IKM Sebaiknya Bebas Pajak

Jakarta, 2 September 2014  – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan agar produk lokal, khususnya industri kecil menengah (IKM), dibebaskan pajak pertambahan nilainya (PPN). Dengan begitu, diharapkan produk IKM bisa bersaing dengan produk-produk asing yang mulai membanjiri pasar Indonesia.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Pemasaran dan P3DN Kementerian Perindustrian Fauzi Aziz berpendapat, sebaiknya produk IKM lokal mendapatkan fasilitas ‘bebas pajak’ dari pemerintah. ”Kemudian agar lebih mampu bersaing dengan produk global, produk IKM ini dijual di tempat-tempat khusus yang memasarkan produk asli Indonesia,” katanya.

Kemenperin mengusulkan hal ini sebagai strategi pemerintah mendorong tindakan keberpihakan di level kebijakan. Pasalnya, produk-produk IKM tak mampu bersaing secara total ketika dikenakan PPN. Kebijakan ini perlu dilakukan, lanjut dia, karena salah satu negara di ASEAN, yaitu Vietnam, telah melakukan tindakan tersebut. Vietnam telah memberikan dorongan, baik kebijakan fiskal maupun pendanaan untuk perkembangan IKM di negaranya.

Sementara, Indonesia, kata Fauzi, memiliki Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan PP Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara, yang menurut dia memberikan wewenang bagi negara untuk mendanai dunia usaha, khususnya IKM. Apalagi, ditambah APBN di dalam negeri sangat dimungkinkan untuk menerapkan kebijakan itu. Namun, pembebasan pajak saja dirasa kurang cukup untuk meningkatkan daya saing produk IKM.

Pihak Kemenperin juga akan mengusulkan agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara juga membantu dengan mendorong beberapa BUMN menjadi fasilitator. Seperti PT Sarinah, yang menurut Fauzi, bisa menjadi tempat khusus atau distributor bagi pemasaran produk-produk IKM.

Selain itu, gerai-gerai yang menjual produk IKM itu harus diberi label duty free shopdan hanya menjual produk lokal. Artinya, gerai itu tak boleh dicampur dengan produk asing. “Bagi saya, ini terobosan dalam pemasaran produk IKM di Indonesia,” ucapnya.

QH.

Related Articles :
TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk 
  Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *