Emilia Margareth Gunawan

sacsacscsa

emilia

Nama : Emilia Margareth Gunawan
City : Manado
Phone : 081340849748
Email : emilia_margareth@yahoo.com
Specialization : Sales and Marketing
Mempunyai latar belakang pendidikan S2 (Master of Business), dan sekarang aktif dikegiatan business coaching yang sudah tersertifikasi oleh Top Coach Indonesia, memberikan pelatihan kewirausahaan untuk wirausaha muda, berkecimpung di bisnis retail, dan seorang akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi Manado.
Visi: Melalui coaching program, UMKM di Indonesia bisa menjalankan bisnis yang berkelanjutan
Misi: Membantu perkembangan bisnis untuk UMKM di Sulawesi Utara melalui business coaching program.

 

Ismarli Muis

sacsacscsa

ismar
Name: Dr. Ismarli Muis, S.Psi., M.Si., Psikolog
City: Makassar
Phone: +62811443937, +628114140978
Email: marlymuis@yahoo.com
Specialization: Business Coach, Human Resources & Development areas with exposures on Entrepreneurship, Assessment, Training, and Organizational Development

Coach Marly yang sehari-hari berprofesi sebagai pengajar di Fakultas Psikologi pada salah satu universitas negeri di Makassar, merupakan Certified Business Coach dari Top Coach Business Coaching Academy tahun 2017. Sebelum mengikuti certified coach, Coach Marly telah dipercaya sejak tahun 2009 sebagai ketua Unit Pusat Kewirausahaan di institusi pendidikan tempatnya mengabdi, dan berakhir tahun 2017. Selama masa mengelola Unit Pusat Kewirausahaan, Coach Marly telah melakukan praktik coaching kepada para pelaku usaha pemula yang masih berstatus sebagai mahasiswa dan juga kepada para UKM yang membutuhkan pendampingan untuk pengembangan bisnisnya. Beragam program kewirausahaan telah dirintisnya, antara lain pengembangan kurikulum kewirausahaan, inkubator kewirausahaan, program mahasiswa wirausaha, maupun program-program kerjasama dengan pihak lain terkait dengan pengembangan kewirausahaan.

Selain sebagai pengajar dan business coach, Coach Marly juga aktif berkegiatan melalui lembaga konsultan psikologi dan pengembangan SDM yang didirikannya pada tahun 2008, yaitu Lembaga Marly. Baik secara personal, maupun atas nama lembaga, Coach Marly sangat tertarik untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia dan organisasi, terutama dalam area kewirausahaan, asesmen, pelatihan, dan pengembangan organisasi. Hingga saat ini, Coach Marly melalui lembaganya telah dipercayakan untuk bekerjasama dengan berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta, dalam melaksanakan asesmen, pelatihan, konseling, riset maupun kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan organisasi lainnya.

Coach Marly juga aktif melakukan berbagai penelitian, terutama dalam bidang kewirausahaan. Selain meneliti, Coach Marly kerap dipercaya untuk menjadi trainer pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun swasta. Ketertarikan Coach Marly dalam mengembangkan ilmu yang dimiliki membawa dirinya untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti pelatihan, kursus, dan seminar dalam bidang psikologi, kewirausahaan, pengembangan SDM dan organisasi, serta dunia pendidikan secara umum.

Visi : Pengelolaan potensi kekayaan Indonesia oleh anak bangsa dari hulu sampai hilir melalui kegiatan wirausaha.
Misi : Aktif melakukan business coaching mulai dari lingkungan terdekat secara kontinyu, menjadi narasumber untuk kegiatan-kegiatan kewirausahaan, berperan aktif dalam mengembangkan program kewirausahaan dan penelitian bidang kewirausahaan, dan mengkampanyekan program kewirausahaan sebagai social responsibility dan community development.
Dream : Karya-karya kreatif anak bangsa melalui kegiatan berwirausaha bisa mendominasi sorotan dunia.

EVACUREE SVETLANA TANGKERE

sacsacscsa

Name      : EVACUREE SVETLANA TANGKERE

 

City          : MANADO

 

Phone     : +6285298229933

 

E-mail      : evacuree.s@gmail.com

 

Pertama kali mengenal tentang “Coaching”, saat saya mengikuti Canada Capacity Consolidation Activity (CCCA).  Sekembalinya dari kegiatan CCCA, saya mengikuti pelatihan Basic Business Coaching yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan Business Coaching Certification yang semuanya diselenggarakan oleh Sulawesi Economic Development Strategy (SEDS) Project.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, saya tahu bahwa ada perbedaan antara menjadi dosen (lecturer), consultant dan menjadi Coach,  namun yang pasti saya merasa kapasitas diri saya semakin bertambah dan berkembang, bahkan saya yang berlatar belakang ilmu Produksi Ternak diminta pimpinan Fakultas pada awal semester gasal 2015-2016 untuk bergabung dalam tim mata kuliah Kewirausahaan di Fakultas Peternakan yang notabene beranggotakan dosen berlatar ilmu Sosial Ekonomi Peternakan / Agribisnis Peternakan.

Sekarang ini, saya juga menjadi salah satu anggota tim manajemen di Pusat Inovasi dan Kewirausahaan Unsrat (Innovation and Entrepreneurship Center – Sam Ratulangi University), membidangi Divisi Unit Bisnis dan tentunya melakukan aktivitas “Business coaching”.

Semua pengalaman bermakna tersebut akhirnya menghantar saya kepada:

Vision      : No poverty and no crime, only prosperity, and overwhelming understanding in peaceful

(Tidak ada kemiskinan dan tidak ada kejahatan, hanya kemakmuran dan pemahaman dalam damai  yang luar biasa)s

 

Mission : –   Meningkatkan kapasitas pribadi untuk kemandirian dan pengendalian diri (related to Self reliance – Self   sufficient – Self directed)

  • Meningkatkan semangat orang per orang dalam menemukan dan mengembangkan potensi diri (related to Coaching activity)
  • Meningkatkan kesadaran peduli lingkungan orang per orang dalam menciptakan kehidupan yang harmonis (related to green living)

Dedie Tooy, PhD

sacsacscsa

Name : Dedie Tooy, PhD
Phone : +6281340232115
Email : dtooy@unsrat.ac.id;
dtooy@yahoo.com
Visi : Making Life more meaningful
City : Manado

Pengenalan tentang “Coaching”, sebenarnya telah dimulai dari tahun 2013, dimana saya mengikuti kegiatan Workshop Technopreneurship Course Development yang diselenggarakan oleh RAMP IPB, kerjasama dengan Lemelson Foundation, Canada. Setelah mengikuti rangkaian workshop dan kegiatan kewirausahaan di Unsrat dengan support dari SEDS Project yang disponsori oleh Humber College and Canadian Government, maka saya sangat mengerti bahwa coaching adalah bagian yang penting dalam suatu proses pengembangan bisnis atau usaha.
Kewirausahaan yang ada selama ini oleh mahasiswa dan dosen, bahkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seringkali gagal dikarenakan kurangnya pendampingan. Pelatihan seringkali di ikuti oleh pelaku bahkan terutama pengusaha pemula, akan tetapi kapasitas mereka tidak terangkat dikarenakan pola yang mereka lakukan hanya sekedar meniru usaha lainnya. Selama ini kegiatan konsultansi, pelatihan dan pembimbingan banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu untuk meningkatkan kesuksesan berwirausaha. Akan tetapi, sangat jelas sekali bahwa kreatifitas para pengusaha pemula tidak dapat berkembang bahkan dalam masa yang sangat bergerak cepat baik dalam persaingan maupun dalam ekonomi.
Saya berterima kasih pada program SEDS di Unsrat. Banyak hal yang saya bisa dapatkan. Program coaching terbukti sangat ampuh dalam menggali kemampuan diri para calon pengusaha dan pengusaha pemula.
Dalam tahap sertifikasi coaching ini, hal-hal yang saya dapati bahwa saya dapat lebih banyak menolong orang lain. Hal yang sangat nyata adalah dalam life coaching. Ada beberapa yang tidak saya masukkan dalam coaching log, namun sangat terasa bahwa dalam beberapa sesi coaching saja, ada beberapa orang yang berubah. Ada yang tadinya tidak bekerja, takut untuk memulai bahkan tidak tahu bagaimana memulai usaha, dalam beberapa sesi dapat dan berani ambil keputusan untuk memulai usaha.

SIFAT BURUK YANG MENDUKUNG MENTAL PENGUSAHA

sacsacscsa

cara-membangun-mental-bisnis-yang-kuat-jiwa-wirausaha
Menjadi pebisnis memang lebih banyak dikaitkan dengan hal-hal yang mendobrak gaya lama. Melakukan dengan cara yang lebih cepat, lebih baik, lebih baru dan memberikan nilai efisiensi yang lebih. Maka dari itu banyak orang yang menyebut pebisnis adalah orang-orang gila dengan visi yang fantastis. Relialisasinya tergantung apakah pebisnis itu bisa menerobosnya atau tidak.
Diantara semua sikap positif yang dianggap bisa memicu kesuksesan orang, ternyata bagi pengusaha itu beda. Sikap gila yang tidak pernah dilakukan orang lain justru banyak membawa mereka pada kesuksesan. Anggap saja mereka yang gagal dalam bisnis adalah yang terlalu sering melakukan hal-hal biasa dan berfikir terlalu lama. Bahkan konon 96% pebisnis mengalami kegagalan dalam 10 tahun terakhir ini.
Sikap-sikap negatif yang bisa jadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sikap sebagai pebisnis dan mendukung mental pengusaha diantaranya adalah :
1. Tidak Mudah Puas
Siapa bilang pengusaha tidak bersyukur, mereka bersyukur dan terus bersyukur atas semua yang dimilikinya. Tapi untuk urusan bisnis berbeda, mereka harus terus merasa tidak puas dengan yang sudah didapatkan agar selalu berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik. Misalnya saja bulan ini bisa mendapatkan profit bersih 100 juta. Tapi sikap tidak puas ini akan membuatnya terpacu untuk meningkatkan lagi di bulan berikutnya.
Sikap tidak puas bisa menambah gairah dan motivasi lebih baik lagi bagi seorang pebisnis.

ambisi
Tidak puas dengan kinerja karyawan maka diimbangi dengan pelatihan yang semakin rutin. Tidak puas dengan hasil penjualannya maka ditingkatkan dengan berbagai strategi pemasaran baru.
2. Tidak Sabaran
Pernahkah Anda melihat pebisnis yang begitu bergairah dan tidak sabaran untuk mendapatkan keuntungan ini dan itu. Ketika mereka melihat peluang langsung saja dikejar sampai dapat, tidak pernah berfikir bagaimana jalan yang akan dilalui dan rintangan apa yang akan dihadapi.
Sikap tidak sabaran bisa jadi bernilai positif pada hal-hal tertentu tapi menjadikan negative jika dilakukan untuk keputusan-keputusan penting.
Contoh yang positif dilakukan untuk mengambil peluang agar tidak segera hilang. Karena banyak kejadian bisnis mengalami kegagalan karena mereka tidak segera mengatasi peluang dengan baik. Peluang untuk melebarkan sayap atau peluang untuk mendapatkan untung yang lebih besar. Ini pula sebabnya banyak yang melakukan bisnis dengan cara biasa-biasa saja, terlalu hati-hati dan terlalu banyak berfikir lebih banyak gagalnya dari pada mereka yang tidak sabar untuk segera memanfaatkan peluang di hadapannya.
Tapi sikap tidak sabaran ini tetap harus dikontrol dan diatur sedemikian hingga agar motivasi terus berjalan, peluang bisa ditangkap dan bisa mengontrol strategi dan management team yang baik.
3. Keras Kepala
Salah satu mental yang banyak dimiliki oleh pengusaha adalah keras kepala, mereka tidak mudah diputar pemikirannya dan memiliki prinsip yang kuat. Prinsip bisnis dan hidup yang dijalaninya biasanya berbeda dengan orang lain, mereka percaya atas apa yang dilakukannya.
Keras kepala ini yang membuatnya tangguh dengan idealismenya, pemikiran dan visionernya di masa depan. Hampir semua pebisnis memiliki cita-cita yang jauh kedepan dan mereka tidak akan mudah goyah meskipun melihat orang lain yang sukses menjadi karyawan atau sukses jadi profesi tertentu. Mereka justru jika melihat hal itu akan semakin kokoh dan menantang diri sendiri untuk bergelut dengan semua rintangan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Keras kepala
Sikap keras kepala ini tetap harus dikontrol dengan pendekatan nurani dan keluhuran sebagai pemimpin. Karena sejatinya pebisnis harus memimpin teamnya dengan hati dan cara yang lebih halus serta mau mendengarkan apa yang diusulkan oleh karyawannya. Mendengarkan tidak harus diterapkan, tapi dikaji dan evaluasi. Jika bagus maka bisa jadi masukan baik untuk perusahaan.
4. Susah Ditebak
Kadangkala pebisnis sering melakukan inovasi yang unik dan bahkan aneh. Pola pikirnya yang begitu unik dan cerdik kadang susah ditebak oleh orang-orang di sekitarnya. Ini jadi modal sangat bagus untuk menjalani bisnis.
Pemikiran yang sulit ditebak ini bisa menjadi modal awal untuk meraih hati calon konsumen tanpa mereka sadari. Misalnya dengan membangun persepsi produknya, membangun image brand bisnisnya dan semacamnya. Bahkan dalam berkerja sama dengan bisnis lain sikap tidak bisa ditebak ini sangat menguntungkan, dia tidak mudah diketahui strategi masa depan bisnisnya.
5. Nekad
Nekad boleh, asal tau diri. Kadangkala pebisnis itu harus nekad, tapi yang disalah artikan adalah nekad tanpa perhitungan. Anggap saja Anda belum bisa berenang, tapi nekad untuk menceburkan diri ke laut dan akan berusaha mengambil mutiara di bawah laut.
Nekad tanpa perhitungan menjadi sia sia, tapi jika nekad dengan perhitungan bisa menghasilkan keuntungan. Analoginya mengambil mutiara di bawah laut tanpa persiapan membuat Anda mati sia-sia, tapi jika nekad dengan persiapan membawa alat snorkel atau scuba diving tentu beda cerita. Meski awalnya tidak berani lalu menjadi berani dan berhasil mendapatkannya karena perhitungan dan persiapan yang matang.
6. Mudah Bosan
Sikap mudah bosan memang adalah hal negative, tapi jika diterapkan dalam bisnis sudah bukan hal negative lagi. Anda bisa menjadikan sikap bosan ini sebagai landasan untuk melakukan evaluasi dan melakukan diferensiasi produk. Dengan adanya inovasi ini tentu konsumen pun tidak bosan dengan kemasan yang begitu gitu saja atau rasa yang tidak ada perubahan.

Bosan
Mudah bosan juga harus diimbangi dengan kajian riset yang taktis terhadap produk, pasar dan calon pengguna agar bisa menghasilkan bisnis yang semakin kuat dan handal.
Meski sikap-sikap diatas terlihat berlaku semena-mena tapi justru itu akan membantu mengokohkan mental pengusaha. Karena pengusaha berbeda dengan yang lain, penggunaan otak kanan lebih dominan, inovasi, kreativitas dalam memimpin dan menciptakan produk bukan lagi hal yang tabu. Jadi pastikan mental bisnis Anda terus terjaga dengan sikap-sikap negative di atas.
Bangunlah sikap dari lingkungan yang mendukung, karena uniknya lagi di Indonesia pengaruh lingkungan bergaul lebih besar dibandingkan orang tua. Hanya sebanyak 38,8% yang ayahnya adalah pengusaha dan 61,2% yang lahir bukan dari ayah pengusaha. Sedangkan yang lahir karena ibunya pengusaha adalah 6,9% saja. Di sisi lain hebatnya 51,9% merupakan orang pertama di keluarganya yang memulai bisnis.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia