Kegagalan Penjualan Terjadi Karena Gagal Merekrut

Setiap penjualan terjadi karena emosi. Pembelian terjadi dari sisi customer, karena customer suka dengan penjualnya, penjual menarik, atau karena customer merasa lebih percaya diri setelah menggunakan produk tersebut. Adanya dua salesman yang memiliki sifat yang berbeda. Jika ada dua salesman yang menjual produk yang sama, salesman A menjual tanpa ekspresi, hanya fokus pada fitur. Salesman B sangat ekspresif, ceria, tidak hanya fokus pada fitur tetapi juga perasaan yang akan dinikmati setelah memiliki produk ini. 90% setuju Salesman B lebih sukses menjual karena sanggup menarik perhatian secara emosi dan memiliki emosi positif. Karena pembelian terjadi karena emosi, maka emosi salesman harus terjaga juga.

 

Ini adalah 5 dari begitu banyak penyebab utama Salesman gagal terjadi karena:

  1. Mudah kecewa karena ditolak prospek
  2. Hanya bisa menjual harga murah, karena lebih mudah
  3. Tidak bisa membangun rasa percaya pelanggan
  4. Punya kesan negatif terhadap produk sehingga memancarkan emosi negatif
  5. Salesman cepat puas dengan pencapaian yang sudah ada

 

Kesimpulan, 80% penjualan terjadi karena kemampuan salesman mengatasi emosi. Salesman yang mampu menularkan emosi positif kepada customer lebih sukses daripada yang tidak. Salesman wajib memiliki emosi positif terhadap produk yang dijual, agar customer memandang produk secara positif.

Salesman yang sukses menilai diri dengan positif, merasa positif dan menjawab semua tantangan secara positif.

Bagaimana Mengungkap Rahasia Emosi Dominan  Yang dimiliki oleh Salesman Anda?

 

DISC Profile

Adalah penelitian mengenai perilaku menegaskan bahwa orang yang paling efektif adalah mereka yang memahami tentang dirinya, yaitu mengenai kekuatan dan juga kelemahan yang dimilikinya, sehingga mereka dapat mengembangkan dan menggunakan suatu strategi untuk memenuhi harapan atau menyesuaikan diri dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya.

Dalam laporan DISC ini kita mengukur empat dimensi dari perilaku normal. Hal itu adalah :

  • Bagaimana seseorang menghadapi dan merespon masalah dan tantangan dinamakan- Dominance.
  • Bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain melalui ide dan pandangannya disebut – Influence.
  • Bagaimana seseorang menghadapi dan merespon perubahan lingkungan adalah orang yang- Steadiness.
  • Bagaimana seseorang menghadapi dan merespon peraturan dan prosedur yang dibuat oleh orang lain adalah orang tipe- 
Compliance.

 

Laporan ini menganalisa gaya perilaku; yang merupakan gaya seseorang atau sering disebut yang bersangkutan dalam melakukan sesuatu. Termasuk:

  • Karakteristik umum
  • Emosi yang paling dihindari  
  • Kecenderungan Emosi dalam bersosialisasi
  • Emosi dominan saat menerima dan memahami informasi
  • Kemungkinan kelemahannya dalam mengelola Emosi
  • Nilai dan peran emosi terhadap team 
  • Hal yang dianjurkan ketika berkomunikasi                   
  • Lingkungan/suasana ideal yang mempengaruhi emosi positif

 

Indonesia’s #1 Success Coach
Lean Six Sigma Coach
Chief Executive Officer 
PT. Aubade Makmur
Best selling book author:
Profit is King, Rahasia Meledakkan Profit Tanpa Iklan
Big Brain, Big Money – 24 Pikiran Terlarang Yang membuat anda Kaya Raya

Hidup Bahagia Bisnis Luar Biasa

 

Related Articles :
– KPI adalah ukuran-ukuran yang sangat penting terhadap bisnis atau organisasi yang      biasanya 
– Apakah Anda sudah memiliki SOP untuk mencapai keseragaman kinerja ?
– Bagaimana Cara untuk Membuat Proses Bisnis yang Sempurna ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *