Industri Game Lokal Hasilkan Ratusan Juta Dollar

sacsacscsa

Jakarta, 30 Januari 2014 – Industri game di Indonesia ternyata mampu menghasilkan pendapatan hingga 190 juta dolar AS sepanjang 2013 dengan tingkat pertumbuhan 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan besarnya peluang bisnis dalam industri tersebut di Tanah Air.
“Bisnis game online di dalam negeri masih besar, disebabkan ekonomi Indonesia yang tumbuh di atas enam persen dari tahun ke tahun,” kata Direktur Pelaksana PT. Megaxus Infotech Eva Muliawati, dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta.
Selain data pendapatan dari industri game, pihaknya juga mencatat sampai saat ini ada lebih dari 25 juta pemain game online di Indonesia. Menurut Eva Muliawati, hal ini menunjukkan trend gaming tersebut sebagai peluang bisnis yang cukup besar.
“Sekitar 70 persen hingga 80 persen pengguna game online masih bermain menggunakan PC. Sedangkan untuk mobile 20 persen. Untuk pasar mobile, ada sekitar empat juta pelanggan yang pernah bermain game online melalui ponsel dengan kontribusi revenue lima persen dari total pendapatan value added services (VAS),” katanya.
Game Online pertama kali muncul di Indonesia pada 2001, dimulai dengan kehadiran Nexia Online. Game online yang beredar di Indonesia sendiri cukup beragam, mulai dari yang bergenre action, sport, maupun RPG (role-playing game).
Pada saat itu, tercatat lebih dari 20 judul game online yang beredar di Indonesia yang sekaligus menandakan betapa besarnya antuiasme para pemain atau gamer di Indonesia dan juga besarnya pangsa pasar games di Tanah Air.
“Jumlah pemain game online di Indonesia meningkat antara lima persen dan 10 persen setiap tahunnya, terutama karena semakin pesatnya infrastruktur internet,” tambah Eva.
Marak
“Saat ini game sudah menjadi sebuah lifestyle bagi masyarakat Indonesia” ujarnya karena itu bisnis ini sangat marak dan kompetitif.

QH.

UKM Hadapi Pasar Bebas dengan Branding

sacsacscsa

Jakarta, 30 Januari 2014 – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS),  jumlah unit usaha Kecil menengah (UKM) saat ini ada lebih dari 56,5 juta unit usaha yang mampu menyokong kontribusi terhadap GDP sebesar 56% dan 97% kontribusi terhadap tenaga kerja.
Berkaitan dengan akan berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN di 2015 maka akan terjadi ancaman yang bisa melemahkan usaha UKM dan menyebabkan kita menjadi penonton di negeri sendiri,
Setidaknya ada empat hal yang akan  terjadi dengan berlakunya pasar bebas ASEAN, yakni Bebas Aliran Jasa,  Bebas Investasi, Bebas Aliran Modal dan Bebas Aliran Tenaga Kerja Terampil. Hal ini  dipaparkan  oleh Bonar Hutauruk, Asisten Deputi bidang ekspor dan Impor Kementerian Koperasi dan UKM.
Bonar mengatakan, kita harus bangkit menghadapi risiko daya saing, kuncinya adalah bersinergi untuk penguatan branding, inovasi dan aspek legal, terutama peran UKM yang berorientasi ekspor. “Pelaku usaha UKM harus berorientasi pada produk yang dapat berkembang, tidak pada produk atau jasa yang sulit dikemmbangkan,” sarannya.
Namun, lanjut bonar, untuk go international UKM perlu memiliki kemampuan manajemen dan kemampuan investasi.
Data UKM berpotensi ekspor ada sebanyak 678 ribuan unit usaha  atau 1,2% dari total UKM yang tercatat 56,5 juta  unit usaha yang berkecimpungan dalam usaha Furniture, kerajinan dan assesoris, usaha makan dan minuman serta usaha herbal dan kosmetik juga komoditi agrobisnis.

QH.

Hentikan Impor Beras!

sacsacscsa

Jakarta, 29 Januari 2014 – “Kita semua harusnya malu menjadi negara agraris tetapi selama ini masih saja mengimpor beras dari Thailand,” kata Menneg BUMN Dahlan Iskan.
Tak sekadar wacana, Dahlan menggerakkan “gerbong” perusahaan pupuk di bawah Kementerian BUMN. Dahlan juga terus mendorong optimalisasi peran Perum Bulog.
Pada tahun awal kepempinannya di Kementrian BUMN tahun 2012, Dahlan mengklaim telah berhasil melecut Bulog untuk penyediaan beras nasional hingga mendekati angka 2,1 juta ton per tahun atau sedikit di bawah target swasembada beras.
Namun pada tahun berikutnya (2013), Dahlan menyebut swasembada beras berhasil dicapai berkat kemampuan Bulog dalam melakukan pengadaan ketersediaan beras hingga 2,5 juta ton lebih per tahun.
Kementerian BUMN mewajibkan Perum Bulog melakukan pengadaan beras secara besar-besaran dengan menyerap semaksimal mungkin hasil produksi petani lokal, termasuk pada tahun 2014 ini maupun di tahun-tahun selanjutnya.
“Kami berharap tahun ini prestasi ini bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu ditingkatkan. Biar pemerintah Thailand yang selama ini mengekspor beras ke Indonesia kecele,” selorohnya.
Dahlan Iskan menambahkan, dalam program gerakan peningkatan produktivitas pangan berbasis korporasi tersebut pihaknya juga membentuk brigade anti hama yang dikendalikan langsung oleh masing-masing perusahaan pupuk.
Selain mempertahankan kemampuan swasembada beras, Kementrian Pertanian RI tahun ini mematok target surplus beras sebesar 10 juta ton hingga akhir 2014.
Optimisme ini mengacu pada kebutuhan beras untuk konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia yang mencapai 33 juta ton per tahun, sementara produktivitas padi/beras per tahun lebih dari 34 juta ton.

QH.

Indonesia Untungkan Investor Asing

sacsacscsa

Jakarta, 29 Januari 2014 – Investor asing di sejumlah sektor usaha banyak meraih keuntungan atas kegiatan usahanya di Indonesia seperti sektor telekomunikasi, otomotif, perbankan, industri kosmetika serta industri lainnya.
“Perusahaan-perusahaan tersebut meraih keuntungan yang besar,” kata Menteri Keuangan M Chatib Basri. Dia mengatakan, dengan margin keuntungan yang besar tersebut membuat investor cukup gembira menjalankan bisnisnya di Indonesia.
Untuk itu, dia berharap para investor asing yang meraih keuntungan besar itu tidak membawa balik keuntungan tersebut ke negaranya tapi direinvestasikan kembali di Indonesia.
Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan kebijakan pemberian insentif kepada investor asing yang melakukan reinvestasi keuntungan mereka tersebut. Insentif tersebut nantinya bisa berupa keringangan pajak dividen.
“Kementerian Keuangan sedang siapkan kebijakan tersebut. Satu hingga dua bulan diharapkan bisa selesai,” ungkapnya dalam sebuah seminar yang dihadiri ratusan peserta kalangan akademisi mancanegara tersebut.
Dengan mereinvestasikan keuntungan tersebut dan tidak dibawa keluar Indonesia maka diharapkan bisa memperkuat nilai tukar rupiah.
Sementara itu, sejumlah investor Malaysia juga telah menanamkan modal dan menjalankan kegiatan usahanya di sejumlah sektor bisnis di Tanah Air seperti perbankan, telekomunikasi ataupun industri kelapa sawit.

QH.

OJK Beri Sanksi 7 Perusahaan Pembiayaan

sacsacscsa

Jakarta 28 Januari 2014 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) OJK memberikan sanksi terhadap tujuh perusahaan pembiayaan karena masalah permodalan.
Dari tujuh perusahaan itu, dua di antaranya telah masuk dalam Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU). Sedangkan lima perusahaan lainnya berjanji akan melakukan penambahan modal.
Hal ini diungkapkan Deputi Komisioner II OJK Dumoly Freddy Pardede. Menurutnya, tujuh perusahaan pembiayaan tersebut telah bertemu dengan pemilik modal, namun pihak pemilik modal tidak sanggup untuk menambah modal. Hal ini membuat OJK melakukan PKU. Bila masih tak sanggup menambah modal, maka OJK akan mengusulkan pencabutan usaha.
“Umumnya yang kena sanksi bukan hanya karena modal saja, namun juga mencakup pembiayaan bermasalah, gearing ratio-nya, tata kelola bisa dikenakan sanksi. Tergantung ketaatan terhadap anti money laundering. Tapi kalau masalah permodalan memang butuh waktu, karena menyangkut pemegang saham, grup, RUPS, dan sebagainya,” ujar dia.
Di samping itu, OJK juga mempertimbangkan pengembangan usaha, permodalan, serta kesempatan sumber keuangan yang bukan hanya bank.
“Bisa mereka issued suatu instrumen tertentu untuk mendapatkan dana supaya mereka punya keleluasaan untukk menambah modal mereka. Apakah mereka pakai pasar modal, reksadana, menerbitkan MTN,” kata Dumoly.
OJK mengakui dalam operasional bisnis perusahaan pembiayaan, permodalan dan persaingan menjadi masalah-masalah yang dihadapi industri.
“Jelas (permodalan). Dan persaingan, karena memang bisnis finance ini kan fokusnya itu di sewaguna usaha sama di kendaraan bermotor, sedikit properti. Di kendaraan bermotor pemainnya mayoritas di sana,” kata dia.
Dumoly menjelaskan, selain permodalan dan pembiayaan, efisiensi dan cabang pun penting untuk mendorong penjualan. Sewaguna usaha, lanjutnya, juga risikonya tinggi.
Lebih lanjut, Dumoly mengatakan perusahaan pembiayaan yang kuat memiliki modal beragam, mulai dari Rp 500 miliar hingga yang lebih besar dari jumlah itu. Saat ini pun ada perusahaan pembiayaan yang modalnya Rp 100 miliar atau Rp 40 miliar, biasanya yang membiayai sepeda motor bekas atau beroperasi di pelosok desa.

QH.

BNI Raih Penghargaan Smart Remittance dan Cash Management

sacsacscsa

Jakarta, 28 Januari 2014 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk meraih penghargaan atas kinerja memuaskan dalam pelayanan Smart Remittance dan Cash Management di kawasan Asia Tenggara dari Majalah Alpha Southeast Asia.
Penghargaan tersebut diterima Pemimpin Divisi Internasional BNI Firman Wibowo dan Pemimpin Divisi Jasa Transaksional Perbankan BNI Iwan Kamaruddin di Kuala Lumpur, Malaysia.
Dengan demikian, status Smart Remittance terbaik tidak pernah lepas dari BNI sejak 2009 atau lima tahun berturut-turut, dan peringkat Cash Management terbaik selalu diraih BNI sejak 2011 atau sudah tiga tahun berturut-turut.
Menurut Firman Wibowo, Smart Remittance BNI memiliki keunggulan karena memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah melalui pelayanan remitan yang ditandai dengan peningkatan volume remitan di tahun 2013.
Salah satu keunggulan Smart Remittance tersebut adalah jaringan yang luas di luar negeri, antara lain adanya 60 Kantor Virtual yang tersebar di Arab Saudi, Abu Dhabi, Dubai, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Yordania, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia, dan Belanda.
Selain itu, Smart Remittance juga dapat dilayani di lima cabang luar negeri yaitu New York, London, Tokyo, Hong Kong dan Singapura serta BNI Remittance Limited di Hong Kong, dan Remittance Representatives di negara potensial penempatan TKI.
Jaringan Smart Remittance juga diperkuat di dalam negeri yaitu lebih dari 1.600 kantor cabang BNI serta di seluruh Kantor Pos, Alfamart, Pegadaian, Bank NTT, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang sudah bekerja sama dan mitra-mitra lainnya.
“Keunggulan lain adalah inovasi fitur produk yang variatif yang dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu Incoming transfer (ITR) atau kiriman uang dari luar negeri ke dalam negeri, Outgoing Transfer (OTR) atau kiriman uang dari dalam negeri ke luar negeri,” kata Firman.

QH.

Investor Hotel Incar Indonesia

sacsacscsa

Jakarta, 27 Januari 2014 – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu  mengatakan, banyak investor dari sektor perhotelan berkelas dunia menyatakan minat dan akan mengekspansi bisnisnya di Indonesia. “Beberapa investor dari sektor perhotelan yang sudah berada di Indonesia menyampaikan rencananya untuk melakukan ekspansi di Indonesia,” katanya.
Bahkan, kata dia, salah satu hotel “chain” yang terkenal menyampaikan bahwa Indonesia masuk dalam negara top ten mereka. Pihaknya mencatat saat ini Indonesia berada pada peringkat ketiga se-Asia dalam bidang pembangunan dan investasi perhotelan.
“Kalau untuk peringkat, Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga di Asia dalam hal pembangunan hotel, ini fakta bahwa kita diminati untuk tujuan investasi di bidang perhotelan,” kata Mari Elka Pangestu.
Menurut dia, Indonesia sekaligus menjadi salah satu negara tujuan utama investasi untuk hotel dan restoran yang paling difavoritkan para investor.
Pihaknya memantau pada tahun 2012, total penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk hotel dan restoran mencapai 869,8 juta dolar AS. Jumlah itu naik signifikan atau mencapai 210 persen dibandingkan pada tahun 2011.

QH.

Produksi Minyak Turun 70 Ribu Barel/ Hari Akibat Cuaca Buruk

sacsacscsa

Jakarta, 27 Januari 2014 – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan, produksi minyak mentah dan kondensat mengalami penurunan sekitar 70.000 barel per hari akibat cuaca buruk belakangan ini. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas J Widjonarko di Jakarta.

Ia mengatakan sejumlah peralatan operasi mengalami gangguan karena cuaca buruk, sehingga produksi minyak nasional turun menjadi rata-rata 745.000 barel per hari. “Turun sekitar 70.000 barel per hari dari kondisi normal 825.000-830.000 barel per hari,” ujarnya.
Namun, lanjutnya, kini produksi minyak sudah mulai mengalami kenaikan lagi menyusul selesainya perbaikan peralatan yang rusak. Widjonarko mengatakan, sejumlah lapangan produksi yang sempat mengalami gangguan akibat cuaca buruk antara lain West Madura Offshore (WMO).
Pada 20 Januari 2014, selang penyalur minyak (hose) antara alat tambat (single point mooring) dan floating storage offloading (FSO) Abherka di perairan utara Surabaya mengalami kebocoran, sehingga produksi WMO turun 22.500 barel per hari.
Operator lainnya yang mengalami gangguan akibat cuaca buruk adalah JOB Pertamina Petrochina East Java (PPEJ), Mobil Cepu Limited, dan PT Pertamina EP Cepu. Tali pengikat FSO Cinta Natomas yang menampung produksi minyak ketiga operator tersebut, putus pada 21 Januari 2014.
“Akibatnya, produksi minyak turun rata-rata 30.000 barel per hari dari ketiga operator tersebut,” katanya. Lapangan produksi minyak yang terganggu lainnya adalah PT Seleraya dengan penurunan 1.500 barel per hari.

QH.

Business Coaching

sacsacscsa

Business Coach adalah profesi yang sangat mengandalkan pengembangan diri, untuk itu, selain Anda akan menjadi seorang pelatih bisnis handal, Anda mendapat kesempatan untuk menjadi pembelajar terus menerus. Training ini didesain untuk membantu Anda sukses, bahagia, dan mampu mentransformasi kehidupan pengusaha lainnya.