TOP COACH INDONESIA Menggelar Business System MasterClass untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

sacsacscsa

Jakarta, Agustus 2014 – Top Coach Indonesia (TCI) menggelar acara workshop “2 Days 1 Night Business System Masterclass”. Acara yang digelar di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, pada 28-29 Agustus 2014 ini merupakan workshop pertama kali yang diadakan TCI sebagai kelanjutan dari Workshop Business Mastery yang telah dilaksanakan secara rutin oleh TCI.

Acara ini dilaksanakan dalam mere-edukasi para pebisnis di Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Di sisi lain, workshop ini sejalan dengan visi TCI, menciptakan satu juta miliarder pengusaha di Indonesia.

Selain itu, acara ini digelar atas dasar kenyataan banyak pengusaha atau pemilik bisnis yang membangun bisnisnya dengan susah payah dan tanpa sistem yang baik. “130.000 bisnis dimulai, 120.000 bisnis tutup di hari yang sama. Itulah nasib pengusaha kelas menengah kecil,” kata CEO dan pendiri TCI, Coach Tom MC Ifle.

Menurutnya, banyak dari mereka yang gagal karena kurang modal, terjebak hutang bank, sehingga tak sanggup bertahan. Padahal, lanjutnya, yang menjadi masalah terbesar adalah sistem yang mereka bangun tidak melewati tahap-tahap yang tepat.

Hingga, TCI menemukan inovasi jitu mengenai cara mensistemasi bisnis, meningkatkan profit hingga 2000 persen, dan membuat bisnis go international. “Sistemasi bisnis adalah kuncinya! Tanpa sistem, mustahil Anda akan memfranchisekan bisnis Anda. Tanpa sistem, mustahil Anda akan mewariskan ke anak cucu generasi ke generasi,” ujar Coach Tom.

Apakah sistemasi bisnis ini mudah, tentu saja tidak. Apakah tergolong sederhana? “Yes!,” kata Coach Tom. Ia menjelaskan, mensistemasi bisnis bukanlah hal yang kompleks. Banyak orang yang menganggap sistem itu rumit, mahal, hanya untuk perusahaan besar, atau cocok untuk perusahaan yang mau go public. “Maaf itu adalah mitos!,” kata Coach Tom.

Melalui workshop ini, TCI akan menularkan sistemasi bisnis ini. Event ini juga akan diisi oleh Coach Eko dan Coach Rakhmat, dua sosok Certified Business Coach yang mempunyai spesialisasi masing-masing.  “Karena ada sistem yang terbukti membantu ratusan pengusaha kecil dan menengah dalam mensistemasi bisnisnya dengan cepat, terarah, dan profitable,” kata Coach Tom.

Workshop ini diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia di kalangan pengusaha dan pemilik bisnis untuk menghadapi pemberlakuan MEA pada 2015. “Kesiapan sumber daya manusia penting agar mampu bersaing di tingkat regional nantinya,” kata Coach Tom.

Related Articles :
BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha

BNI Ekspansi Bisnis Remitansi ke Tiga Negara

sacsacscsa

Jakarta, 27 Agustus 2014 –  Langkah besar kembali dilakukan PT Bank Negara Indonesia (BNI). Bank plat merah ini melakukan ekspansi bisnis layanan remitansi di tiga negara, yaitu Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan. Remitansi adalah kiriman uang dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri.

“Penurunan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi itu hampir 30 persen, karena adanya stabilisasi, banyak WNI yang dipulangkan dan kedua adanya moratorium TKI, sehingga tidak menambah jumlah WNI di sana,” ujar Pemimpin Divisi Internasional BNI A. Firman Wibowo.

Firman mengatakan, penurunan jumlah WNI di Arab Saudi mengakibatkan customer base income makin lama makin menurun, sehingga perlu dikompensasi ke negara-negara lain. Potensi remitansi di beberapa negara sangat besar mengingat enam juta WNI berada di Malaysia, sekitar 75 ribu di Korea dan 220 ribu di Taiwan, di mana di Taiwan, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat pada 2014 dibandingkan 2013.

Di Taiwan, jumlahnya itu meningkat dua hingga dua setengah kali lipat dari tahun sebelumnya, karena lapangan pekerjaan di sana sangat luas. “BNI akan masuk lebih dalam ke Malaysia dan Korea, serta mengekspansi bisnis ke Taiwan untuk mengimbangi penurunan jumlah WNI yang terjadi di Arab Saudi,” katanya.

QH.

Related Articles :
Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri

Analisis mengenai Graphology

sacsacscsa

Grafologi adalah ilmu yang mempelajari tulisan tangan. Dengan menganalisis tulisan seseorang, profil perilaku dapat ditentukan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan fisik, mental, dan emosional dari penulis. Ternyata dengan membaca tulisan tangan kita dapat memahami lebih dalam dari sekadar sifat, karakter, dan kebiasaan. Graphology biasa digunakan oleh kepolisian untuk membongkar kasus sulit.

Makassar Jadi Kota Bisnis Terbaik 2014

sacsacscsa

Jakarta, 25 Agustus 2014 – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dinobatkan sebagai Kota Bisnis Terbaik pada 2014. Adalah Survei Business Digest, unit bisnis dari majalah SWA, yang menobatkannya, dengan indikator pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) nonmigas tertinggi di Indonesia.

Dalam hasil survey tahunan Best Cities For Bisness (BCB) yang dirilis Majalah SWA pada terbitan edisi khusus untuk Minggu ini, Makassar menduduki peringkat tertinggi dengan indeks kepuasan para pebisnis dengan angka 63,4 persen. Kota ini juga memiliki indeks rekomendasi para pebisnis dengan angka 32,5 persen.

Dengan demikian, Makassar tidak terkalahkan dengan angka 48,0 persen, disusul Kabupaten Kutai Timur dengan persentase 41,0 persen, dan Kabupaten Indragiri Hilir dengan total angka 28,9 persen.

Berdasarkan data yang dipublikasi Majalah SWA, survey dilakukan pada kalangan pengusaha kecil menengah yang ada di kota dan kabupaten setempat. Makassar digambarkan sebagai sebagai kota yang memiliki Waterfront City, di Kawasan Pantai Losari yang menggambarkan sebagai lanskap kota modern yang tidak kalah dengan wajah muka kota-kota modern di beberapa negara maju.

Keindahan kota Makassar juga diperkuat dengan tampang modern Bandara Sultan Hasanuddin yang juga dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di Tanah Air.

QH.

Related Articles :
Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara
Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri

Mebel Lokal Bakal Kuasai Asia Tenggara

sacsacscsa

Jakarta, 21 Agustus 2014 – Industri mebel nasional diprediksikan bakal merajai pasar Asia Tenggara di masa mendatang. Hal ini diyakini Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) yang memperkirakan Indonesia bisa mencapai peringkat satu negara pengekspor mebel di Asia Tenggara dalam 10 tahun ke depan.

“Saya pikir dalam 10 tahun kedepan kita bisa menjadi yang terbesar di tingkat regional,” kata Sekjen AMKRI Abdul Sobur. Perkiraan ini didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia kaya akan bahan baku dan adanya sumberdaya manusia yang andal.

Atas dasar itulah, asosiasi ini menentang keras ekspor bahan baku kayu. “Negara ini perlu dikelola dengan baik. Bahan baku jangan diekspor terus menerus, tapi harus ekspor barang jadi karena barang jadi memiliki nilai tambah yang besar dan menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Abdul Sobur juga berharap banyak pada pemerintahan baru untuk memberikan regulasi-regulasi yang mendukung terhadap perkembangan industri mebel Tanah Air. Di sisi lain, AMKRI berkomitmen untuk menumbuhkembangkan industri mebel dan kerajinan nasional sehingga industri ini mampu berkembang menjadi yang terbesar dan terdepan di kawasan regional.

Selama ini, Abdul menambahkan, Indonesia mengalami kendala dalam mengembangkan industri mebel. Kendala tersebut antara lain kebijakan pemerintah yang belum mendukung penuh, ketiadaan industri pendukung, maupun minimnya investor asing.

Ia berharap, meningkatnya persaingan dari negara produsen lain yang lebih murah yakni Tiongkok, Vietnam dan Malaysia, dapat memacu industri mebel Indonesia mampu bergerak melalui berbagai inovasi yang memberikan nilai tambah untuk merebut pasar dunia.

QH.

Related Articles :

Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB

Pameran Produk Bagi Wirausaha Baru Digelar

sacsacscsa

Jakarta  21 Agustus 2014 – Sebuah pameran bagi para wirausaha muda digelar pemerintah. Pameran Pameran Produk Unggulan Binaan Tenaga Penyuluh Lapangan dan Wirausaha Baru ini digelar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memacu semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. “Saya menyambut gembira dengan terselenggaranya pameran ini sebagai langkah membangkitkan semangat kewirausahaan generasi muda,” kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat.

Pameran berlangsung selama empat hari sejak 19 – 22 Agustus 2014 di Kementerian Perindustrian, Jakarta. Pameran tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 30 tenaga penyuluh lapangan industri kecil dan menengah (TPL-IKM) angkatan 2009 perwakilan provinsi serta 20 TPL-IKM wirausaha baru dengan menampilkan berbagai komoditi pangan, sandang dan kerajinan.

Pameran tersebut mempromosikan dan mengangkat produk-produk binaan dan hasil produksi tenaga penyuluh lapangan (TPL) sehingga penggunaan produk dalam negeri bisa lebih ditingkatkan. Hidayat berharap pameran tersebut bisa dikunjungi oleh masyarakat luas khususnya pembeli potensial dari Jabodetabek.

Hidayat berharap pameran tersebut mampu menggugah semangat generasi muda khususnya TPL-IKM program beasiswa untuk berwirausaha. “Saudara tidak lagi berpikir akan bekerja menjadi pegawai tapi termotivasi untuk jadi pengusaha,” katanya. Kemenperin mendorong terus terciptanya wirausaha-wirausaha baru, salah satunya melalui program beasiswa TPL untuk mencetak SDM berkualitas yang mampu menjadi wirausaha baru di sektor industri.

QH.

Related Articles :
Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture

Pemerintah Pacu Lahirnya Wirausahawan Baru

sacsacscsa

Jakarta, 19 Agustus 2014 – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) senantiasa mendorong lahirnya wirausahawan baru yang dapat menciptakan lapangan kerja guna menanggulangi pengangguran. “Kami terus mendorong tumbuhnya wirausahawan-wirausahawan baru. Saudara jangan lagi berpikir akan bekerja menjadi pegawai setelah lulus kuliah tapi termotivasi untuk jadi pengusaha,” kata Menperin MS Hidayat.

Menurut Hidayat, Indonesia membutuhkan jutaan wirausahawan baru untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Keberadaan wirausahawan, lanjutnya, diharapkan menjadi lokomotif penggerak perekonomian yang berperan menanggulangi pengangguran, menghambat urbanisasi, dan mengentaskan kemiskinan.

Pengembangan usaha dan bisnis, menurut Hidayat, masih sangat terbuka karena Indonesia memiliki SDA yang melimpah dan SDM yang banyak. Apalagi, naiknya jumlah kelas menengah di Indonesia hingga mencapai lebih dari 75 juta jiwa berpeluang menjadi target pasar bagi para wirausahawan industri.

“Konsumsi orang-orang kelas menengah bukan hanya untuk barang kebutuhan primer tapi sudah beranjak ke barang kebutuhan sekunder bahkan tersier sehingga membuka peluang pasar tersendiri,” katanya.

Sementara pada pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, perekonomian Indonesia akan bersaing dengan para pelaku pasar di kawasan ASEAN. Kondisi itu, menurut Hidayat, di satu sisi merupakan peluang besar, namun di sisi lain merupakan ancaman yang serius sehingga para pelaku usaha dalam negeri dituntut untuk menghasilkan produk-produk berkualitas yang memiliki daya saing tinggi sehingga dapat diserap pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Kemenperin pun terus mendorong terciptanya wirausahawan-wirausahawan baru, salah satunya melalui program beasiswa tenaga penyuluh lapangan industri kecil dan menengah (TPL-IKM) untuk mencetak SDM berkualitas yang mampu menjadi wirausahawan baru di sektor industri. Hingga kini program itu telah menghasilkan delapan angkatan.

Para TPL-IKM merupakan calon wirausahawan yang dipersiapkan Kemenperin melalui pendidikan selama masa kuliah program D3, pembekalan melalui diklat kewirausahaan maupun pengalaman magang praktek langsung di lapangan selama menjalani masa kontrak dua tahun sebagai penyuluh lapangan di IKM-IKM.

QH.

Related Articles :
LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.

LPDB Fasilitasi Kaum Muda Berwirausaha

sacsacscsa

Jakarta, 18 Agustus 2014 – Kabar baik ini datang dari Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemas Danial. Menurutnya, pihaknya akan memfasilitasi generasi muda untuk menjadi pengusaha waralaba (franchise) dengan bantuan LPDB. “LPDB membuka peluang kepada generasi muda untuk bisnis waralaba. Kami memiliki 2.000 waralaba dengan dukungan dana dari LPDB. Siapa yang setelah lulus sekolah atau ingin menjadi pengusaha muda berbisnis waralaba dengan dukungan LPDB, kami akan memberikan modal dengan hanya bunga tiga persen,” katanya, Jumat (16/8).

Kemas mengatakan, bila kaum muda menjadi entrepreneur maka ada banyak keuntungan untuk Indonesia di usia Kemerdekaan Ke-69 tersebut. Pertama, perekonomian Indonesia akan terus meningkat dengan munculnya pengusaha-pengusaha muda. Kedua, meningkatnya produktivitas dan penggunaan produk nasional, sehingga bisa bersaing dengan produk nasional menjelang diberlakukannya ASEAN Community pada 2015 nanti.

“2.000 waralaba yang permodalannya dibiaya LPDB adalah murni produk Indonesia. Kami ingin produk Indonesia juga dikonsumsi oleh orang Indonesia. Kita semua ingin produk Indonesia berdaulat di negeri sendiri. Ini komitmen kami,” tegas Kemas.

Dukungan penuh kepada kaum muda ditunjukkan Kemal, dengan berani memberikan garansi bunga satu persen. Kemas menegaskan pemerintah sudah menetapkan membantu koperasi dan UMKM dengan biaya kecil sebesar tiga persen. Untuk anak SMA yang sudah membuka usaha, “saya berani untuk memberikan bungan sebesar satu persen. Tapi proposalnya harus cepat,” jawab Kemas.

Selain itu, bagi kaum muda yang ingin mendapatkan bantuan modal dari LPDB, Kemas menjelaskan, prosedurnya bisa dilihat di laman resmi website LPDB. Dan tentunya, bila yang mengajukan para kaum muda maka LPDB akan membantu mengurus prosesnya.

QH.

Related Articles :
Kemendag Kembali Gelar Trade Expo Indonesia 2014
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.

Kemendag Kembali Gelar Trade Expo Indonesia 2014

sacsacscsa

Jakarta, 15 Agustus 2014 – Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-29 kembali digelar Kementerian pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta. Kali ini bertema “Towards Green Business”.

Tema tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi maupun eksistensi keanekaragaman produk dan jasa Indonesia sebagai produk yang berkualitas dan berwawasan lingkungan. Diharapkan, pameran ini mampu menopang perekonomian melalui peningkatan nilai ekspor nonmigas.

TEI 2014 akan menempati area seluas 40.000 m2 dan diikuti sekitar 2.000 peserta pameran dengan target pengunjung sebanyak 10.000 orang. Produk-produk yang dipamerkan terdiri dari komoditas ekspor utama, komoditas ekspor prospektif, dan produk ekspor lainnya. Selain produk utama dan prospektif, akan ditampilkan pula produk dari bidang jasa dan tenaga kerja terlatih, seperti jasa konstruksi, jasa profesi, dan hospitality.

Produk-produk tersebut menekankan pada kesinambungan perusahaan dalam menjalankan bisnis hijau, yaitu produk yang dibuat dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan sosial sehingga produk yang dihasilkan tidak sekadar memenuhi standar fungsi dan estetika. Faktor penting lain yang menjadi pertimbangan adalah aspek fair trade. Aspek ini antara lain dilihat dari sisi keadilan bagi semua pihak berkepentingan dan kemampuan pengusaha Indonesia dalam memenuhi standar internasional fair trade.

Berdasarkan zonasi produk, TEI 2014 juga akan menampilkan Pride of Indonesia Pavilion dan ASEAN Pavilion. Pride of Indonesia Pavilion memamerkan produk kebanggaan Indonesia yaitu merek lokal yang sudah diterima pasar global, diantaranya industri strategis, hi-tech, manufaktur, produk berbasis sumber daya alam, pemenang Primaniyarta 2014, produk industri kreatif, dan UKM unggulan. Sedangkan ASEAN Pavilion berupa stan informasi dari perwakilan negara-negara ASEAN dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

QH.

Related Articles :
Bunga Rendah untuk Pengembangan UMKM
Pemerintah Salurkan Dana Bergulir Rp20 Triliun untuk UMKM
OJK Edukasi UMKM Soal Investasi Bodong.
GAPMMI: Pembatasan BBM Bersubsidi Sulitkan Pengusaha
Kemenperin Percepat Program Penyebaran dan Pemerataan Industri
Industri Musik Sumbang Rp5,2 Trilin PDB
Kemenperin Dukung Peningkatan Ekspor Furniture
100 Ribu UKM Manfaatkan Contact Center dari Telkom.
Situasi Politik Tak Pengaruhi Investasi