Utang LN Naik 7,1 Persen

Jakarta, 18 Maret 2014 – Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2014 tercatat 269,3 miliar dolar AS atau tumbuh 7,1 persen, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2013 sebesar 4,6 persen. Berdasarkan keterangan di situs BI, peningkatan pertumbuhan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan posisi ULN sektor swasta sebesar 12,2 persen menjadi 141,4 miliar dolar AS.
Sementara itu, posisi ULN sektor publik tumbuh sebesar 1,9 persen menjadi 127,9 miliar dolar AS. Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, ULN sektor swasta hanya tumbuh 0,6 persen, sementara ULN sektor publik meningkat 1,6 persen.
Berdasarkan jangka waktu, kenaikan pertumbuhan ULN terutama terjadi pada ULN jangka panjang. ULN berjangka panjang pada Januari 2014 tumbuh 7,1 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan Desember 2013 sebesar 4,1 persen. Sedangkan ULN berjangka pendek tumbuh 7,0 persen, sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,1 persen.
Pada Januari 2014, ULN berjangka panjang tercatat sebesar 222,8 miliar dolar AS, atau mencapai 82,7 persen dari total ULN. Dari jumlah tersebut, ULN berjangka panjang sektor publik mencapai 121,5 miliar dolar AS (95 persen dari total ULN sektor publik), sementara ULN berjangka panjang sektor swasta sebesar 101,3 miliar dolar AS (71,7 persen dari total ULN swasta).
Untuk ULN swasta, peningkatan pertumbuhan terjadi pada ULN sektor finansial dan sektor pengangkutan & komunikasi. ULN sektor swasta terutama terarah pada lima sektor ekonomi, yaitu sektor keuangan (pangsa 26,5 persen dari total ULN swasta), sektor industri pengolahan (pangsa 20,4 persen), sektor pertambangan dan penggalian (pangsa 18,1 persen), sektor listrik, gas, dan air bersih (pangsa 11,6 persen), dan sektor pengangkutan dan komunikasi (pangsa 7,6 persen).
Dari kelima sektor tersebut, dua sektor yaitu sektor keuangan dan sektor pengangkutan dan komunikasi mencatat kenaikan pertumbuhan pada Januari 2014 masing-masing sebesar 11,1 persen dan 5,8 persen, dari bulan sebelumnya sebesar 5,7 persen dan 4,4 persen.

QH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *