Pelaku Usaha Mandiri adalah Wirausahawan

Jakarta, 3 Februari 2014 – Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo berpendapat, pelaku usaha mandiri yang menjalankan usahanya sendiri meskipun belum mempekerjakan orang lain sudah layak disebut wirausahawan.
“Kalau selama ini berkembang paradigma yang menganggap wirausaha hanya mereka yang mampu mempekerjakan orang lain sementara mereka yang sudah menjalankan usaha tapi belum mempekerjakan orang lain belum dikatakan wirausaha, saya tidak sependapat,” katanya.
Ia mengatakan, siapapun mereka yang telah menjalankan usaha secara mandiri meskipun belum mampu mempekerjakan orang lain sudah sangat layak disebut wirausaha.
Sebab, mereka sudah berkontribusi secara langsung bagi pergerakan sektor riil dan tidak membebani siapapun.
“Mereka mandiri dan bisa menghidupi usaha mereka sendiri,” katanya. Ia mencontohkan, seorang ibu yang berjualan makanan kecil-kecilan sudah layak dikatakan wirausaha.
“Selain itu, misalnya ibu yang menyulam dan menjual hasil sulamannya, itu layak dikatakan wirausaha. Mereka memang belum mempekerjakan orang lain bisa jadi karena memang belum memerlukannya,” katanya.
Selama ini berkembang paradigma bahwa seseorang layak menyandang predikat wirausaha jika sudah berhasil mempekerjakan orang lain dan bukan menjalankan usaha secara sendiri-sendiri.
Pihaknya mencatat sampai saat ini jumlah wirausaha di Indonesia sudah mencapai 1,65 persen dari seluruh populasi penduduk.
Sampai tutup tahun ini, melalui berbagai rangkaian program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ditargetkan jumlah wirausaha akan mencapai sedikitnya dua persen.

QH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *