3 KESALAHAN FATAL PENGUSAHA STARTUP

Dalam hal apapun tentunya kita pernah melakukan sebuah kesalahan. Walaupun, melakukan kesalahan merupakan bagian penting dalam sebuah proses, namun tidak semua kesalahan bagus untuk proses Anda, termasuk dalam bisnis. Seperti yang dikutip dari Inc. Magazine, bahwa Ilya Pozin, seorang pendiri Ciplex (sekarang Coplex) mengatakan, “tak semua kesalahan bisa membuat Anda lebih produktif.”
Nah, ini artinya selama ini banyak kesalahan dalam bisnis yang dilakukan terus-menerus oleh pengusaha Startup dan sangat berbahaya bagi kelanjutan sebuah bisnis. Hal tersebut bisa diakibatkan karena ketidak tahuan kita tentang bagaimana cara yang tepat menjalankan strategi bisnis, sistemasi bisnis tidak berjalan (tidak sehat), serta rutinitas atau kebiasaan yang menjadi budaya perusahaan.
Kali ini saya akan membahas 3 kesalahan fatal yang dilakukan pengusaha Startup. Menurut survei yang dilakukan oleh Michael E. Gerber, dalam bukunya The E-Myth, dikatakan bahwa ada hampir 80% business owner mengalami kebangkrutan dan gulung tikar di tahun pertama. Sedangkan, sisanya 20% yang masih bertahan.
Dari 20% tersebut, ada sekitar 80% bisnis tutup di umur 4 tahun pertama. Sederhananya, hanya ada 4% saja business owner mampu bertahan hingga tahun ke 5. So, jika ada 100 pengusaha tahun ini maka pada tahun ke lima, hanya akan ada 4 pengusaha yang bisa bertahan.
Apa Penyebabnya?

Penyebabnya bukan hanya dari kompetitor, tetapi dari hal-hal kecil yang sering kita lakukan. Kesalahan tersebut biasanya diakibatkan oleh beberapa hal. Nah, saat Anda membaca daftar berikut, pertimbangkan apakah Anda pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan, khususnya bagi pengusaha Startup. Yakni:
1. Menunda

Seringkali dalam menjalankan bisnis, banyak Startup menunda ide kreatif yang dimiliki. Alasannya mungkin menunda karena ingin sempurna terlebih dahulu, “Kalau sudah sempurna, baru saya memulai bisnis.” Tetapi, asal Anda tahu bahwa dengan menunda ide maka akan ada orang lain yang siap mendahului Anda. “Dulu saya punya ide itu tuh, wah jangan-jangan orang lain telah mencuri ide saya.”
Bisa jadi seperti ini, sering sekali pada saat kita berbicara atau ngobrol-ngobrol dengan teman-teman “wah, saya mau buat minuman isi ulang. Coba ya kita bisa buat bisnis air isi ulang.” Namun, lagi-lagi karena kita sering menunda, akhirnya ada orang lain yang memulai bisnis tersebut duluan. So, saran saya jangan pernah menunda ide bisnis Anda, karena banyak sekali orang yang menginginkan sempurna akhirnya ketinggalan.
2. Menurunkan Kualitas

Kedua adalah jangan sampai sebagai business owner, Anda menurunkan kualitas. Nah, dari hal ini ada yang menarik dan bisa Anda ambil pelajaran. Ada dua bisnis yang sama, satu berusaha untuk mendapatkan untung yang lebih besar dan satunya fokus dengan produk, “Oh saya pengen cepet-cepet kaya nih, saya pokoknya harus dapat untung yang lebih besar.” Lalu kemudian si business owner menurunkan kualitas produknya. Ini adalah hal yang paling fatal dalam berbisnis.
Jadi, walaupun bisnis Anda baru mulai, sangat tidak dianjurkan bagi Anda ketika ingin hemat tetapi dengan cara menurunkan kualitas. Kualitas disini ada banyak, bisa kualitas produk, pelayanan atau bisa juga kualitas karyawan. “Saya mau hemat, saya mau merekrut karyawan yang murah meriah saja.“ Kalau sudah begitu, maka yang Anda dapatkan adalah hasilnya nanti juga yang murah meriah. Pelayanannya begitu-begitu saja dan akhirnya korbannya adalah bisnis Anda sendiri. Padahal, Anda sudah investasi uang, investasi waktu, tetapi banyak customer yang kecewa. Hasilnya, bisnis jadi korban.
3. Jalan Pintas

Faktor ini biasanya disebabkan oleh orang yang terlalu terburu-buru ingin mendapatkan kesuksesan atau kekayaan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya: “saya mau investasi marketing nih.” Ternyata Anda mengeluarkan uang segede-gedenya, tetapi Anda tidak bisa menghitung atau menjustify returnnya.
Bisa jadi Anda melakukan jalan pintas seperti ini, “saya baru dalam bisnis, supaya saya tidak repot. Sudahlah, saya akan cari orang yang hebat sekali, beli manusianya lalu kemudian diterapkan dan dimasukkan ke dalam bisnis.”
Anda berharap bahwa orang itu bisa mentransformasi bisnis Anda dengan luar biasa, padahal belum tentu bisa. Nah, itulah jalan pintas. Sedangkan jalan pintas lain adalah bisa jadi kita meniru produk orang lain tetapi tidak memodifikasi. Mencontek boleh-boleh saja dalam bisnis, tetapi harus diberi nilai produk yang lebih. Kenapa? Supaya nilai produk yang Anda keluarkan itu lebih unggul. Kalau Anda meniru lalu kualitasnya lebih rendah daripada kompetitor, maka sama saja bohong. Betul? Nah, jadi Anda harus lebih bagus, berkualitas dan mungkin bisa lebih murah.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *