Dampak Keberadaan Blueprint dalam Berbisnis

Top Coach Indonesia – Sekian banyak bisnis yang saya ketahui, 8 dari 10 pembisnis banyak yang tidak memiliki blueprint. Hal tersebut adalah sesuatu yang menyedihkan dalam dunia bisnis. Ketika muncul sebuah pertanyaan, seperti apakah blueprint dalam bisnis Anda? Kebanyakan diantara mereka menjawab tidak memiliki. Banyak diantara mereka bahkan yang belum mengetahui apa dan bagaimana wujud dari blueprint itu sendiri.

Tentu bisa dibayangkan jika seorang tukang bangunan diberikan tugas membangun sebuah rumah tanpa skesta. Muncul dalam pikiran Anda apa yang menyebabkan sebuah bisnis tanpa blueprint. Hal tersebut dikarenakan ketika bisnis dibuat, mereka hanya berpikir untuk membuat bisnis kecil-kecilan dahulu.

Sebagai pemula bisnis atau start up business yang harus dimiliki adalah blueprint, suatu peta atau rancangan serta visi yang jelas dalam memulai suatu bisnis. Seandainya bisnis yang kita bentuk harus kita turunkan, maka penerus bisnis dapat menjalankan bisnis dengan baik dan terarah. Tanpa panduan atau dengan panduan Anda penerus bisnis dapat mengembangkan bisnis. Rancangan dan visi yang dibuat harus tertulis jelas dan secara detail agar mudah dipahami.

Saya pernah memiliki sebuah pertanyaan dan menanyakannya pada seorang pembisnis. Pembisnis tersebut merupakan salah seorang klien saya yang sekarang bisnisnya sangat sukses. Pertanyaan yang saya ajukan seputar blueprint  dalam bisnis. Ketika itu saya bertanya bagaimana client saya dalam membuat sebuah rumah. Apakah sang client memberikan cetak biru kepada tukang bangunan? Dengan ketegasan dan ketepatan client saya menjawab tentu diberikannya cetak biru tersebut. Muncul pertanyaan saya sebab apa yang membuat sang client memberikan cetak biru tersebut kepada tukang.

Kembali client menjelaskan bahwa cetak biru itu digunakan tukang agar pekerjaan yang dihasilkan menjadi rapi, tepat waktu, tidak membuang biaya dan tenaga. Kemudian saya pun mulai menanyakan mengenai bisnis sang client, tindakan yang diberikan terhadap bisnisnya dengan atau tanpa blueprint atau rancangan. Client dengan tegas menjawab bahwa client menggunakan cetak biru dalam bisnis. Client menjabarkan bahwa sang client membuat cetak biru tersebut dan menyimpannya sendiri dalam otaknya.

Saya pun menanyakan apa yang akan dibuat oleh sang client jika kejadian tidak diinginkan menimpa dirinya. Sang Client dengan sontak mulai memikirkan pertanyakan yang saya ajukan. Sang client pun terdiam dan membayangkan apa yang akan terjadi terhadap karyawan, bisnis, keluarga dan istrinya.

Terlihat blueprint sepertinya amat sederhana. Kebanyakan pembisnis justru menganggap tidak penting tentang blueprint. Sebenarnya, blueprint justru memiliki makna yang cukup vital. Saya dapat memberikan pelajaran mengenai teknik-teknik sederhana dalam membuat blueprint dapat diberikan. Asalkan Anda telah memiliki visi yang jelas, langkah yang selanjutnya menentukan cara mencapai visi tersebut secara rinci dan bertahap.

Jika Anda menginginkan penjelasan lebih detail terkait blueprint, Anda dapat mengikuti workshop Business Mastery, How to Create System That RUNs without You.

Jika Anda ingin belajar bagaimana cara menciptakan Business System yang efektif. Untuk informasinya Anda dapat klik link ini : http://demo.topcoachindonesia.com/bisnis/

Related Articles :
– Budaya Bisnis Profitable
– Memulai Bisnis dari Nol Belum Tentu Baik
– Sebagai Pembisnis Hindari Fokus hanya Satu Bidang
– Persaingan Harga Membuat Bisnis Anda Buruk
– Fokuslah Membangun Karakter Manusia dalam Bisnis

Salam Pencerahan.
Tom Mc Ifle
Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer PT. Aubade Makmur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *