA 2015

sacsacscsa

Jakarta, 15 September 2014 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri perbankan nasional untuk mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas di Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Commnity/AEC) 2015. “Kita jangan sampai ketinggalan kereta di AEC,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad.

Muliaman juga mengaku terus mendorong perbankan nasional untuk meningkatkan daya saing melalui penerapan asas kesetaraan atau resiprokal lewat perjanjian secara bilateral dengan otoritas-otoritas negara lain. Ia menilai perbankan nasional akan mampu bersaing di kawasan ASEAN karena dianggap memiliki kelebihan yang tak bisa ditawarkan bank-bank asing.

“Kita sudah bisa (bersaing). Bank-bank kita memang bukan bank terbesar di Asia, tapi kita punya core (bisnis) yang bisa kita jual dan ke depankan,” katanya. Ia menegaskan perbankan nasional memiliki kelebihan kuat dan mengakar di segmen ritel juga pembiayaan ke masyarakat kecil.

Kendati demikian, Muliaman mengingatkan bahwa sektor finansial tak bisa bergerak sendiri dan harus berjalan seiringan dengan sektor lainnya, seperti sektor riil. “Integrasi di ASEAN memberikan manfaat. Peluang bisnis itu harus berjalan bersama. Tidak mungkin juga sektor finansial berjalan sendiri,” katanya.

Upaya untuk meningkatkan daya saing perbankan nasional juga dilakukan Top Coach Indonesia (TCI). Lembaga pelatihan bisnis terkemuka di Indonesia ini beberapa kali bekerja sama dengan Bank Indonesia dengan menggelar workshop untuk kalangan profesional perbankan. TCI juga menggelar workshop kewirausahaan bagi UKM binaan Bank Indonesia.

QH.

Related Articles :
MEA Tuntut Kesiapan SDM di Bidang Logistik
Galakkan Kewirausahaan dengan Gerakan “Oneintwenty”
IKM Sebaiknya Bebas Pajak
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha