Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?

sacsacscsa

Dalam suatu Kesempatan mengisi seminar  Entrepreneurship di Suku Dinas (SUDIN) Jakarta beberapa waktu yang lalu, kebetulan semua pesertanya adalah guru dan kepala sekolah. Alhamdulillah kebanyakan peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut. Buat mereka hal ini adalah sesuatu yang baru. Sengaja memang, saya bawakan tidak terlampau teoritik agar para peserta tidak mudah jenuh mengikutinya. Bahkan dalam beberapa kesempatan saya iringi dengan celetukan-celetukan ringan. Seperti, ketika saya mengucapkan salam kepada para peserta:”Assalammualaikum” dan peserta hanya sebagian kecil saja yang menjawab. Maklum karena acaranya kebetulan mendapat giliran pagi hari, mungkin masih agak ngantuk. Lantas saya katakan pada peserta: “ciri-ciri orang SU-SES adalah kalau menjawab salam tidak semangat”.  Peserta malah bingung. Kok jawab salam tidak semangat malah dianggap sukses. Rupanya para peserta salah mendengar yang saya katakan. Lalu, saya sampaikan pada mereka bahwa bukan sukses tetapi su-ses dan kepanjangan dari SU-SES itu adalah susah sukses. Kontan saja para peserta tertawa terbahak-bahak. Mungkin dalam benak mereka berkata: “ada-ada saja”.

Jika kita tengok data, terlihat fakta bahwa di Indonesia 83,1% sarjana S1 hanya menjadi karyawan dan hanya 5,8% menjadi pengusaha. Jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2007 tercatat sebanyak 10,01 juta orang dan terus bertambah sampai tahun 2008. Kata Ciputra seorang pengusaha properti ternama, harusnya dengan jumlah 220 juta, Indonesia butuh 4,4 juta entrepreuner (saat ini masih sekitar 400.000). Hemat kata, Indonesia kekurangan sekitar 4 juta pengusaha baru.

Sayang seribu sayang, pendidikan entrepreneur di negri ini masih berkutat pada hal-hal yang bersifat normatif. Masih seneng utak-atik hal-hal yang bersifat teoritis ansich. Lebih repotnya lagi kebanyakan yang mengajar di sekolah atau perguruan tinggi adalah pengajar yang tidak memiliki ketrampilan praktis berwirausaha alias bukan pebisnis. Alhasil, wajarlah selepas sekolah SMA atau sarjana, rata-rata pola pikir yang terbentuk adalah bagaimana mencari pekerjaan. Bukan menjadi pebisnis ulung.

Pada fase ini, saya ingin mengatakan bahwa pendidikan di negri yang kita cintai ini belum mampu mendorong lulusan SMA, SMK dan lulusan Perguruan Tinggi untuk menjadi wirausahawan atau saudagar. Kalaupun ada jumlahnya sangatlah kecil sekali. Padahal Dirjen Dikti menganggarkan 1 (satu) persen dari dana pendidikan yang telah disediakan pemerintah untuk pendidikan kewirausahaan dan anggarannya diajukan dalam APBN tahun 2009.

Bukti konkret dari yang saya utarakan di atas adalah, ketika saya meminta para peserta tunjuk tangan bagi yang sudah mempunyai usaha. Ternyata hanya 5 (lima) orang saja dari sekitar 200 hingga 300 orang peserta. Ini berarti hanya sekitar 2 – 4 persennya. Jadi, selama ini guru mengajarkan sesuatu yang tidak nyata alias text books. Sehingga, muridnya pun hanya mengenal pendidikan kewirausahaan dan bukan ketrampilan dan sikap mental kewirausahaan. Padahal yang sangat dibutuhkan justru ketrampilan dan sikap mental tersebut. Ini tidak berarti menihilkan peran pendidikan kewirausahaan.

Untungnya peran perguruan tinggi yang terkesan agak terlambat ini diambil oleh pendidikan non formal seperti Entrepreuner University, Entrepreneur College, Oase dan belakangan LP3I dengan LP3I Entrepreneur Center. Lembaga-lembaga inilah yang meski perannya belumlah signifikan ternyata cukup mampu melahirkan beberapa pengusaha baru.

Pada akhir sesi yang menyisakan 30 menit, saya memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Ternyata sangat banyak yang hendak bertanya, sehingga oleh moderator dibatasi sekitar 5 pertanyaan saja. Dan dari kelima pertanyaan tadi ada satu pertanyaan klasik yang menarik perhatian saya, yaitu bagaimana caranya mengembangkan  dan membesarkan usaha. Meskipun agak ‘kuno’ saya tetap terkesan dengan pertanyaan ini. Sebab, siapa sich yang tidak mau bisnisnya membesar. Iya nggak?

Saya jawab singkat pada si penanya: “competency x leverage”.  Kompetensi adalah kumpulan atau dimensi-dimensi yang terdiri dari skill, knowledge, self concept, self character, motif dan value. Saya katakan padanya: “ Saya yakin Bapak memiliki skill dan knowledge yang bagus di bidang yang bapak geluti sekarang ini”. Ia mengangguk tanda setuju. Saya anggap pula bahwa si bapak ini mempunyai dimensi-dimensi selain skill dan knowledge. Namun apakah itu semua cukup? Saya tegaskan, “sama sekali tidak”. Kenapa demikian? Karena kompetensi yang dimaksudkan tersebut barulah unsur internal saja. Dan kalaulah mau dihitung-hitung dengan konsep probabilitas. Katakanlah kira-kira maksimal hanya 50% saja. Coba bayangkan kalau si pemilik bisnis hanya memiliki pengetahuan dan ketrampilan, dan hanya sedikit punya konsep diri, motif maupun value. Maka yang terjadi kompetensi nilainya bukanlah 50%, tetapi kurang dari itu. Berarti sisanya yang 50% adalah Leverage. Apa itu leverage?

Gampangnya leverage adalah daya ungkit atau dalam istilah marketing yakni co-branding. Saya menyebutnya sebagai ilmu ‘nempel’. Bagaimana supaya kita punya daya ungkit yang besar. Mau tidak mau sebelum kita bisa nempel sama orang atau bisnis lain, maka mesti punya kompetensi dulu. Calon mitra kita akan melihat terlebih dahulu kompetensi apa yang kita miliki. Sebagai contoh, pada waktu saya menjabat sebagai Business Manager (assistant to GM) di PT. Wicaksana ada sebuah perusahan minyak goreng dari Medan (baca: Brand Sania yang kini masih beredar)  yang ingin mendistribusikan produknya melalui Wicaksana. Mereka tahu bahwa mereka tidak akan mampu melakukan sendiri, mengingat mereka belum banyak pengalaman soal jalur-jalur distribusi yang efisien dan efektif. Setahu saya tidak sampai lima tahun ketika perusahaan ini sudah cukup paham lika-liku distribusi mereka mendistribusikannya sendiri. Nyatanya hingga hari ini minyak Goreng Sania masih beredar di pasaran. Inilah bukti konkret kehebatan leverage. Contoh lain adalah, betapa Bank Muamalat Indonesia (BMI) saat ini tumbuh pesat. Kenapa mereka bisa sedemikian  cepat? Tidak lain dan tidak bukan, sebabnya adalah mereka mampu menggandeng PT. POS Indonesia sebagai jalur distribusi BMI. Ini yang namanya mantap dan sehat.

Kedua contoh di atas saya utarakan pada si penanya, lalu saya tegaskan bahwa supaya usaha berkembang maka leverage menjadi jalan yang sangat baik supaya bisnis Anda bisa melesat bak anak panah. Lagi-lagi dia mengangguk penuh senyum plus keyakinan tanda setuju dan yakin bahwa usahanya bisa berkembang dan membesar. Yang tidak boleh dilupakan formula di atas adalah faktor kali. Berbeda dengan penjumlahan, faktor kali ini peningkatannya sangat signifikan. Sebagai contoh 2 X 6 sama dengan 12, berbeda kalu 2 + 6 jumlahnya hanya 8. Jadi jelaslah sudah bahwa variabel kompetensi jika dikalikan dengan variable leverage hasilnya pasti dahsyat. Kalau mau bukti coba saja!!!

Salam Pencerahan,

COACH EKO SUPRIYATNO

Related Articles :
Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?
Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.
Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit

Bagaimana Melakukan Strategi Marketing Yang Paling Murah Tapi Efektif ?

sacsacscsa

Marketing system yang saya ajarkan ke semua client saya selalu memulai dari strategi yang paling murah tapi efektif. 2 dari 10 ex-pelanggan Anda masih berpotensi menggunakan jasa Anda. Sementara berapa banyak pengusaha yang tidak memanfaatkan database pelanggan sebagai senjata marketing. Saya beri contoh:

  1. Berapa banyak ex pelanggan Anda saat ini?
  2. Berapa banyak data pelanggan yang tercecer  di bisnis Anda?
  3. Berapa banyak data pelanggan yang tercantum di invoice namun tidak pernah di kelola?
  4. Jika semua pelanggan Anda dari awal Anda buka masih bertransaksi hingga sekarang, berapa besar bisnis Anda?

Ada dua alasan mengapa marketing system menggali database customer sangat penting:

  • Biaya untuk mendapat customer baru harganya 6x lebih mahal daripada mengelola pelanggan lama.
  • Alasan kedua orang yang pernah mencoba pelayanan Anda adalah orang yang paling mudah diyakinkan untuk membeli lagi.

Database bisa juga diambil dari prospek, atau orang yang hanya tanya-tanya saja. Salah satu trik yang saya bisa berikan untuk membantu Anda mendapatkan ribuan database pelanggan:

  1. Siapkan form sederhana, berisi : Nama, Alamat, No telepon dan email
  2. Siapkan insentif untuk setiap prospek yang mau mengisi
  3. Insentif bisa berupa voucher diskon, pen cantik, boneka, pembatas buku, flashdisk, dan sebagainya
  4. Siapkan program undian
  5. Minta detail alamat kepada semua prospek dan customer yang sudah ada
  6. Berikan alasan bahwa Anda membutuhkan data ini agar Anda bisa membantu prospek dan pelanggan Anda mendapat pelayanan terbaik Anda
  7. Jika ada yang menolak, katakan ,”terima kasih,” jangan memaksa

So, tips marketing system kali ini, tawarkan kepada semua prospek yang datang untuk bergabung dengan komunitas Anda. Umumnya jika Anda memiliki program yang menarik, mereka mau memberikan detail apapun yang Anda minta. Jika Anda sudah mendapat detail informasi, manfaatkan sebaik-baiknya.

Untuk mendapat strategi detil tentang marketing kunjungi www.topcoachindonesia.com/bisnis

Kemenperin Gelar Sepatu, Kulit, dan Fesyen 2014

sacsacscsa

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat membuka pameran Gelar Sepatu, Kulit dan Fesyen 2014 di Hall A Jakarta Convention Center, Senayan. Pameran yang mengambil tema “Buatan Indonesia Kebanggaan untuk Dunia” ini digelar di Hall A Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada 28 – 31 Mei 2014 dengan 168 stand yang dapat dikunjungi.

Ia mengatakan, industri tekstil dan alas kaki merupakan komoditi andalan industri manufaktur karena banyak menyerap tenaga kerja, mampu memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri dan penyumbang devisa ekspor non migas yang cukup signifikan. “Saya memberikan apresiasi kepada para asosiasi yang merupakan mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan industri tekstil dan alas kaki nasional,” kata Menperin saat memberikan sambutan.

Menurut dia, nilai ekspor produk tekstil pada 2013 mencapai 12,68 miliar dollar AS, demikian juga dengan produk alas kaki yang mencapai 3,86 miliar dollar AS. “Selain nilai ekspor yang cukup besar, surplus neraca perdagangan produk tekstil dalam lima tahun terakhir secara rata-rata mencapai 4,5 miliar dollar AS per tahun dan industri alas kaki mencapai 2 miliar dollar AS per tahun,” ujarnya.

Dengan nilai ekspor sebesar itu, Indonesia mampu memenuhi sekitar 1,8 persen kebutuhan dunia akan produk tekstil dan memenuhi sekitar tiga persen kebutuhan dunia akan produk alas kaki. “Kedua kelompok industri tersebut juga menyerap banyak tenaga kerja, di mana untuk industri tekstil, tenaga kerja yang terlibat berkisar 1,55 juta orang. Sementara industri alas kaki, tenaga kerja yang terlibat mencapai 750 ribu orang,” katanya.

QH.

Bisnis Distro, Kenapa Tidak?

sacsacscsa

Sebut saja namanya Agung. Ia adalah salah satu dari ribuan atau bahkan jutaan orang yang tertarik ingin menggeluti bisnis, khususnya bisnis distro. Dengan berapi-api Ia bertanya pada saya: “saya tertarik akan usaha distro tapi saya masih awam dalam hal ini mohon petunjuknya dan apakah usaha ini bagus untuk masa depan”?

Terhadap pertanyaan tersebut saya ucapkan terima kasih. Lalu saya katakan, bahwa saya senang dia berminat menjadi pebisnis. Padahal masih tergolong muda usianya, yakni 22 tahun. Buat Saya itu satu tanda positif yang cukup baik. Kemudian saya bagikan beberapa tips yang bisa membawanya ke jenjang keberhasilan.

Kata “distro” merupakan singkatan dari distribution store atau distribution outlet yang berfungsi menerima titipan dari berbagai macam merek clothing company local yang memproduksi sendiri produknya.. Jadi pada dasarnya, distro adalah semacam distribution channel atau saluran distribusi yang spesifik atau tertentu. Misalnya saja seperti: T-shirt, tas, dompet, jaket, dan lain-lain. Harap diketahui Telkom sebagai perusahaan atau BUMN telekomunikasi-pun menggunakan konsep distro untuk menjangkau konsumen.

Kalau mau dikelompokkan bisnis ini bisa dikatakan masuk dalam golongan retail bisnis. Umumnya pasarnya masih terbatas untuk kaum muda, meskipun cukup banyak juga selain pasar golongan muda. Dalam konteks pemasaran sebenarnya hal ini cukup baik, dalam arti sangat segmented. Ini berarti secara psikografis distro akan menjadi suatu kekuatan tersendiri. Oleh karena masuk dalam kategori retail bisnis, maka untuk dapat sukses dalam bisnis ini menurut Kartono (2007) terdapat beberapa elemen yang dapat mendorong keberhasilan, yaitu pengembangan produk (product development), lokasi (location), koneksi (connection), merek (brand), dan layanan pelanggan (customer care).

Product development disini adalah bagaimana produk-produk yang masuk dalam distro adalah produk-produk yang sifatnya benar-benar spesifik dan unik. Dengan keunikannya ini, maka distro yang kita miliki akan mudah dikenal oleh konsumen. Faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan pengembangan produk ini adalah kecepatan (speed), kualitas (quality) dan biaya (cost). Kecepatan yang dimaksud disini adalah bagaimana produk distro kita lebih cepat masuk ke pasar ketimbang competitor. Namun jangan lupa produk kita harus memiliki kualitas yang diinginkan konsumen baik dari sisi bentuk, model dan tentunya harga yang masuk akal (baca: sesuai daya beli) buat konsumen. Perlu ada perpaduan antara kecepatan, kualitas dan biaya harus menyatu. Ringkasnya produk unik yang cepat keluar di pasaran, dibarengi dengan kualitas produk dan harga yang terjangkau oleh konsumen akan menjadi bauran (mix) yang mantap.

Di lain sisi, Lokasi adalah harga mati yang tidak dapat ditawar bagi pebisnis distro. Carilah lokasi yang mudah dijangkau dan dilihat oleh konsumen. Kalau pasarnya anak muda. kita bisa coba kerjasama dengan kafe, kampus, atau tempat-tempat anak muda nongkrong. Kita juga bisa kerjasama dengan toko-toko kaset yang kemungkinan banyak dikunjungi oleh anak muda. Ini akan memudahkan distribusi produk. Menurut pengamatan saya toko kaset yang ada di mal-mal kebanyakan di kunjungi oleh kaum muda.

Selain pengembangan produk dan lokasi, koneksi merupakan salah satu indikator penting bagi keberhasilan bisnis distro. Kenapa? Karena biasanya pebisnis pemula tidak cukup mempunyai dana, sehingga melalui kerjasama dengan berbagai pihak seperti disebut di atas (kampus, kafe, toko dll) akan menjadi kekuatan pendongkrak (leverage) dalam memulai usaha. Ketika pertama kali memulai bisnis di bidang pendidikan, saya menggandeng orang yang sudah piawai di bidang pendidikan. Hasilnya cukup signifikan. Pembelajaran yang saya dapatkan tergolong cepat. Untuk itu, cobalah kita bangun koneksi dengan berbagai kalangan. Dapat juga kita lakukan koneksi melalui jaringan milis yang anggotanya anak-anak muda. Saya kira cara itu bisa dipakai, mengingat jaringan milis cukup efektif. Prinsipnya gunakanlah banyak kemungkinan koneksi yang memudahkan produk kita terjangkau konsumen potensial kita (anak muda). Sehingga mudah terjangkau oleh mereka. Ingatlah hukum probabilitas. Semakin banyak kemungkinan, semakin besar potensi yang dapat kita bisa capai.

Kekuatan merek sangat penting dalam mendukung keberhasilan distro. Kenapa? Karena pelanggan umumnya tidak mengingat produk, tetapi mereka mengingat merek. Dalam ilmu pemasaran, posisi awareness sangat penting dimana setiap pemasar sangat menginginkan produknya selalu diingat, sehingga ketika pelanggan membutuhkannya lagi, mereka membeli produk yang sama. Namun demikian, perlu diingat adalah bahwa merek yang kuat tidak selalu identik dengan produk berkualitas tinggi, tetapi merek yang kuat akan menjadi kekuatan pendorong pembelian berulang (repeat buying). Repurchase mengindikasikan adanya customer satisfaction dan tentu saja berpotensi pada customer loyalty.

Yang tidak boleh dilupakan adalah mengenai customer care. Customer care jangan ditinggalkan. Karena customer care biasanya mampu menenangkan dan memenangkan hati pelanggan. Sebagai contoh adalah, mengapa orang lebih suka belanja ke carefour? Sebab di situ terdapat kenyamanan, kemudahan pembayaran (kartu anggota) dan ketersediaan barang. Disana ada unsur shopping yang mendekati unsur entertainment. Prinsipnya Anda harus mampu membuat pelanggan merasa mendapat benefit tambahan yang tinggi karena berbelanja ke distro kita dan bahkan usahakan agar mendapat manfaat melebihi ekspektasi mereka. Ini baru namanya sehat plus mantap.

Saya punya keyakinan bisnis distro ini akan berkembang, karena pasar anak muda sudah jelas dan tersegmentasi. Hebatnya, meskipun segmented tetapi potensinya besar sekali. Saya kira sudah saatnya dimulai. Menunda adalah kerugian besar.

Buatlah action plan agar mudah dalam menjalankannya!. Kata saya pada Agung. Saya yakinkan padanya bahwa tips di atas memberi manfaat buat dia. Tak lupa Saya mengingatkan untuk selalu minta pada Yang Maha Kaya. Saya selipkan pesan padanya, “Jangan lupa seringlah berbagi”, karena berbagi adalah cara cerdas agar lompatan leverage bisnisnya semakin menjulang. Kalau tidak percaya coba saja!!

 

Salam Pencerahan,

COACH EKO SUPRIYATNO

Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.

sacsacscsa

Tahun 1985 Mexico City terjadi gempa bumi yang hebat. Tepatnya 19 September 1985 pukul 7:19, gempa 8.1 skala richter mengguncang kota ini mengakibatkan kerugian empat milliar Dollar.  Ceritanya bukan itu, yang menjadi menarik adalah, Mexico mendapat sumbangan dari Negara Ethiopia untuk membantu mereka keluar dari bencana. Masih ingat bagaimana ‘Dunia Dalam Berita’ di TVRI jam 9 malam menggambarkan derita Ethiopia? Kelaparan, kekurangan, dan berbagai masalah ekonomi menghantam Negara ini, tapi masih bisa memberi sumbangan ke Mexico.

Nah, rupanya ini bukan kebetulan. Tahun 1935 saat Italy menyerang Ethiopia, Benito Mussolini, the Fascist leader of Italy, menyerang kota Abyssinia (now Ethiopia). Tujuannya adalah mengembalikan harga diri Italia setelah dikalahkan oleh Ethiopia di the Battle of Adowa tahun 1896.  Yang saat itu menyelamatkan Ethiopia dari penjajahan Italy.  

Rupanya Mexico membantu Ethiopia dengan segala upaya. Bahkan Mexico adalah satu-satunya Negara yang mengecam penyerangan Italy. Sebagai rasa terima kasih, di Addis Ababa, ada sebuah tempat yang dinamakan “Plaza Mexico”. Dan di Mexico ada stasiun yang dinamakan Metro Etiopia.

Hukum Reciprocity Terjadi…

Dalam teori social, reciprocity adalah interakasi hubungan baik antara dua manusia. Dalam antropologi, merupakan pertukaran antara materi dan karya. Dalam evolusi merupakan mekanisme kerjasama. Dalam hukum internasional, Anda pasti pernah melihat tanda hubungan baik antara dua kepala Negara dengan saling bertukar cinderamata.

Hukum reciprocity juga terjadi di dunia fotografi, berhubungan dengan keseimbangan cahaya. Dalam quantum fisika, dua benda yang saling berinteraksi akan menghasilkan medan electromagnet yang saling mengisi.

Nah, apa hubungan antara perang, bencana alam, dan hukum reciprocity? Ethiopia pernah mendapat bantuan dari Mexico, maka ia merasa tergerak untuk membalas budi. Dalam penjualan, jika Anda ingin mendapat profit, semakin Anda hanya berpikir menerima uang dari pelanggan, semakin Anda berhutang budi. Sebaliknya, semakin Anda mau memberi tanpa mengharapkan balasan, Anda akan menerima. Berikan surprise kepada pelanggan Anda, dalam bentuk yang tidak ia pikirkan. Siap-siap, mereka akan mencatat kebaikan Anda didalam hati dan menunggu hari baik untuk membalas kebaikan Anda.

 

Our attitude toward life determines life’s attitude towards us.

John N. Mitchell

 

Salam pencerahan,
Tom MC Ifle

Indonesia’s #1 Success Coach
Certified MaTriz Level 1 Facilitator
Lean Six Sigma Coach
CEO TOP COACH INDONESIA

Related Articles :
Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?
Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?
Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit

FIFGROUP Biayai Kredit 98 Ribu Motor Tiap Bulan

sacsacscsa

Jakarta, 26 Mei 2014 – Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance (FIFGROUP) selama Januari hingga April 2014 telah mengucurkan kredit baru untuk sedikitnya 98.000 unit sepeda motor setiap bulannya. “Target kita 98.000 unit sepeda motor setiap bulan, tapi pencapaiannya ternyata bisa 10 persen di atas target,” kata CEO FIFGROUP Suhartono.

Tidak hanya pembiayaan motor baru, untuk motor bekas berkualitas juga ada kenaikan antara 28-38 persen. “Dulu kita pikir pasar motor bekas ini kecil, ternyata ketika kita masuk ke daerah-daerah,opportunity-nya sangat tinggi,” kata Suhartono disela perayaan ulang tahun FIFGROUP yang ke-25.

Sementara untuk pembiayaan peralatan elektronik melalui SPEKTRA, menurut Suhartono, dalam empat tahun ini stabil dan tidak ada kenaikan drastis. Dengan melihat pencapaian selama empat bulan, Januari-April lalu, FIFGROUP yakin target profit Rp1,3 triliun tahun ini bisa dicapai. “Target profit kita tahun ini Rp1,3 triliun. Setelah melihat pencapaian empat bulan (terakhir) ini kami yakin itu tercapai,” kata Suhartono menegaskan.

Direktur Marketing FIFGROUP Djap Tet Fa mengatakan bahwa porsi pembiayaan FIFGROUP sejauh ini masih didominasi kredit pemilikan sepeda motor, dengan kontribusi sekitar 93 persen, dan sisanya 7 persen pada peralatan elektronik. Dari 93 persen porsi pembiayaan sepeda motor itu, 83 persennya merupakan pembiayaan motor baru dan motor bekas hanya 10 persen.

Sedangkan untuk pembiayaan kredit mobil, FIFGROUP mengucurkan sekitar Rp60 miliar per bulan. Mengenai pasar sepeda motor terkait Pemilu Legislatif belum lama lalu, Tet Fa mengatakan biasa saja. “Kalau dulu tahun 2004 kan euforianya banyak ya. Banyak yang belanja motor. Tapi kita melihat tahun ini biasa-biasa saja, normal,” ujarnya.

QH.

Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur

sacsacscsa

Setiap tahun, makin banyak wanita yang menjadi pengusaha atau sedang menjajaki dan berpikir serius untuk menjadi seorang pengusaha. Ketika semakin banyak wanita diluar sana yang semakin sukses dan menjadi inspirasi untuk wanita wanita untuk menjadi pengusaha,  bisnis terkadang masih dianggap teritori dari pria. Selain itu banyak juga hambatan bagi seorang wanita pengusaha yang harus mereka hadapi.

Saya Tertarik untuk menulis ini dari sudut pandang seorang pria dan coach dikarenakan saya terinspirasi oleh beberapa wanita hebat yang pernah menjadi atau masih sebagai client saya

Dibawah ini adalah beberapa hambatan yang mungkin wanita hadapi untuk menjadi pengusaha

1.      Wanita merasa untuk menjadi pengusaha mereka harus bertindak sebagai laki laki

Ketika Anda datang kesebuah bisnis atau coaching seminar ,Anda dapat menghitung berapa persent dari wanita yang hadir dan biasanya tidak terlalu banyak. Saya bisa berkata mungkin sekitar 80% adalah pria. Ketika seorang wanita datang untuk berbicara bisnis di depan banyak pria, mungkin hal ini dapat sedikit menakutkan.

Ketika berbisnis kita perlu bernegosiasi dengan banyak orang, dan sering ketika seorang pria bernegosiasi dengan seorang wanita mereka merasa bahwa wanita tidak memiliki keberanian dan pengetahuan seperti seorang pria, sehingga apa yang terjadi adalah deal yang didapatkan oleh seorang wanita mungkin bukan merupakan deal yang terbaik. Nah, untuk melindungi dirinya, terkadang wanita beradaptasi menjadi lebih jantan dalam melakukan bisnis: lebih kompetitif, agresif, bahkan kasar. Dan ini bisa saja berpengaruh negatif buat wanita. Alasannya, ketika wanita mencoba menjadi seorang pria, hal ini tidak memberikan garansi kalo dia akan sukses.

Jadilah diri Anda sendiri, fokus pada hal yang Anda kuat dan Anda miliki.
Walau secara umum terkadang wanita lebih sering emotional yang mungkin tidak terlalu positif berdampak terhadap bisnis, tetapi wanita juga lebih menjaga hubungan dan mengayomi kepada anak buah dan customer/supplier. Hubungan ini sangatlah penting bagi bisnis untuk jangka panjang.

Fokus dan Goal dapat dilatih untuk mensupport wanita dalam perencanaan bisnisnya.

Kebetulan saya sempat meng-coach seorang wanita yang sangat soleh dan menurut saya juga sangat feminin. Beliau memiliki bisnis di sebuah perusahaan pembuat mesin yang dominasi nya adalah lelaki. Di perusahaannya, dengan kekuatan femininnya beliau dapat menjaga keharmonisan dan komunikasi di perusahaannya. Komunikasi dan Keharmonisan, adalah hal yang mungkin banyak menjadi persoalan diperusahaan pada umumnya.

2.      Wanita terkadang kurang mendapat dukungan dari pemimpin wanita lainnya

Hal ini menurut saya agak sedikit unik. Dikarenakan wanita pembisnis yang sukses masih sedikit, sulit untuk wanita untuk mendapatkan dukungan dari pemimpin wanita lainnya. Serta ada kemungkinan pemimpin wanita juga lebih percaya kepada pembisnis pria karena secara umum lebih banyak dealing dengan pembisnis pria.

3.      Kesulitan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga sambil menjalankan bisnis

Hal ini sering terjadi terutama di Indonesia. Baru baru ini saya meng-coach seorang ibu yang memiliki 3 anak kecil dan juga harus secara bersamaan menjalankan keluarga dan perusahaannya. Belum termasuk suaminya yang terkadang dapat menjadi seorang bayi besar yang juga ingin perhatian.
hal ini bisa menjadi sangat menantang dikarenakan Anda harus mencari jalan untuk membuat keduanya seimbang. Stigma akan wanita harus lebih memperhatikan keluarga dan pria sebagai seorang yang harus menafkahi keluarga juga dapat membuat hal ini semakin sulit.

Terkadang wanita enterpreneur harus dapat tidak terlalu menyalahkan dirinya atau menjadi terlalu serius ketika ada sesuatu yang tidak berkenan terjadi seperti tidak dapat menemani anaknya ke pertandingan melukis,dll.

Mommypreneur memiliki tanggung jawab terhadap bisnisnya dan keluarganya yang sama rata dan untuk benar benar menemukan dan melakukan management waktu yang baik adalah kunci untuk sukses.

4.      Ketakutan akan kegagalan

Menurut Babson College 2012 Global Enterpreneur Monitor, Takut akan gagal adalah hal yang paling ditakuti wanita untuk memulai bisnis.

Dalam kenyataannya memang 80% bisnis baru gagal dalam 5 tahun, namun tidak perlu untuk melihat kegagalan ini sebagai sesuatu yang negatif.

Ada kemungkinan bahwa Ketakutan akan kegagalan ini juga disebabkan dikarenakan wanita merasa tidak memiliki skill pengusaha yang seimbang dibandingkan pria. Dan saya rasa ini tidak positif, dikarenakan skill dapat dilatih apabila Anda mau.

Walaupun adanya ketakutan dan keraguan, ada kira kira 130 juta pengusaha wanita di seluruh dunia berdarsarkan riset, dan saya percaya angka ini akan terus bertambah.

Kesimpulannya, tantangan untuk menjadi pengusaha wanita mungkin sedikit lebih banyak dibandingkan pria.

Tetapi saya percaya bahwa ketika Anda berfokus kepada kesempatan, mimpi dan kekuatan Anda, tantangan tersebut akan terlihat mengecil. Temukan apa yang Anda cintai, skill dan support apa yang Anda butuhkan dan kejar mimpi Anda.

Percayai diri Anda serta mengerti bahwa penting untuk dapat keluar dari zona nyaman dan kerja keras untuk mencapai mimpi Anda.

Saya sudah banyak melihat dan bekerja sama dengan wanita wanita pengusaha hebat dan saya percaya Anda juga bisa.
Salam Pencerahan,

Coach Yudi

Related Articles :
Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?
Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?
Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit

Kemenperin Gelar Pameran Produksi Indonesia 2014

sacsacscsa

Jakarta, 23 Mei 2014 – Menteri Perindustrian, MS Hidayat, meresmikan Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2014. Acara ini digelar selama 22–25 Mei di Harris Convention Festival Citylink, Bandung, Jawa Barat. “PPI 2014 merupakan langkah strategis yang kami lakukan secara reguler untuk memperkenalkan produk-produk nasional,” kata MS Hidayat.

Menurut Hidayat pergelaran PPI 2014 juga dilakukan untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap produk Indonesia, sesuai dengan temanya “Karya Indonesia Untuk Dunia”. Dengan tumbuhnya kebanggan dan kecintaan, lanjutnya, dapat menangkal derasnya serbuan barang-barang impor yang masuk sebagai dampak berbagai perjanjian perdagangan bebas.

Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang, Hidayat menghimbau agar hal itu justru menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia. “Kalau tidak, masyarakat Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa penduduknya akan menjadi pasar saja bagi negara-negara ASEAN yang lainnya,” ujarnya.

Selain itu, melalui PPI 2014, Hidayat juga menyatakan hal itu sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah yakni Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang dilandaskan pada Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2009.

Pameran yang diselenggarakan di area seluas 3.456 meter persegi itu menampilkan 130 lapak dan menyediakan 720 meter persegi untuk area tematik, yakni produk-produk unggulan berbasis teknologi, inovasi dan kreativitas. Sedikitnya 20 persen dari peserta pameran berasal dari Jawa Barat dan sisanya dari berbagai daerah lain termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, DKI Jakarta dan Banten.

QH.