Cara Bagaimana Membuat Sebuah Bisnis Catering Sehat

Saya ditanya oleh Bu Diah dari Malang yang merupakan  seorang guru dan berniat membuka bisnis.  Alasan utamanya adalah karena suami Bu Diah memasuki masa pensiun. Bu Diah berniat membangun bisnis dengan modal minim, yaitu membuka catering sehat. Ia bilang kami sudah ada ahli gizi, pensiunan dari rumah sakit. Dia minta masukan dari saya, bagaimana jika pembagian hasilnya 70 – 30? Dan bagaimana mengenai NPWP? Untuk surat ke DEPKES-nya juga sudah ada.

 

Saya katakan bahwa saya sungguh senang dengan niat Anda untuk memulai usaha. Kalau soal modal minim itukan perkara biasa. Dan orang hebat adalah kalau ia berbisnis justru dengan modal minim. Bahkan ada beberapa pebisnis yang mengandalkan usahanya tanpa modal sama sekali. Saya justru melihat modal yang Anda miliki sudah amat sangat mencukupi. Karena punya ahli gizi dan surat Depkes. Bahkan saya berani katakan Anda sudah memiliki persyaratan untuk sukses. Jadi, Anda jelas tidak minim. Uraian berikut akan saya bagikan buat Anda supaya sukses:

 

Pertama, produk yang Anda jual bisa dikategorikan cukup unik (catering sehat), istilah kerennya dalam marketing adalah segmented. Artinya, Anda punya pasar yang tersegmentasi pada kelompok tertentu. Kelompok yang mengutamakan makanan sehat. Umumnya menjual pada market seperti ini lebih mudah, karena secara general mereka kebanyakan mempunyai daya beli yang cukup tinggi. Jadi yang harus benar-benar Anda perhatikan adalah bukan hanya soal rasa (taste), tetapi lebih kepada proven atau pembuktian. Pembuktian bahwa catering sehat Anda memang membuat konsumen jadi sehat. Jika ini yang terjadi, saya amat yakin Anda akan dengan sangat mudah menuai kesuksesan. Ko, yakin sekali? Memang. Karena untuk konsumen jenis ini mereka lebih mengutamakan value. Apa sih value? Value disini adalah benefit (baca: menjadi sehat, misal tidak membuat kolesterol semakin tinggi dan aman bagi jantung) yang lebih besar dari harga (price) yang dikeluarkan. Ringkasnya semakin tinggi manfaat kesehatan yang diperoleh konsumen akan semakin kecil (persepsi konsumen) tentang harga. Jadi jelas gampang menjualnya. Dalam bahasa yang lain dapat dikatakan Anda mampu merupiahkan setiap benefit baik secara fungsional (sehat) maupun emosional (nyaman) jika mengkonsumsi catering sehat Anda.

 

Kedua, Ingatlah nama yang Anda perlu buat harus punya asosiasi yang kuat dengan catering sehat. Misal Healht Catering, Menu sehat catering dll. Nama itu akan membuat produk Anda mudah diingat oleh konsumen. Jadi, buatlah nama yang memiliki ikatan persamaan dengan produik yang dijual.

 

Ketiga, Pada dasarnya bagi hasil tergantung dari kesepakatan para pihak. Prinsip dasar perjanjian adalah win-win solution, adil, transparan, tidak saling menzalimi dan memotivasi untuk bekerja secara powerfull. Sistem 70:30 yang Anda berlakukan, menurut hemat saya cukup baik dan memberi dorongan untuk bekerja optimal. Sehingga, saya yakin Anda akan sukses. Persoalannya, seringkali setelah bisnis membesar ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, Baik karena bagi hasil yang tidak sesuai. Coba Anda lihat berapa banyak grup musik dan grup lawak yang bubar gara-gara pembagian yang tidak adil dan tidak trasparan. Ingatlah, bahwa kalau mau bisnis panjang, maka tidak lain prinsip-prinsip di atas harus Anda pegang. Prinsip utama berpartner adalah berbagi.

 

Keempat, Mengenai NPWP sebaiknya Anda tinggal pergi saja ke kantor pajak untuk dibuatkan NPWP-nya. Kalau enggak mau pusing, cari saja konsultan pajak. Cara ini akan menghemat waktu Anda. Sehingga Anda bisa menggunakan waktu untuk kegiatan yang lebih mengarah pada produksi dan pemasaran atau keuangan bisnis catering Anda.

 

Saya kira tips-tips yang diuraikan akan membuat Anda sukses. Minta terus pada Yang Maha Kuasa. INSYA ALLAH kesuksesan bersama Anda. Keyakinan positif akan membawa dampak positif bagi bisnis Anda. Salam manfaat buat Anda.

 

Salam Pencerahan,

COACH EKO SUPRIYATNO

 

Related Articles :
Bisnis Distro, Kenapa Tidak?
Bagaimana Melakukan Strategi Marketing Yang Paling Murah Tapi Efektif ?
Cara Mudah Untuk Meningkatkan Omzet

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *