Rahasia Melakukan Penjualan Dalam Waktu Singkat

sacsacscsa

Top Coach Indonesia – Setiap pembisnis pasti ingin semua produknya laku terjual. Saya rasa Anda pun begitu kalau jadi seorang pembisnis. Apa penjualan Anda tapinya bisa dilakukan dengan cepat? Untuk ukuran pemula bisnis pasti perlu waktu yang sedikit lama saat melakukan penjualan produk. Saya akan memberikan langkah – langkah untuk Anda untuk membuat jualan Anda laku dalam waktu singkat.

  1. Buat langkah pertama

Pertama – tama pastinya Anda harus melakukan pendekatan dulu ke calon pelanggan. Semakin cepat Anda berhasil menjadikan mereka pelanggan Anda, maka Anda akan cepat bertindak untuk membuat follow up. Anda sebaiknya melihat keterlibatan mereka dalam bisnis Anda. Apakah mereka sudah bergabung dalam situs online Anda, itu kalau Anda berbisnis online. Anda juga harus memerhatikan akses pelanggan ke website Anda mudah atau tidak.

  1. Memanfaatkan waktu terbaik pelanggan

Apakah Anda sering menghubungi pelanggan lebih dari jam 5 sore? Itu sebaiknya Anda hindari karena pelanggan biasanya merasa  terganggu apalagi di bawah jam 9 pagi. So, Anda perlu menentukan waktu yang baik. Anda bisa memanfaatkan waktu terbaik antara pukul 09.00 – 17.00. Kalau memang masih sibuk, Anda bisa menanyakan waktu senggang pelanggan dan menjadwalkan kembali untuk bisa Anda minta informasinya.

  1. Jangan menjual pada orang yang belum siap menjadi pembeli

Kalau dari awal sudah terlihat kalau si calon bisikan Anda belum siap membeli baiknya tidak usah diteruskan. Anda pastinya bia melihat calon yang hanya sekedar ingin tahu dan benar – benar ingin membeli. Kalau belum punya niat masukan saja dulu kedalam daftar marketing Anda. Mungkin lain kali ia akan membeli dari follow up di lain waktu.

  1. Membuat rencana untuk besok

Pastinya sebelum melakukan closing, Anda akan melakukan follow up dulu. Nah, follow up baiknya Anda lakukan setiap hari. Mulai dari perencanaan awal saat mulai bekerja dengan Anda buat daftar leads yag perlu di follow up. Kalau Anda lakukan data leads Anda bisa tersusun rapi. So, Anda bisa menghindari pembahasan yang berulang saat sedang menghubungi lagi.

  1. Membuat pemeringkatan (kualifikasi) terhadap leads

Anda harus pandai mengatur waktu, apalagi untuk kualifikasi leads. Saran saya sebaiknya Anda lakukan di setiap kesempatan. Orang yang memberikan data kontak bukan berarti Anda masukan kedalam leads yang termasuk kualifikasi. Anda bisa gunakan metode BANT (Budget, Authority, Need and Timeline) untuk membantu Anda mengkualifikasi.

Anda harus lihat keuangannya cukup atau tidak membeli produk Anda. Kemudian, apakah orang yang Anda lakukan pemasaran itu yang memiliki keputusan untuk mengeluarkan uang atau bukan. Pentingnya lagi Anda harus tahu apa si calon memang sedang membutuhkan produk Anda atau tidak.  Anda baiknya tidak sampai datang di waktu yang salah untuk menawarkan hingga nantinya produk di beli.

  1. Membuat hubungan yang lebih personal dengan leads

Siapa sih yang tidak merasa nyaman kalau diposisikan sebagai teman? Saya rasa semua leads akan berpikir yang sama. Leads pastinya tidak sua dipaksa apalagi dalam membeli suatu produk. Nah, untuk mengatasi kesan memaksa, Anda bisa mengakrabkan diri dulu sekedar menanyakan hobi dan keluarga. Baru deh kalau suasana sudah oke, Anda bisa mulai bicarakan bisnis.

Salam Pencerahan.

Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach

Lean Six Sigma Coach

Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Rahasia Hindari Kejenuhan dalam Berbisnis

sacsacscsa

Top Coach Indonesia– Pekerjaan yang sama tidak jarang membuat bosan. Ditambah kalau hasil yang Anda dapat tidak seberapa. Apakah Anda mulai merasa jenuh? Memang wajar kalau merasa jenuh, tapi sebaiknya tidak baik dibiarkan terus ada dalam diri Anda. Saya akan berikan rahasia untuk Anda menghindari rasa jenuh khususnya dalam bisnis.

  1. Kurangi mengerjakan tugas yang tidak disukai

Anda tentu tahu kalau sesuatu yang tidak disukai tetap dilakukan akan berakibat apa. Hal itu pastinya akan mempengaruhi hasil kerja Anda tidak sesuai harapan. Saya beri conti, misal Anda akan menunda pekerjaan, selalu menghindari dan malah bisa jadi terbengkalai.

Kenapa Anda tidak mencari pekerja lain untuk melakukannya?  Anda bisa mencari staf yang ahli dalam bidang itu. Anda juga bisa menggunakan jasa outsourcing untuk menyelesaikan masalah Anda.

  1. Kerjakan lebih banyak tugas-tugas yang disukai

 Kalau pekerjaan yang Anda tidak sukai sudah bisa diatasi, sekarang waktunya Anda melakukan hal yang disukai. Saya yakin pastinya ada pekerjaan yang Anda suka untuk dilakukan. Pekerjaan yang Anda sukai itu pastinya akan membuat Anda jauh dari rasa jenuh.

Saat rasa jenuh mulai menyerang diri Anda, segera mulai pekerjaan yang Anda sukai. Itu bisa membuat Anda bertahan dalam bekerja. Cara seperti itu bisa di jamin bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

  1. Baca buku yang tidak berkaitan dengan bisnis

Kebiasaan jenuh yang suka muncul karena terlalu sering melakukan hal yang sama bisa Anda atasi dengan membaca. Kenapa harus diatasi dengan membaca? Saat kita membaca, suka terjadi ide – ide kreatif muncul. Bacaan Anda itu yang memicu keluarnya ide. Sebaiknya Anda tidak membaca artikel atau buku yang ada kaitannya soal bisnis. Anda bisa menyegarkan otak dan memulihkan kelelahan karena banyak berpikir.

  1. Beralih ke tugas baru agar tidak terjebak pada satu jenis masalah

Apakah Anda sering terjebak dalam masalah yang sama selama berjam – jam? Sebaiknya Anda mengalihkan pekerjaan Anda ke tugas atau proyek yang lain. Dengan beralih ke tugas yang lain ini bisa menurunkan tingkat stress dan tensi darah Anda. Pastinya otak Anda juga perlu istirahat. Kalau otak Anda sudah sedikit rileks, coba kembali pada masalah Anda.

  1. Rencanakan liburan jauh-jauh hari

Liburan pasti bisa jadi alternatif Anda mengatasi rasa jenuh. Anda bisa memilih berlibur kea lam bebas yang pemandanganya jauh beda dengan suasana kantor. Anda bisa menghirup udara bebas dari rutinitas masalah yang ada. Sebaiknya Anda merencanakan dari jauh – jauh hari dalam Agenda Anda. Jadi, Anda bisa berlibut tanpa melewatkan kesempatan bisnis Anda.

  1. Luangkan waktu untuk menyendiri tiap harinya

Apakah Anda merasa sudah cukup penat padahal waktu liburan belum tiba? Anda tidak perlu menunggu waktu libur untuk mengistirahatkan otak. Setiap harinya otak Anda perlu beristirahat dan membiarkan terus dipompa itu tidak baik. Anda bisa meluangkan waktu 10 menit – 1 jam untuk aktivitas lain, seperti mengaji, berdoa, beribadah, mediasi, olahraga atau cuma sekedar minum teh atau kopi.

Salam Pencerahan.

Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach

Lean Six Sigma Coach

Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

 

AWAS! Gelombang PHK Mengancam Indonesia

sacsacscsa

Solusi Hadapi Krisis harus dipikirkan. Coba simak berita yang beredar baru-baru ini.

Ekonomi Lesu, Ratusan Ribu Pekerja Kena PHK – Kompas …

Waspada Gelombang PHK – SINDOnews

Gelombang PHK Mulai Terjadi | Indonesian Review

Kemenperin: Gelombang PHK Kian Mengancam

Efek Domino Pelambatan Ekonomi Gelombang PHK

Gelombang PHK Hantam Indonesia dan Perusahaan Global

 

Data Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mengungkapkan, sejak Januari 2015, industri sepatu Indonesia telah melakukan PHK secara bertahap terhadap 11.000 buruh mereka. Sektor pertambangan lebih parah lagi. Bisnis di sektor ini pada kuartal I-2015 sampai minus 2,32%. Akibatnya, mereka melakukan PHK terhadap ratusan ribu pekerjanya. IndonesianReview.com

Ancaman ini menjadi semakin nyata ketika saya menemui ratusan pengusaha di beberapa workshop yang saya adakan baru-baru ini. Sebagian besar dari mereka mengatakan:
“Bisnis saya tidak sebagus tahun lalu…”
“Omset drop 50% dari tahun lalu, dollar gila-gilaan.”
“Pabrik-pabrik mulai PHK karyawan, karena stok menumpuk, ngga bisa jualan.”
Kubler Ross Curve

Indonesia sedang dilanda gelombang perubahan, saya tidak mengatakan krisis. Charles Darwin mengatakan…
Elisabeth Kubler Ross adalah seorang pschyatrist dari Swiss menulis buku di tahun 1969, On Death and Dying. Ia menganalisa bagaimana sebuah perubahaan eksternal merangsang reaksi emosi yang konsisten di setiap pasien yang ia tangani. Ia mengatakan sesuatu yang mengejutkan, pasien yang menyangkal adanya perubahan mengalami penurunan kesehatan lebih drastis dalam jangka waktu yang sangat lama untuk sembuh.

“It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change.”

Nah, apakah Anda mengalami:
· Apakah Anda mengalami gejolak yang sama?
· Apakah Anda tahu dunia berubah, namun belum tahu cara merespons?
· Apakah Anda adalah orang yang konservatif, konvensional, tradisional,selalu berusaha untuk melakukan hal yang umum, biasa?
· Apakah Anda sedang mencari aman?
· Apakah ingin lebih mapan?

Saya ingin membagikan 3 Tips agar anda bertahan menghadapi gelombang perubahan yang dahsyat ini.
1. Memperhatikan Sumber PEMBOROSAN
2. Mengukur PRODUKTIFITAS
3. TRAIN, TRAIN, TRAIN …

Memperhatikan SUMBER PEMBOROSAN
Awas, setiap aktifitas terdiri atas 20% nilai tambah dan 80% pemborosan. Kalau anda tidak percaya, coba perhatikan salesman anda, aktifitas yang bernilai tambah bisa jadi:
· Membuat proposal
· Melakukan follow up
· Presentasi
· Mengirim barang
· Menagih pembayaran
· Membuat laporan

Nah, solusi hadapi krisis adalah yang tidak memberi nilai tambah bisa jadi, menunggu, membuang waktu, mengoreksi, salah buat invoice, ngobrol, gossip, komplain ke atasan, mengeluh harga mahal, melakukan kesalahan, terlambat, kehilangan customer dan seterusnya. Anda harus agresif memperhatikan sumbernya, bukan sekedar pemborosannya.

Sekarang tips kedua : MENGUKUR PRODUKTIFITAS
Mengukur produktifitas memang tidak semudah yang dikatakan. Misalnya, divisi sales mungkin mudahlah untuk diukur tapi ada divisi yang lain yang agak sulit seperti Accounting, Finance, Operation, Admin, Gudang, HRD, General affairs dan seterusnya.

Mungkin jika berbicara konteks Key Performance Indicator kita bisa mengukur berdasarkan goal perusahaan, kontribusi masing-masing divisi terhadap goal dan ukurannya.
Mengukur produktifitas yang saya maksud disaat krisis adalah mengukur perbandingan antara MANFAAT dan BIAYA.

Ukurannya begini :
· Produktifitas = Manfaat : (biaya + masalah)
· Manfaat : adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh karyawan yang bersangkutan
· Biaya : adalah biaya langsung maupun tidak langsung
· Masalah : adalah problem yang ditimbulkan akibat memiliki karyawan tersebut

Contoh:
Andi adalah seorang Media Kordinator tanggung jawab beliau adalah mengelola semua hal yang berhubungan dengan media pemasaran.

Manfaat :
· Menghemat biaya cetak brosur setahun Rp. 10.000.000
· Menghemat biaya eksternal grafis desain Rp. 40.000.000/tahun
· Mengalihkan produksi DVD, CD ke pihak eksternal dengan minimum menjadi produksi internal
· Kerja cekatan, hemat, fokus, tidak perhitungan waktu kerja

Biaya :
· Gaji : Rp. 3,5juta/bulan
· Operasional : Rp. 1,5juta
· Total : 5 juta

Masalah
· Kesalahan cetak brosur : 2juta
· Kesalahan cetak DVD 1000pcs Rp 5juta

Produktifitas Andi : Rp. 50jt : (5jt+7jt)
Mungkin ini sangat aneh, namun, setelah saya mengukur dengan tools sederhana ini, saya menemukan banyak karyawan yang telah direkrut, bekerja sudah lama, tapi kita sendiri tidak bisa menjawab apa manfaat yang terukur dari karyawan ini?

Coba anda lakukan eksperimen ini, ajak karyawan anda untuk ikut berpikir bersama anda, dan minta mereka mendeskripsikan Manfaat, Biaya dan Masalah yang mereka hasilkan dari pekerjaan mereka.
Kali ini saya akan membahas lebih lanjut tips ke 3: TRAIN, TRAIN, TRAIN …
Lebih baik memiliki 1 karyawan cerdas dan hanya bertahan bekerja 2 tahun daripada memiliki 10 karyawan bermasalah dan setia seumur hidup. Ini kata mentor saya, seorang konglomerat yang tidak mau disebut namanya.

Benar, solusi hadapi krisis produktifitas anda dan pemborosan akan hilang dengan sendirinya jika anda memiliki TRAINED Employee, smart employee, motivated employee…
Tidak ada rahasia, orang yang latihan 100 kali dengan hanya menangkap 10%, lebih mampu menguasai daripada orang yang menangkap 100% tapi hanya dilatih satu kali.

Bagaimana melatih karyawan kalau tidak ada materinya? Ada banyak cara:
1. Gunakan sumber daya anda yang sudah ada
2. Beli buku, rangkum dan latih menggunakan ilmu yang anda serap
3. Kirimkan ke pelatihan SDM yang profesional
4. Lakukan inhouse training dengan pembicara profesional

Tiga poin ini akan membantu anda mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang sangat tajam. Semoga hal ini bisa memberi anda manfaat.

Salam pencerahan,
Tom MC Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Bisnis Strategi Ala Bruce Lee

sacsacscsa

Dalam melakukan sebuah bisnis tentunya tidak semua sumber daya akan tersedia. Memulai sebuah bisnis, melakukan bisnis merupakan sebuah tantangan yang tidak banyak orang dapat menghadapi. Dalam kenyataannya 95% bisnis gagal di dalam 10 tahun pertama.

Apakah Anda sudah belajar teknik yang cukup banyak untuk melindungi bisnis Anda ?

Apakah Anda sudah memiliki SOP untuk mencapai keseragaman kinerja ?

sacsacscsa

Setelah membawakan workshop tema Standard Operating Procedure (SOP) dan menangani berbagai klien baik dari perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Lembaga pemerintah ternyata problem mendasar dalam menyusun SOP adalah tidak disertakannya Key Performance Indicator (KPI) atau ukuran keberhasilan. Inilah penyebab mengapa SOP tidak mendorong pencapaian pada kinerja yang diharapkan. Dalam konteks KPI, disitu ada kata ‘Performance’. Formula performance  adalah kompetensi ditambah dengan sistem (P= K+S).

Kompetensi dapat diurai menjadi dua bagain yaitu hard competency dan soft competency. Hard Competency terdiri dari Knowledge dan Skill. Soft Competency terdiri dari Self Concept, Value, Motif, dan Character. Sementara Sistem adalah satu kesatuan utuh dalam suatu organisasi yang biasanya tercermin dalam struktur organisasi perusahaan.  Untuk menunjang keberhasilan kedua elemen utama tersebut tidak dapat dipisahkan. Artinya keberhasilan kinerja pasti gabungan dari keduanya. Sehingga menafikan salah satunya akan membuat kinerja tidaklah optimal. Yang penting disini adalah pimpinan perusahaan atau organisasi harus mengetahui manakah yang paling besar kontribusinya pada kinerja. Apakah lebih dominan pada elemen kompetensi ataukah sistem. Untuk hal ini perusahaan harus mendiagnosa secara mendetil dengan menggunakan beberapa alat seperti kuesioner, wawancara dan observasi.

Jika kita analisis dari definisi yang dibuat oleh International Conference on Harmonisation (ICH) pengertain SOP adalah “Detailed, written instruction to achieve uniformity of the performance of a specific function”. SOP merupakan instruksi yang ditulis secara detil untuk mencapai keseragaman kinerja dari sebuah fungsi yang spesifik dari organisasi.

Definisi dari International Biopharmaceutical Association Publication, Akanksha Saxena  mempertegas pengertian SOP.  SOP is the “procedures” and processes that are used and “operated” under that  have been “standardized” to ensure that <you> do them the same way each time…clearly written description of how a particular task is to be performed. Dari pengertian tersebut dapat dilihat betapa SOP memang diperuntukan dalam rangka pencapaian kinerja.

Berbicara soal kinerja pastilah bicara soal ukuran-ukuran (measurements). Ukuran-ukuran inilah yang kita sebut dengan KPI. Apa itu KPI? KPI adalah suatu performance metric yang secara nyata dan jelas terkait dengan sasaran strategis organisasi yang mampu mendorong organisasi menerjemahkan strateginya ke dalam terminologi yang bisa dikuantifikasi. Ini mengindikasikan bahwa bila tidak dapat dikuantifisir sama saja bukan KPI. Jika demikian halnya, bila menyusun SOP tidak menggunakan KPI rasanya daya dorong (baca: performance) tidak akan optimal. Inilah sebabnya dalam mendesain SOP sebaiknya perlu ada ukuran-ukuran kuantitatif yang dapat mengukur keberhasilan pelaksanaan SOP. Tanpa pelibatan KPI  di dalamnya SOP tidak dapat diukur tingkat kesuksesan implementasinya. Silahkan mencoba!!!!

Salam Pencerahan,
COACH EKO SUPRIYATNO

Related Articles :
– Bagaimana Cara untuk Membuat Proses Bisnis yang Sempurna ?
– Solusi Bisnis melalui Faktor Internal dan Eksternal
– 10 Tanda Bisnis sehat dan bersih
– Musim panas

Apakah Anda berada dimusim yang tepat ?

sacsacscsa

Hi Friend,

Apa kabar? Semoga dalam lindungan Yang Maha Kuasa untuk terus sukses dan bahagia.

Sudah lama saya tidak menulis buah pikiran untuk sahabat-sahabat tercinta. Kali ini saya ingin membahas satu hukum alam yang maha dahsyat. Hukum alam ini mempengaruhi jalannya hidup, kemakmuran, kehancuran dan kesuksesan bisnis.

HUKUM IRAMA
Alam semesta mengenal hukum irama yang mengatur irama kehidupan; lahir,balita, dewasa, tua, mati. Di dunia pertanian ada musim : Semi, Panas, Gugur, Dingin. untuk musik ada irama, tangga nada, melodi dan sebagainya. Musim ini saya bahas di acara Ultimate Transformation, lengkapnya disini http://demo.topcoachindonesia.com/ultimate/

Nah, apa hubungannya dengan bisnis?

Rupanya, bisnis terpengaruh dengan musim. Jika Anda memulai dimusim yang salah, akibatnya fatal.

Berikut adalah akibat salah mulai bisnis di musim yang salah:

  1. Bisnis tidak bertumbuh
  2. Kalah bersaing dengan kompetitor
  3. Customer tidak mengenali produk kita
  4. Sulit mencari karyawan
  5. Gagal panen, harusnya bisnis profit tapi nyatanya rugi

 

Bagaimana cara memilih musim yang tepat?
Caranya adalah dengan mengenali karakteristik musim dalam bisnis. Apakah saat Anda memulai bisnis belum banyak kompetitor atau sudah terlalu panas dengan persaingan. Apakah saat memulai sudah banyak yang panen, menuai hasil dan sukses, atau masih taraf coba-coba, masih ada lebih dari 10 ciri-ciri yang harus anda kenali.

Sama seperti petani, jika menanam di musim kemarau, bukan panen yang dituai tapi benih yang mati kekeringan. Demikian dengan bisnis.

Selengkapnya tentang bagaimana memilih musim bisnis dan mentransformasi bisnis Anda klik disini http://demo.topcoachindonesia.com/ultimate/

ULTIMATE TRANSFORMATION
Tanggal 29 Agustus 2013 di Jakarta nanti, Coach Tom MC Ifle akan membahas secara gamblang :

  • Bagaimana mengatasi kemelut bisnis
  • Bagaimana memanfaatkan musim panas dalam bisnis
  • Bagaimana meraih profit saat kompetitor lain mengalami bencana
  • Bagaimana menjalankan bisnis ala CEO kelas dunia
  • Bagaimana memiliki mesin profit yang berjalan 24 jam
  • Bagaimana mengenali 8 Karakter yang menarik Uang
  • dan masih banyak lagi…

Semoga hari Anda menyenangkan,

Salam pencerahan,
Tom MC Ifle