Bagaimana Membangun Team Tanpa Meruntuhkan Mental?

sacsacscsa

Setiap organisasi atau perusahaan terdiri atas orang-orang yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari yang lain. Walaupun demikian, perbedaan karakter antar individu yang ada di organisasi atau perusahaan bukanlah penghalang untuk menjalin kerja sama yang kuat demi tercapainya tujuan perusahaan. Justru perbedaan itulah yang menjadikan kerja sama semakin kokoh, sebab tiap individu mendapatkan bagian pekerjaannya masih-masing sesuai dengan pribadi dan kemampuannya. Inilah yang disebut dengan team work.

Namun, apakah pondasi yang bisa membentuk team work? Pondasi itu disebut team building. Jika team building-nya kuat, maka team work-nya juga kuat. Artinya, solid atau tidaknya team work dalam sebuah organisasi tergantung team building-nya. Untuk itu, dibutuhkan mental yang kuat dalam membangun team building agar tetap kokoh. Team building akan terbentuk dalam setiap karakter team work yang merupakan pelaksana dari segala proses untuk mncapai tujuan perusahaan. Masalahnya, terkadang ketika membangun team building, beberapa mental individu tidak sanggup menghadapinya sehingga mental yang sudah dibangun seketika runtuh.

Berikut ini beberapa cara untuk membangun team building tanpa meruntuhkan mental:

  1. Komunikasi

Pokok dari membangun team building adalah komunikasi. Membangun team building berarti membangun komunikasi dengans sesama anggota team. Tanpa adanya komunikasi, tidak ada pesan yang bisa tersampaikan. Pesan yang bisa mengokohkan team work. Pesan yang berupa arahan, perintah, saran, dan pendapat akan membuat team work bersifat dinamis. Selain itu, komunikasi yang terjalin dengan baik antar sesama anggota team akan mmembuat team work mampu menginterpretasikan dengan benar gambaran tentang target perusahaan yang ingin dicapai.

  1. Target yang jelas

Inilah fungsinya komunikasi. Setelah memiliki komunikasi yang baik, seorang team leader atau pemimpin perlu mengomunikasikan gambaran target perusahaan yang akan dicapai oleh para anggota team. Selain itu, team leader juga perlu mengomunikasikan dengan jelas jangka waktu yang diperlukan dan cara kerja team untuk lancarnya proses pencapaian target perusahaan.

Sedangkan, para anggota team perlu memahami tujuan terbentuknya team work tersebut, yaitu untuk mencapai tujuan perusahaan. Mereka perlu mengerti tentang harapan organisasi atau perusahaan pada mereka, dan itu tergantung hasil kerja mereka.

  1. Koordinasi

Team work yang terbentuk perlu koordinasi yang tepat dari pimpinan. Oleh sebab itu, seorang pimpinan dituntut untuk mampu memberikan penngarahan kepada teamnya sehingga mereka bisa bekerja sesuai dengan terfokus untuk mencapai target perusahaan. Selain itu, koordinasi yangbaik tidak hanya dilakukan oleh team leader, tapi juga koordinasi atau kontrol langsung dari perusahaan.

  1. Kontrol

Setelah memiliki koordinasi yang baik, maka diperlukan kontrol antara pimpinan dan anggota team tersebut. Seorang team leader perlu menegaskan batasan yang jelas kepada anggota team dalam melaksanakan misinya. Selain itu, anggota team juga perlu memberikan saran atau meminta kewenangan tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Dengan demikian, kerja sama yang baik akan terus menerus terbangun.

  1. Komitmen

Untuk memudahkan tercapainya target perusahaan, setiap individu yang ada dalam team perlu memiliki komitmen berkaitan dengan pekerjaan mereka. Dengan adanya komitmen tersebut, maka kerja sama team yang terbangun akan lebih kokoh karena kesadaran dari setiap individu dalam team.

Untuk itu, seorang team leader perlu menanamkan pemahaman pda setiap individu dalam team bahwa peran mereka sangat penting dalam menjalankan misi dan mencapai target yang telah ditentukan.

  1. Kompetensi

Setelah komitmen dalam team sudah terbangun, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah kompetensi. Misi tidak akan berjalan tanpa adanya skill atau kompetensi yang dimiliki oleh setiap individu. Sebab, skill itulah yang menjadi modal pertama untuk mencapai target perusahaan. Setiap individu tentu memiliki skill yang berbeda-beda yang dibutuhkan dalam team. Walaupun berbeda, tapi skill mereka saling melengkapi. Oleh sebab itu, perlu ada penempatan posisi pekerjaan yang sesuai dengan skill agar pekerjaan bisa diselesaikan secara optimal.

  1. Kolaborasi

Setelah penempatan posisi pekerjaan sesuai dengan skill, hal yang dibutuhkan selanjutnya adalah kolaborasi. Karena banyaknya perbedaan yang ada di antara setiap individu dalam team, maka setiap anggota perlu saling melengkapi dan saling mengerti dengan perbedaan tersebut. Inilah fungsi dari kolaborasi, yaitu menghindari adanya perselisihan antar anggota team agar pekerjaan yang dilakukan bisa efektif.

  1. Inovasi kreatif

Team building yang bagus merupakan team yang bersedia menerima karya kreatif dan penemuan baru baik itu berasal dari pimpinan atau dari para anggota. Setelah itu, ide-ide kreatif itu perlu dirumuskan sehingga bisa diaplikasikan dalam pencapaian target perusahaan.

Rahasia Agar Bisnis Anda Menjadi Market Leader

sacsacscsa

Topcoachindonesia.com – Apa sih kebanyakan mimpi seorang pembisnis? Tdak perlu diragukan lagi tentunya ingin melihat bisnisnya mencapai puncak atau market leader. Siapa bilang perjalanan bisnis tidak mengalami pasang surut? Apalagi Anda berharap memimpin pasar. Anda perlu ingat bahwa kerja keras dan keberanianlah kuncinya.

Tentu saja tujuan Anda ingin mengungguli rival bisnis Anda, benar bukan? Impian Anda mencapai bisnis yang sukses besar. Itu artinya Anda harus menggunakan tata kelola perusahan yang stabil. Basis loyalitas dan upaya branding yang Anda miliki ini akan berbuah manis untuk bisnis Anda. Nah, sekarang coba Anda tengok Indofood, Honda atau Aqua, mereka itu brand besar.

Siapa bilang menjadi master brand  tidak bisa? Memang sulit tapi bisa. Saya akan berikan caranya untuk Anda. Jadi, Anda tidak perlu pusing – pusing atau takut lagi.

  1. Hadirkan Solusi Terbaik

Pemenuhan solusi yang dibutuhkan konsumen merupakan langkah awal yang dapat Anda lakukan. Nah, sebagai pendiri Anda harus memiliki kemampuan mengetahui apa yang sedang diperlukan konsumen. Kemudian Anda dapat mencari solusi dengan mengembangkan produk Anda.  Jika pesaing Anda setinggi gunung Himalaya, maka Anda juga perlu mengembangkan keunggulan produk.

  1. Kembangkan inovasi

Apa sih syarat terpenting dalam menjadi market leader mampu bersaing? Dalam bersaing tentu memerlukan inovasi. Sebaiknya, Anda harus dapat mengembangkannya karena ini sangat penting peranannya. Apapun penghalang bisnis Anda termasuk dalam bersaing, tidak ada rasa terhalangi tentu dengan inovasi yang terus Anda kembangkan.

  1. Menjadi marker leader butuh loyalitas konsumen

Strategi pemasaran memang penting, tetapi ada yang lebih penting lagi. Kepuasan dan loyalitas konsumen perlu dipertahankan. Anda bisa mencoba promo rutin, kegiatan sosial masyarakat,  dan strategi marketing lainnya. Terlebih khusus bila produk Anda masih baru dan perkembangaannya masih sedikit, maka strategi pendekatan konsumen terhadap brand sangat vital dalam mencapai posisi market leader.

  1. Pastikan proses distribusi berjalan lancar

Distribusi produk yang baik perlu Anda perhatikan, khususnya bisnis dalam bentuk produk fisik. Alur prodek dan sistem kerja sangat penting dari pembuatan hingga pendistribusian ke agen hingga pengecer dan pelanggan. Produk yang dapat dengan mudah diperoleh konsumen, maka loyalitas konsumen akan bertambah seiring penggunaan dari produk tersebut.

  1. Lakukan diferensiasi bisnis

The last step!! Ini memang langkah yang harus Anda lalukan. Differensial bisnis? Ya, sayap bisnis Anda perlu Anda kembangkan agar bisa terbang. Saya beri contoh, seperti yang kita ketahui Indofood sudah bisa menguasai pasar produk konsumsi Indonesia. Kenapa bisa brand ini? Efek dari strategi tentunya untuk mendongkrak bisnis secara keseluruhan dan menarik konsumen dengn produk Anda.

Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach

Lean Six Sigma Coach

Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur