Membangun Jaringan Bisnis Online

sacsacscsa

Sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini internet menjadi kebutuhan bagi setiap orang, tidak terkecuali bagi para pebisnis. Di era teknologi saat ini, banyak sekali bisnis online yang muncul. Kebanyakan pebisnis lebih memilih menjalankan bisnis online daripada bisnis secara offline, sebab biaya yang dikeluarkan lebih sedikit dan lebih efisien.

Akan tetapi, menjadi pebisnis online ternyata tidaklah mudah. Ada banyak halangan untuk berhasil. Salah satu penghalangnya adalah kurangnya kepercayaan konsumen. Selain itu, banyaknya saingan juga menjadi halangan dalam bisnis ini.

Untuk berhasil di bisnis ini, Anda perlu membangun jaringan bisnis online yang luas. Berikut ini cara untuk membangun jaringan bisnis online agar bisnis yang Anda jalani berhasil.

  1. Yakin

Sebelum memulai membangun jaringan, Anda harus yakin dengan bisnis yang akan Anda jalankan. Jika awalnya Anda sudah tidak yakin, maka percayalah Anda tidak akan berhasil dalam bisnis ini. Keyakinan merupakan kunci utama dalam membangun bisnis, sebab keyakinan akan membuat Anda berpikir untuk terus menerus berusaha agar bisnis Anda berjalan.

  1. Konsisten

Ketika Anda sudah memiliki keyakinan yang kuat maka sebesar apa pun halangan dalam berbisnis yang menanti Anda, tentu Anda akan dapat menghadapinya. Setelah itu, yang Anda butuhkan adalah sikap konsisten. Mempertahankan sikap konsisten dalam berbisnis akan menghasilkan jaringan bisnis online yang sangat luar biasa. Selain itu, Anda juga perlu melakukan riset terhadap jaringan bisnis yang telah terbentuk. Dengan demikian, Anda akan bisa mengetahui cara membangun kerja sama dengan para relasi bisnis yang memiliki berbagai karakter dan tujuan yang berbeda. Performa bisnis Anda akan terus menerus meningkat seiring eratnya jaringan kerja sama yang terbangun.

  1. Berani

Keyakinan saja tidak cukup untuk menjalankan suatu usaha bisnis online. Anda harus berani untuk bertindak. Percuma Anda memiliki gambaran dan rencana usaha yang bagus jika Anda tidak berani menganmbil tindakan. Bertindaklah sekarang juga. Berani dalam hal ini mencakup banyak hal, berani melakukan tindakan, berani menanggung resiko, berani mengeluarkan banyak biaya untuk membangun jaringan bisnis.

  1. Rencana yang terorganisir

Selanjutnya, untuk membangun jaringan bisnis online, Anda perlu memiliki rencana yang terorganisir. Ketika Anda bertindak, Anda selalu mengacu pada rencana tersebut. Jangan sampai tindakan Anda jauh dari rencana awal Anda. Rencana yang terorganisir berfungsi sebagai panduan dalam melakukan tindakan usaha. Rencana yang terorganisir itu sendiri terdiri atas ide, rencana, sumber daya, dan tindakan.

Langkah menyusun rencana yang terorganisir yaitu:

Pertama, Anda perlu merancang ide dalam membangun jaringan bisnis online Anda seperti membuat website, membangun investasi di blog, dan juga memasarkan bisnis dengan iklan.

Kedua, jalinlah relasi dengan orang-orang yang akan berperan dalam bisnis Anda.

Ketiga, Anda perlu menghitung sumber daya yang akan Anda gunakan untuk mulai bertindak melakukan usaha. Anda harus memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya.

Terakhir dan yang paling penting adalah bertindak. Tanpa adanya tindakan, rencana yang Anda susun dengan rapi tidak aka nada gunanya.

  1. Percaya

Kepercayaan dalam sebuah bisnis memang sangat diperlukan dan wajib dimiliki oleh para pelaku bisnis. Jika tidak ada kepercayaan antara relasi bisnis, bagaimana bisa bisnis bisa dijalankan sesuai rencana.

  1. Support

Selain kepercayaan, support juga sangat penting dalam membangun jaringan bisnis online. Berikanlah bantuan kepada relasi bisnis Anda, dan jangan segan-segan meminta bantuan kepada mereka jika Anda membutuhkan bantuan.

  1. Berdoa

Sebenarnya ini hal yang pertama yag harus Anda lakukan. Sebelum memulai usaha, Anda perlu berdoa agar diberi petunjuk dalam berbisnis. Saat bisnis Anda berjalan, Anda juga perlu berdoa kepada Tuhan. Sebab dengan kuasa Tuhan, apapun bisa terjadi. Terkadang Tuhan memberikan jalan kesuksesan yang tidak terduga.

Selain itu, bantuan Tuhan yang tidak disangka-sangka biasanya datang pada saat Anda sedang dilanda stres karena masalah yang tak kunjung usai. Oleh sebab itu, cobalah untuk selalu mendekat kepada Tuhan baik saat Anda senang maupun susah,  dan bergantunglah hanya kepadaNya. Tetap lakukan yang terbaik, jika perlu gunakan konsultan bisnis yang terbaik agar usaha anda bisa maksimal.

5 Alasan Mengapa Mendemo Perusahaan Merugikan Karyawan

sacsacscsa

Mendemo perusahaan saat ini seolah menjadi tradisi lama yang terus menerus dilakukan. Terutama pada saat peringatan moment tertentu seperti hari buruh nasional atau saat adanya kebijakan baru yang dirasa merugikan karyawan sendiri. Mereka masih beranggapan bahwa demonstrasi bisa mengubah keadaan, bahkan jika permintaannya tidak dipenuhi bisa melakukan mogok kerja.

Pada dasarnya permasalahan pada buruh atau karyawan muncul karena adanya kebijakan tidak dibicarakan dengan baik. Sehingga meraka menganggap dirinya diperlakukan semena-mena. Alhasil jalan terakhir yang banyak ditempuh adalah demonstrasi bahkan hingga kerusuhan yang merusak fasilitas perusahaan.

Sebelum melakukan demonstasi, sebaiknya ketahui terlebih dahulu 5 alasan mengapa mendemo perusahaan justru merugikan karyawan.

  1. Operasional Perusahaan Menjadi Berantakan

Demontrasi yang dilakukan oleh karyawan yang dilakukan secara bersama-sama tentu membuat operasional perusahaan tidak bisa berjalan seperti biasanya. Alhasil pekerjaan pun menjadi molor dan tidak selesai target. Kemungkinan besar menjadi beban karyawan dengan adanya lembur atau tambahan jam kerja di akhir bulan.

  1. Penurunan Atau Pemotongan Gaji

Salah satu momok yang mungkin terjadi ketika demonstrasi dilakukan, terutama jika berlarut larut adalah pemotongan gaji. Bisa saja ketika perusahaan sedang tidak sehat, kemudian karyawan melakukan demonstrasi otomatis produktifitas akan menurun dan perusahaan akan melakukan penghematan salah satunya dengan memotong gaji.

Motif lain juga benar terjadi di beberapa kota industri dan bisnis seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya yang memberikan ancaman kepada karyawan yang melakukan demonstrasi di jam kerja. Pemotongan gaji menjadi salah satu alternatif agar tidak semua karyawan keluar perusahaan di jam kerja. Meski ada pula perusahaan yang mengijinkan demonstrasi asalkan dilakukan dengan cara baik.

  1. Sanksi Ganti Rugi Material

Demonstrasi yang dilakukan secara ekstream, seperti pembakaran bahan baku perusahaan, merusak fasilitas dan aset perusahaan tentu bisa berujung merugikan. Karyawan bisa mengalami sanksi ganti rugi material karena dianggap sudah berlebihan saat demonstrasi.

Kasus seperti ini terjadi pada April 2015 dimana PT Sukanda Djaya Cimahi menggugat 76 karyawannya yang melakukan demonstrasi ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Mereka harus membayar ganti rugi sebesar Rp 1,9 Miliar karena melakukan demonstrasi terus menerus meski telah diberikan perbaikan gaji dan upah lembur serta hak cuti dari perusahaan. Kasus pada perusahaan distributor es ini menjadi salah satu cerminan bahwa aspirasi yang disampaikan berlebihan bisa berujung petaka.

  1. Berakhir PHK

Pemutusan Hak Kerja atau PHK bagi karyawan bisa jadi hal yang paling ditakutkan. Karena setelah itu mereka akan menganggur dan tidak memiliki penghasilan. PHK bisa saja dilakukan jika karyawan melakukan demonstrasi dengan mogok kerja selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

Akibat dari mogok kerja ini mengakibatkan operasional perusahaan melemah dan anggaran biaya juga akan terpotong. Salah satu sanksinya yaitu dengan melakukan perampingan karyawan atau pemecatan sebagian karyawan agar operasional perusahaan tetap berjalan.

  1. Perusahaan gulung tikar

Demonstrasi yang dilakukan secara berlebihan bisa menggaggu keamanan iklim bisnis di Indonesia. Secara global tentu sangat berpengaruh pada kepercayaan investor asing untuk menjalankan perusahaannya di Indonesia.

Seperti contoh sederhana yang terjadi pada PT Bata Tbk dan Samsung Elektronik Indonesia dan 8 perusahaan lainnya yang terpaksa Tutup di akhir tahun 2012 karena demo Buruh. Beberapa perusahaan lokal dan asing tidak bisa bertahan karena harus mengatasi buruh yang terus meminta kenaikan gaji dan kesejahteraan. Sementara tidak sebanding dengan peningkatan produktivitas.

Permasalahan yang paling sering dilakukan demonstrasi berupa upah yang tidak memuaskan, hak cuti yang tidak diberikan, tunjangan lembur, kenaikan jabatan, keadilan serta hak karyawan untuk mendapat pelatihan dan pendidikan dari perusahaan. Namun sebenarnya semua itu sudah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan yang memastikan kesejahteraan mereka dijamin oleh perusahaan dan diawasi oleh negara.

Demonstrasi bukan satu-satunya cara untuk mengungkapkan aspirasi, masih banyak cara halus yang sebaiknya dilakukan agar kedua belah pihak saling merasa diuntungkan. Karyawan dan manajemen perusahaan pasti memiliki hak dan kewajiban yang sama-sama harus dipenuhi. Semoga iklim bisnis di Indonesia semakin membaik dari support semua pihak.