STRATEGI BOOTSTRAPPING UNTUK START UP

sacsacscsa

bootstrapping startup
Masalah yang paling banyak dihadapi oleh pebisnis Start Up di Indonesia adalah permodalan. Tanpa modal mereka tidak bisa berkreasi dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Meskipun bukan faktor mutlak tapi modal ini jadi sangat penting pada jenis bisnis tertentu. Seperti pada bisnis manufaktur atau kuliner yang tentu membutuhkan bahan baku untuk memulainya.
Membiayai sendiri, Hutang dan investor bisa menjadi salah satu jalan yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis. Dilansir dari Techinasia.com setidaknya ada 82% yang membiayai bisnisnya sendiri dan hanya 1% Start Up yang mendapatkan pendanaan dari Venture Capital. Tapi sayangnya mendapatkan kredit dan investor di Indonesia cukup sulit di lakukan. Sehingga sisanya 82% dari Start Up memilih menggunakan modal sendiri dengan berbagai upaya.
Tahukah Anda, ternyata metode ini sebenarnya ada teorinya. Mengumpulkan modal sendiri dengan cara kreatif untuk mendapatkan uang sebagai pondasi bisnis yang lebih besar. Dikenal dengan Strategi Bootstrapping.
Bootstrapping dilakukan oleh para pebisnis baru yang kekurangan modal untuk memulai bisnisnya. Dia harus mengandalkan uangnya sendiri, dari keluarga atau teman yang mau membantunya. Mereka akan memaksimalkan pendapatan perusahaan untuk diputar kembali menjadi modal utama. Bahkan tidak banyak yang melakukan bisnis kecil lain agar bisa mendapatkan uang sebagai bantuan modal bisnis yang lebih besar.
Cara ini terbilang sangat efisien di era Baru 2017. Apalagi dengan adanya teknologi dan system informasi yang sangat berkembang pesat menjadikan semua orang berpeluang sama untuk menciptakan peluang. Kini Anda bisa menjual satu produk ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia tanpa memiliki website, hanya menggunakan sosial media atau marketplace.

bootstrapping startup1
Masih ingat pendiri AirBnB, Brian Chesky dan co-foundernya yang melakukan bootstrapping dengan menjual kotak sereal unik dengan tema konvensi Nasional Demokrat tahun 2008 lalu. Sereal unik yang dibuatnya disebut dengan nama Obama O’s dan Cap’n McCain’s. Saat itu bisa laku mencapai 600 kotak dan memperoleh penghasilan bersih 30.000 dollar AS.
Keterbatasan modal bukan jadi alasan menjadikan bisnis semakin besar. Selain pendiri AirBnb, strategi bootstrapping juga sudah terbukti dilakukan oleh kebanyakan bisnis besar seperti Apple, Microsoft, HP dan Dell Computer. Semua dari mereka memulai dari hal kecil dan dana pribadi yang sangat terbatas.
Apa Keunggulan Bootstrapping?
Bagi Anda yang tengah memulai atau akan memulai bisnis tapi terhalang pada pendanaan yang minim atau tidak adanya investor, bisa menggunakan sistem ini. Keunggulan dari Strategi Bootstrapping dibandingkan dengan investor atau menggunakan kredit diantaranya adalah :
1. Merdeka dalam Hal Sistem

Menjalankan Strategi Boostrapping ini sangat menguntungkan dari segi penguasaan bisnis. Ada akan merdeka untuk mengarahkan dan mengatur sistem bisnis sedemikian rupa, sepenuhnya menjadi hak Anda. Berbeda dengan adanya investor yang kadang justru menghambat pengambilan keputusan strategis.


Startup
2. Pondasi Keuangan Lebih Kuat

Karena keuangan sudah dipupuk dari awal dengan prinsip menghasilkan terlebih dahulu dan mengeluarkan lagi kemudian. Tentu hasilnya berbeda dengan menggunakan dulu baru menerka pengeluaran kemudian. Mereka yang menjalani bootsrapping pasti akan sangat matang dalam menata keuangan perusahaan.

3. Terfokus pada Core Bisnis

Bisnis yang fokus tentu yang akan memenangkan persaingan bisnis. Jika fokus pada core bisnis tentu lebih baik dibandingkan fokus pada profit. Profit bisa saja menghasilkan besar tapi tidak jangka panjang, tapi dengan fokus pada core akan memberikan hasil lebih baik jangka panjang.

Misalnya Anda dikejar debt collector untuk membayar tagihan kredit, tentu fokus akan terpecah dan keputusan lebih memilih fokus profit dibandingkan core bisnis. Alhasil jangka panjang bisnis menjadi rapuh.
4. Tidak ada Bunga Berkembang yang Membebani Setiap Bulan

Ini sudah jelas, jika melakukan pendanaan sendiri meskipun terseok-seok di awal waktu pasti akan lebih bebas dan tenang menjalaninya. Tidak ada bunga berkembang karena kredit setiap bulan yang selalu membebani. Karena pada dasarnya bisnis itu fluktuatif, tagihan bulanan yang kacau bisa menjadikan utang anakan yang semakin banyak.

Bagaimana melakukan Bootstrapping? Ini jadi pertanyaan besar bagi para pemula bisnis yang paling sering dilakukan. Berikut ini berbagai cara kreatif dan efisien menggunakan Strategi Bootstrapping di era Baru:
1. Memanfaatkan Bisnis Musiman sebagai Proyek Sampingan

Seperti contoh tadi, Anda bisa melakukan tahap bootstrapping dengan bisnis yang berbeda. Ini bisa jadi proyek sampingan. Lalu mengumpulkan hasilnya untuk membangun bisnis yang lebih kuat. Seperti Brian Chesky dan teamnya yang bisa memanfaatkan bisnis musiman ketika tengah ramai pemilu. Sehingga lebih mudah memasarkan dan akan terjadi maksimal profit meski setelah pemilu usai produk tidak akan laku lagi.

2. Menggunakan teknologi unboundaries

Menjalankan bisnis saat ini sangat dimudahkan dengan adanya teknologi. Anda bisa memasarkan produk apapun hanya dalam hitungan detik bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia. Untuk menjalankan Bootstrapping dengan cepat dan efisien Anda perlu menggunakan teknologi agar menjangkau tempat dengan cepat dan tanpa batas.

3. Maksimalkan kreativitas

Bootstrapping tidak membutuhkan modal dan tenaga banyak, hanya butuh kreativitas. Menemukan celah pasar, lalu mengisinya dengan sebanyak mungkin produk agar keuntungan maksimal. Yang dipikirkan bukan jangka panjang, melainkan jangka pendek. Untung cepat, banyak dan maksimal. Hanya kreativitas yang bisa mendukung ini.

4. Memaksimalkan sumberdaya dan keuntungan

Kuncinya ada di sini, keuntungan dan sumber daya yang dimaksimalkan. Memaksimalkan keuntungan bisa dilakukan dengan penetrasi pasar seluas mungkin dan menemukan harga produk paling cocok. Sedangkan sumberdaya bisa dimaksimalkan dengan menggunakan semua media pemasaran, online, offline, dan penggunaan relasi sebaik mungkin.

5. Jangan mengeluarkan banyak modal untuk bootstrapping

Strategi Bootstrapping3
Bukan berarti bahwa bisnis yang menjalankan Strategi Bootstrapping adalah miskin. Justru dampak yang dihasilkan sangat luar biasa. Mereka akan mendapatkan insting manajemen dan memaksimalkan profit karena telah teruji dan terukur.
Strateginya, agar metode ini berjalan efisien tanpa membebani hutang atau pengeluaran yang terlalu besar adalah dengan meminimalisir pengeluaran. Strategi Bootstrapping tidak didesain untuk membutuhkan pengeluaran banyak, tapi sebaliknya. Hasil banyak dengan pengeluaran sedikit untuk jangka pendek.
Bahkan sekelas Warren Buffet mengatakan bahwa saat ini adalah waktu paling ideal untuk menjalani Strategi Bootstrapping bagi startup karena bisa mengadopsi brick and mortar (model bisnis konvensional) seta memadukan dengan teknologi digital. Alhasil lebih mudah dilakukan untuk mencapai keuntungan tak terbatas.
Semoga bisnis Anda bisa melesat jauh lebih dengan bantuan sistem Strategi Bootsrapping ini.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

4 TANDA BAHAYA SAAT ANDA DALAM ZONA NYAMAN

sacsacscsa

Zona Nyaman
Bagi kebanyakan orang merasa nyaman adalah suatu keadaan yang menyenangkan. Berada dalam kondisi aman, nyaman dan rileks, bisa membuat kita merasakan ketenangan dalam hidup, karena tidak ada tanggungan ataupun beban yang harus kita selesaikan. Namun, mungkin karena terlalu nyaman, keadaaan tersebut bisa jadi adalah tanda bahaya bagi Anda yang harus segera diwaspadai.
Seseorang yang sudah terperangkap dalam Zona Nyaman, tentu akan merasa enggan untuk mencoba hal-hal baru apalagi mengambil risiko besar. Tidak ada tantangan untuk melakukan suatu hal yang lebih pada hari ini. Tinggal di Zona Nyaman itu artinya membuat diri kita melakukan hal yang sama setiap harinya. Jadi, bisa dibilang bahwa Anda saat ini berada dalam posisi stagnan atau tidak ada perubahan sama sekali.
Steve Siebold dalam bukunya How Rich People Think, pernah menyebutkan bahwa “…orang-orang sukses justru merasa nyaman ditengah situasi atau kondisi yang tidak pasti. Mereka keluar dari comfort zone demi mencapai goal yang diinginkan.”
Ini artinya berada dalam Zona Nyaman adalah suatu hal yang berbahaya. Kenapa? Karena kita ada dalam kondisi tidak jelas, MAJU TIDAK, MUNDUR IYA. Nah, masalahnya adalah banyak orang yang tidak sepenuhnya sadar dengan hal tersebut. Mereka membiarkannya berlarut-larut hingga akhirnya membuat suatu keadaan semakin sulit dan rumit.
4 Zona Nyaman yang Harus Dihindari
So, dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang 4 tanda bahaya bagi bisnis Anda yang harus Anda hindari. Hal ini penting sekali diketahui karena mungkin Anda berada dalam kondisi yang nyaman tapi Anda lupa untuk keluar dari kondisi tersebut. So, 4 tanda tersebut adalah:
1. Bangga dengan Sebuah Prestasi

Membanggakan prestasi yang pernah kita dapatkan bukanlah sesuatu hal yang salah. Misalnya seperti ini, Anda pernah membangun sebuah bisnis dan omzet yang Anda dapatkan waktu itu sebesar 500 juta Rupiah dalam waktu satu bulan. Hal ini tentu merupakan prestasi yang sangat luar biasa.


Zona Nyaman2
Akhirnya, Anda menerapkan suatu metode yang Anda anggap berhasil tersebut dalam bisnis Anda. Cara yang Anda lakukan dalam menjalankan sebuah bisnis bisa dibilang sama bahkan tidak ada perubahan sama sekali. Apa yang terjadi, jika dalam kurun waktu 5-10 tahun Anda menerapkan cara yang sama demi mencapai omzet yang Anda inginkan.
Tentu akan sangat berbeda dan bahkan akan membuat bisnis Anda dalam kondisi bahaya. Mengapa hal ini terjadi? Kemungkinan besarnya adalah Anda tidak mau untuk belajar, Anda mungkin merasa bahwa prestasi yang pernah Anda raih adalah prestasi yang terbaik. Inilah yang menandakan bahwa Anda sedang dalam kondisi terjebak, namun ternyata keadaan tersebut tidak Anda sadari.
2. Enggan Melakukan Investasi

Tanda bahaya kedua yang perlu diwaspadai adalah takut melakukan investasi. Bisa jadi seperti ini, ketika perusahaan Anda membutuhkan sebuah mobil, karyawan atau inventory tentu Anda akan mengeluarkan biaya tidak sedikit. Tapi Anda merasa bahwa apa yang Anda gunakan hari ini cukup. Nyatanya tidak! Bahkan bisa dikatakan fasilitas yang ada tidak layak.

Atau seperti ini, Anda enggan untuk melakukan investasi terhadap ilmu pengetahuan, bangga dengan pengalaman pribadi yang Anda dapatkan, inilah Zona Nyaman Anda. Padahal hal tersebut, tidak lah cukup. Anda membutuhkan investasi yang harus Anda keluarkan demi kemajuan bisnis yang Anda idam-idamkan. Misalkan membuka cabang, menyewa konsultan atau seorang Coach agar bisa membantu proses dalam bisnis Anda.
So, berinvestasilah untuk kemajuan bisnis Anda. Kalau tidak, perusahaan Anda akan merasakan sulitnya berkembang. Kondisi bisnis yang Anda jalankan bisa jadi hanya stagnan bahkan mundur.
3. Rutinitas yang begitu-gitu saja

Tanda bahaya yang ketiga adalah Anda melakukan sebuah rutinitas tetapi tidak pernah dievaluasi. Apakah Anda sadar, bahwa salah satu tanda Anda berada dalam zona nyaman adalah saat Anda hanya melakukan aktivitas yang monoton. Berangkat kerja sampai pulang kerja hanya begitu-begitu saja tanpa ada perubahan yang jelas. Atau mungkin jika mencari pelanggan atau prospek, kegiatannya hanya mondar-mandir tanpa ada peningkatan yang signifikan.

Sekarang saya akan bertanya, apakah Anda pernah melakukan evaluasi baik kepada karyawan atau diri Anda sendiri? Banyak pengusaha di luar sana lupa melakukan evaluasi kerja dalam bisnis, padahal banyak pekerjaan yang dilakukan secara tidak efektit dan efisien.
4. Lupa Memperbaiki Diri Sendiri

Tanda selanjutnya adalah Anda lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Sebagai seorang Leader atau Business Owner, tentu ini merupakan suatu kesalahan yang sangat fatal. Kondisi ini merupakan sebuah tanda bahwa Anda juga terjebak di dalam mindset yang keliru. Sehingga ketika seorang leader tidak melakukan perbaikan diri akan susah untuk menerima kritikan atau masukkan dari seseorang atau bisa jadi tidak mampu memberikan solusi dan cenderung menyalahkan orang lain ketika kondisi bisnis sedang tidak baik.

Inilah 4 tanda bahaya yang harus Anda hindari dan jangan sampai membuat Anda terjebak dalam Zona Nyaman tersebut. Cepatlah keluar dari Zona Nyaman dan lakukan perbaikan dalam bisnis Anda secepat mungkin. Semoga memberikan manfaat dan inspirasi untuk membangun bisnis Anda sukses luar biasa.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

RIFKI RIZAL

sacsacscsa

Untitled-1 copy.jpg1
“Saya akan berbagi mindset utama serta teknik baru dan praktis yang belum anda lihat sebelumnya meskipun Anda adalah seorang praktisi Lean Six Sigma yang sudah berpengalaman. Anda akan melihat betapa sederhananya pendekatan tersebut sehingga dapat semakin mempertajam skill para praktisi Lean Six Sigma yang sudah berpengalaman sekalipun”. Dan bagi para pemula di Continuous Improvement dan Innovation, mindset serta teknik baru dan praktis inipun akan menjadi senjata andalan utama dalam memecahkan berbagai persoalan.”

Ia adalah seorang Six Sigma Master Black Belt di Indonesia
Telah memiliki sertifikasi Six Sigma Black Belt sejak tahun 2000
Telah membantu klien di berbagai industri, mulai dari pertambangan, manufaktur, retail, perbankan, asuransi, farmasi, dan berbagai bidang lainnya untuk mencapai kinerja terbaik mereka
Menyandang berbagai sertifikasi kelas dunia seperti NLP mulai dari tingkat Practitioner, Master Practitioner, hingga ke level Trainer.
Menguasai berbagai metodologi Continuous Improvement maupun Continuous Innovation mulai dari Lean, Six Sigma, Lean Six Sigma, TRIZ (Theory of Inventive Problem Solving), ASIT (Advance Systematic Inventive Thinking), Total Quality Management, serta Design for Six Sigma.
Specialties:
Applied Creativity and Innovation using Advance Systematic Inventive Thinking, Operational Excellence, Lean, Six Sigma, Cost Reduction, Business Coaching, Training, and Therapy.

Klien yang pernah ditangani (project maupun training):
• Bank Mandiri
• Bank BRI Syariah
• AXA Mandiri
• BNI
• BCA
• Freeport Indonesia
• Shangri-La
• Vale Inco
• Ace Life
• Avrist
• ACC
dll

PENTINGNYA MENJAGA LOYALITAS KONSUMEN

sacsacscsa

two happy friends shopping in mall
Kestabilan sebuah bisnis sangat menentukan apakah bisnis itu akan bisa bertahan atau tidak dengan perubahan pasar setiap harinya. Salah satu hal paling penting yang harus dipertahankan adalah kepuasan dan Loyalitas Konsumen kita. Jika bisnis yang dijalankan tidak memberikan pelayanan maksimal dan kualitas produk yang apa adanya akan membuat pelanggan tidak puas dan mereka pun sangat mudah beralih ke tempat lain.
Jadi saat ini coba Anda evaluasi, apakah pelanggan Anda saat ini loyalitas karena kualitas produk baik dan pelayanan yang memuaskan?. Atau jangan-jangan hanya karena tidak ada pilihan lain. Jika jawabannya yang kedua, karena tidak ada pilihan lain maka suatu ketika ada bisnis yang sama masuk ke dalam pasar maka konsumen dengan mudah memilih bisnis baru itu.
Bahkan bisa dikatakan bisnis tanpa konsumen yang loyal bukanlah bisnis yang bisa bertahan di pasar. Begitu pentingnya loyalitas pelanggan kadang jadi faktor terpenting selagi meningkatkan kualitas produk dan persaingan harga.
Agar bisa menjaga Loyalitas Konsumen atau pelanggan kita, gunakan berbagai trik berikut ini :
1. Buatlah Membership

Metode ini yang paling banyak digunakan dan paling mudah. Anda bisa menjaga pelanggan tetap setia dengan memberikan kemudahan atau potongan harga melalui program membership. Saat ini banyak perusahaan retail yang menggunakannya dengan memberikan kartu member. Lalu mereka yang berbelanja dengan kartu member akan mendapatkan diskon lebih atau poin yang dikumpulkan untuk mendapatkan hadiah.


Loyalitas Konsumen1
Membership ini akan membantu menjaga konsumen tetap loyal, karena jika ada kompetitor baru maka konsumen akan berfikir dua kali untuk pindah ke bisnis baru itu. Kecuali penetrasi pasar yang mereka lakukan lebih unik dan menarik.
2. Amati Before dan After Sales

Konsep dari marketing yang sesungguhnya bukan hanya mencari pelanggan dan setelah beli dibiarkan begitu saja. Marketing ini mencakup bagaimana cara Anda menjaga mereka tetap loyal menggunakan produk atau jasa Anda. Salah satu caranya dengan melakukan pengamatan before dan after sales.

Semacam riset pasar tapi dilakukan berdasarkan perlakuan yang kita jalankan. Misalnya, konsumen akan lebih tertarik dengan diskon yang besar atau harga yang sengaja diturunkan tanpa diskon. Ini harus diamati karena segmentasi pembeli berbeda-beda setiap produk dan level konsumennya.
Setelah tahu perlakuan yang paling menguntungkan setelah dan sebelum sales, maka Anda bisa mengambil kesimpulan untuk melakukan hal-hal yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Konsumen pun merasa dilayani dan peningkatan kepuasan pelanggan yang menjadikan bisnis Anda semakin sehat.
3. Ciptakan Hubungan yang Saling Menguntungkan

Siapa bilang hanya Anda yang membutuhkan konsumen, tapi konsumen juga membutuhkan pelayanan atau produk Anda. Ini jelas kedua belah pihak saling berkaitan dan membutuhkan. Tapi bagaimana jadinya jika pembeli lebih memilih menggunakan produk atau jasa dari tempat lain?

Nah ini yang disebut dengan konsumen yang tidak setia. Bisa jadi karena pelayanan kita buruk, kualitas tidak berangsur naik atau semacamnya. Lalu salah satu cara menjaganya adalah dengan menjaga hubungan baik yang saling menguntungkan. Berikan nilai tambah yang konsumen butuhkan dan yang tidak dilakukan oleh pengusaha lain.
Misalkan jika Anda menjalankan bisnis catering, dimana bisnis catering lain tidak menyediakan request menu. Tapi hanya sesuai dengan paket saja. Tapi Anda bisa melakukan pemesanan menu sesuai dengan keinginan. Cara ini akan membuat konsumen membutuhkan Anda dan Anda tentu terbantu dengan orderan yang terus menerus.
4. Berikan Program Menarik untuk Konsumen

promotion
Menggunakan program-program menarik biasanya sering dilakukan untuk menarik hati calon konsumen baru. Tapi tidak bisa dipungkiri juga bisa digunakan untuk menjadikan mereka loyal pada Anda. Misalkan dengan memberikan diskon besar atau doorprise ketika melakukan pembelian pada nominal tertentu dan pada hari tertentu.
5. Berikan Harga Khusus untuk Repeat Order dalam Kesepakatan

Khusus untuk penjualan barang atau jasa yang memiliki konsumen tetap dan repeat order atau penjualan berulang, Anda bisa memberikan harga khusus atau harga paket agar dia terus beli di tempat Anda. Misalnya Anda adalah penjual barang-barang grosiran, berikan harga khusus untuk jumlah pembelian banyak dan harga yang lebih murah untuk pembeli yang jelas-jelas selalu membutuhkan produk Anda setiap bulan.

6. Bangun Persepsi dan Perkuat Brand

Brand dan persepsi akan sebuah produk sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen akan beli atau tidak suatu barang. Jadi jika Anda ingin produk Anda laris jangka panjang, buatlah brand dan persepsi yang bagus. Karena mayoritas orang Indonesia terutama lebih banyak setia membeli produk berulang kali karena merk yang bagus.

Hasil studi dari Bain & Company bersama dengan Lembaga Survey Kantor Worldpanel di Indonesia terhadap 70 kategori produk pada periode 1,5 tahun yang mencakup 7.000 responden rumah tangga. Menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Indonesia membeli karena merk.
Ingatlah bahwa loyalitas konsumen tidak bisa dibangun dalam waktu sehari atau dua hari saja. Anda membutuhkan proses yang cukup lama, mulai dari konsumen yang merasakan pelayanan memuaskan, produk menarik, konsistensi penjualan, benefit yang diunggulkan dan sistem yang matang.
Lalu jika bisnis yang Anda jalankan sudah berumur lama tapi konsumen sudah mulai berpindah ke lain hati. Lakukan evaluasi dan inovasi, karena bisa jadi mereka jenuh dengan produk Anda yang itu-itu saja. Sedangkan di tempat lain mereka bisa menemukan yang lebih bagus dan lebih menarik lagi. Pastikan sebagai pebisnis handal, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dan kelestarian bisnis.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

Basri Basir MR

sacsacscsa

Untitled-1 copy

Coach Basri adalah seorang Certified Busines Coach, & Certified Coach Workshop dari salah satu perusahaan coaching terbaik, yaitu Top Coach Indonesia, No #1 Indonesia’s Coaching Firm yang telah melatih lebih dari 1000 Pengusaha, termasuk Usaha mikro dan multinasional.,
Selain tersitifikasi sebagai coach, coach Basri juga adalah seorang akademisi yang saat ini aktif sebagai pengajar tetap di Fakultas Ekonomi & Bisnis salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.
Coach Basri sudah melewati kurang lebih,1.500 coaching Hrs. untuk para pelaku usaha Mulai dari mahasiswa, Dinas Pemerintahan, Pelaku UMKM, Komunitas Wirausaha, sampai tingkat Universitas lintas daerah. untuk memfasilitasi berbagai kegiatan seperti ‘’workshop,Training Of Trainer, Bisnis Coaching, Seminar Wirausaha, Talk show.

Coach Basri, saat ini, juga aktif dalam berbagai reseach dan Pendampingan Untuk Wirausaha Berbasis, Tecnopreneur, Sosial Preneur,Digital Preneur.

Testimonial :
1. Asri J (Ownwr Steak Dendeng Daun Singkong)
‘’Saya seorang mahasiswa dan Memulai usaha dari Nol, seringkali berpindah pindah untuk memulai usaha baru. sejak 2016 awal ,saya memutuskan untuk memulai usaha steak dendeng daun singkong ini dan melalui Coaching oleh Coach Basri Omzet Saat Ini Mecapai 10 Jt /Bulan.’’
2. Muh.Rizal Syam (Reseller Pupuk Cair Organik)
Saya memulai usaha sudah banyak sekali , tepat dipertengan tahun 2016 saya ikut program coacing oleh Coach Basri dan alhamdullillah Omset saya naik 80% dari sebelumnya.Coach Basri Menjarkan banyak Hal ke saya pribadi salah satunya Profesionalisme dalam Usaha.
3. Adrian (Owner Yotta Milk)
‘’ Saya menjalakan usaha Ice Blanded yang saya Beri Nama ‘’Yotta Milk, saya menjual produk saya di 3 tempat didalam kota Makassar, Sebelum Coacing dengan Coach Basri Omzet saya Gak Naik Naik,Kalupun naik hanya berapa % saja, Melalui Coaching oleh coach Basri Saya Lebih Realistis dalam Menentukan Omzet Penjualan dan alhasil Omzet saya meningkat’’
4. Gufroyani (Ownwer GS Make Up)
Sebelumnya saya sangat Ragu dengan Bisnis Make Up yang saya jalankan karna keterbatasan belum memiliki tempat usaha dan beberapa faktor lainnya, melalui coaching oleh coach basri saya Sangat percaya Diri untuk menjalankan usaha ini ,terutama memaksimalkan apa yang ada waktu itu, dan melalui metode penjualan online oleh coach basri saya bisa meraih omzet pertama saya .yang awalnya tidak ada omzet sama sekali.
5. Andi Tenri Sau ( Ownwer Bedak Lulur Khas Bugis)
Sebelum coaching dengan Coach Basri saya memulai usaha ini tanpa plan project yang baik. Terutama soal legal Bisnis ,Melalui coaching saya diberi banyak callenge,dan materi untuk plan project yang baik, oleh coach Basri untuk mendukung dan mengembangkan produk saya lebih maksimal lagi.saat ini Bisnis saya sudah memiliki legal bisnis dan siap untuk dipasarkan kemabali.

Our Klien :
1. Universitas Haluleo Kendari (Workshop)
2. Universitas Sebelas November Kendari (Workshop)
3. Universitas Muhammadiyah Kendari (Workshop)
4. Universitas Negeri Cokroaminoto Palopo, (T.O.T Wirausaha Pemula)
5. Universitas Muhammadiyah Makassar (T.O.T Kurikulum Kewirausahaan Terapan)
6. Siplanet (Komunitas Pproduk Olahan Rumput Laut) (Workshop Bisnis Plan)
7. Dinas Pemuda & Olahraga Provinsi Sulsel (Pelatihan Manajemen Wirausaha Pemuda angaktan 1 dan 2 )
8. Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Sulbar ( Bisnis Plan Wirausaha Pemula)
9. KSU Tunas Rumput Laut Kabupaten Takalar (Workshop)
10. KSU Berkah Pelangi (T.O.T)
11. Arenga Cendana (Coaching)
12. SG – Café (widya) (Coaching)
13. Coto’Mi (Hajra Yangsa) (Coaching)
14. Kripik UMI (Coaching)
15. Ibu Fitri (Home Industri Natadecoco) (Coaching)
16. Forum Komunikasi Mahasiswa Sulawesi Barat (Talk show)
17. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Majene (Seminar)
18. Dewan Pimpinan Daerah IMM Sulsel (T.O.T)

Contact Me :
Name : Basri Basir MR
Phone/ W.A : +6285299006889
City : Makassar
Email : basrifeb@yahoo.com

 

3 KESALAHAN FATAL PENGUSAHA STARTUP

sacsacscsa

Startup1
Dalam hal apapun tentunya kita pernah melakukan sebuah kesalahan. Walaupun, melakukan kesalahan merupakan bagian penting dalam sebuah proses, namun tidak semua kesalahan bagus untuk proses Anda, termasuk dalam bisnis. Seperti yang dikutip dari Inc. Magazine, bahwa Ilya Pozin, seorang pendiri Ciplex (sekarang Coplex) mengatakan, “tak semua kesalahan bisa membuat Anda lebih produktif.”
Nah, ini artinya selama ini banyak kesalahan dalam bisnis yang dilakukan terus-menerus oleh pengusaha Startup dan sangat berbahaya bagi kelanjutan sebuah bisnis. Hal tersebut bisa diakibatkan karena ketidak tahuan kita tentang bagaimana cara yang tepat menjalankan strategi bisnis, sistemasi bisnis tidak berjalan (tidak sehat), serta rutinitas atau kebiasaan yang menjadi budaya perusahaan.
Kali ini saya akan membahas 3 kesalahan fatal yang dilakukan pengusaha Startup. Menurut survei yang dilakukan oleh Michael E. Gerber, dalam bukunya The E-Myth, dikatakan bahwa ada hampir 80% business owner mengalami kebangkrutan dan gulung tikar di tahun pertama. Sedangkan, sisanya 20% yang masih bertahan.
Dari 20% tersebut, ada sekitar 80% bisnis tutup di umur 4 tahun pertama. Sederhananya, hanya ada 4% saja business owner mampu bertahan hingga tahun ke 5. So, jika ada 100 pengusaha tahun ini maka pada tahun ke lima, hanya akan ada 4 pengusaha yang bisa bertahan.

Apa Penyebabnya?

Penyebabnya bukan hanya dari kompetitor, tetapi dari hal-hal kecil yang sering kita lakukan. Kesalahan tersebut biasanya diakibatkan oleh beberapa hal. Nah, saat Anda membaca daftar berikut, pertimbangkan apakah Anda pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan, khususnya bagi pengusaha Startup. Yakni:

1. Menunda

Seringkali dalam menjalankan bisnis, banyak Startup menunda ide kreatif yang dimiliki. Alasannya mungkin menunda karena ingin sempurna terlebih dahulu, “Kalau sudah sempurna, baru saya memulai bisnis.” Tetapi, asal Anda tahu bahwa dengan menunda ide maka akan ada orang lain yang siap mendahului Anda. “Dulu saya punya ide itu tuh, wah jangan-jangan orang lain telah mencuri ide saya.”


Startup2
Bisa jadi seperti ini, sering sekali pada saat kita berbicara atau ngobrol-ngobrol dengan teman-teman “wah, saya mau buat minuman isi ulang. Coba ya kita bisa buat bisnis air isi ulang.” Namun, lagi-lagi karena kita sering menunda, akhirnya ada orang lain yang memulai bisnis tersebut duluan. So, saran saya jangan pernah menunda ide bisnis Anda, karena banyak sekali orang yang menginginkan sempurna akhirnya ketinggalan.

2. Menurunkan Kualitas

Kedua adalah jangan sampai sebagai business owner, Anda menurunkan kualitas. Nah, dari hal ini ada yang menarik dan bisa Anda ambil pelajaran. Ada dua bisnis yang sama, satu berusaha untuk mendapatkan untung yang lebih besar dan satunya fokus dengan produk, “Oh saya pengen cepet-cepet kaya nih, saya pokoknya harus dapat untung yang lebih besar.” Lalu kemudian si business owner menurunkan kualitas produknya. Ini adalah hal yang paling fatal dalam berbisnis.

Jadi, walaupun bisnis Anda baru mulai, sangat tidak dianjurkan bagi Anda ketika ingin hemat tetapi dengan cara menurunkan kualitas. Kualitas disini ada banyak, bisa kualitas produk, pelayanan atau bisa juga kualitas karyawan. “Saya mau hemat, saya mau merekrut karyawan yang murah meriah saja.“ Kalau sudah begitu, maka yang Anda dapatkan adalah hasilnya nanti juga yang murah meriah. Pelayanannya begitu-begitu saja dan akhirnya korbannya adalah bisnis Anda sendiri. Padahal, Anda sudah investasi uang, investasi waktu, tetapi banyak customer yang kecewa. Hasilnya, bisnis jadi korban.

3. Jalan Pintas

Faktor ini biasanya disebabkan oleh orang yang terlalu terburu-buru ingin mendapatkan kesuksesan atau kekayaan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya: “saya mau investasi marketing nih.” Ternyata Anda mengeluarkan uang segede-gedenya, tetapi Anda tidak bisa menghitung atau menjustify returnnya.

Bisa jadi Anda melakukan jalan pintas seperti ini, “saya baru dalam bisnis, supaya saya tidak repot. Sudahlah, saya akan cari orang yang hebat sekali, beli manusianya lalu kemudian diterapkan dan dimasukkan ke dalam bisnis.”

startup4
Anda berharap bahwa orang itu bisa mentransformasi bisnis Anda dengan luar biasa, padahal belum tentu bisa. Nah, itulah jalan pintas. Sedangkan jalan pintas lain adalah bisa jadi kita meniru produk orang lain tetapi tidak memodifikasi. Mencontek boleh-boleh saja dalam bisnis, tetapi harus diberi nilai produk yang lebih. Kenapa? Supaya nilai produk yang Anda keluarkan itu lebih unggul. Kalau Anda meniru lalu kualitasnya lebih rendah daripada kompetitor, maka sama saja bohong. Betul? Nah, jadi Anda harus lebih bagus, berkualitas dan mungkin bisa lebih murah.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

5 HAL YANG WAJIB DILAKUKAN SEORANG LEADER

sacsacscsa

Leader1
Tantangan tiap pemimpin adalah melakukan perubahan, memberi gerakan nyata ketika orang-orang memilih untuk ikut bergerak ke arah dan tujuan yang sama. Suatu organisasi atau perusahaan dituntut untuk memiliki seorang Leader yang berkualitas. Apabila Leader tidak kompeten, maka perusahaan tidak akan memiliki arah dan tujuan yang jelas. Begitulah tabiat seorang pemimpin bahwa tim akan mengikuti jejak atasannya. Jika atasannya tidak sukses, tim tidak sukses. Apabila Leader tidak berani dan mudah goyah, maka tim juga akan bersikap tidak jauh berbeda dengan pimpinannya.
Nah, ada 5 hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadi Leader yang berkualitas. Lima hal ini bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun. Anda tidak perlu menunggu untuk melakukannya bahkan 5 kriteria ini adalah fondasi penting untuk membuat bisnis Anda lebih sehat.
1. Leader yang Bersih
Tipikal pertama adalah untuk menjadi leader yang berkualitas, Anda harus bersih secara jasmani atau pun rohani. Kenapa? Apabila Anda menjalani hidup yang bersih, maka hidup Anda akan tenang. Walaupun hasil yang Anda dapatkan itu kecil tapi hidup Anda bisa tenang, kecil tapi menguntungkan, kecil tapi tidak dikejar-kejar utang.
Seorang Leader juga harus bersih secara fisik. Misal, kantornya harus bersih, ruangannya rapi dan teratur. Ada yang pernah bilang kepada saya seperti ini, “Coach, kantor Top Coach Indonesia di Kelapa Gading sudah berapa lama?”
Saya jawab bahwa kantor saya sudah berdiri sejak tahun 2010 dan dia bilang kalau kantor saya seperti kantor baru. Hal ini karena kantor saya selalu bersih. Kita harus memiliki kebiasaan untuk menjadi orang yang bersih. Karyawan kita akan bersih kalau kita bersih.
Kedua adalah secara mental dan kebiasaan yang bersih. Misal, kalau punya utang Anda komit untuk membayar. Jangan sampai Anda hobi untuk meminjam uang, pinjam sesuatu tetapi tidak punya niatan untuk membayar. Ingat bahwa utang membuat Anda hina di siang hari, dan membuat Anda gelisah di malam hari. Nah, kebiasaan ini akan membuat Leader tidak bersih dan karyawan tidak melihat Anda layak untuk ditiru.
2. Fokus
Coba bayangkan, kalau Anda punya anak panah, ada busur, ada tali, lalu anak panah tersebut Anda lepas. Yang namanya ujung mata panah, sudah pasti akan mengejar target sesuai dengan arah yang ditentukan oleh pemanahnya. Dia tidak mengambil keputusan yang berkelok-kelok.

Leader4
Nah, Anda harus bisa seperti anak panah. Setelah Anda memutuskan, kejar sampai selesai dan sampai dapat. Setelah Anda mengatakan bahwa kita harus mendapatkan big client, maka kemudian pindahkan pikiran Anda, perilaku, komunikasi, dan konsisten untuk membuktikan apa yang Anda inginkan. Kita kejar sampai dapat dan tuntas. Seperti anak panah yang fokus setelah diarahkan.
Saya jawab bahwa kantor saya sudah berdiri sejak tahun 2010 dan dia bilang kalau kantor saya seperti kantor baru. Hal ini karena kantor saya selalu bersih. Kita harus memiliki kebiasaan untuk menjadi orang yang bersih. Karyawan kita akan bersih kalau kita bersih.
Kedua adalah secara mental dan kebiasaan yang bersih. Misal, kalau punya utang Anda komit untuk membayar. Jangan sampai Anda hobi untuk meminjam uang, pinjam sesuatu tetapi tidak punya niatan untuk membayar. Ingat bahwa utang membuat Anda hina di siang hari, dan membuat Anda gelisah di malam hari. Nah, kebiasaan ini akan membuat Leader tidak bersih dan karyawan tidak melihat Anda layak untuk ditiru.
3. Going Extra Mile
Lalu yang menarik adalah seorang Leader yang berkualitas akan melakukan yang namanya going extra mile. Maksudnya adalah setiap pemenang selalu melakukan hal-hal yang sifatnya extra. Coba bedakan antara Extra ordinary people dengan ordinary people, tentu perbedaannya ada di-ekstra-nya atau usahanya. Nah, perbedaan antara orang yang biasa dengan orang yang luar biasa adalah ekstranya.
So, semua orang yang ingin menjadi seorang Leader yang hebat pasti melakukan segala sesuatu dengan extra. Begitu pun seharusnya dengan Anda, karena melakukan hal extra adalah ciri khas seorang pemenang.
4. Kepala Dingin
Jagalah kepala Anda untuk selalu dingin, hati boleh panas tetapi kepala tetap harus dingin. Leader yang berkualitas menjaga kepala terus-menerus untuk selalu dingin seperti salju. Kenapa? Karena begitu kepala panas logika Anda turun. Jika logika turun Anda akan mengambil keputusan yang salah, kemudian saat mengambil keputusan yang salah, tim Anda akan menilai bahwa “atasan saya kurang berkualitas.”
Jadi, tetaplah menjaga kepala untuk selalu dingin seperti es. Setiap tindakan, Anda harus lakukan dengan hati-hati. Sebagai seorang Leader, Anda memang dituntut untuk selalu cepat dan Anda bisa cepat apabila Anda punya alat yang benar, terlatih dan tim yang luar biasa hebat.
5. Menghormati Atribut Sukses
Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan. Perusahaan tersebut mempunyai aturan di mana karyawan tidak boleh memakai seragam saat naik angkutan kota. Jadi, atribut tersebut menjadi sangat sakral sehingga tidak boleh digunakan di tempat umum apalagi di tempat yang tidak terhormat.
Misal, saya adalah seorang manajer dan menggunakan seragam dengan tidak layak. Baju saya keluarkan, kemudian saya menggunakan sesuatu yang tidak elok, dan saya menyalahgunakan atribut perusahaan. Apa yang terjadi? Ya, nama perusahaan menjadi tercemar. Kalau sudah jelek, perusahaan akan susah mendapat kepercayaan.

Portrait of a multi ethnic business team.
Begitu juga dengan atribut sukses, dia harus dihormati. Leader yang berkualitas menghormati atribut atau simbol-simbol sukses. Jika atribut sukses Anda adalah maju, disiplin dan kesuksesan, apa sebetulnya yang ingin Anda capai? Hal inilah yang bisa Anda kejar.
Simbol sukses berarti harus memahami tanggung jawab dan jabatan yang Anda miliki. Kalau Anda jabatanya adalah seorang manajer, maka hormatilah jabatan Anda. Jangan lakukan hal-hal yang tidak terhormat. Misal, Anda adalah seorang pimpinan negara, daerah, atau masyarakat, pastikan Anda menghormati simbol sukses tersebut. Sangat disayangkan ketika Anda sudah mengejar kesuksesan tetapi Anda tidak mempunyai rasa hormat terhadap simbol sukses. TINDAKAN SATU BISA MERUSAK KARIR ANDA.
Ingat, untuk menjadi Leader yang berkualitas Anda harus bersih, fokus untuk mengejar yang sudah ditargetkan, going extra mile, melakukan aktifitas agar kepala tetap dingin, dan terakhir menghormati simbol sukses. Semoga 5 hal ini bisa membantu Anda, membuat Anda penuh keceriaan, kesuksesan dan lebih sejahtera.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

LOYAL ATAU PUAS, APA YANG SEDANG ANDA LAKUKAN?

sacsacscsa

Loyal atau Puas
Tidak sedikit Business Owner di luar sana berharap memiliki customer yang Loyal atau Puas tetapi kenyataannya membuat Customer Loyal itu tidak semudah apa yang kita inginkan. Jika seorang pelaku bisnis tidak memiliki langkah-langkah secara detail dan benar maka dipastikan customer tidak akan pernah Loyal atau Puas kepada Anda. Sebuah penelitian dari Forest Research pernah mengungkapkan bahwa,
“…Dibutuhkan usaha lima kali lebih besar agar Business Owner bisa mempertahankan pelanggan yang sudah ada dibandingkan dengan mencari pelanggan baru.”
Nah, ini artinya loyalitas customer merupakan aset penting bagi sebuah bisnis. Karena itu kita akan belajar 4 langkah besar dan langkah-langkah ini sangat penting bagi kesuksesan bisnis Anda. Sekarang pertanyaannya adalah mengapa Anda harus membuat Customer Loyal?
Setidaknya ada ada dua hal yang mendasari mengapa Anda harus berusaha membuat Customer Loyal, yakni:
• Hal pertama yang harus Anda ingat adalah biaya untuk mendatangkan customer-customer baru, ongkosnya itu jauh lebih mahal daripada kalau Anda harus mempertahankan customer lama.

• Kedua adalah akan jauh lebih berharga mempunyai customer yang loyal daripada customer yang puas. Mengapa demikian?

Customer yang puas, belum tentu dia akan belanja lagi ke toko Anda. Bisa jadi dia puas tetapi mencari kepuasan di tempat lain. Bahkan kemudian dia bisa mencari yang lebih memuaskan lagi. Sehingga tidak ada istilah loyalitas.
Berbeda sekali kalau Anda memiliki customer yang loyal. Puas atau tidak puas mereka akan memberikan feedback kepada Anda. Jika puas, mereka akan memberi tahu kepada Anda, “Hari ini saya puas banget, makanannya enak, pelayanannya nyaman, dan tempatnya bersih sekali.”
Nah, begitu pun juga ketika dia tidak puas mereka akan bilang, “Mas, makanannya kok asin banget. Mas, baju yang saya pakai kesempitan. Mas, tolong dong lain kali parkirnya diatur.” Mereka semua adalah tipe-tipe customer yang loyal. Berikanlah apresiasi bagi mereka agar Anda bisa terus melakukan perbaikan dalam bisnis.
4 Langkah Membuat Customer Loyal

Woman wearing headset --- Image by © Jamie Grill/Tetra Images/Corbis
Nah, ada empat langkah yang harus Anda pikirkan dan harus Anda lakukan untuk membuat customer Anda loyal. Yakni:
1. Menciptakan Apa yang Anda Inginkan

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menciptakan dunia yang ideal di dalam mental Anda. Seorang pemimpin harus bisa menciptakan apa yang diinginkannya dalam bisnis, ketika customer datang pengalamannya maunya itu bagaimana?

Ambil satu contoh, pada saat saya masih bekerja di Biro Perjalanan. Ketika customer datang saya mau customer merasa disambut. Sehingga saya harus melatih kepekaan saya untuk bisa senyum saat membuka pintu, kemudian bisa mengakrabkan diri dengan pelanggan. Jadi, saya mau customer merasa diistimewakan.

Pada saat customer masuk ke dalam toko, tim Counter langsung menyambut dengan hangat, bahkan kalau perlu langsung bangun dan bilang, “Selamat pagi ibu!” Kemudian customer langsung dipersilahkan untuk duduk. Tim harus bisa menjelaskan produk dengan lues dan nyaman kepada customer.

Nah, pada saat customer pergi ke kasir untuk membayar invoice, saya mau selalu ada surprise untuk mereka, apakah ada bonus permen, bingkisan kecil atau segala sesuatu yang nantinya akan membuat customer merasa bahwa service yang kita berikan ada benefitnya atau nilai tambahnya.

Ini semua adalah hal yang saya gambarkan di dalam pikiran saya. Setelah saya gambarkan, saya melatih karyawan-karyawan saya untuk melakukan sesuatu yang saya inginkan. Jadi, step pertama adalah pikirkan apa yang benar-benar Anda inginkan.

2. Mengerti Apa yang Customer Mau

Nah, biasanya proses pertama tadi saya gunakan untuk membuat customer merasa nyaman. Tetapi langkah setelah itu adalah saya akan melakukan survey dan kemudian saya akan bertanya kepada beberapa customer, “Pak, apa kira-kira satu hal atau satu alasan yang bisa membuat bapak loyal dengan kita?” Dia menjawab, pelayanannya. Lalu saya tanya lagi, “Spesifiknya seperti apa dan bagaimana pak?”

Ternyata ada banyak customer-customer yang mempunyai berbagai macam variasi keinginan, yakni
• Pertama, ada customer yang kalau dilayani mereka mintanya harus dilayani dengan orang yang sama. “Saya bisa loyal, kalau yang ngelayani saya tidak bolak balik.” Itu keinginan customer yang pertama.

• Keinginan customer yang kedua, “Kalau saya telepon, jangan dilempar-dilempar.”

• Keinginan customer yang ketiga, “Kalau ditanya, saya ingin jawabannya lebih cepat dan jelas.”

• Keinginan customer yang keempat adalah, “Tolong donk! Buat sistem pelayanan antar jemput.”

Jadi, empat hal ini bisa membuat saya mengerti bahwa hal tersebut yang mereka mau. Kalau saya penuhi, mereka akan loyal dan menariknya adalah ternyata ketika saya melakukan hal tersebut, itu benar bahwa customer bisa Loyal atau Puas.
3. Mendesign Bisnis Sebaik Mungkin

Dalam menjalankan bisnis, Anda setiap hari harus bisa membuat bisnis seperti bermain Orchestra. Bagaiamana caranya? Apabila Anda lihat bahwa Orchestra itu pasti ada dirigennya, semua memiliki format untuk bermain, ada tangga nadanya, lalu kemudian merekan samakan kunci permainannya dan seteleh itu barulah Orchestra akan terdengar sangat indah.


Loyal atau Puas3
Jadi, pada saat menjalankan bisnis, anggap Anda ini sedang bermain Orchestra. Mulai dari customer order sampai customer menerima barang, itu harus didesign sebaik mungkin supaya customer bisa merasa sangat nyaman dan tentu setelah itu mereka akan Loyal atau Puas.
4. Fokus Tim Membuat Customer Loyal atau Puas

Sedangkan yang terakhir adalah karyawan harus dilatih sedemikian rupa untuk membuat fokus mereka adalah loyalitas customer, membuat customer loyal bukan saja membuat customer merasa puas. Ingat, bahwa membuat customer loyal itu lebih berharga daripada puas-puasan saja.

So, inilah tips simpel kita kali ini. Semoga memberikan manfaat dan saya berharap Anda bisa mempraktikkan hal tersebut supaya pelayanan yang Anda berikan bisa lebih memuaskan, service lebih maksimal, loyalitas pelanggan lebih dahsyat dan tentu yang lebih penting adalah omzet Anda yang lebih besar.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI PENENTU KESUKSESAN BISNIS ANDA

sacsacscsa

Kepuasan Pelanggan1
Kalau saya bertanya seperti ini, apa sih yang diinginkan pelanggan ketika membeli produk Anda? Kemungkinannya mereka akan membeli atau tidak produk tersebut ketika mereka merasa bahwa produk Anda layak untuk dibeli.
Seorang pelanggan tidak mempedulikan seberapa bagus perusahaan Anda atau seberapa mahal produk Anda. Yang mereka tahu apakah mereka layak untuk membeli barang atau jasa yang Anda berikan. Sebagai contoh seorang pelanggan tidak memilih untuk membeli baju dengan merk X karena perusahaannya besar dan ternama.
Pelanggan hanya menilai dari apa yang pernah mereka rasakan atau orang lain rasakan (pengalaman), branding dan harga. Intinya adalah mereka tidak menghubungkan perusahaan besar atau kecil, murah atau mahal. Yang terpenting adalah kepuasan yang mereka dapatkan.
Faktor Penentu Pelanggan Puas
Sebelumnya, Business Owner harus benar-benar paham bahwa Kepuasan Pelanggan merupakan indikator utama dari berhasil atau tidaknya perusahaan. Sehingga benar apabila dikatakan bahwa pelanggan adalah aset yang berharga. Kenapa? Karena dengan adanya pelanggan, perusahaan memperoleh pasar dan profit yang besar.
Penentu dari Kepuasan Pelanggan sendiri bisa diukur dari value yang mereka dapat. Maksudnya adalah ada keuntungan yang bersifat timbal balik yang diberikan kepada penjual dan pembeli. Nah, value bisa didapatkan ketika perusahaan bisa memberikan sesuatu yang lebih bagi customer.
Contoh saja, apa sih yang Anda inginkan ketika membeli gado-gado atau nasi pecel dengan harga Rp. 7000? Bagaimana kalau dibandingkan dengan harga yang Rp. 30.000? Tentu dari hal ini Anda berharap bahwa nasi pecel yang harganya Rp. 30.000 itu bisa memberikan kepuasan kepada Anda setelah makan nasi pecel tersebut.
Mungkin Anda berharap bahwa porsinya harus lebih banyak, rasanya lebih enak, pelayanannya lebih baik. Namun, jika ternyata nasi pecel yang harganya Rp. 30.000 itu tidak memenuhi harapan Anda dan lebih enak serta bagus pelayanannya dengan nasi pecel yang harga Rp. 7.000, maka Anda akan merasa kecewa. Betul?
5 Faktor Pelanggan Puas
Dari hal di atas Anda pasti tahu bahwa Kepuasan Pelanggan memberikan pengaruh pada omzet dan penjualan yang Anda lakukan. Nah, sekarang kira-kira bagaimana caranya agar pelanggan Anda bisa puas? saya akan memberikan 5 tips yang bisa Anda gunakan agar pelanggan Anda bisa merasa puas dan Anda bisa mendatangkan customer lebih banyak lagi.

Couple Paying for Merchandise
1. Kualitas Produk

Percaya tidak, kalau pelanggan Anda tidak mempedulikan berapa banyak uang yang mereka keluarkan? Ya, mereka akan rela membeli produk yang Anda tawarkan walaupun membuat dompet mereka menipis.

Nah, hal ini bisa Anda peroleh jika produk Anda dinilai layak untuk dibeli oleh customer. Ingat bahwa uang bukanlah hal yang memuaskan bagi Anda tetapi apakah produk yang Anda berikan cukup membuat pelanggan Anda puas atau tidak? Inilah seharusnya yang Anda tanyakan.
Disisi lain, pelanggan Anda adalah orang yang memiliki sumber daya yang yang terbatas tetapi permintaannya tak terbatas. Karena itu, kualitas produk Anda harus konsisten. Jika kualitas produk atau jasa Anda bagus terus-menerus, maka pelanggan Anda akan terus mendambakan produk tersebut bahkan mereka akan sering menabung demi mendapatkan barang atau jasa yang mereka inginkan.
2. Kualitas Pelayanan

Pada intinya, melayani pelanggan merupakan hal yang mudah dilakukan. Namun, terkadang kita lupa untuk memperhatikan prinsip pelayanan tersebut. Entah itu sekedar untuk melakukan suatu hal yang paling simple, yakni tersenyum, menyapa, bersikap ramah kepada pelanggan dan seterusnya.

Namun, pada kenyataannya ketika suasana hati seorang sales atau mungkin Anda lagi kurang baik, mereka jadi lupa bahkan segan untuk melakukan hal tersebut. Akhirnya saat berjualan wajah jadi murung, cemberut bahkan customer baru mau menawar produk, langsung dimarah-marahin.
Hal ini tentu bisa membuat pelanggan Anda kesal bahkan bisa jadi tidak akan pernah lagi datang ke toko atau perusahaan Anda. Ya, kalau hanya pelanggan itu saja, tetapi jika ternyata pelanggan tersebut membuat isu tak sedap kepada teman-temannya atau orang lain dan kemudian menyebar di media sosial, apa yang terjadi?
Seorang pakar marketing, Philip Kotler pernah mengatakan begini,

“…Pelaku bisnis harus memastikan kualitas produk dan jasanya agar bisa memenuhi harapan bagi konsumen. Pemenuhan harapan tersebut akan menciptakan kepuasan bagi konsumen. Konsumen yang terpuaskan akan menjadi pelanggan setia.”

3. Terbuka terhadap Keluhan Pelanggan

Emosi sangat mempengaruhi kepuasan di mata pelanggan. Kira-kira, apa yang akan Anda lakukan ketika ternyata ada customer yang komplain kepada Anda? Apakah Anda akan terima atau jangan-jangan Anda akan marah.

“Ah… mana mungkin rusak. Mbak,,,nggak bener pakainya mungkin. Saya tidak mau ganti!
Jika kasar seperti ini kira-kira pelanggan akan lebih emosi tidak? Teman-teman, saat orang lain menyampaikan keluhan atau saran mungkin terlihat sangat tidak nyaman bagi Anda. Namun, memberikan respon positif terhadap keluhan atau saran yang mereka berikan akan membuat pelanggan merasa dihargai pendapatnya. Kita pun bisa sekaligus mengetahui apa kekurangan dari produk yang kita pasarkan dan bisa memperbaikinya.
4. Jujur Jika Tidak Mampu

Sebelumnya saya ingin bertanya pada Anda, pada saat ada pelanggan meminta Anda untuk menyediakan produk tertentu dalam toko Anda yang mungkin tidak sanggup Anda berikan, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan berjanji meskipun sebenarnya tidak akan Anda tepati atau Anda akan berkata jujur bahwa Anda tidak bisa menyediakan produk tersebut.


Kepuasan Pelanggan4
Ingat, bisnis merupakan investasi yang berharga bagi Anda. Jujurlah jika tidak mampu dan sampaikan dengan baik kalau Anda tidak bisa memenuhi permintaan mereka. Kejujuran tersebut justru akan memberikan kesan bahwa Anda adalah pengusaha yang jujur di mata pelanggan.
5. Pelayanan Ekstra

Memberikan pelayanan ekstra adalah hal mutlak untuk membuat customer Anda puas. Hal ini mungkin bisa Anda lakukan dengan memberikan diskon khusus atau promosi bagi pelanggan. Bisa juga Anda memberikan jaminan keamanan dari produk maupun pelayanan yang Anda berikan, sehingga pelanggan merasa nyaman dan percaya dengan produk yang disediakan.

Nah, setelah pelayanan ekstra ini diberikan tentu akan sangat berdampak pada keuntungan bagi Pelanggan dan Business Owner, bahkan bisa meningkatkan Kepuasan Pelanggan Anda secara efektif.
Ingat, bahwa Kepuasan Pelanggan adalah hal yang sangat vital dalam bisnis Anda. Apabila bisnis yang Anda bangun banyak mengecewakan orang maka untuk menjadikan bisnis maju akan sangat susah dan mustahil. Semoga 5 tips ini bermanfaat dan memberikan Anda pencerahan untuk membangun bisnis Anda lebih dahsyat lagi.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia