SUKSES DI ATAS KAKI SENDIRI

sacsacscsa

chilli-pari
Banyak anak muda sekarang yang bergantung pada orang tua. Merasa orang tuanya mampu, mereka hidup bersenang-senang dan berleha-leha. Padahal hidup tidak selamanya semudah yang mereka bayangkan. Tanpa persiapan yang matang, sekalipun orang tuanya pengusaha, belum tentu nanti mereka juga bisa menjalankan usaha warisan orang tua mereka.
Ada baiknya kita belajar dari seorang Gibran Rakabuming. Siapa dia? Saat ini namanya tentu telah meroket sejak bapaknya terpilih sebagai presiden negeri ini. Namun sejatinya Gibran adalah seorang pengusaha muda yang tak pernah ingin menggunakan embel-embel nama ayahnya sebagai jalan kesuksesannya. Ia ingin Sukses di atas kakinya sendiri.
Jika Ia mau, Gibran bisa saja melanjutkan bisnis furniture milik bapak Joko Widodo, namun hal itu tidak dilakukannya. Gibran justru merintis bisnisnya sendiri di bidang catering dan wedding organizer. Chili Pari, begitu ia menamai bisnisnya. Saking ingin menjaga kemandiriannya, Gibran bahkan menolak order dari pemerintah Solo yang saat itu Joko Widodo menjadi walikotanya. Dia benar-benar ingin membuktikan bahwa tanpa memakai embel-embel nama bapaknya, Ia bisa Sukses.
Saat mencari pinjaman modal untuk membesarkan bisnisnya, Gibran mengajukan pinjaman ke bank lagi-lagi tanpa bantuan sang ayah. Dengan business plan yang matang dan tekad yang kuat, dia pun berhasil meyakinkan pihak bank dan Chilli Pari berkembang dengan pesat. Banyak order datang dan kini namanya semakin besar.
Chilli Pari didirikan pada tahun 2010 dengan mengusung moto; Traditional Taste, Modern Touch. Dari moto itu kita bisa menyimpulkan bahwa konsep yang diangkat oleh Chili Pari adalah tetap mengusung nilai dan cita rasa tradisional, namun dikemas dalam paket modern yang menarik. Dengan moto inilah Chilli Pari berkembang menjadi catering dan wedding organizer pilihan di daerah Solo dan sekitarnya.
Selain pilihan masakan yang lezat dan halal, Chili Pari juga menawarkan One Stop Wedding Solution. Chili Pari memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan wedding organizer secara komplit, dari gedung pertemuan, dekorasi, souvenir, undangan, hiburan, mobil pengantin, MC, hingga rias pengantin. Calon pengantin dijamin tidak perlu pusing dan ribet, tinggal beberkan konsep yang dimiliki, dan biarkan Chili Pari yang menjalankan semuanya.
Setelah Sukses dengan Chili Pari, Gibran Rakabuming tidak berhenti di sini. Gibran melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka Markobar. Martabak manis aneka rasa yang kini sudah memiliki 9 outlet di berbagai kota di Indonesia ini menjadi sayap bisnis Gibran lainnya. Selain itu, Gibran juga mulai memperlebar bisnisnya dengan menu Cakar Ayam.
Gibran menyatakan bahwa kuliner merupakan passionnya. Ia sudah senang memasak sedari dulu, maka tidak heran jika ia sangat menjiwai bisnis ini. Gibran juga mengungkapkan agar tetap bertahan dalam bisnis ini maka diperlukan inovasi dan kreativitas dalam produk dan promosi.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BESARKAN BISNISMU DENGAN NIAT MEMBANTU SESAMA

sacsacscsa

Bisnismu
Give more, get more. Pernah dengar istilah itu? Berikan lebih banyak dan kamu akan menuai hasil lebih banyak dari yang kamu beri. Dalam agama Islam pun hal tersebut juga telah diajarkan. Ada banyak anjuran bersedekah di dalam Al-Quran, salah satunya pada surat Saba: 39, yang artinya:
“Katakanlah; ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rizki pada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya, dan Allah menyempitkan rizki pada orang yang dikehendaki-Nya. Dan apapun yang kamu infakkan atas rizki yang diberikan Allah, maka Allah menggantinya kembali dan Allah-lah sebaik-baik pemberi rezeki.”
Salah satu hal yang seringkali dialami oleh pebisnis adalah ketakutan akan merugi dan gagalnya usaha. Namun ketakutan itu tidak perlu hadir jika memang meniatkan bisnismu untuk membantu sesama. Apapun usaha yang sedang kita kerjakan ketika tujuan bisnis kita untuk membangun sesama, hasil yang kita peroleh akan lebih berkah dan membahagiakan.
Beberapa cara meluruskan niat dan tujuan bisnismu agar lebih berkah yaitu, antara lain;
Satu, dengan membanderol harga yang tidak terlalu tinggi. Bahkan dalam Islam sudah diatur bahwasanya tidak boleh seorang pedagang mengambil untung hingga 100%. Jika kita membanderol harga cukup terjangkau untuk produk yang kita jual, maka kita memudahkan orang dari berbagai kalangan untuk bisa membeli produk kita. Semakin banyak orang yang mendapat manfaat dari produk kita, semakin berkah usaha kita.
Dua, menginfakkan keuntungan bisnis. Jangan semata-mata mencari untung di dunia ketika berbisnis karena semakin dunia dikejar, semakin ia akan lari. Maka sebelum mengambil laba dan menggunakannya untuk keperluan pribadi, sisihkan dulu keuntungan bisnis kita dan infakkan ke tempat-tempat yang membutuhkan. Selain membersihkan harta kita, semakin banyak yang mendoakan kita, semakin lancar dan berkah bisnis kita.
Tiga, membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Selain mengejar untung dan agar bisa menafkahi diri sendiri, tetapkanlah tujuan kita agar lewat bisnis yang kita jalani, kita bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Semakin usaha kita memberi manfaat bagi orang lain, semakin berkah dan lancar usaha kita. Tentunya jangan lupa untuk membayarkan hak-hak kita pada orang lain segera saatnya tiba. Jangan menunda-nundanya hingga ada yang merasa tersakiti.
Empat, promosi sekaligus berbagi. Pasti kita seringkali mendengar promosi “Makan gratis bagi yang puasa Senin Kamis” atau “Gratis setiap hari Jumat”. Promosi ini tentu saja sangat menarik, namun di balik promosi tersebut terselip niat berbagi dan bersedekah yang luar biasa. Dalam film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” diceritakan ada sebuah restoran yang memperbolehkan pembelinya membayar sesuai apa yang dia rasakan. Pembeli bisa memberikan harga tinggi jika ia merasa makanan itu memang pantas dengan harga tersebut, begitu juga sebaliknya. Apakah untung? Secara perhitungan dunia, bisnis tersebut jelas tidak masuk akal, namun ketika niatnya berbagi dengan sesama, bisnis tersebut bisa lebih lancar dan berkah.
Related Artikel : 5 Niat Membangun Bisnis
Tinggal kita yang pilih sekarang, ingin memiliki bisnis yang hanya mengejar untung dunia semata, atau memiliki bisnis yang berorientasi akhirat dengan membagikan manfaat seluas-luasnya kepada sesama.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

MEMULAI BISNIS UKM RUMAHAN DENGAN MUDAH

sacsacscsa

bisnis ukm rumahan
Bisnis UKM sekarang mulai menjadi pilihan bagi banyak masyarakat Indonesia dibanding menjadi karyawan. Melihat lapangan pekerjaan yang mulai sempit dan diperebutkan banyak kepala mulai membuat banyak orang putar haluan. Daripada harus berantri panjang mendapat giliran pekerjaan, bukankan lebih indah jika bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain? Namun seringkali niat dan ide menguap seiring dengan hadirnya kata modal.
Teringat saya pada sebuah kisah inspiratif. Ada seorang pemuda dan bapak tua di kursi muda yang kaya raya sedang bercakap-cakap. Bapak tua berkata, “hei anak muda, kenapa wajahmu begitu murung, apa yang bisa aku bantu untukmu?” Pemuda itu seketika menengadah, melihat bapak tua yang terkenal sebagai orang terkaya di kota itu, harapan besar berbunga di hatinya.
“Aku ingin sekali membuka usaha, pak. Tapi aku tak punya cukup modal. Maukah bapak memberikan aku modal?” Bapak tua dengan wajahnya yang teduh tersenyum, “Akan kau beri kau uang satu milyar, tapi ada syaratnya.” Sang pemuda terperanjat mendengar kata satu milyar, dia berpikir pasti syaratnya tentang bagi hasil atau yang lainnya, jika itu syaratnya pemuda itu akan segera menyanggupinya. “Apa pak syaratnya?” Pak Tua itu berdehem sejenak, lalu mengatakan hal tak terduga, “berikan tangan dan kakimu kepadaku.” Pemuda itu terperanjat mendengar syarat yang diminta pak tua tersebut, “bagaimana bisa aku menyerahkan padamu tangan dan kakiku? Lalu bagaimana nanti aku bisa bekerja?” Mendengar jawaban pemuda itu, pak Tua terkekeh, “berarti sekarang kamu sudah tahu kan apa modal yang paling penting, bukan uang, namun dirimu sendiri.” Pak tua kemudian menjalankan kursi rodanya meninggalkan si pemuda yang terbengong-bengong.
Selama kita masih memiliki badan yang sehat, pikiran yang waras, niat, ide dibarengi dengan kerja keras adalah modal utama dalam membangun usaha. Ada banyak cara untuk memulai bisnis, saya akan berbagi sedikit cerita dari apa yang pernah saya jalani.
1. Membuka Tempat Kursus di Rumah

kursus Bahasa Inggris
Berbekal dengan kemampuan bahasa inggris dan pengalaman mengajar di berbagai tempat sebelum memutuskan resign dan berdikari, saya membuka tempat kursus bahasa Inggris di rumah. Saya tidak mengeluarkan sepeser pun modal pada saat itu. Yang perlu saya lakukan hanya mengubah ruang tamu saya menjadi ruang belajar, lalu melakukan promosi ke tetangga sekitar. Tanpa perlu waktu lama tujuh orang anak telah terdaftar sebagai murid. Selain membuka tempat kursus, usaha lain yang tidak butuh mengeluarkan modal berbasis keahlian yang kamu miliki antara lain membuka jasa penerjemahan atau rental pengetikan.
2. Menulis
Dari hobi menjadi duit. Saya sudah suka menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar, bagi saya menulis adalah jiwa saya. Dari situlah saya menekuni dunia blogging dan menulis artikel untuk beberapa web. Awalnya saya tidak mengejar uang, hanya menjadikan menulis sebagai sarana untuk meluapkan imajinasi, perasaan dan kreativitas. Namun wejangan Ayah Edy mengenai follow your passion and money will follow you ternyata terbukti ampuh. Lakukan apa yang kamu sukai dan uang akan mengikutimu tanpa ragu. Nah, kini coba tanya pada diri sendiri apa hobimu, apakah itu memasak, programming, fotografi, jalan-jalan? Tekuni dengan serius, siapa tahu kelak akan menjadi sumber rejeki untukmu.
3. Reseller
Selain menulis, saya suka membaca. Karena hobi yang satu ini, saya jadi sering belanja buku. Dari sinilah kemudian saya bertemu dengan supplier buku dan menjadi reseller buku-buku yang dijualnya. Tidak perlu modal, tidak perlu packing, cukup rajin promosi di sosial media, pembeli pun datang menghampiri. Kalian pun bisa mencoba hal yang sama, apa yang biasa dibeli dan dikoleksi, kenapa tidak berjualan barang tersebut sebagai awalan Bisnis UKM?
“Teguhkan niat, tetapkan tujuan dan segera eksekusi ide bisnismu tanpa nanti dan tapi.”
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BERANI AKSI DAN MENGINSPIRASI

sacsacscsa

Menginspirasi2
Ide yang sederhana ketika dieksekusi bisa berubah menjadi sebuah usaha yang brillian, namun ide yang luar biasa tanpa realisasi hanya menjadi kotak mimpi yang berdebu. Reza Nurhilman telah membuktikan bahwa ide sederhananya mampu mendulang emas.
Melihat keripik singkong menjadi cemilan andalan bagi hampir semua keluarga Indonesia, Reza Nurhilman mendapat ide untuk bisnisnya. Kenapa tidak keripik singkong didesain agar naik kelas dan terlihat lebih eksklusif? Berdasarkan dari ide sederhananya ini, ia mulai menggandeng produsen keripik lokal di Bandung untuk mengeksekusinya menjadi aksi yang nyata.
Usianya yang masih terbilang cukup muda saat itu, 23 tahun, tidak mematahkan semangat bisnisnya. Dengan keuletan dan teknik marketingnya yang ciamik, keripik setan Maicih yang dibidaninya melejit pesat.
Yang membedakan Maicih dengan kripik singkong kebanyakan yaitu Maicih merupakan keripik dengan cita rasa pedas yang memiliki level 1 hingga 10. Semakin tinggi levelnya, semakin pedas rasa keripiknya. Tanpa perlu waktu lama, Maicih cepat populer di kalangan anak muda. Banyak anak muda tertantang dengan level-level Maicih. Selain tingkat level yang dimiliki Maicih, teknik marketing lewat sosial media menjadi sesuatu yang baru. Reza memilih twitter sebagai media promosinya. Dengan cuitan yang menarik nyatanya ia mampu melejitkan Maicih dengan sukses.

Menginspirasi1
Maicih menjadi contoh buat kita yang ingin memulai bisnis namun selalu mengeluhkan modal sebagai batu sandungan. Dengan merangkul produsen dan bergabung dengan kelompok usaha kecil menengah sesungguhnya modal bukanlah kesulitan yang berarti, modal yang paling penting saat membangun usaha justru diri kita sendiri. Tubuh yang sehat, pikiran yang waras, niat yang kuat dan semangat yang tinggi adalah modal sukses membangun bisnis. Sayangnya kita seringkali terpaku pada uang sebagai satu-satunya modal.
Marketing menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari bisnis mana pun. Untuk mem-branding sebuah produk baru, pengusaha-pengusaha besar biasanya rela merogoh kocek yang banyak. Namun cara Reza dalam mengembangkan bisnis Maicih bisa kita duplikasi. Dengan memanfaatkan sosial media, kita bisa memperkenalkan produk kita dengan lebih luas tanpa perlu keluar banyak uang.
Reza dan Maicih menginspirasi banyak anak muda lainnya setelah itu. Mulailah bermunculan beberapa jenis keripik singkong dengan cita rasa yang berbeda, namun Maicih akan tetap diingat sebagai pelopor keripik singkong yang naik kelas. Sebagai pelopor, Reza berani beraksi lebih dulu dibanding yang lainnya. Ide akan tetap ide ketika tidak direalisasikan, namun Reza berani merealisasikan idenya dengan gemilang. Tidak berhenti di situ Reza juga menginspirasi anak muda lainnya untuk berbisnis dengan penuh semangat.
Sejatinya, bisnis apapun itu, mau besar atau kecil membutuhkan apresiasi. Apresiasi pertama harus datang dari diri kita sendiri yang ingin membangunnya, yaitu dengan cara segera merealisasikan ide yang kita punya, tanpa nanti dan tapi.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BABA RAFI YANG TAK KENAL LELAH BERINOVASI

sacsacscsa

Kebab-Turki-Baba-Rafi
Siapa yang tak kenal dengan Kebab Turki Baba Rafi? Meski kini outletnya tidak sebanyak saat pertama kali dibuka sekitar tahun 2003 hingga 2005-an, ternyata kesuksesan Baba Rafi tidak punah loh. Dengan strategi marketing yang handal, Handy Setiono, pemilik dari Baba Rafi justru mampu mempertahankan bisnis kebabnya ini hingga ke level yang lebih tinggi.
Handy menceritakan bahwa awal mula ia mendirikan Baba Rafi yaitu saat ia berkunjung ke Qatar untuk mengunjungi orang tuanya. Di sana ia mencicipi kebab yang disebut sebagai burger khas Timur Tengah. Ternyata Handy jatuh cinta pada cita rasa kebab dan berpikir untuk mengembangkannya sebagai bisnis kuliner di Surabaya sepulangnya dari Qatar.
Tanpa berpikir panjang lebar, ia segera merealisasikan idenya dan memulai bisnis Baba Rafi dari sebuah gerobak di Surabaya. Tanpa disangka, bisnisnya laku keras. Pada tahun 2005, ia mulai mengembangkan Baba Rafi dengan sistem franchise, tak perlu waktu lama, 336 outlet telah tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2007.
Namun ia tak berpuas diri, setelah memindahkan head office dari Surabaya ke Jakarta pada 2008, serta melakukan rebranding logo, Handy mulai berpikir untuk go international. Tahun 2009, untuk pertama kalinya ia membuka outlet di Malaysia, dan disusul ke beberapa negara lainnya. Sampai saat ini telah tersebar 1.200 outlet Baba Rafi di Indonesia dan 9 negara tetangga.

babarafi
Mungkin kita bertanya-tanya kok Baba Rafi bisa sebesar itu, dan outletnya pun ternyata masih sebanyak itu, padahal secara kasat mata sepertinya outletnya tidak sebanyak waktu pertama kali muncul pada tahun 2003-an. Seleksi alam. Usaha franchise tidak akan berhasil hanya karena nama Baba Rafi. Jika kita sudah membeli franchise, kita tidak hanya bisa mengandalkan nama besar brand tersebut. Jika ada orang yang masih bertahan dengan outlet Baba Rafi, berarti ada yang salah jika ada outlet lain yang kemudian tutup.
Pemilihan tempat yang tepat, promosi yang berimbang, pelayan yang menyenangkan, dan layanan purna jual bisa menjadi beberapa hal yang membedakan kenapa outlet di satu tempat bisa berhasil dan outlet lainnya justru tutup.
Namun lebih dari sekadar itu, Handy Setiono sendiri mulai merambah dunia digital. Menyadari bahwa dunia bisnis online cukup menggiurkan, ia juga melebarkan sayapnya dengan www.babarafi.com. Dengan adanya website tersebut, Handy mempermudah orang yang ingin join franchise ataupun yang ingin membeli menu catering. Dari website tersebut juga kita bisa diarahkan menuju toko online Baba Rafi yang beralamatkan di www.babarafi-online.com. Di website tersebut, kita bisa menjual frozen kebab dan jenis frozen food lainnya.
Perlu diingat, bahwa bisnis kebab bukanlah bisnis pertama Handy, sebelum sukses dengan Baba Rafi, ia pernah jatuh bangun dengan beberapa jenis bisnis sebelumnya. Belajar dari kisah Handy Setiono dan Baba Rafi, kita bisa menarik benang merah bahwasanya mimpi harus diimbangi dengan kerja keras dan inovasi tanpa henti untuk membangun bisnis hingga besar dan berkembang.
Perlu diingat, bahwa bisnis kebab bukanlah bisnis pertama Handy, sebelum sukses dengan Baba Rafi, ia pernah jatuh bangun dengan beberapa jenis bisnis sebelumnya. Belajar dari kisah Handy Setiono dan Baba Rafi, kita bisa menarik benang merah bahwasanya mimpi harus diimbangi dengan kerja keras dan inovasi tanpa henti untuk membangun bisnis hingga besar dan berkembang.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

BELAJAR BISNIS DARI SRI NINGSIH

sacsacscsa

Sri Ningsih Tentang Kamu
Siapa Sri Ningsih? Silakan googling, akan banyak kita temukan nama tersebut. Namun Sri Ningsih mana yang saya maksud?
Sri Ningsih dalam Tentang Kamu, sebuah novel besutan Tere Liye, salah satu penulis papan atas negeri ini. Saya sedang tidak ingin membahas soal novel dan tulisannya bang Tere Liye saat ini. Tapi saat saya membaca novel tersebut, saya membayangkan jika saja Sri Ningsih adalah sosok yang benar-benar nyata dan masih hidup, pastinya ia akan diminta mengisi seminar bisnis dari satu kota ke kota lainnya.
Sri Ningsih dalam novel tersebut digambarkan sebagai seorang perempuan kelahiran Sumbawa yang mengenyam pendidikan madrasah di Surakarta. Lika-liku hidup yang ia jalani membawanya hingga ke Jakarta dan membangun bisnisnya, dari bisnis kuliner hingga pabrik toiletries ia jabani hingga ia bisa memiliki kekayaan milyaran rupiah. Meski akhirnya bisnis tersebut kemudian ia tinggalkan dan ia memilih tinggal di luar negeri mengejar mimpinya yang lain, namun yang saya garis bawahi di sini bagaimana seorang wanita yang tidak mengenyam pendidikan tinggi dan awalnya tidak memiliki banyak uang bisa sukses dalam bisnisnya.
1# Mimpi

Belajar Bisnis
Setiap pebisnis harus punya mimpi. Awal dari sebuah bisnis adalah mimpi. Mimpi adalah tujuan dan harapan saat kita membangun bisnis. Coba buatlah daftar impian kita, dan jadikan itu lecutan
untuk kita ketika ingin memulai bisnis. Kalau perlu tempelkan impian itu di depan meja kerja, sehingga saat semangat mulai mengendur, kita bisa membaca kembali mimpi-mimpi tersebut.
2# Etos Kerja dan Disiplin
Pebisnis yang sukses tidak hanya sekedar memiliki niat dan modal yang besar, tapi juga harus didukung dengan semangat dan etos kerja yang tinggi. Sri Ningsih telah terbiasa untuk hidup dengan susah payah, tidak leha-leha. Ia terbiasa bangun jam empat pagi dan melakukan aktivitas ini itu sedari belia. Kebiasaan inilah yang membentuknya menjadi pengusaha wanita yang kuat dan tahan banting. Kalau mau sukses ya harus kerja keras, tidak kenal lelah dan santai-santai.
3# Trial and Error
Pebisnis yang sukses tidak hanya sekedar memiliki niat dan modal yang besar, tapi juga harus didukung dengan semangat dan etos kerja yang tinggi. Sri Ningsih telah terbiasa untuk hidup dengan susah payah, tidak leha-leha. Ia terbiasa bangun jam empat pagi dan melakukan aktivitas ini itu sedari belia. Kebiasaan inilah yang membentuknya menjadi pengusaha wanita yang kuat dan tahan banting. Kalau mau sukses ya harus kerja keras, tidak kenal lelah dan santai-santai.
Namun sebuah peristiwa besar membuatnya kehilangan belasan mobil yang ia miliki hingga ia hampir ambruk. Dengan semangat yang kembali bangkit, ia kemudian merintis usaha kembali di bidang toiletries. Dari sini, kita bisa belajar pebisnis tangguh tidak boleh takut hancur dan gagal. Sekalinya jatuh, harus sanggup bangun dan mulai dari awal lagi.
4# Diversifikasi Produk
Saat Sri Ningsih membangun bisnis toiletries, awalnya ia hanya fokus pada sabun mandi. Namun dalam perkembangannya, ia mulai memproduksi sabun cuci, pasta gigi dan produk-produk lainnya. Inilah yang dinamakan diversifikasi produk. Sebagai pebisnis kita harus selalu kreatif dan mengeksplor apa kebutuhan pasar. Jika kita telah sukses dengan sosis bakar sebagai lahan bisnis kita, kita tidak harus stagnan dengan sosis bakar. Kita bisa mengembangkan menu lain, bakso bakar atau takoyaki misalnya.
Mungkin banyak yang akan berkomentar, ya iyalah itu kan cuma novel, pintar-pintarnya si novelis merancang tokohnya. Ya, kalau seperti itu caranya kita memandang sebuah novel, kita tidak akan mampu mengambil nilai dari setiap novel yang kita baca. Meskipun hanya tokoh dari sebuah novel, namun buat saya Sri Ningsih mengajarkan saya beberapa hal penting di atas yang menginspirasi saya untuk berbisnis.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

MENJAGA AGAR BISNIS UKM KULINER TETAP DILIRIK PEMBELI

sacsacscsa

Bisnis UKM Kuliner
Menjadi pebisnis itu tidak selalu hanya milik orang yang mempunyai modal banyak. Jadi ingat sebuah artikel tentang Bob Sadino. Ada seorang anak muda yang bertanya padanya, “bagaimana cara memulai usaha saat tidak punya modal sama sekali.” Almarhum Bob Sadino balik tanya ke pemuda itu, “punya tangan, punya kaki, punya mata, punya telinga. Sehat semua?” Pemuda itu mengangguk. “La ya itu modalmu.”
Kita seringkali menganggap modal hanya sekedar materi, namun lebih jauh dari itu, tubuh kita yang sehat ini sudah merupakan modal yang sangat berharga, bahkan harganya jauh lebih tak ternilai dibandingkan jutaan hingga milliaran rupiah. Ya, coba aja bayangkan. Misalnya kita punya uang ratusan juta rupiah, tapi tubuh kita lumpuh dan cuma bisa tiduran saja, sama saja kita tidak bisa melakukan usaha apapun. Selama tubuh masih sehat, dan ada niat kuat untuk berikhtiar, maka saat itulah menjadi pebisnis bukanlah hal yang sulit.
Di antara banyak pilihan bisnis, bisnis kuliner menjadi bisnis yang paling banyak dilirik orang. Semua orang pasti butuh makan. Ala- san sederhananya itu.

Bisnis UKM Kuliner2
Urusan perut selalu menjadi urusan paling penting bagi hampir setiap manusia. Selain itu bisnis kuliner juga memiliki range yang luas, dari minuman, cemilan hingga makan besar, tinggal pilih mana yang mau kita jalankan. Dengan kreativitas yang tinggi, kita bisa mengolah yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa.
Contoh sederhananya, tahu. Tahu itu biasa. Semua orang bisa dapat tahu dengan mudah, di pasar, di supermarket. Semua orang bisa mengolahnya, digoreng, dibacem, dibuat opor, ada banyak cara mengolah tahu. Namun pebisnis yang kreatif bisa menciptakan sesuatu yang baru dari sebuah tahu. Misalnya Tahu Mercon, lalu Tahu Jeletot dan yang paling hangat sekarang ini adalah Tahu Bulat.
Tahu Mercon adalah olahan tahu berasa pedas. Sederhana, namun packaging dan pilihan merek dagang yang menarik bisa membuat orang tertarik untuk berbondong-bondong membeli. Begitu juga tahu bulat, secara rasa, jajanan ini biasa saja. Namun cara pemasarannya yang unik dengan dijual di atas pick up yang berjalan dari gang ke gang, sambil diiringi backsound yang khas “tahu bulat, digoreng di mobil, rasanya enak, lima ratus, halal” membuat tidak hanya anak-anak, namun juga orang tua penasaran untuk mencoba.

Bisnis UKM Kuliner3
Tentu saja bisnis usaha kecil mene- ngah di bidang kuliner seperti itu seringnya tidak bertahan lama alias musiman. Tiga bulan pertama namanya
akan melejit, namun beberapa bulan kemudian akan bisa langsung turun drastis. Misalnya Kebab Turki yang dulu dengan mudah kita temukan di setiap sudut kota di Indonesia, kini tinggal satu dua booth yang bisa kita lihat.
Persaingan antar bisnis semacam ini sangat tinggi, kreativitas dan pemasaran harus selalu dijaga agar tetap bisa dilirik pembeli. Melakukan diversifikasi produk dan memunculkan produk-produk baru tiap tiga bulan sekali adalah tips untuk bisa tetap bertahan di tengah persaingan bisnis UKM kuliner yang ketat.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia

TOP COACH INDONESIA, WADAH SELURUH BISNIS OWNER DI INDONESIA

sacsacscsa

SM April 17
“How To Master High Impact: Sales Mastery” Itulah tema workshop Top Coach Indonesia, di Holiday Inn Kemayoran, Jakarta Pusat, kamis (27/04/2017) Pagi.
Sebanyak 70 peserta workshop lintas daerah bahkan pulau yang hadir dalam pelatihan Sales Mastery menginginkan bisa menciptakan sebuah sistem dalam bisnis dan memperbaiki penjualan mereka. Workshop ini mempertemukan antara peserta (Bisnis Owner) dengan founder Top Coach Indonesia; Tom MC Ifle, seorang master coach paling sukses di Indonesia yang mempunyai visi menciptakan satu milyarder di tanah air.
Sebelum workshop dimulai pada jam 09.00 WIB, saya bertemu dengan laki-laki yang berpenampilan sederhana. Orang tersebut memakai baju batik lengan pendek, serasi dengan kulit coklatnya yang terlihat seperti orang timur. Saya mencoba untuk mendekatinya dan bertanya “Selamat pagi, wah kayaknya dari luar pulau ya pak, kapan sampai di Jakarta?” Namun, anggapan saya salah, orang itu menjawab “bukan pak, saya dari Surabaya” Sambil tersenyum, bapak itu seperti sudah tahu maksud dan tujuan saya.
Dari obrolan singkat kami, saya tahu bahwa nama beliau adalah Pak Jarot Warjito, seorang direktur dari PT Tractorindo Mitra Utama-Mojokerto, sebuah perusahaan penyedia jasa service dan penjualan spare part (heavy & non-heavy equipment), yang sudah menembus pasar internasional bahkan mempunyai cabang sampai di Dili-Timor Leste. Mengetahui informasi tersebut, saya semakin penasaran, “Mengapa pak Jarot mengikuti workshop Sales Mastery? Bukankah Perusahaan bapak sudah besar bahkan bisa dibilang sudah mapan?”
“Saya sudah menjalankan bisnis hampir 6 tahun pak, bahkan perusahaan sudah menembus pasar Internasional. Tapi, perusahaan mempunyai masalah dalam mengatasi penjualan saat ini karena makin banyaknya persaingan bisnis, khususnya di dalam negeri sendiri. Karena itu, saya harus bisa mengatasi masalah tersebut. Mengikuti Workshop Sales Mastery ini, saya ingin belajar lagi sekaligus membawa perusahaan lebih baik.
Sangat menginspirasi, bahkan sebuah perusahaan besar tidak menuntut kemungkinan mengalami problem semacam itu. Ini artinya, semua peserta yang hadir di Workshop: Sales Mastery, juga ingin mengetahui secara langsung teknik-teknik yang dilakukan oleh Coach Tom (panggilan akrab Tom MC Ifle) dalam membuat perusahaan Top Coach Indonesia menjadi perusahaan Coaching terbaik no #1 di Indonesia.
Tepat pada jam 09.00 WIB peserta sudah beramai-ramai memasuki ruangan dan saya sendiri sangat tertarik untuk terus mengikuti workshop tersebut.
Workshop Sales Mastery: Sesi #1
Di awal-awal workshop, Coach Tom memberikan instruksi kepada seluruh peserta untuk saling berkenalan dengan menyebutkan: bisnisnya apa dan dimana. Semua peserta terlihat antusias dan saling tersenyum melakukan sesi pertama ini.
Di sesi awal tersebut, peserta benar-benar difokuskan terhadap penggalian problem, khususnya dalam penjualan. Karena tak jarang Bisnis Owner mengalami kesulitan hal tersebut. Saat itu, Coach Tom langsung bertanya kepada seluruh peserta, “Siapa yang ingin sukses di dunia marketing? Siapa yang ingin sukses di dunia sales?” Serentak semua menjawab “SAYA,” sambil mengangkat tangan mereka ke atas.
Tidak lupa disampaikan juga bahwa dalam workshop yang hanya berjalan setengah hari tersebut, akan mengupas tuntas tentang: Mindset, Spin, Closing dan Sales Script. Semua teknik ini harus dimiliki oleh semua perusahaan.
Sesi pertama diperkuat dengan mengubah cara pandang peserta dengan menggunakan teknik Closing Psychology. Salah satu teknik closing yang paling menarik adalah Tukar Menukar. Tidak jarang seorang sales ketika berjualan langsung kasih produk, tanpa harus melakukan tukar menukar. Hasilnya, customer akan mengatakan, “maaf, saya tidak minat.”
Ingat, customer akan lebih respect ketika dia diberi informasi dan informasi tersebut menjadi manfaat, manfaat menjadi uang. Seluruh peserta mengangguk-ngangguk dalam sesi pertama ini.
Coach Tom semakin rinci mengajak peserta untuk terus berpikir. Kali ini poin yang menarik adalah 17 alasan mengapa customer membeli. Diantaranya adalah kebutuhan pokok, kenyamanan, pengganti, takut kehabisan, prestis, harga murah, emosionil, great value, teknologi baru, rasa bersalah, balas budi, ketagihan, nama besar, malu kalau tidak punya, takut, empati dan ego.
Inilah 17 alasan dahsyat yang ternyata selama ini menjadi pertanyaan besar Bisnis Owner. Kemudian dari 17 alasan ini Coach Tom mengatakan bahwa “80% keputusan membeli dilandasi emosi.” Sambil menyampaikan sebuah cerita menarik tentang seorang sales yang tidak disukai oleh customer. Namun, karena sales tersebut berusaha mengambil hati customer dengan memberikan sebuah hadiah, mungkin hadiah yang diberikan nilainya kecil, namun karena dilakukan hampir 5 kali. Maka customer merasa berhutang budi, “wah.. sales itu baik ya. Saya salah kayaknya bersikap jutek sama sales itu.” Ini menunjukan bahwa customer memutuskan untuk membeli dilandasi emosi.
Workshop Sales Mastery: Sesi #2
Tepat pada jam 10:55 peserta kembali masuk dalam ruangan yang sejuk tersebut. Kali ini peserta dipersilahkan untuk mencari partner berempat kemudian masing-masing menceritakan goal terbesarnya? Tampak sekali antusiasme mereka dalam bercerita.
Disesi ini, peserta diberikan materi tentang Spin Selling, metode tersebut untuk mengetahui pemikiran calon pembeli sehingga produk mereka terlihat sebagai sebuah produk yang menjawab seluruh kebutuhan mereka.
SPIN SELLING itu sendiri terdiri dari empat hal penting yaitu Situation Questions, Problem Questions, Implication Questions, Need-Payoff Questions. Metode tersebut harus disisipkan secara halus bagi seorang sales, sehingga customer atau orang lain juga tidak menyadari bahwa sales sedang tidak jualan. Teknik lain yang digunakan dalam metode Spin Selling adalah Simple Presentation Technique, Contoh:
Semisal ada orang yang bertanya kepada Anda, “Bapak dari mana?” Langsung perkenalkan bahwa saya dari Top Coach Indonesia yang membantu pengusaha mensistemasi bisnis dan meningkatkan profit. Praktis karena memiliki 100 bisnis alternative, 99% aplikatif banyak contoh. Mudah dicerna karena bahasa yang digunakan sederhana, proven karena digunakan oleh lebih dari 1000 pengusaha.
Semua peserta diminta untuk melakukan teknik ini dan diberikan waktu 5 menit untuk membuat key message tersebut. Kemudian dalam proses pembuat tersebut Coach Tom mendatangi Pak Haryanto, Bisnis Owner CV Surya Citra yang bergerak di bidang Electrical Training. Kemudian beliau bilang bahwa “saya dari perusahaan yang menyediakan solusi untuk menekan budget customer dalam menangani masalah electrical.”
Kemudian, Coach Tom mencoba untuk bertanya lagi pada salah satu peserta, kebetulan peserta bernama M. Fahrul Razi, seorang peserta dari PT. Borneo Jaya Prioritas, kali ini peserta dipersilahkan untuk jualan, dan Coach Tom sebagai pembeli.
“Pak boleh Tanya?” Tanya sales kepada customer, “saya mau cari rumah.” jawab pembeli. “wah.. kebetulan pak. Ini saya ada jual rumah, bagus dan murah pak.”
Ternyata hampir 85% customer akan berpikir dua kali untuk membeli. Apa yang salah?
Tekniknya adalah, jangan pernah tawarkan produk terlebih dahulu, cari tahu apakah customer punya masalah dengan waktu, informasi dan uang?
Seharusnya percakapan yang benar adalah “kira-kira bapak cari rumahnya seperti apa? Waktunya kapan? Bapak kerjanya apa?” menggali informasi sebanyak mungkin supaya seorang sales akan bisa tahu kebutuhan customer rumah itu seperti apa.
Peserta terlihat begitu tercerahkan ketika mendapatkan praktik langsung yang diberikan oleh Coach Tom. Kembali anggukan peserta yang menunjukan bahasa “Oh iya,ya. Seperti itu ternyata.”
Workshop Sales Mastery: Sesi #3
Kali ini peserta dipersilahkan untuk melakukan sharing dan mengungkapkan 3 hal manfaat terbesar setelah mengikuti workshop dari Top Coach Indonesia.
Setelah sharing selesai dilakukan, satu peserta mengacungkan tangan dan bertanya, “Coach Tom, bagaimana menerapkan teknik-teknik tersebut dalam sebuah perusahaan?”
Coach tom langsung memberikan satu trik, yakni 3R: RITUAL, REPITISI dan ROLE PLAY. Perusahaan harus melakukan beberapa kebiasaan rutin untuk membuat perusahaan terus produktif. Hal itu mungkin bisa dilakukan dengan renungan dan dan doa sebelum bekerja, kemudian sebelum selesai, semua karyawan harus melaporkan apa yang telah dikerjakan, dsb.
Sesi ini juga lebih fokus pada bagaimana seorang sales melakukan Closing Rules. Mungkin cara yang dilakukan berbeda-beda, tergantung bisnis apa yang dijalankan. Apakah mereka harus senyum, serius, santai atau tegas. Dalam sesi ini peserta juga benar-benar di fokuskan pada praktik.
Salah satu teknik closing yang diberikan juga ternyata harus ada unsur Hypnotic Language, dimana seorang sales harus menciptakan embedded command berupa perintah terselubung, contoh perintah: ambil keputusan sekarang, daftar sekarang juga, investasi hari ini, memutuskan untuk hadir.
Kemudian pertanyaan tersebut dibungkus dengan pertanyaan, jika produk ini memang cocok, apakah Anda bisa memutuskan sekarang? Selanjutnya dibungkus dengan kalimat Anda, seperti: Mudah-mudahan, semoga, saya yakin, saya berharap, mungkin saja, bisa jadi, kadang-kadang. Mungkin saja Anda bisa memutuskan sekarang? Sampai pada kutipan, seperti: beberapa klien kita seperti Bank Indonesia sering kasih rekomendasi untuk daftarkan sekarang juga mitra binaan mereka.
Sampai pada poin Sales Scripts yang maksudnya adalah sebuah script yang dipersiapkan oleh seorang salesman untuk menangani calon pelanggan dengan tujuan memudahkannya dalam melakukan transaksi penjualan. Beberpa teknik yang diberikan ada Greeting, Ask Questions, Elaborate & Present, Ask for Commitment, dan Handle Objection.
Di point tersebut, semua peserta bahkan sangat terllihat antusias. Karena Coach Tom memberikan contoh-contoh nyata dari sebuah percakapan yang dilakukan oleh perusahaan.
Sampai diakhir acara, beberapa peserta memberikan Testimoni untuk acara Workshop Sales Mastery itu sendiri, salah satunya adalah Pak Stevy pengusaha Property dari Cirebon yang mengatakan bahwa “Coach Tom menyampaikan materi begitu luar biasa, sangat aplikatif, mudah dimengerti dan sangat menginspirasi. Workshop ini harus dilakukan oleh semua pengusaha.”
Selain bapak Stevy, ada Ibu Vivi Bisnis Owner Surya Sumatera dari Medan mengatakan bahwa “Saya mengambil manfaat sangat besar dari coaching yang dilakukan oleh Coach Tom.”
Sampai diakhir acara, Coach Tom berharap teknik yang diajarkan bisa bermanfaat dan memberikan dampak yang luar biasa untuk perusahaan dan bisnis yang bapak/ibu miliki.
Salam Pencerahan!

TOM MC IFLE
* Indonesia’s #1 Business Coach
* Lean Six Sigma Coach
* Certified Matriz Level 1 Facilitator
* CEO Top Coach Indonesia