BISNIS JANGAN MENUNGGU PRODUK SEMPURNA

sacsacscsa

Produk Sempurna
Siapa sih yang tidak ingin mempunyai Produk Sempurna? Dengan produk yang sempurna bisa membuat produk laris di pasaran, bisnis sukses dan punya cabang dimana-mana. Namun, kenyataannya tidak sedikit Business Owner di luar sana yang berpikir demikian tetapi justru membuat mereka terjebak dengan yang namanya penundaan. Sebelumnya, perlu disadari bahwa bisnis itu tidak akan bisa dimulai jika segala sesuatunya menunggu sempurna.
Mengapa Anda tidak perlu menunggu Produk Sempurna baru memulai bisnis?
Mari kita lihat, apa yang terjadi ketika Business Owner menunggu Produk Sempurna dulu baru dipasarkan? Yang terjadi adalah bisnis tidak akan jalan dan pada akhirnya bisnis akan ditinggalkan. Waktu pertama kali berbisnis, saya menunda berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun. Pada saat saya umur 30 tahun saya bilang pada diri sendiri, “saya harus berbisnis, saya harus berbisnis.” Ternyata saya baru berbisnis umur 34 tahun.
Ketika Business Owner menunggu produk yang sempurna, menunggu orang mengatakan suka sekali dengan produknya atau ketika Anda merasa bahwa “produk saya masih belum sempurna nih,” tentu Anda akan menunda terus menerus dan pada akhirnya membuat Anda merasa tidak layak untuk berbisnis.
So, pertanyaan saya sekarang adalah apakah Anda masih menunggu atau tetap menjalankan bisnis Anda walaupun produk tersebut belum sempurna tetapi kemudian ada perbaikan?
Memang banyak perusahaan ingin memiliki produk yang sempurna atau membuat produk yang scalable. Maksudnya adalah bisa dijadikan produk andalan dan bisa dijadikan produk yang disebar ke seluruh dunia. Tetapi yang menjadi masalah adalah produk apapun, baik itu Apple, Google, Samsung, Microsoft, apapun produk yang Anda anggap perfect saat ini, awalnya adalah produk yang tidak sempurna bahkan terkadang tidak diterima.
Pernahkah Anda perhatikan bahwa Software Windows dari Microsoft muncul dalam versi 2.0 atau windows 3.0? Windows tersebut hadir dengan features dan tampilannya yang sangat pas-pasan. Berbeda sekali apabila Anda melihat seri windows terkini semisalnya Windows 7 dan Windows XP.
Kemudian pertama kali Apple menawakan Mac, itu dari mesin ketik lalu diberi monitor. Anda pun bisa melihat Honda 70 yang mungkin sangat terkenal dengan julukan “si pitung” beredar di pasaran. Padahal waktu itu, motor tersebut paling rewel dengan platinanya. Dari hal ini, Anda bisa mengambil pelajaran bahwa mereka tidak pernah menunggu produknya sempurna.
Jadi, belum tentu untuk membuat bisnis Anda sukses harus menunggu produk Anda sempurna terlebih dahulu. Tetapi jika Anda ingin membuat produk yang sempurna, ada 2 syarat yang harus Anda lakukan, tentu hal ini bisa berhasil jika Anda mau menyempurnakan produk Anda.

Calon Pelanggan
1. Produk Tidak Sempurna
Ingat, untuk membuat produk yang sempurna maka Anda perlu membuat produk yang tidak sempurna terlebih dahulu.
2. Feedback Produk dari Customer
Anda bisa tes dari Produk yang belum sempurna tersebut kemudian produk dicoba oleh customer. Ketika customer menikmati dan menggunakan produk Anda, mereka akan memberikan feedback.
Jadi, ada produk kemudian pengalaman dan setelah itu feedback. Dari semua hal itulah, maka Anda bisa memperbaiki produk menjadi lebih sempurna.
5 Alasan Produk Tidak akan Sempurna
Nah, saya akan memberikan 5 alasan kenapa produk Anda tidak akan bisa sempurna, walaupun produk yang Anda punya sudah bisa dikatakan baik.
1. Customer Selalu Menemukan Kesalahan

Apapun produk yang Anda buat, customer pasti akan menemukan kesalahan di dalam produk tersebut. Kenapa? Karena customer itu seperti memiliki radar untuk merasakan satu kesalahan dalam sebuah produk yang Anda berikan. Selain customer yang menggunakan produk, ia juga pengkoreksi yang baik untuk kemajuan bisnis Anda.

Misalnya, ada hotel yang mewah kemudian customer masuk ke dalam hotel, mungkin awalnya dia sangat menikmati melihat suasana hotel yang luar biasa dan perfect tetapi ketika customer ke toilet ada kecoa atau bisa jadi ada tikus. Nah, apapun produk Anda, bisa saja dianggap tidak sempurna karena customer bisa menemukan kesalahan produk tersebut secara langsung.


Produk Sempurna2
2. Customer Tidak Butuh Produk

Produk yang telah Anda buat belum tentu dibutuhkan oleh customer. Anda mungkin membuat sebuah produk komputer, lalu produk tersebut pertamanya untuk mempermudah orang membuat ketikan, mengganti mesin tik, Excel Spreadsheet atau tabel-tabel. Tetapi ternyata customer lucu, dia tidak membuat itu sebagai alat untuk menggantikan mesin ketik tetapi untuk main game.

Ternyata ketika Anda berpikir, “saya membuat komputer tujuan awalnya untuk menggantikan mesin ketik.” Nyatanya customer bisa menemukan fungsi lain dari komputer itu. Bisa jadi ketika Anda membuat cafe, tujuannya adalah untuk orang minum kopi. Ternyata, customer menemukan ide baru yaitu apa? Membuat cafe Anda menjadi tempat nongkrong, diskusi, meeting dsb.

3. Bisnis Butuh Partnership

Pada saat Anda membuat sebuah produk, produk itu selalu membutuhkan partnership dengan yang lain. Misal contohnya adalah waktu pertama kali Apple membuat Apps yang tidak bisa kompatibel dengan Windows, apa yang terjadi? Windows semakin lama semakin menang dan Apple bertahan dengan pasar yang sangat-sangat kecil.

Sampai kemudian pada satu titik mereka mengatakan, kita harus berubah dan melakukan transformasi. Transformasinya apa? Dia bisa membuat Apple berintegrasi dengan pihak-pihak ketiga.

4. Membutuhkan Research Produk

Kita harus tahu bahwa research produk tidak bisa dilakukan di dalam kelas. Research produk sebaiknya dilakukan di luar kantor dan kalau bisa Anda melihat cara customer menggunakan produk Anda. Jangan-jangan Anda membuat produk yang salah kaprah dan tidak bisa diterima oleh customer.

Nah, research produk ini merupakan bukti bahwa produk sebagus apapun, pasti membutuhkan perbaikan dari luar yang berguna untuk sebuah produk. Research produk ini digunakan untuk mengembangkan strategi yang efektif, menimbang keputusan pro dan kontra, menentukan tujuan bisnis untuk masa depan dan masih banyak lagi.

5. Pelanggan sebagai Research Team

Seorang Business Owner harus mengajak pelanggannya sebagai bagian dari research team. Jadi, Anda harus mengajak customer untuk mengobrol dan mendukung produk Anda lalu mengajak mereka memberikan masukan-masukan yang bermanfaat agar target-target Anda untuk melayani customer tercapai.

So, strategi ini akan menjadi sangat bermanfaat kalau Anda terus-menerus menjalankan 3 hal ini. Yakni: Produk, Pengalaman dan Masukan Customer. Ketiga hal ini akan membantu Anda untuk membuat sebuah produk yang sempurna.
Jadi, sekarang Anda sudah menemukan jawaban bahwa lebih baik bertindak dengan risiko tapi mempunyai kemungkinan membuat bisnis suskes atau tidak melakukan tindakan apapun dan hal tersebut tentu tidak memberikan perubahan apa-apa pada bisnis atau perusahaan Anda. Selamat bekerja, selamat beraktifitas dan sukses untuk bisnis Anda.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

MENJADI PEMENANG SAAT MEMBUKA BISNIS MUSIMAN

sacsacscsa

Bisnis Musiman
Rasa-rasanya melihat peluang usaha yang bisa memberikan penghasilan bagi masyarakat di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Tentu jika kita mampu melihat berbagai macam peluang yang ada untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin, dalam hal ini adalah peluang Bisnis Musiman.
Anda bisa melihat salah satu peluang Bisnis Musiman yang sangat menggiurkan, yakni Ramadan. Bagi beberapa pelaku bisnis, bulan Ramadan merupakan acara musiman terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Mengapa? Anda bisa bayangkan dari sisi pergerakan ekonomi yang berputar pada bulan tersebut selalu menunjukkan peningkatan yang tajam dan itu terjadi hampir di berbagai wilayah. Pelaku bisnis tentu tidak ingin menyia-nyiakan hal ini, mereka bahkan sudah jauh-jauh hari menyiapkan strategi pemasaran guna menyambut musim tersebut.
Inilah yang biasa disebut sebagai Bisnis Musiman, bisa saat musim akhir tahun, musim Lebaran, Natal atau Ramadan dsb. Sebagaimana disebut Bisnis Musiman maka bisnis ini bukanlah bisnis yang bisa dipertahankan dalam jangka waktu yang panjang serta omzet yang didapatkan pun tidak bisa berkelanjutan. Intinya, bisnis akan berjalan normal kembali saat musim sudah berakhir.
So, sebagai pelaku bisnis, Anda harus mempunyai strategi jitu untuk mengambil peluang Bisnis Musiman tersebut. Biasanya para pelaku bisnis akan memaksimalkan pemasaran yang ada, yakni dengan memasang iklan secara masif baik melalui online atau media konvensional, tujuannya agar bisa menarik pasar.
Pertanyaannya sekarang adalah apa yang telah Anda lakukan? Strategi apa yang telah Anda persiapkan untuk menghadapi Bisnis Musiman?
1. Melakukan Promosi Produk
Seperti yang telah saya sebutkan di awal bahwa Bisnis Musiman harus didukung dengan promosi musiman. Maksudnya adalah apabila Anda menjalankan bisnis pada musim penghujan, maka Anda tidak bisa berharap mendapatkan hasil yang signifikan di musim panas, pun sebaliknya. Sehingga dalam hal ini seorang pengusaha harus melakukan langkah-langkah promosi kepada calon konsumen, melalui iklan atau brosur supaya bisa menarik para pelanggannya.
Hal ini bisa Anda lakukan dengan memberikan diskon kepada para pelanggan, khusus di awal bulan puasa. Strategi ini akan bisa mendorong produk yang Anda pasarkan.
2. Memaksimalkan Pemasaran Konten

Bisnis Musiman1
Pemasaran konten atau biasa disebut dengan content marketing menjadi andalan bagi para pelaku bisnis saat ini. Seorang pengusaha harus mengetahui bahwa strategi pemasaran konten sudah sangat bermanfaat dan efektif. Mengapa? Masyarakat di era digital telah menghabiskan waktu mereka untuk melakukan online, browsing dan membaca melalui postingan blog atau media sosial. Nah, jika Anda tidak memanfaatkan hal ini maka bisnis Anda tidak akan mendapatkan untung yang signifikan.
Apa manfaatnya bagi Bisnis Musiman? Tentu hal ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi bisnis Anda. Memang, strategi ini tidak memberikan dampak secara langsung tetapi ia akan membangun kepercayaan dan loyalitas pada produk Anda dari pada pelanggan yang tertarik pada nilai tambah yang Anda berikan. Sehingga dalam hal ini Anda perlu melakukan pemasaran jauh-jauh hari.
3. Mempunyai Stok Produk
Seorang klien pernah bertanya kepada saya seperti ini, “Apakah saya harus memiliki stok produk musiman untuk bisa menjualnya?”
Pemilik Bisnis Musiman perlu memiliki stok, karena akan tidak efektif bila produk yang Anda jual ternyata tidak sesuai dengan musim tersebut atau kebutuhan pasar. Apabila Anda tidak mempunyai stok produk yang tepat akan berpengaruh terhadap penjualan. Jadi, pastikan Anda sudah menyiapkan stok produk guna memenangkan pasar di Bisnis Musiman ini.
4. Strategi Saat Musim Penjualan Berakhir
Seperti halnya sebuah musim, maka bisnis akan beralih pada kondisi semula. Sehingga Business Owner harus mengerti pola penjualan yang dilakukan. Misal, pada saat penjualan menurun, maka tim harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan profit yang signifikan.
Nah, itulah Strategi Bisnis Musiman yang akan sangat berguna bagi Anda jika Anda mampu memanfaatkannya secara baik. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan Anda ide untuk membuat bisnis Anda untung yang berlipat-lipat.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

UANG BUKAN MODAL UTAMA MEMBANGUN BISNIS

sacsacscsa

Modal Bisnis
Permasalahan mendasar bagi seseorang yang ingin memulai sebuah usaha atau bisnis adalah uang atau dalam hal ini Modal. Apakah teman-teman sependapat dengan pernyataan tersebut?
Tidak bisa dielak kalau Modal memang menjadi kebutuhan utama dalam bisnis dan harus dipenuhi pada saat seseorang ingin memulai usaha baru. Begitu pun halnya dengan usaha yang sudah berjalan, Modal juga tetap menjadi kendala berikutnya bagi perusahaan yang ingin berkembang.
Walhasil, biasanya Business Owner yang masih terjebak dengan uang, mereka akan buntu dalam Ide, Kreatifitas dan Usaha yang mereka jalankan mungkin begitu-begitu saja, alias stagnan. Tentu ini bukanlah sebuah pilihan yang Anda inginkan, bukan?
Berpikir bahwa uang sebagai langkah satu-satunya untuk membuat bisnis sukses tentu bukanlah hal yang benar. Kenyataannya, modal memulai usaha tidak hanya uang semata, ada hal lain yang tidak kalah penting daripada sekedar uang, seperti Ide, Networking, Keahlian berkomunikasi, Marketing atau Niat, semangat serta hal-hal lain yang tidak membutuhkan uang. Beberapa hal ini mungkin banyak yang sudah tahu tetapi jarang dimanfaatkan secara baik dan benar.
Bisnis dengan Modal Minimalis
Seorang klien pernah bercerita kepada saya bahwa sebelum mempunyai toko butik sendiri, ia tidak mempunyai pandangan untuk membuka toko, karena ia sadar bahwa modal untuk membuka toko tidak sedikit dan ia tidak mampu. Awalnya, dia hanya pergi ke beberapa penjual pakaian dan ia bekerjasama dengan beberapa toko untuk menjualkan baju-baju mereka.
Sebelumnya banyak pedagang yang tidak mau menerima tawarannya. Namun, setelah keliling kesana-kemari, akhirnya ada beberapa pedagang yang mengizinkan ia menjualkan pakaiannya. Ia meminta foto-foto baju yang akan dijual. Kemudian dengan uang pinjaman sekitar Rp 500.000, ia mencoba menawarkan pakaian tersebut di beberapa situs internet. Oh iya, klien saya ini tinggalnya di Jakarta.
Melalui Modal uang yang terbilang minimalis, ternyata banyak orang yang berminat untuk membeli pakaian yang dipasarkan bahkan banyak orang ingin menjadi agen dari produk baju tersebut. Seleranya terhadap style baju bisa dibilang cukup bagus dan ia bisa mendesign beberapa model pakaian kekinian. Dari keahlian tersebut ia mencoba untuk memutar otak, akhirnya ia menemukan ide untuk membuat penawaran ke beberapa klien, agar bisa menjadi seorang agen maka pesanan minimal harus sekian juta.

Modal Bisnis1
Singkat cerita, dari ide kreatif yang ia berikan ternyata mampu membawanya menuju tangga karir sebagai seorang pengusaha sukses. Pertanyaan terbesarnya adalah, apakah klien saya ini mempunyai masalah dengan uang? Apakah klien saya ini berhenti begitu saja setelah tidak punya uang?
Hal tersebut justru tidak dilakukannya. Dia mencoba untuk menjualkan baju yang diambil dari beberapa pedagang melalui beberapa situs internet dan kemudian mengumpulkan beberapa agen untuk memesan dalam jumlah yang banyak. Nah, setelah itu barulah dia membeli dan mengirimkan pesanan tersebut ke alamat pembeli melalui jasa pengiriman barang.
Itulah sepenggal cerita dari klien saya saat 5 tahun yang lalu. Dari cerita yang saya sampaikan di atas, kesuksesan seseorang bukan berawal dari uang. Semua diawali dari niat dan kemauan yang keras dan setelah itu langsung ditindaklanjuti dan ditambahkan resep penjualannya.
3 Modal Bisnis Selain Uang
Nah, sekarang apa Modal Utama selain uang untuk membangun sebuah Bisnis?
1. Networking
Mempunyai networking atau relasi yang baik dengan orang lain tentu merupakan sebuah aset berharga dalam bisnis. Kenapa saya katakan networking sebagai aset? Sudahkah Anda sadar bahwa prinsip dalam networking adalah “apa yang bisa saya bantu?” Tentu melalui prinsip ini, networking akan menjadikan bisnis Anda terbantu.

Exchanging business cards at conference
Mungkin beberapa orang di luar sana masih menyepelekan hal ini. Namun pada kenyataannya bahwa networking lebih penting daripada sekedar uang. Dalam hal ini adalah networking yang baik dengan orang-orang yang sudah kita kenal, baik itu rekan bisnis, distributor atau bisa jadi customer sendiri.
Selain hal itu, melakukan networking harus bisa membangun kepercayaan kepada orang lain, karena ingat tanpa ada kepercayaan tidak ada deal dalam bisnis. Kata kunci membangun kepercayaan adalah reputasi. Sejauh mana kita mempunyai reputasi yang baik dengan orang lain, sejauh itulah kepercayaan dapat dibangun.
2. Marketing
Marketing menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam membangun sebuah bisnis. Marketing merupakan sesuatu yang harus ada dan ia juga sebagai teknik atau cara untuk menghasilkan uang. Bayangkan, sebuah bisnis pasti bisa berkembang dengan cepat apabila pemasarannya bisa berjalan dengan baik dan benar.
Dengan marketing yang baik, Anda akan mampu menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain atau mendapatkan customer yang berlimpah.
3. Keahlian Mengambil Peluang
Keahlian dalam mengambil sebuah peluang juga merupakan modal penting dalam bisnis selain uang. Dengan keahlian membaca peluang maka hal tersebut akan bisa digunakan untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi, Anda pun dapat melakukan segmentasi pasar atau perluasan usaha Anda dengan tepat sasaran.
Oleh karena itu, penting sekali untuk bertanya kepada diri sendiri apakah kita memiliki minat, bakat dan keunggulan mengambil peluang yang menjadi dasar dari sebuah bisnis yang menguntungkan? Dan kemudian bertanya lagi pada diri sendiri, “Apa sih yang bisa saya lakukan, kemampuan apa yang saya punya dan pada saat saya melakukan hal tersebut apakah orang lain akan bersedia membayar produk atau jasa yang saya berikan?”
Ingat, uang memang bukanlah modal utama dalam membangun bisnis tetapi banyak hal selain hal tersebut. Sebagai seorang business owner, Anda harus mempunyai networking yang bagus, mempunyai marketing yang bisa diandalkan dan kemampuan membaca peluang secara cerdik. Yakinlah bahwa dengan hal itu semua akan menjadikan sebuah usaha atau bisnis Anda bisa berhasil dan sukses.
Ketiga hal ini memiliki hubungan satu sama lain. Sehingga apabila ketiga hal ini sudah Anda miliki, maka uang akan datang dengan sendirinya dan tentu bisnis atau usaha yang Anda bangun akan lebih cepat berkembang.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

JANGAN BIARKAN BISNIS TERKENA 3 PENYAKIT KRONIS

sacsacscsa

Bisnis-yang-Sehat
Pernahkah Anda mengalami demam? Setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami kondisi tersebut. Saat Anda mengalaminya, biasanya kondisi tubuh menjadi lesu, tidak nafsu makan dan tidak berdaya, walhasil tubuh tidak bisa melakukan aktifitas yang maksimal. Sedangkan pada kasus lain, demam ini bisa jadi adalah sebuah gejala penyakit yang berbahaya. Nah, masalahnya adalah kondisi demam ini tidak terjadi pada manusia saja tetapi pada bisnis Anda.
Apa ciri-ciri bisnis sedang mengalami demam?
Perlu kita ketahui bahwa BISNIS DEMAM karena disebabkan oleh tiga penyakit kronis. Penyakit kronis yang pertama adalah kehabisan uang, kemudian karyawannya bermasalah dan penyakit kronis yang ketiga adalah Business Owner sudah bekerja keras tetapi tidak ada hasil.
Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara membuat bisnis Anda lebih sehat, lebih segar dan tentu lebih menghasilkan. Pada saat Anda menjalankan bisnis, biasanya Business Owner selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan masalah ini harus dihadapi dengan tepat.
Masalah ini mungkin bisa ditandai dengan bisnis yang sering kali membutuhkan kucuran dana atau suntikan-suntikan, baik dari kantong sendiri maupun dari investor. Tetapi suntikan dana dari investor atau bank tidak bisa membantu bisnis Anda untuk bisa mendatangkan uang atau mendapatkan pinjaman suntikan modal.
Bagaimana mengatasi bisnis yang sedang demam?
Melalui kasus bisnis yang sedang sakit tersebut maka Anda mau tidak mau harus mempunyai strategi agar bisnis Anda bisa RECOVER, dalam artinya bisa sehat. Ingat, bisnis yang sehat akan membuat profit Anda sehat juga. Nah, dalam hal ini ada beberapa poin penting yang bisa kita bahas dan cukup menarik karena bisa langsung dipraktikkan segera mungkin oleh Business Owner. Mari kita mulai dengan tips yang pertama, yakni:
Dalam artikel ini, saya akan memberikan tips tentang bagaimana cara membuat bisnis Anda lebih sehat, lebih segar dan tentu lebih menghasilkan. Pada saat Anda menjalankan bisnis, biasanya Business Owner selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan masalah ini harus dihadapi dengan tepat.
1. Memperhatikan Kesehatan Uang
Setiap kali kesehatan bisnis terganggu, biasanya yang terkena dampak terlebih dahulu adalah uang Anda. Kenapa uang? Karena pada saat marketing Anda tidak efektif, karyawan bermasalah dan cara kerja tidak maksimal. Akhirnya problem tersebut memberikan dampak pada customer, apabila customer sudah terkena dampak dari problem maka customer tidak akan mau lagi kembali kepada Anda.
Mungkin mereka merasa, “ah saya tidak mau lagi melakukan transaksi.” Atau bahkan pada saat customer sudah membeli dan transaksi tetapi dia tidak mau melakukan pembayaran. Apa yang terjadi? Uang Anda akan terkena dampaknya. Jadi, solusinya adalah jika Anda ingin bisnis sehat maka Anda harus menciptakan yang namanya anggaran.
Apa itu anggaran? Ia merupakan sebuah perencanaan sederhana yang Anda buat. Tidak perlu sesuatu yang sifatnya rumit dan cukup sederhana saja. Nah, anggaran ini sifatnya adalah untuk mendisiplinkan diri dalam alokasi penggunaan uang. Misal, alokasi dalam hal pengeluaran biaya marketing, operasional atau biaya-biaya lain yang berkaitan dengan insidental, sesuatu yang sifatnya tertentu saja, baik renovasi atau mungkin Anda ingin membuat beberapa hadiah untuk customer, itu semua sifatnya insidental.

Bisnis-Anggaran
Tetapi ada faktor-faktor lain yang bisa membuat Anda harus mengeluarkan uang. Misal contohnya adalah melakukan marketing dan promosi. Namun, masalahnya adalah ketika Anda tidak menganggarkan hal tersebut maka Anda tidak akan pernah tahu berapa yang boleh dan tidak boleh Anda keluarkan.
Jadi, langkah pertama adalah membuat anggaran. Buatlah anggaran yang sederhana-sederhana saja. Misal, marketing saya boleh keluar uang berapa? Promosi saya boleh keluar uang berapa? Hadiah untuk customer saya boleh keluar uang berapa? Biaya operasional saya boleh keluar berapa? Dari hal tersebut Anda bisa mengalokasikan biaya minimum untuk menjalankan bisnis Anda.
2. Menemukan Pasar 80:20
Tips yang ini sangat penting, Anda harus bisa menemukan pasar 80:20. Apa itu pasar 80:20? Setiap bisnis memiliki TOP 20% CUSTOMER yang bisa memberikan kontribusi 50-80% profit. Tentu ini adalah sangat penting, karena 50-80% profit atau omzet datang dari hanya 20% customer. Nah, temukan siapa mereka lalu Anda lipat gandakan jumlahnya.
Dengan demikian Anda bisa mengekspansi bisnis dan konsentrasi pada customer yang bagus.
3. Hindari Spekulasi
Ketika Anda demam, memang maunya cepet sembuh. Betul? Nah, fatalnya adalah ketika Anda ingin mengatasi demam kemudian Anda minum segala macam obat agar bisa sembuh. Apa yang terjadi? Anda akan mengalami komplikasi. Nah, dalam bisnis juga sama. Jangan mudah melakukan spekulasi-spekulasi bisnis, karena hal ini bisa mengakibatkan uang Anda berkurang dan bisnis yang Anda jalankan bisa tidak akan ada hasilnya karena bisnis sudah terkena demam. Jadi, apa kebalikan dari spekulasi?
Kebalikan dari spekulasi adalah meningkatkan efektifitas. Kalau Anda mempunyai tim penjualan, maka bagaimana tim Anda bisa meningkatkan efektifitas mereka dalam mendatangkan profit, customer dan closing. Jadi, daripada Anda melakukan spekulasi, tentu lebih baik Anda meningkatkan efektifitas dari apa yang sudah ada.
4. Banyak Melakukan Networking

Networking
Tips yang keempat adalah melakukan networking. Anda diwajibkan untuk melakukan banyak networking. Apa itu networking? Networking adalah bergaul dengan orang-orang baru tetapi yang level dan kelasnya lebih tinggi dari kita. Kenapa? Karena kita bisa belajar banyak dari mereka, mendapatkan customer dan sekaligus bisa mendapatkan referensi-referensi dari mereka.
Nah, rata-rata orang yang bergaul dengan orang yang lebih tinggi levelnya itu mampu membangun dan membangkitkan semangat mereka. Dan tentu hal ini bisa membantu Anda untuk membangun koneksi dan reputasi Anda sebagai orang yang menjalankan bisnis, lebih-lebih jika Anda mampu menampilkan keunggulan bisnis yang Anda jalankan maka hasilnya banyak keuntungan yang akan Anda raih, salah satunya adalah kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri atau kepercayaan customer kepada Anda.
5. Memastikan Tim Mendukung Anda
Tips yang paling terakhir adalah memastikan tim mendukung Anda. Ingat teman-teman bahwa dalam bisnis, support system sangat-sangat membantu dan juga dibutuhkan. Kita sebut tim ini bukan hanya karyawan saja tetapi tim ini terkait empat hal, yaitu: karyawan, customer, supplier dan shareholder.
Jadi, ibarat ketika Anda sakit maka Anda tentu akan membutuhkan sebuah support, betul? Baik support dari keluarga, kakak, adik, pacar atau teman-teman Anda sendiri. Nah, begitupun dengan bisnis, pada saat bisnis mengalami demam maka yang mendukung itu harus karyawan, customer, supplier dan shareholder.
Siapa itu shareholder? Mereka adalah pemegang saham. Anda harus benar-benar memastikan bahwa 4 tim ini bisa memberikan dukungan kepada bisnis Anda. Kenapa? Karena ketika Anda yang menjalankan bisnis dan mengoperasikan bisnis, kemudian banyak dukungan yang Anda dapatkan, otomatis bisnis akan jauh lebih sehat.
Terima kasih untuk teman-teman pengusaha di seluruh Indonesia sudah mengambil manfaat dari artikel singkat ini dan jika Anda menginginkan untuk mengikuti sebuah workshop BUSINESS RECOVERY, silahkan daftarkan diri Anda di http://demo.topcoachindonesia.com/business-recovery/. Workshop tersebut bertujuan untuk menyehatkan bisnis Anda yang sedang sakit, khususnya dalam hal Marketing, Finance dan Sumber Daya Manusia (SDM). Semoga bermanfaat dan selamat membuat bisnis Anda lebih dahsyat.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

MAAF, DALAM BERBISNIS, NIAT SAJA TIDAK CUKUP

sacsacscsa

Niat Bisnis
Setiap niat yang Anda miliki akan mendorong tindakan tertentu. Memiliki niat yang baik dalam bisnis juga akan membuat kesadaran dalam diri Anda untuk terus berusaha. Niat, memang memiliki peranan yang sangat penting dalam diri Anda untuk melakukan perubahan terhadap kehidupan Anda. Namun, kenyataannya niat saja tidak akan membawa Anda menjadi orang hebat. Perlu banyak tambahan keahlian untuk mewujudkan niat ini.
Ada beberapa pertanyaannya yang diajukan oleh beberapa klien kepada saya, “Coach Tom kalau berbisnis niatnya apa sih?”
Mungkin niat ini berbeda dengan orang lain, ada orang yang berbisnis karena ingin kaya, makmur, banyak kontribusi, mendapatkan extra income dsb. Nah, kalau ditanya niat saya dalam melakukan bisnis adalah ingin membantu sesama. Dalam artian, saya memiliki skill yang bisa dikatakan langka dan jarang dimiliki oleh banyak orang.
Apa skill itu? Skill saya adalah melihat peluang yang tidak bisa dilihat oleh banyak orang. Misal contohnya, kalau saya datang ke suatu perusahaan lalu perusahaan tersebut mengalami banyak masalah dan sulit menentukan prioritas atau hal-hal yang harus dilakukan terlebih dahulu. Maka ketika saya masuk, biasanya saya langsung bisa menemukan beberapa ide untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Saya ambil satu contoh, ada satu perusahaan yang cukup besar dan omset minimumnya bisa sampai mencapai 1 milyar perbulan tetapi mereka mempunyai banyak problem. Baik problem dengan karyawan, vendor, customer, toko-toko, pemerintah dll. Mereka kemudian bertanya, “Coach, bagaimana caranya mengatasi masalah ini?”
Saya melakukan analisa singkat dan kemudian mencoba untuk menemukan strategi yang efektif. Tugas yang saya berikan kepada perusahaan tersebut hanya satu dan memang belum tentu tugas tersebut merupakan solusi permanen tetapi ini adalah sebuah awal yang saya berikan untuk melakukan “morning briefing” setiap hari dan tidak boleh putus.
Kedisiplinan dalam melakukan ini akan menentukan strategi berikutnya, lalu pada saat mereka melakukan morning briefing hasilnya akan sangat-sangat luar biasa. Padahal ini hanya satu strategi, yakni morning briefing.
Untuk detail bagaimana morning briefing dilakukan? Saya akan ajarkan di workshop-workshop yang saya adakan. Tetapi intisarinya mudah, yakni morning briefing harus dijadikan sebagai sebuah ritual yang membuat orang merasakan mereka berada di dalam lingkungan yang nyaman.
So, pertanyaan saya adalah apa Niat Anda dalam membangun Bisnis?

Niat Bisnis1
Terdapat beberapa strategi yang penting dan berkaitan sekali dengan niat ini. Andai kata Anda memiliki niat yang salah tentu strategi bisnisnya juga salah. Nah, misal saja dalam menjalankan bisnis, niat Anda terpaku pada uang maka dalam menjalankan bisnis Anda hanya fokus pada ‘berapa nilai yang saya dapatkan’ bukan berapa banyak nilai yang saya berikan.
Ada satu kasus menarik, teman saya menjalankan bisnis MLM. Kemudian pada saat dia melakukan prospek yang ditonjolkan adalah uangnya, “Kalau kita berbisnis harus mendapatkan uang yang banyak, kalau kita jualan harus dapat untung yang banyak.” Sehingga, yang ada dikepala dia adalah saya harus mempunyai uang, uang dan uang. Setiap kali bertemu prospek yang dikejar adalah harus closing dan sedikit memaksa. Yang jadi masalah adalah kalau fokusnya seperti itu, berapa banyak orang yang senang dengan cara yang seperti ini?
Setiap kali bertemu yang dibahas adalah bisnis MLM dan seberapa besar yang bisa didapatkan dari seseorang. Padahal tujuan orang-orang mungkin bertemu dengan Anda adalah untuk reuni atau sekedar main-main, eh yang dibahas adalah point value. So, kalau niatnya salah akan kembali lagi kepada cara berpikir Anda yang salah. Jadi, apa sih niat yang bisa dimiliki dalam bisnis?
Mengapa Berbisnis?
Niat yang pertama dan harus dimiliki dalam membangun sebuah bisnis adalah mengapa Anda memilih bisnis? mengapa Anda tidak memilih menjadi karyawan? Pastinya orang yang memilih bisnis ada skill atau ambisi tertentu.
Nah, ada orang-orang yang berbisnis dan sukses niatnya bukan hanya sekedar mencari uang tetapi niatnya adalah mengaktualisasikan apa yang mereka miliki. Maunya mencari peluang, menemukan peluang dan karena yang dipikirkan atau dicari adalah peluang maka yang didapatkan adalah peluang.
Ada juga bisnis yang sukses karena pada saat membangun bisnis, mereka niatkan untuk berbagi. Jadi, mereka tidak sekedar berbisnis jual beli tetapi melakukan socialpreneur, mereka membuat sebuah wahana dan sarana untuk membuat orang bisa menggunakan fasilitas tersebut sekaligus mendapatkan keuntungan. Lalu ada juga pengusaha yang niat pertamanya adalah ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, membantu banyak orang.
Related Artikel : 5 Niat Membangun Bisnis
4 Syarat Membangun Bisnis Selain Niat
Pertanyaan saya sekarang adalah di dalam bisnis ternyata niat mulia saja tidak cukup. Kenapa? Hal yang perlu Anda catat adalah dalam bisnis harus ada empat aspek yang harus benar-benar Anda pikirkan, sehingga bukan hanya niat saja tetapi ada syarat yang ketika empat hal ini dilakukan maka niat Anda dalam berbisnis akan tercapai.
1. Bisnis yang Menguntungkan

Niat Bisnis2
Aspek pertama adalah bisnis akan bisa bertahan hidup jika menguntungkan. Kalau Anda bisa membuat bisnis yang profitable, maka bisnis Anda bisa lebih bertahan untuk survive. Ibarat kita makan dan minum yang cukup untuk bertahan hidup. Nah, itu adalah profit Anda dan ingat, tanpa profit Anda akan selalu kekurangan gizi atau dalam hal ini adalah defisit.
2. Manusia yang Kompeten
Aspek yang kedua adalah aspek manusia. Tidak mungkin sebuah bisnis berkembang tanpa memiliki orang yang berkompeten. Sehingga berniat untuk membangun bisnis dengan jumlah karyawan yang banyak tetapi tidak terlatih itu justru akan membawa dampak buruk bagi bisnis yang Anda bangun.
So, aspek manusia ini bisa menjadi faktor kegagalan yang cukup menyakitkan bagi Anda. Kenapa? Pada saat Anda mempunyai niatan yang baik, ingin membantu orang lain yang kesusahan, merekrut karyawan yang banyak atau mengajak keluarga. Tetapi ketika mereka tidak terlatih dan tidak berkompeten, maka mereka bisa jadi akan menghianati bisnis Anda.
3. Sistem yang Baik
Pada saat Anda membangun bisnis, targetnya harus bisa membuat bisnis Anda bertahan hidup, melatih karyawan lebih efektif dan juga membuat karyawan bekerja dengan sistem. Karena sistem yang baik membuat bisnis Anda long-term.
Kalau hanya mengandalkan pada profit saja, bisa jadi Anda hanya bisa hidup untuk hari ini atau jika memiliki karyawan yang bagus, Anda mungkin bisa bertahan hidup beberapa tahun saja. Tetapi kalau Anda mempunyai sistem, bisnis Anda akan bisa hidup puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
So, kalau Anda tahu teknik-teknik yang paling simpel untuk mensistemasi bisnis maka bisnis Anda akan jauh lebih kuat, walaupun dalam kondisi krisis.
4. Manajemen

meraih kepercayaan
Setiap usaha yang Anda jalankan dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik.
Nah, sistem manajemen yang kacau akan membawa dampak buruk terhadap bisnis yang Anda jalankan. Bisa jadi akan ada pengeluaran yang tidak dibutuhkan, bahan-bahan baku yang terbuang percuma, karyawan yang tidak produktif dan mungkin deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.
Manajemen di sini maksudnya adalah kumpulan orang-orang professional yang bisa mengendalikan bisnis Anda walaupun Anda tidak di tempat. Ingat, membangun bisnis tidak cukup dengan niat tetapi harus bisa memberikan Anda keuntungan karena dengan untung Anda akan bertahan hidup, kemudian Anda bisa bertahan kalau punya tim yang solid, ada sistem yang bagus dan yang terakhir adalah orang yang bisa menjalankan manajemen.
Jadi pertanyaan klien saya, “Niat Coach Tom untuk berbisnis apa?” Itu menjadi sangat-sangat tidak relevan kalau misalnya saya tidak mempunyai 4 (empat) hal ini.
Semoga Anda bisa mendapatkan manfaat dalam artikel kali ini dan semoga memberikan ide atau pemikiran sehingga Anda bisa mempunyai niat yang baik dan diluar dari niat itu juga ada action serta strategi yang bagus.

Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

MENGULIK KISAH SUKSES BERBISNIS SANG WAKIL GUBERNUR JAKARTA TERPILIH

sacsacscsa

Sukses Berbisnis
Siapa bilang jadi pengusaha diawali karena cita-cita? Sandiaga Uno terpaksa jadi pengusaha karena di-PHK dari perusahaan tempatnya bekerja pada tahun 1997-1998 saat krisis moneter melanda negeri ini. Namun siapa sangka, keterpaksaannya ini merubah jalan hidupnya.
Bersama seorang kawannya, Sandiaga Uno memulai bisnis investasinya yang kemudian terus membesarkan namanya. Pada sebuah kesempatan Sandiaga Uno membeberkan bahwa untuk memulai usaha tidak memerlukan modal yang banyak. Bagi Sandiaga Uno, ide adalah modal terbesar bagi seseorang yang ingin membangun bisnis sekaligus sukses dalam Berbisnis. Jika kita memiliki ide dan mampu mengemasnya dengan baik, uang akan mengejar kita.
Selain ide yang brilian, langkah selanjutnya kita harus segera mengeksekusinya. Ide tanpa realisasi bagaikan mimpi di siang bolong. Untuk merealisasikan impian tersebut, Sandi mengatakan bahwa kita memerlukan jaringan yang luas. Untuk memperluas jaringan, kita harus banyak bergaul dengan banyak pihak.

Networking
Selain ide dan networking, modal selanjutnya sebagai seorang pebisnis adalah mental yang kuat. Pebisnis tidak boleh takut gagal, takut jatuh dan takut berinovasi. Pengusaha sejati harus selalu berani dalam hal apapun, baik itu dalam mengambil keputusan, mengambil risiko ataupun berani untuk sukses.
Pengusaha sejati juga harus fokus dengan tujuan yang ingin dicapainya. Impian bagi pengusaha adalah master plan untuk merancang langkah-langkah mencapainya. Pengusaha harus jelas dengan tiap jengkal tujuannya; ingin hidup seperti apa, ingin memiliki penghasilan seberapa banyak, ingin memiliki apa saja dan tentu saja harus selalu bersikap optimis serta positive thinking.
Tidak lupa bahwa seorang pengusaha wajib mengembangkan kepercayaan. Rasa percaya dari orang lain pada usaha kita merupakan tanggung jawab yang harus dijaga. Semakin banyak orang yang percaya, semakin lebar sayap usaha kita.
Sandiaga Uno juga mengungkapkan bahwa sebagai seorang pebisnis sejati, selayaknya kita tidak hanya mengejar uang dan keuntungan duniawi semata, namun juga bagaimana caranya memberikan manfaat kepada sesama. Jika tujuan kita Berbisnis hanya untuk sekedar menjadi orang kaya, maka suatu saat ketika kita dihadapkan pada masa sulit, tujuan itu bisa menjadi boomerang bagi kita.
Kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas adalah moto yang selama ini digenggamnya. Sandi mengungkapkan bahwa jika kerja keras saja namun tidak diselesaikan secara paripurna dan tidak dijalani dengan ikhlas, maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Oleh karena itu, tiga hal ini harus dipegang secara kuat; bekerja secara keras dan disiplin, kerja hingga selesai dan meraih hasil yang diharapkan, dan ikhlas menjalani setiap detil pekerjaan tersebut.
Dengan moto tersebut, Sandi kemudian bisa menyimpulkan bahwa kesuksesan itu bisa diraih jika kita mau belajar dari kesalahan dan kegagalan kita. Sebagaimana Sandi yang bangkit dari masa terpuruknya setelah di-PHK hingga mampu berdiri kokoh hingga hari ini.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BELAJAR BISNIS UKM DARI DUA SOSOK INI

sacsacscsa

Bisnis UKM2
Terkadang ketika kita sedang memulai bisnis, kita mencari sebanyak-banyaknya informasi dan motivasi agar semangat berbisnis kita tetap pada tempatnya. Namun sayangnya masih saja ada di antara kita yang tidak termotivasi jika tokoh yang kita baca kisahnya sudah terlanjur besar namanya atau ketahuan dari keluarga yang berada. Padahal siapapun tokohnya, kita wajib belajar untuk mengambil hikmah di setiap kisahnya.
Kali ini kami mau berbagi dua kisah sosok pengusaha yang benar-benar memulai usahanya dari nol. Mereka juga bukanlah sosok yang lahir dari keluarga berada. Mereka sosok-sosok biasa yang tangguh dalam menjalankan bisnisnya.

Bisnis UKM3
Eko Kusnurhadi (Berdiri paling kiri)
Sosok pertama adalah Eko Kusnurhadi. Jika mendengar namanya, mungkin kening kita akan berkerut, beda ketika mendengar nama Bob Sadino atau Sandiaga Uno diucapkan. Namun Eko telah berhasil membesarkan grosirbajuku.com dan membuka banyak lapangan kerja bagi banyak masyarakat Indonesia.
Eko memulai bisnis grosir bajunya sejak 2008, saat itu Ia masih bekerja menjadi analis di sebuah perusahaan minuman yang terkenal. Di sela-sela kesibukannya menjadi karyawan, Eko mencari supplier baju dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Untuk mendapatkan baju dengan harga murah, Eko bahkan rela naik motor melakukan perjalanan pulang – pergi Cikarang – Bandung. Modal awal pertama yang dikeluarkannya hanya delapan ratus ribu rupiah. Saat itu Ia masih membeli baju dari para pedagang di Bandung dan sekitarnya. Hingga kini Ia telah berhasil memproduksi baju-baju yang dijualnya sendiri.
Tagline yang dia usung dalam membesarkan bisnisnya yaitu jual murah, jual banyak dan jual cepat. Dia memang tidak menerima penjualan eceran, Ia hanya membuka penjualan secara grosir. Meski begitu pakaian yang dijualnya berharga sangat ramah kantong, tidak memberatkan. Bahkan tujuan dari dia mengembangkan Bisnis UKM ini yaitu agar orang lain bisa menjualnya kembali. Kita bisa mendapatkan baju mulai dari harga dua puluh lima ribu. Baju-baju yang dijual oleh Eko memang dipasarkan untuk target kelas menengah. Saat ini Ia telah memiliki beberapa kantor cabang di kota-kota besar dan memiliki agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bisnis UKM4
Sosok kedua yang juga menginspirasi adalah Siswoyono. Warga Bengkulu ini telah berhasil mengembangkan Bisnis UKM nya di bidang keripik balado pedas manis. Delapan tahun telah Ia lalui jatuh bangun berjualan keripik balado ini. Bahkan Siswoyono berujar bahwasanya dua tahun pertama Ia tidak mendapatkan keuntungan sama sekali, karena fokus dalam proses branding dan promosi.
Tahun 2008 Ia memulai bisnisnya dengan menawarkan keripiknya dari satu warung ke warung lainnya. Ada yang menerima dengan baik, ada yang menolak. Saat itu ada banyak sisa keripik yang harus dibawa pulang. Namun sekarang jangankan sisa, pelanggan justru seringkali kehabisan keripik balado pedas manis buatannya.
Setiap hari Ia membuat sekurang-kurangnya empat puluh kilo keripik. Dalam dua hari keripik yang dihasilkannya sudah bisa ludes, terutama yang dijual di warung-warung dengan harga eceran seribu rupiah. Siswoyono bercerita bahwa saat ini omsetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah tiap bulannya.
Dari kisah Eko Kusnurhadi dan Siswoyono ini kita bisa belajar bahwa ketekunan dan keyakinan adalah kunci sukses untuk menjalani Bisnis UKM.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BELAJAR MEMAHAMI KESUKSESAN DARI ANDRIE WONGSO

sacsacscsa

Memahami Kesuksesan
Siapa tak mengenal Andrie Wongso, motivator terkenal di Indonesia. Beliau menyebarkan semangat bahwa “Success is My Right”. Ya, Kesuksesan adalah hakku. Dengan mengobarkan semangat itu di dalam diri kita, kita akan mampu menjaga niat dan tujuan dalam berbisnis. Kesuksesan itu hak siapapun, mau dia berkulit hitam atau putih, terlahir dari keluarga kaya atau miskin, pria atau wanita, sarjana atau bukan. Semua orang berhak untuk sukses. Namun tentunya, untuk bisa sukses, diperlukan kerja keras dan disiplin.
Andrie Wongso telah membuktikannya. Ia bukanlah lulusan universitas manapun, bahkan karena saat itu sekolah untuk warga Tionghoa ditutup, sekolah dasar pun Ia tidak tamat. Namun dia tidak mau pasrah dengan keadaan, segala hal Ia lakoni untuk bisa bertahan hidup. Dari jualan kue yang dititipkan di toko-toko, menjadi salesman perusahaan sabun, hingga bintang film di Taiwan pernah ia jabani. Usaha yang dilakoni pun tidak terbilang mudah, ia harus mengalami jatuh bangun, bahkan sempat putus asa. Dari lika-liku hidupnya inilah kemudian, Andrie Wongso menemukan banyak kalimat-kalimat mutiara yang berisi nasihat kehidupan. Siapa sangka hal ini yang kemudian akan membawanya menuju Kesuksesan.
Related Artikel : Sukses di Atas Kaki Sendiri

andrie-wongso-detail
Setelah tiga tahun berada di Taiwan dan merasakan menjadi bintang film laga, meskipun bukan aktor utama, Andrie Wongso pulang ke Indonesia sekitar tahun 1985-an. Dari situ Ia mulai mendirikan Harvest, perusahaan kartu ucapan yang kini namanya telah cukup besar di Indonesia. Namun jangan dikira Harvest langsung besar sejak didirikan. Awalnya Andrie harus masuk dari satu rumah ke rumah lainnya untuk menawarkan kartu-kartu tersebut. Tak jarang ia ditolak dan tak dibukakan pintu oleh pemilik rumah. Namun Andrie Wongso tetap semangat menjalani bisnisnya.
Berbeda dengan kartu ucapan yang lain, Harvest didesain dengan menarik dan diselipi dengan kalimat-kalimat yang indah. Ada banyak jenis kartu yang bisa dipilih, dari kartu lebaran, ulang tahun hingga kartu motivasi. Dari sinilah Andrie Wongso mengasah kemampuannya untuk memotivasi orang lain. Hingga kemudian pada tahun 1992, Andrie Wongso mulai merambah dunia Wisdom Training.
Andrie selalu berkelakar, “Kalau yang tidak tamat SD saja bisa sukses, maka kalian yang lulus SMP, SMA, apalagi Sarjana harusnya lebih sukses dari saya.”
Seringkali kata-kata ‘tidak tamat SD saja bisa sukses’ diartikan harafiah oleh masyarakat awam, bahwasanya tidak perlu sekolah tinggi agar bisa jadi orang sukses, yang penting kerja keras. Padahal orang yang tidak sekolah bukan berarti tidak berpendidikan, Andrie contohnya. Andrie Wongso bisa jadi tidak tamat sekolah dasar, namun ia menempa pendidikan tertinggi lewat fase-fase kehidupan yang ia jalani. Sekolah hanyalah salah satu sarana belajar, namun belajar dan berpendidikan tidak harus lewat sekolah. Maka, untuk sukses selain kerja keras, sangat penting bagi diri kita membekali diri dengan wawasan yang luas agar bisa melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia