Cara Bagaimana mengolah Database yang baik sehingga dapat Meningkatkan Profit

Saya menulis cerita ini karena menurut saya sangat mengagumkan. Salah satu bisnis yang saya coach beberapa tahun lalu, bergerak dibidang  rumah makan. Pertama kali bertemu saya omset rumah makan ini sekitar 2 juta perhari. Jam sibuk hanya saat makan siang dan makan malam saja. Selama ini strategi yang sudah diterapkan adalah dengan mengirimkan brosur ke rumah-rumah, iklan di surat kabar 2x100mmk.

Biaya yang dikeluarkan selama ini antara 3-7 juta perbulan. Dua strategi marketing ini sudah lama ditinggalkan setelah saya melakukan Business Strategic Review dan menemukan ada 19 in-efisiensi yang menyebabkan bisnis ini tidak profit.

Problem terbesar
 selama 7 bulan profit tergerus karena biaya semakin mahal dan tidak mudah mengundang customer untuk makan di restonya. Biasanya mereka bisa mendapat regular customer datang makan siang, makan malam atau delivery secara rutin, namun sejak adanya competitor yang membuka fancy resto, sea food dan Kopitiam tempoe doeloe customer banyak yang pindah.

Coaching session
 saat sesi coaching berlangsung, saya menemukan banyak sekali kendala operasional yang terjadi. Bahkan sebagian kesalahannya sangat fatal. Namun kita akhirnya sepakat untuk focus menyelamatkan cashflow dan profit bisnis yang ada.

Dua kesalahan fatal yang saya temukan adalah:

1.  Tidak ada database customer yang valid

2.  Tidak ada program yang menarik untuk membuat customer kembali berbelanja

Strategi
 saya meminta client ini untuk menangkap sebanyak mungkin database pelanggan. Baik saat delivery atau dine in. Alasan data capture ini dengan menawarkan Special Voucher Offer untuk dikirimkan ke alamat masing-masing. Alhasil mereka mendapat lebih dari 500 nama, alamat, nomor telepon, handphone selama satu setengah bulan. Dari total sekitar 900 customer 55% mau memberi data.

Setelah nama dan data ditangan, kita melakukan strategi untuk memastikan ada repeat order, seperti:

1.  Membuat weekend special menu

2.  Seafood night

3.  Magician night

4.  Hypnosis night

5.  Free for Children

6.  Try us! We give your more

7.  Wedding anniversary night

8.  Birthday special

9.  Dan seterusnya

Setelah berjalan beberapa bulan omset penjualan bergerak naik, bahkan lebih dari 300%. Bagaimana Anda bisa melakukan ini untuk bisnis Anda, tergantung dari seberapa konsisten Anda membuat pelanggan Anda ingat Anda.

Kompetisi semakin tajam, penjualan bisa menurun, namun asset terbesar Anda adalah memastikan semua customer yang pernah mencoba selalu bertransaksi dengan Anda, ini adalah ladang emas yang harus terus dipelihara.

Your most unhappy customers are your greatest source of learning. – Bill Gates

Salam pencerahan,
Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach
Certified MaTriz Level 1 Facilitator
Lean Six Sigma Coach
CEO TOP COACH INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *